cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018)" : 20 Documents clear
ANALISIS STRUKTUR DAN KOMPOSISI FASA SERBUK Mg2TiO4 SAKINATUS ZAHRO; FRIDA ULFAH ERMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.252 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Telah dilakukan sintesis serbuk Mg2TiO4 (disingkat MTO) dengan metode pencampuran larutan, dengan bahan awal berupa serbuk logam Mg dan Ti (Merck) dan pelarut HCl. Serbuk MTO dikalsinasi pada temperatur 1000 °C selama 4 jam. Hasil uji XRD menunjukkan bahwa serbuk MTO 1000 berstruktur MgTiO3 (No. PDF 06-0494), MgO (No. PDF 45-0946), dan Mg2TiO4 (No. PDF 25-1157). Hasil tersebut didukung oleh data FTIR. Fasa Mg2TiO4 terbentuk dengan persentase molar sebesar (5,75 ± 0,12)%. Data distribusi ukuran partikel dari sampel uji juga disertakan.Kata Kunci: metode pencampuran larutan, MTO, Mg2TiO4.
RANCANG BANGUN ALAT PERCOBAAN RESONANSI RANGKAIAN RLC MENGGUNAKAN SISTEM DIGITAL FIQIH RIZKY MUSTALIM; ENDAH RAHMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.743 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan merancang suatu alat percobaan untuk mengukur frekuensi resonansi pada rangkaian RLC seri secara digital. Pada alat percobaan ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu : Audio Frequency Generator (AFG) sebagai sumber tegangan, power amplifier, rangkaian RLC dan mikrokontroler Atmega 328 sebagai pemrosesan data untuk menentukan nilai frekuensi resonansi rangkaian RLC secara otomatis yang ditampilkan pada LCD. Data hasil pengukuran dari alat percobaan yang telah dibuat, dibandingkan dengan hasil pengukuran nilai frekuensi resonansi menggunakan AFG PASCO dan perhitungan secara teori. Dari hasil perbandingan kedua alat tersebut dapat diketahui bahwa alat yang telah dibuat sudah sesuai atau belum untuk digunakan sebagai alat percobaan yang relevan seperti pada alat percobaan yang dibuat oleh PASCO. Hasil pengujian alat percoban yang telah dibuat menunjukkan bahwa alat belum bisa menentukan secara tepat nilai frekuensi resonansi, melainkan hanya rentang frekuensi yang mungkin frekuensi resonansi terjadi. Pengambilan data berulang sebanyak lima kali menunjukkan hasil yang relatif konsisten. Kata Kunci : Resonansi, Mikrokontroller, Rangkaian RLC, Audio Frequency Generator (AFG) Abstract This study aims to design an experimental tool for measuring resonant frequency in serial RLC series digitally. In this experimental tool consists of several components, namely: Audio Frequency Generator (AFG) as a voltage source, power amplifier, RLC circuit and Atmega 328 microcontroller as data processing to determine the resonant frequency value of RLC circuit automatically displayed on the LCD. The measurement data from the experimental tool has been made, compared to the resonance frequency measurement results using AFG PASCO and theoretical calculations. From the results of the comparison of both tools can be seen that the tool that has been made is appropriate or not to be used as a relevant experimental tool such as the experimental tool made by PASCO. Test results of experimental tools that have been made show that the tool has not been able to determine precisely the value of the resonant frequency, but only the frequency range that may resonant frequency occurs. Recurring data retrieval five times shows relatively consistent results. Keywords: Resonance, Microcontroller, RLC Series, Audio Frequency Generator (AFG)
