cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 438 Documents
Deteksi Kecepatan Pada Percobaan Tumbukan Berbasis HB100 NINIK SETIYAWATI; DZULKIFLIH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

ABSTRAK Deteksi Kecepatan Pada Percobaan Tumbukan Berbasis Sensor Radar HB100 Nama : NINIK SETIYAWATI NIM : 15030224023 Program Studi : S-1 Fisika Jurusan : Fisika Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dzulkiflih, M.T. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan deteksi kecepatan pada percobaan tumbukan berbasis sensor radar HB100 dan menganalisis nilai impuls dan taraf ketelitian alat yang dirancang bila dibandingkan dengan pengukuran oleh photogate timer. Penelitian ini dilakukan dengan merancang suatu deteksi kecepatan pada bidang datar untuk percobaan tumbukan menggunakan bumper. Metode pengujian yang digunakan yaitu dengan mengukur kecepatan yang kemudian dimasukkan ke dalam persamaan impuls. Bumper yang digunakan dalam penelitian ini adalah pegas 3 cm, pegas 1,5 cm, karet, plastisin dan magnet. Peneliti menentukan sensor radar HB100 sebagai pendeteksi kecepatan. Langkah awal dalam penelitian ini yaitu dengan mengkalibrasi sensor radar HB100. Sensor diberi jarak sebesar 40 cm hingga 100 cm dari bumper yang kemudian diketahui nilai kecepatan pada masing-masing jarak. Nilai kecepatan yang didapat dari sensor radar HB100 kemudian dibandingkan dengan nilai kecepatan yang diukur menggunakan photogate timer. Langkah berikutnya yaitu menguji alat dengan melakukan pengukuran pada masing-masing bumper yang telah ditentukan. Hasil percobaan diperoleh nilai kecepatan sebelum tumbukan dan sesudah tumbukan pada bumper pegas 3 cm, pegas 1,5 cm, karet, plastisin dan magnet berturut-turut sebesar v1= 0,69 m/s dengan akurasi 98,63 % dan v2 = 0,32 m/s dengan akurasi 96,70 %; v1 = 0,69 m/s dengan akurasi 95,46 % dan v2 = 0,24 m/s dengan akurasi 100%; v1= 0,67 m/s dengan akurasi 98,47% dan v2=0,13 m/s dengan akurasi 92,86%; v1= 0,67 m/s dengan akurasi 98,51% dan v2=0,0 m/s; dan v1= 0,68 m/s dengan akurasi 96,67% dan v2=0,0 m/s. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan deteksi kecepatan memiliki keakurasian sebesar 97,78 %. Kata kunci :kecepatan, deteksi kecepatan, bumper, HB100 ABSTRACT Speed Detection On Collision Experiment Based on HB100 Radar Sensor Name : NINIK SETIYAWATI NIM : 15030224023 Study program : S-1 Physics Department : Physics Faculty : Mathematics and natural science Institution name : Surabaya State University Mentor : Dzulkiflih, MT . This study aims to produce speed detection in HB100 radar sensor based on collision experiments and analyze the value of impulses and the level of precision tools designed when in comparison with measurements by photogate timer. This research is to design a speed detection for collision experiments using the bumper. The method used is by measuring the velocity which is then incorporated into the impulse equation The bumpers used in this study were 3 cm springs, 1.5 cm springs, rubber, plasticine and magnets. The researcher determined the HB100 radar sensor as a speed detector. The initial step in this research is to calibrate the HB100 radar sensor. The sensor is given a distance of 40 cm to 100 cm from the bumper, then the velocity value is known at each distance. The speed value obtained from the HB100 radar sensor is then compared with the value of the speed measured using the photogate timer. The next step is to test the tool by making measurements on each of the specified bumpers. The experimental results obtained impulse values on the 3 cm spring, 1.5 cm spring, rubber, plasticine and magnetism respectively v1= 0,69 m/s with an accuracy of 98,63 % and v2 = 0,32 m/s with an accuracy of 96,70 %; v1 = 0,69 m/s with an accuracy of 95,46 % and v2 = 0,24 m/s with an accuracy of 100%; v1= 0,67 m/s with an accuracy of 98,47% dan v2=0,13 m/s with an accuracy of 92,86%; v1= 0,67 m/s with an accuracy of 98,51% and v2=0,0 m/s; and v1= 0,68 m/s with an accuracy of 96,67% and v2=0,0 m/s. Based on the results of the research that has been done, this speed detection can make measurements with an accuracy of 97,78 %. Keywords: speed, speed ​​detection , impulse, HB100
ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D PADA GEMPA BUMI DI SELAT SUNDA MENGGUNAKAN LOTOS-12 (LOCAL EARTHQUAKE TOMOGRAPHY SOFTWARE) KHOIROTUL ROHMAINAH; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

Selat Sunda berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia atau zona subduksi serta jalur patahan antar Sumatra dan Jawa seingga menyebabkan daerah ini sering mengalami gempa bumi. Studi tomografi di Selat Sunda jarang dilakukan oleh karena itu, perlu adanya penelitian yang dapat memberikan data waktu tiba serta distribusi anomali kecepatan gelombang P dan S yang selanjutnya dapat digunakan untuk memperoleh citra tomografi di Selat Sunda menggunakan metode inversi tomografi Local Earthquake Tomography Software (LOTOS-12). Penelitian ini menggunakan data sekunder dimana data yang digunakan sebagai input menyesuaikan dengan variabel yang dibutuhkan oleh program. Data gempa diunduh dari katalog WebDC3 di BMKG dalam rentang waktu tujuh tahun yaitu dari 01 Januari 2012 sampai 14 Februari 2019. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa anomali negatif deviasi kecepatan dalam bidang irisan horizontal menyebar di Selat Sunda bagian barat. Daerah ini adalah daerah disekitar Pulau Krakatau dan Pulau Sertung serta daerah yang dekat dengan zona subduksi dan patahan yaitu di sekitar Laut Hindia. Pada bagian kerak atas Vp sekitar 5.846 km/s dan Vs sekitar 3.141 km/s, pada bagian kerak bawah Vp sekitar 6.423 km/s danVs sekitar 3.846 km/s sehingga dapat diperkirakan tomografi Selat Sunda memiliki beberapa lapisan batuan yaitu kerak atas di kedalaman sekitar 0 km sampai 20 km, kemudian kerak bawah pada kedalaman sekitar 20 km sampai 40 km dan mantel atas pada kedalaman lebih dari 40 km. Kata Kunci: gempa bumi, seismik tomografi, anomali kecepatan gelombang P dan S, Vp/Vs ratio
ABSTRAK ANALISIS MODEL KECEPATAN TOMOGRAFI 3D BODY WAVES PADA GEMPA BUMI DI WILAYAH SULAWESI TENGAH TAHUN 2008-2018 MENGGUNAKAN LOTOS¬-12 AWIT JUWITARINI; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

ABSTRAKANALISIS MODEL KECEPATAN TOMOGRAFI 3D BODY WAVES PADA GEMPA BUMI DI WILAYAH SULAWESI TENGAH TAHUN 2008-2018 MENGGUNAKAN LOTOS­-12Awit Juwitarini), Supardiyono2)1) Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Negeri Surabaya, email: awitjuwitarini@mhs.unesa.ac.id2) Dosen Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya, email: supardiyono@unesa.ac.id Abstrak Penelitian skripsi ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis tomografi lokal di daerah Palu Sulawesi Tengah menggunakan LOTOS-12 (Lotos Tomography Software-12) dan menganalisis data distribusi anomali kecepatan gelombang P dan S yang dihasilkan pada daerah Palu Sulawesi Tengah. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder di sekitar Sulawesi Tengah tahun 2008-2018 yang diunduh dari WebDC3 at BMKG (http://202.90.198.100/webdc3/). Dengan koordinat 2022 LU dan 3048 LS, serta 119022 BT dan 124022 BT dengan magnitudo ≥ 3 SR, dari rentang tahun 2008-2018. Diperoleh data kejadian gempa sebanyak 201 event gempa dan 7 stasiun seismik yang merekam kejadian gempa tersebut. Mekanisme pengoperasian perangkat lunak ini digunakan model kecepatan awal untuk daerah Sesar Palu Koro, selanjutnya akan dilakukan pengolahan dengan menggunakan inversi tomografi dengan software LOTOS-12 dalam mode 3D. Hasil dari penelitian ini diperkirakan wilayah Sulawesi Tengah memiliki beberapa lapisan kerak diperoleh nilai Vp 5,961 km/s dan nilai Vs 3,589 km/s, pada kerak bawah nilai Vp >6,423 km/s dan nilai Vs 3,816 km/s, pada mantel nilai Vp sekitar 6,423 km/s dan nilai Vs 3,816 km/s. Diperoleh nilai anomali rasio Vp/Vs maksimum sekitar 1,6, sedangkan nilai anomali rasio Vp/Vs maksimum sekitar 1,888. Anomali negatif deviasi kecepatan dalam bidang irisan horizontal menyebar di wilayah Palu Sulawesi Tengah dengan deviasi kecepatan maksimum yang teresolusi dengan baik untuk gelombang P dan S. Daerah tersebut adalah daerah yang terdapat patahan aktif yaitu Sesar Palu Koro. Sesar Palu Koro memotong Sulawesi bagian barat dan tengah, menerus ke