cover
Contact Name
Adolf Situmorang
Contact Email
teknika@usm.ac.id
Phone
+628122003033
Journal Mail Official
teknika@usm.ac.id
Editorial Address
Jl.Soekarno-Hatta, Tlogosari. Semarang, Jawa-Tengah, Indonesia Telp: 024-6702757; fax: 024-6702272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14104202     EISSN : 25808478     DOI : 10.26623/teknika.v17i1.3127
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal untuk menyebarluaskan hasil penelitian atau pemikiran dibidang Teknik Sipil. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ini difokuskan pada bidang Teknik Sipil dan Rekayasa. Dosen, mahasiswa, dan peneliti diharapkan dapat memanfaatkan jurnal ini untuk berbagi pengetahuan hasil penelitian atau pemikirannya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2020): Oktober" : 5 Documents clear
PERBANDINGAN ANALISIS REGRESI DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PEMODELAN PENUMPANG PESAWAT Agus Muldiyanto; Mudjiastuti Handajani
Teknika Vol 15, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.834 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i2.2683

Abstract

Adanya keinginan dari Pemerintah Kota Jember untuk mengembangkan bandara Notohadinegoro menjadi bandara Embarkasi Haji, maka peneliti melakukan kajian tentang permintaan penumpang pesawat dibandara tersebut, karena untuk haji setahun hanya digunakan sekali. Untuk mengetahui permintaan atau prediksi pertumbuhan penumpang pesawat diperlukan pemodelan, penelitian ini dengan menggunakan dua metode analisis pemodelan yaitu dengan regresi dan jaringan syaraf tiruan, kemudian dibandingkan hasilnya serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya pada analisis tersebut. Dengan viabel bebas tunggal PDRB, hasil persamaan yang didapat dari analisis regresi, untuk penumpang datang adalah Y1 = 2669,038 X – 100694,375, dan untuk penumpang berangkat Y2 = 2693,266 X – 101150,266, dan total penumpang pesawat Y3 = 5362,062 X – 201844,641 Sedangkan dari analisis jaringan syaraf tiruan dengan variabel bebas tunggal PDRB tidak didapatkan persamaan baik untuk penumpang datang maupun berangkat, hal ini kemungkinan karena jumlah data maupun variabel yang hanya satu/tunggal, sehingga untuk kajian dengan analisis jaringan syaraf perlu kajian lebih lanjut.
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT LAYANAN JALAN DARI VOLUME, KECEPATAN DAN KERAPATAN LALU LINTAS Sari Kusumaningrum; Prioutomo Puguh Putranto
Teknika Vol 15, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.382 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i2.2669

Abstract

Nilai tolok ukur lainnya untuk mengetahui kinerja lalu lintas yang sesungguhnya tidak hanya dari  berdasar volume lalu lintas. Ada dua cara dalam penelitian ini dengan menggunakan hubungan volume dengan kecepatan dan penggunaan kinerja jalan berdasarkan nilai kerapatan jalan. Adanya penilaian tingkat layanan dengan kecepatan dan kerapatan dapat menjadikan kontrol maupun koreksi terhadap kondisi tingkat pelayanan jalan yang sesungguhnya. Jalan Sultan Syahrir Kota Semarang, merupakan salah satu ruas jalan yang relatif padat di wilayah perbatasan Kota Semarang. Pada pagi dan sore hari jalan Sultan Syahrir tersebut memiliki tingkat kemacetan yang relative tinggi dari perbatasan Kota Semarang-Demak sampai dengan Jl. Kaligawe Semarang. Kondisi ini cukup ideal menjadi lokasi survai untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan sesungguhnya disamping berbasis dari tingkat layanan dari perbandingan nilai volume lalu lintas dengan kapasitas. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada kondisi tertentu kinerja berdasarkan nilai volume dibanding kapasitas dinilai kurang mendekati kondisi riil dan kondisi yang memungkinkan lebih pada dari tingkat layanan pendekatan pada kerapatan jalan. Untuk nilai volume dan kecepatan lebih tepat dapat dilakukan apabila pada kondisi arus pergerakkan lalu lintas dalam kondisi normal,
KESIAPAN INSTANSI PEMERINTAH KOTA SEMARANG DALAM MENGHADAPI PERATURAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI (SLF) BANGUNAN GEDUNG Nur Fithriani Fatma Cholida; Hani purwanti; bambang sudarmanto; Lila Anggraini
Teknika Vol 15, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.251 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i2.2668