ANALISIS KOMPOSISI FASA SERBUK MgTiO3 HASIL PREPARASI DENGAN METODE PENCAMPURAN LARUTAN MUHAMMAD HADZIQUNNUHA AHFA; FRIDA ULFAH ERMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.349 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini melaporkan hasil kerja untuk mensintesis serbuk magnesium titanate (MgTiO3) dengan metode pencampuran larutan. Tujuannya adalah untuk mempelajari komposisi fasa dari fasa-fasa yang terbentuk pada sistem tersebut. Preparasi dilakukan dengan menggunakan bahan awal yang berupa serbuk logam Mg, Ti dan Sn (Merck) serta HCl sebagai pelarut. Karakterisasi struktur dilakukan dengan uji x-ray diffraction (XRD) dengan alat XRD Bragg-Brentano Philips X’pert Diffractometer dengan radiasi CuKa. Selanjutnya, analisis kualitatif terhadap data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Match!, sedangkan analisis kuantitatif dengan metode Rietveld yang diimplementasikan pada perangkat lunak Rietica. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur dari sampel uji tersebut terbangun dari fasa utama MgTiO3 (PDF No. 06-0494) dengan persentase molar sebesar (96,89 ± 1,81) % dan TiO2 rutile (PDF No. 21-1276) sebesar (3,11 ± 0,63) % sebagai fasa sekunder; (2) nilai densitas pada serbuk MgTO3 sebesar 3,88 gr.cm-3 dan (3) nilai ukuran volume sel satuan dari sampel uji tersebut sebesar 307,37 ± 1,89 nm3. Kata kunci: MgTiO3, difraksi sinar-x, komposisi fasa, metode Rietveld.
SINTESIS POLIANILIN DENGAN METODE INTERFASIAL MENGGUNAKAN VARIASI LARUTAN DALAM FASA ORGANIK NURVITA WIDIYANTI; NUGRAHANI PRIMARY PUTRI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.994 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Sintesis polianilin dengan metode interfasial menggunakan variasi larutan dalam fasa organik telah berhasil dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik polianilin yang dengan variasi larutan dalam fasa organik. Polianilin disintesis menggunakan metode interfasial dengan variasi larutan chloroform dan toluene sebagai fasa organik Karakteristik polianilin dapat diketahui dari hasil karakterisasi FTIR dan XRD. Dari hasil FTIR menunjukkan bilangan gelombang dan jenis ikatan yang telah sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya. Hasil uji XRD menunjukkan pola difraksi yang menunjukkan bahwa polianilin dengan larutan chloroform dan toluene memiliki kritalinitas yang baik. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa polianilin telah berhasil disintesis dengan variasi larutan yang menunjukkan karakteristik yang hampir sama. Kata Kunci : polianilin, chloroform, toluene, kristalinitas.
ESTIMASI CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA BUMI DI WILAYAH SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN INVERSI WAVEFORM TIGA KOMPONEN DINDA AYU VERJIANTI SARI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.168 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

ABSTRAK ESTIMASI CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA BUMI DI WILAYAH SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN METODE INVERSI WAVEFORM TIGA KOMPONEN Penelitian skripsi ini dilaksanakan bertujuan untuk menghasilkan informasi penyebab gempa bumi dengan estimasi CMT di wilayah Sumatera Barat yang terjadi pada 12 Juni 2015 pukul 19:54:22 GMT dengan magnitudo 4.8 SR, latitude -1.53, longitude 101.17 dan kedalaman 35 km. Sumatera Barat berada pada dua sesar aktif yaitu Sumatera Fault Zone dan Mentawai Fault Zone Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data waveform lokal tiga komponen (BHN, BHE dan BHZ) yang terekam oleh 6 stasiun seismik broadband GEOFON-IA milik WebDC 3 (MNSI, SBSI, BKNI, RGRI, SLSI, MKBI). Pemrosesan data