bagian utara sampai Palung Sulawesi Utara yang merupakan batas tepi benua di Laut Sulawesi. Sesar Palu Koro juga memanjang dari Palu ke arah Selatan dan Tenggara melalui Sulawesi Selatan bagian Utara menuju ke Selatan Bone sampai di laut Banda. Patahan Palu Koro memanjang dari utara (Palu) ke selatan (Malili) hingga teluk Bone sepanjang  240 km. Bersifat sinistral dan aktif dengan kecepatan sekitar 25-30 mm/tahun. Patahan palu Koro berhubungan dengan patahan Matano Sorong dan Lawanoppo Kendari, sedang di ujung utara melalui selat Makassar berpotongan dengan zona subduksi lempeng laut Sulawesi.Kata kunci : anomali gelombang, latitude, local earthquake, longitude, tomografi seismik Abstract Thesis research was conducted aiming to analyze local tomography in Central Sulawesi Palu area using LOTOS-12 (Lotos Tomography Software-12) and analyze the data distribution and P wave velocity anomaly S produced in region of Central Sulawesi Palu. The source of the data used in this research is secondary data around Central Sulawesi years 2008-2018 downloaded from WebDC3 at BMKG (http://202.90.198.100/webdc3/). With coordinates 2022 LU and 3048 LS, as well as 119022 BT and 124022 BT magnitude ≥ 3 SR., of 2008-2018 year range. Earthquake occurrence data obtained as many as 201 event earthquake seismic station and 7 recorded the earthquake occurrence. The mechanism of operation of this software is used for the initial speed model Fault Palu Koro, further processing will be done by using tomography inversion with software LOTOS-12 in 3D mode. The results of this study estimated the region of Central Sulawesi have several layers of crust retrieved values Vp 5.961 km/s and the value Vs. 3.589 km/s, on the crust below the value of Vp > 6.423 km/s and the value Vs. km/s, 3.816 on mantle values Vp about 6.423 km/s and value Vs. 3.816 km/s. Retrieved value anomaly Vp/Vs ratio maximum of about 1.6, while the value of the anomalous ratio Vp/Vs maximum around 1.888. Negative anomalies deviations in the areas of horizontal slices speed spread in the region of Central Sulawesi Palu with maximum speed deviation teresolusi for P and S wave. The area is the area contained an active fault line that is fault Palu Koro. Fault Palu Koro Koro cut Western and Central Sulawesi, continuously to the North to the North Sulawesi Trench which is the border of the continent in the Celebes Sea. Fault Palu Koro also extends from the Hammer to the South and South-East through the northern part of South Sulawesi, head South to the Bone in the Banda Sea. The Ridge extends from North of Koro Palu (Palu) to South (Malili) to the Bay of Bone along ± 240 km. Are sinistral and is active at speeds of about 25-30 mm/year. The Palu Koro-related faulting Matano Slide and Lawanoppo Kendari, being at the northern end through the Makassar Strait intersect with the Celebes Sea plate subduction zone. Keywords: wave anomalies, latitude, longitude, local earthquake, seismic tomography
ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG SEISMIK DI DAERAH SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN LOTOS-12 IRMA SAFITRI YANUARSI; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG SEISMIK DI DAERAH SUMATERA BARAT MENGGUNAKAN LOTOS-12 Irma Safitri Yanuarsi), Supardiyono2) 1) Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Negeri Surabaya, email: irmayanuarsi@mhs.unesa.ac.id 2) Dosen Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya, email: supardiyono@unesa.ac.id Abstrak Penelitian skripsi ini bertujuan untuk menganalisis tomografi 3D dan mengetahui anomali kecepatan gelombang P dan S di daerah Sumatera Barat dengan menggunakan LOTOS-12. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari katalog WebDC3 at BMKG (http://202.90.198.100/webdc3/), dengan koordinat -1.77 LS – 0.83 LS dan 99.00 BT – 101.78 BT dan nilai magnitudo ≥ 3 SR, dari rentang tahun 2008-2018, diperoleh data sebanyak 149 event gempa dan 6 stasiun seismik yang mencatat kejadian gempa tersebut. Mekanisme pengoperasian software ini membutuhkan input model kecepatan 1D yaitu model referensi struktur kecepatan bumi Madlazim-Santosa di Wilayah Sumatera Barat. Selain itu, penentuan distribusi kecepatan 3D terdiri dari menentukan lokasi dalam model 3D menggunakan metode algoritma ray tracing, parameterisasi grid dan inversi menggunakan metode LSQR (Least Square), selanjutnya akan dilakukan pengolahan dengan menggunakan inversi tomografi Local Earthquake Tomography LOTOS-12 dalam model 3D. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pada lapisan kerak atas diperoleh nilai Vp sekitar 6.192 km/s dan Vs sekitar 3.717 km/s, pada lapisan kerak bawah diperoleh nilai Vp sekitar 7.083 km/s danVs sekitar 3.964 km/s dan pada lapisan mantel atas diperoleh nilai Vp sekitar 8.217 km/s dan Vs 4.679 km/s. Nilai rasio Vp/Vs rendah pada bidang vertikal diperoleh pada kedalaman sekitar 30 km hingga 60 km dan pada kedalaman sekitar 80 km hingga 120 km, sedangkan rasio Vp/Vs tinggi diperoleh pada kedalaman 10 km hingga 30 km. Distribusi kecepatan 3-D anomali Vp dan Vs di bagian barat Sumatera lebih dominan pada anomali negatif yang ditandai adanya deviasi kecepatan negatif maksimum yang teresolusi dengan baik untuk gelombang P dan S terdapat pada daerah Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai dan Padang, dikarenakan pada daerah tersebut terdapat beberapa jenis segmen patahan diantaranya adalah Patahan Mentawai, Patahan Barumun, Patahan Sumpur, Patahan Sianok dan Patahan Sumani. Kata Kunci: gempa bumi, tomografi seismik, rasio Vp/Vs Abstract This thesis is intended to analyze 3D tomography and recognizing P and S wave anomalies in Western Sumatera by using LOTOS-12. These research data came up with a secondary data acquired from the catalog WebDC at BMKG (http://202.90.198.100/webdc3/) with coordinate -1.77 LS – 0.83 LS dan 99.00 BT – 101.78 BT and magnitudo value ≥ 3 SR, from 2008-2018 got 149 quake events and 6 seismic stations registering the seismic events. The operating mechanism of this software required the 1D speed mode input, which the reference model for the speed structure of the Madlazim-Santosa earth speed model in the Western Sumatera region. In addition, determining 3D speed distribution consists of determining locations in 3D models using the ray tracing algorithm method, grid parameterization and invertion use LSQR (Least Square) method, further proccessing will be done using the local earthquake tomography style and inversion tomography LOTOS-12 in 3D model. Data proccessing shows that in the top layer of the crust there got Vp value at arround 6.192 km/s and Vs arround 3.717 km/s, in the lower layer of crust there is the value of Vp is about 7.083 km/s, and the Vs about 7.964 km/s and in the upper crust there is the value of Vp about 8.217 km/s and Vs about 4.679 km/s. The low Vp/Vs ratio on vertical areas is obtained at a depth of approximately 30 km to 60 km and at a depth of approximately 80 km to 120 km, whereas the higher Vp/Vs ratios are acquired at a depth of 10 km to 30 km. Distribution 3D anomaly Vp and Vs in West Sumatera dominates the negative anomaly highlighted in negative maximum speed deviation known well for the waves of P and S is found in the Nias Island, Mentawai and Padang. Because there are several types of fault segments among which are the The Mentawai Fault, The Barumun Fault, The Sumpur Fault, The Sianok Fault and The Sumani Fault. Keywords: earthquake, seismic tomography, ratio Vp/Vs
Pengaruh Waktu Tahan Kalsinasi terhadap Performa Elektrokimia Anoda Li4Ti5O12 AJENG IFTITA NAJIHAH; ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

Abstrak Anoda Li4Ti5O12 (LTO) merupakan salah satu komponen penting dari baterai lithium ion. Material anoda LTO telah berhasil disintesis menggunakan metode sol-gel dengan waktu tahan kalsinasi 6 jam pada suhu 900°C. Pembuatan material anoda ini menggunakan bahan dasar komersil CH3COOLi, C2H5OH, HCl dan Ti(C4H9O)4. Sampel hasil kalsinasi kemudian dikarakterisasi menggunakan x-ray diffraction (XRD) dan field emission-scanning electron microscope (FE-SEM). Fase spinel-LTO telah berhasil disintesis dengan adanya fase pengotor yaitu rutile TiO2. Koefisien difusi ion lithium, konduktivitas listrik dan kapasitas charging-discharging diperoleh