Abstract

Dalam rangka mewujudkan bangunan gedung yang tertib secara administrasi atau teknis, maka setiap daerah diwajibkan untuk menyelenggarakan Sertifkat Laik Fungsi (SLF). Meskipun merupakan kebijakan baru namun wajib untuk dilaksanakan mengingat fungsi dari bangunan gedung adalah menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bagi penghuninya sesuai dengan UU No. 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung dan UU tersebut dipertegas lagi dalam PP No. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan pelaksanaan UU diatas, namun sifatnya masih dalam standart peraturan gedung secara umum belum spesifik mengarah pada Sertifikasi Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung. Kemudian pada tahun 2007 munculah peraturan yang dibuat oleh Menteri Pekerjaan Umum No. 25/PRT/M/2007 tentang Sertifikasi Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung, secara spesifik. Kemudian dilanjutkan dengan peraturan yang lebih baru ialah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 27 Tahun 2018 tentang Sertifikasi Laik Fungsi Bangunan Gedung. Yang disambut dengan Peraturan Daerah Kota Semarang No.5 tahun 2009 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Walikota No.38 tahun 2012 tentang Pengawasan dan Penerbitan Penyelenggaraan Bangunan Gedung, yang mendasari bahwa penerapan Sertifikasi Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung harus dilaksanakan di Kota Semarang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keandalan suatu bangunan gedung sebagai bukti keandalan bangunan gedung maka akan diterbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) oleh pemerintah kota /kabupaten.
ANALISIS PERBANDINGAN WASTE BESI TULANGAN METODE KONVENSIONAL DENGAN SOFTWARE CUTTING OPTIMAZATION PRO I Wayan Muka; Made Adi Widyatmika; I Made Nova Antara
Teknika Vol 15, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.699 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i2.2852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waste level, waste cost dan metode menggunakan software cutting optimization pro apakah dapat meminimalisir waste besi tulangan secara optimal. Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi, sedangkan data skunder didapat dari proyek SDN 3 Peguyangan. Dari data tersebut kemudian pembuatan bar bending schedule untuk dihitung waste level dan waste cost. Panjang kebutuhan besi pada bar bending schedule diinput ke dalam software cutting optimization pro. Hasil analisis menunjukkan waste level besi polos ᴓ6 mm didapat waste sebesar 9.1%, besi polos ᴓ8 mm 5.7%, besi polos ᴓ10 mm 3.3%, besi ulir D13 2.3%, dan besi ulir D16 2.4%. Rata-rata waste yang ditimbulkan dari kelima jenis besi tersebut sebesar 4.5%. Waste cost besi polos ᴓ6 mm didapat cost sebesar Rp. 491,062,00: besi polos ᴓ8 mm Rp. 3,313,569,00; besi polos ᴓ10 mm Rp. 1,505,565,00; besi ulir D13 Rp. 519,652,00 dan besi ulir D16 Rp. 2,792,373,00. Total waste cost yang ditimbulkan dari kelima jenis besi tersebut sebesar Rp. 8,620,222,00. Dari analisis software cutting optimization pro besi polos ᴓ6 mm didapat waste sebesar 0%, besi polos ᴓ8 mm 0.3%, besi polos ᴓ10 mm 0.02%, besi ulir D13 2.1%, dan besi ulir D16 0.6%. Rata-rata waste yang ditimbulkan dari kelima jenis besi tersebut sebesar 0.5%. Hasil perbandingan dengan metode konvensional didapat software cutting optimization pro dapat meminimalisir waste secara optimal sebesar 4%.
IDENTIFIKASI MATURITY LEVELS SUPPLY CHAIN PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI eko wahyu abryandoko; yulis widhiastuti
Teknika Vol 15, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.915 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v15i2.2670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kematangan dari penerapan Manajemen supply chain pada pekerjaan konstruksi dan merumuskan tindakan apa yang harus dilakukan untuk menindak lanjuti temuan yanga ada pada pekerjaan konstruksi tersebut. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah deskripsi kulitatif dan kuantitatif dengan pendekatan menggunakan alat analisa yang digunakan adalah Supply Chain Maturity Assessment Test (SCMAT). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kematangan manajemen supply chain pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh CV.Satria secara keseluruhan sudah baik dengan rata-rata telah memiliki skor kematangan di atas tiga, hanya ada 5 best practices yang masih di bawah nilai standar dan tindak lanjut dari temuan 5 best practices yang akan dijalankan dalam aspek Manajemen Supply Chain yaitu melakukan pengembangan dalam penggunaan teknologi bar code, sensor dan RFID mengacu pada hasil penilaian dari 5 best practices, serta pengembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengintegrasikan informasi dan komunikasi di antara para organisasi dalam supply chain.

Page 1 of 1 | Total Record : 5