menggunakan software MTINV. Data ini dinversi mulai 0.025 Hz - 0,050 Hz. Dari penelitian ini didapatkan hasil solusi Centroid Moment Tensor (CMT) dengan tipe inversi Full MT yaitu menghasilkan nilai VR=66.8% dengan magnitudo 4.66 Mw, ISO=32.5%,DC=46.7%,CLVD=20.9%, kedalaman centroid 12 km, nilai NP1 yaitu nilai strike=151, nilai dip=69 dan nilai rake=-175 serta nilai NP2 yaitu nilai strike=59, nilai dip=59 dan nilai rake=-21. Kemudian hasil solusi CMT dengan tipe inversi Deviatorik MT yaitu menghasilkan nilai Varian Reduksi (VR)=63.8% dengan magnitudo 4.53 Mw, DC=94.7%, CLVD=5.3%, kedalaman centroid 12 km, NP1 yaitu nilai strike=151, nilai dip=66 dan nilai rake=-177 serta nilai NP2 yaitu nilai strike 60, nilai dip=87 dan nilai rake­=-22. Kedua tipe inversi ini menghasilkan beachball yang sama yaitu strike-slip. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan Global CMT didapatkan hasil yang sama yaitu berupa beachball dengan patahan strike-slip. Dari hasil pembahasan dinyatakan bahwa gempa yang terjadi di wilayah Sumatera diakibatkan gempa tektonik hal ini karena hasil persentase DC lebih besar dibandingkan hasil persentase CLVD pada kedua tipe inversi yang digunakan dan menghasilkan beachball yang sama pada Global CMT yaitu patahan strike-slip. Hal ini membuktikan bahwa gempa yang terjadi di Sumatera Barat diakibatkan patahan strike-slip pada jalur Sumatera Fault Zone Kata kunci : Centroid Moment Tensor (CMT), inversi waveform tiga komponen, software MTINV
Estimasi Centroid Moment Tensor Gempa Bumi Di Wilayah Sumatera Selatan Menggunakan Software MTINV RONA DWI RAHMAH; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.473 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui parameter sumber gempa bumi dan jenis sesar gempa bumi diwilayah Sumatera Selatan dengan menggunakan software MTINV. Di Sumatera terdapat dua pembangkit gempa bumi, pertama zona subduksi, kedua zona patahan sumatera yang biasa disebut sesar semangko. Sumatera selatan termasuk dalam patahan aktif sumatera dan dilalui oleh zona subduksi dan sesar semangko, sehingga memiliki sejarah kegempaan yang cukup tinggi setiap tahunnya. Dari beberapa gempa yang terjadi diketahui bahwa disekitar Sumatera terdapat sesar yang memiliki sejarah dan menimbulkan gempa bumi yang dapat merusak. Untuk memperkecil kerusakan gempa yang terjadi maka perlu untuk mengetahui parameter sumber gempa dan jenis gempa. Dalam penelitian ini menggunakan data gempa yang diunduh d webDC3 at BMKG yaitu data gempa tanggal 14 Januari 2012 dan 23 Maret 2013. Data tersebut meliputi origin time, longitude, latitude dan stasiun seismik, kemudian dilanjutkan ke proses inversi menggunakan software MTINV. Hasil dari proses inversi pada gempa tanggal 14 Januari 2012 dihasilkan persentase Varian Reduksi (VR) sebesar 54,9%, persentase CLVD sebesar 44,8% dan persentase Double Couple (DC) sebesar 55,2. Untuk gempa tanggal 23 Maret 2013 dihasilkan persentase Varian Reduksi (VR) sebesar 50,5%, persentase CLVD sebesar 31,0% dan persentase Double Couple (DC) sebesar 69,0%. Untuk jenis sesar pada kedua gempa adalah tipe sesar strike slip. Maka untuk parameter sumber gempa kedua gempa tersebut disebabkan adanya aktivitas gempa tektonik karean Double Couple lebih dari 50%. Dan untuk jenis sesar gempa termasuk tipe sesar strike slip, karena lokasi gempa tersebut mendekati sesar semangko maka dapat dijelaskan pada penelitian sebelumnya lokasi yang berada pada sesar semangko yang mengakibatkan gempa tektonik. Kata Kunci: Double Couple (DC), Software MTINV, gempa tektonik, Strike slip.
ANALISIS STRUKTUR DAN KOMPOSISI FASA SERTA DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL SERBUK ZnTiO3 HASIL PREPARASI DENGAN METODE PENCAMPURAN LARUTAN NUR AZIZAH IMAMAH; FRIDA ULFAH ERMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.265 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Penelitian ini melaporkan hasil sintesis serbuk zinc titanate (ZnTiO3) yang dipersiapkan dengan metode pencampuran larutan. Tujuannya yaitu untuk mengetahui dan mempelajari struktur, komposisi fasa serta distribusi ukuran partikel dari masing-masing fasa yang terbentuk pada sistem tersebut. Preparasi dilakukan dengan menggunakan bahan awal yang berupa serbuk logam Zn, dan Ti (Merck) serta HCl sebagai pelarut. Karakterisasi struktur dilakukan dengan uji x-ray diffraction (XRD) dengan alat XRD Bragg-Brentano Philips X’pert Diffractometer dengan radiasi CuKa. Analisis kualitatif terhadap data XRD dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Match!, sedangkan analisis kuantitatif dengan metode Rietveld yang diimplementasikan pada perangkat lunak Rietica. Distribusi ukuran partikel didapatkan dari uji PSA dengan alat Zetaizer Nano Series Software Version 7.01,Malvern Instrument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur dari sampel ZnTiO3 dibangun oleh fasa utama TiO2 rutile (PDF No. 21-1276) dengan persentase molar sebesar (90,74 ± 5,44) % dan ZnTiO3 (PDF No. 04-0836) sebesar (9,26 ± 1,22) % sebagai fasa sekunder; (2) nilai densitas pada serbuk ZnTiO3 sebesar 5,04 gr.cm-3 (3) nilai ukuran volume sel satuan dari sampel uji tersebut sebesar 311,09 ± 0,07 nm3, (4) rentang distribusi ukuran pertikel dari sampel ZnTiO3 sebesar 190,1-615,1 (nm) dan (5) ukuran partikel rata-rata sebesar 441,7 (nm) dengan deviasi 1 %. Kata kunci: ZnTiO2, difraksi sinar-X, komposisi fasa, metode Rietveld, distribusi ukuran partikel.
IDENTIFIKASI PARAMETER SUMBER GEMPA DI WILAYAH JAWA BARAT MENGGUNAKAN SOFTWARE MTINV NURUL AULIA DEWI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.035 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Identifikasi parameter sumber gempa di wilayah Jawa Barat dapat diperoleh dengan inversi waveform dari event gempa tanggal 15 Desember 2017 (Mw > 4) disekitar sesar Cimandiri Jawa Barat dengan menerapkan Fungsi Green. Fungsi Green ini dapat menghasilkan solusi momen tensor deviatorik yang diimplementasikan dalam software MTINV. Berdasarkan solusi yang diperoleh, gempa di Jawa Barat disebabkan adanya aktivitas lempeng tektonik karena persentase Double Couple yang tinggi, dimana tipe sesar pada event 15 Desember 2017 memiliki tipe sesar Oblique yang disebabkan karena adanya pergerakan sesar Cimandiri. Kata Kunci : Gempabumi, sesar, waveform.
PENENTUAN PARAMETER SUMBER GEMPA DI SEKITAR GUNUNG DUKONO HALMAHERA DENGAN MENGGUNAKAN CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) TRIAS HERNI ZUNI ASTUTI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.504 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan informasi parameter sumber gempa yang terjadi di Halmahera pada 23 Februari 2012. Data yang digunakan merupakan data waveform lokal yang diunduh melalui web http://202.90.198.100/webdc3/. Data tersebut diinversi mulai 0.070 hingga 0.095 Hz untukk memperoleh CMT (centroid time, centroid lattitude, centroid longitude, centroid depth, magnitudo moment, moment tensor, dan bidang teraktifan seperti strike, dip, dan rake. Hasil inversi dari tipe full MT diperoleh persentasei varian reduksii 66,4% dengan persentase ISO, CLVD, DC berturut-turut sebesar 62,9%, 3,8%, dan 033,3% dengan magnitudo 4.40 pada kedalaman 20 km. Pada tipe inversi deviatorik MT menghasilkan nilai persentase DC sebesar 81,3% dan CLVD sebesar 18,7% serta VR sebesar 63,2% dengan kedalaman 16 km. Kedua tipe inversi tersebut menghasilkan persentase DC yang lebih besar dibandingkan CLVD. Dengan demikan, maka hasil dari solusi centroid moment tensor kedua tipe inversi menunjukkan gempa disebabkan adanya aktivitas tektonik. Kata Kunci: centroid moment tensor (CMT), mtinv, gempabumi AbstractThe purpose of this research was to create information about the paremeters of earthquake source that occured in Halmahera on February 23, 2012. The data used local wave data downloaded through the web http://202.90.198.100/webdc3/. The data is inverted from 0,070 to 0.090 Hz for CMT (centroid time, centroid lattitude, centroid longitude, centroid depht, moment magniude, tensor moments, and active fields such as strike, dip, and rake). The invertion results from complete MT type percentage of reducion variace 66,4% with the percentage of ISO, CLVD, DC respectively 62,9%, 3,8%, and 33,3*% with magnitude 4.40 at a depht of 20 km, in deviatorik MT 81,3% and CLVD of 18,7% with a VR of 63,2% at a depht of 16 km. These two types resulted ina larger percentage of DC comparared CLVD, thus the result of the centroid moment tensor solution of the inverse type exhibited tectonic property rigthKeyword: centroid moment tensor (CMT), mtinv, earthquake.
PERANCANGAN KIT PENGUKUR DEBIT AIR DAN LAJU ALIR AIR BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN MEMANFAATKAN SENSOR ULTRASONIK HC-SR04 Muhammad Sulhin; Abd. Kholiq; Dzulkiflih .
Inovasi Fisika Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.082 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan besarnya debit dan laju aliran air pada masing-masing diameter pipa yang berbeda dengan menggunakan kit berbasis mikrokontroler. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan observasi. Langkah penelitiannya yaitu dengan menekan tombol start pada box mikrokotroler dan membuka dengan manual penutup pada pipa PVC secara bersamaan. Ketika air mengalir, sensor ultrasonik HC-SR04 akan merekam data berupa ketinggian air tiap satuan waktu, yang kemudian data ketinggian tersebut akan diolah menjadi volume sehingga didapatkan besarnya debit air. Besarnya laju aliran air didapatkan dari hasil perhitungan analisis pada persamaan grafik. Pada percobaan pertama, didapatkan debit rata-rata air yang mengalir pada pipa PVC berbentuk venturimeter dengan ukuran diameter 32 mm dan 22 mm yaitu sebesar 0,49 liter/s dengan kelajuan aliran air sebesar 1,3 m/s. Sedangkan pada percoban kedua, didapatkan debit rata-rata air yang mengalir pada pipa PVC dengan diameter 32 mm yaitu sebesar 1,02 liter/s dengan kelajuan aliran air sebesar 1,3 m/s.Kata kunci: Sensor Ultrasonik HC-SR04, Debit Air, Laju Alir AirAbstract.This research aims to determine and compare the magnitude of the discharge and the flow rate of water on each different pipe diameters using microcontroller-based kits. Data collection technique in this research phase is by pressing the start button on microcontroller box and open the cover on the PVC pipes simultaneously. When the water flows, Ultrasonic sensors HC-SR04 will record the data in the form of water height per unit of time, then the data of water height will be processed into volume so that it brings about the magnitude of the discharge water. The magnitude of the flow rate of water calculation results is obtained from the analysis of the equation on the chart. On the first experiment, it was obtained that the average water discharge flowing on venturimeter-shaped PVC pipe with the diamaeter size of 32 mm and 22 mm is 0.49 liters/s with water flow rate of 1.3 m/s. Whereas, on the second experiment, it was obtained that the average discharge of water flowing on the PVC pipe with diameter size of 32 mm is of 1.02 liters/s with water flow rate of 1.3 m/s.Keywords: HC-SR04 Ultrasonic Sensor, Water Discharge, Water Flow Rate

Page 2 of 2 | Total Record : 20