dari pengujian galvanostatic pada baterai Li-setengah sel yaitu cyclic voltammetry (CV), electrochemical impedance spectroscopy (EIS) dan charge-discharge (CD). Ukuran partikel anoda LTO yang telah berhasil disintesis adalah 0.46 μm dan menunjukkan performa elektrokimia dari segi koefisien difusi ion lithium (2.08x10-5 cm2/s) dan kapasitas charging - discharging (1.42x10-4 - 1.46x10-4 mAh/gram). Kata Kunci : Anoda Li4Ti5O12, waktu tahan 6 jam, ukuran partikel, performa elektrokimia. AbstractLi4Ti5O12 (LTO) anode is one of ion lithium battery important components. LTO anode material has been synthesized using sol-gel method with calcination holding time 6 hr at 900°C. The synthesis, which has done, used commercial materials such as CH3COOLi, C2H5OH, HCl dan Ti(C4H9O)4. The powder results of calcination have been characterized by x-ray diffraction (XRD), field emission-scanning electron microscopy (FE-SEM). LTO-spinels have been found impurity content such as rutile TiO2. The Li-ion diffusion coefficient, electrical conductivity and charging-discharing capacity have been studied using galvanoststic techniques in Li-half cells that is cyclic voltammetry (CV), electrochemical impedance spectroscopy (EIS) and charge-discharge (CD). The particle size of LTO anode that hase been synthesized is 0.46 μm and shows the electrochemical performance of the lithium ion coefficient diffusion (2.08x10-5 cm2/s) and charging-discharging capacity (1.42x10-4 - 1.46x10-4 mAh/gram)Key Words: Li4Ti5O12 anode, 6 hr holding time, particle size, electrochemical performance
Sintesis dan Karakterisasi Material Katoda LiFePO4 pada Baterai Lithium Ion GALUH JAIZAH SABRINA; ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

Abstrak Saat ini penelitian mengenai material katoda pada baterai lithium ion sedang gencar dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil sintesis LiFePO4 dengan metode sintesis solid-state reaction. Telah dilakukan sintesis karakterisasi material LiFePO4 dengan metode solid state reaction pada kondisi kalsinasi dan sintering dialiri gas nitrogen. Hasil XRD menunjukkan masih terdapat fasa impuritas Fe2O3 dan hasil FE-SEM juga menunjukkan adanya fasa impuritas yang menggumpal dengan fasa LiFePO4. Nilai koefsien difusi lithium ion dan nilai konduktivitas LiFePO4 masing-masing sebesar 0,5838 cm2/cm dan 0,0109 S/cm. Kata Kunci: Fasa, Difusi ion lithium, Konduktivitas, LiFePO4, Fe2O3. Abstract Currently research on lithium battery cathodes is being intensively carried out. The aim of this research is to describe synthesis of LiFePO4 with solid-state reaction method. Synthesis of LiFePO4 materials with solid-state reaction method under nitrogen calcination and sintering condition. The XRD test showed that there is still an impurity phase of Fe2O3 and the FE-SEM test also indicate the presence of an impurity phase which agglomeration with the LiFePO4 phase. The diffusion coefficient of lithium ion and the value of LiFePO4 conductivity were 0.5838 cm2/cm and 0.0109 S/cm, respectively. Keywords: Phase, Diffusion of lithium-ion, Conductivity, LiFePO4, Fe2O3.
ANALISIS PENGGUNAAN SOFT START UNTUK MENGURANGI LONJAKAN ARUS AWAL PEMAKAIAN LISTRIK FIA ZULFA MUMTAZA; ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n3.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan studi perbandingan arus awal (start current) pada perangkat elektonik tanpa pemasangan soft start serta dengan pemasangan soft start serta mengetahui pengaruh resistor penahan arus terhadap harga arus listrik. Metoda penelitian ini yaitu dengan melakukan uji coba rangkaian soft start pada beban uji 650 watt. Variabel penelitian ini diantaranya yaitu rangkaian soft start, tegangan listrik PLN sebesar 220 volt dan beban uji 650 watt sebagai variabel control. Sementara itu, resistor penahan arus berupa resistor keramik sebagai variabel manipulasi dan variabel responnya berupa nilai kuat arus awal dan tegangan awal yang diukur bersamaan menggunakan multimeter dan tang ampere. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa rangkaian soft start yang telah dibuat mampu mengurangi lonjakan arus awal pada beban uji 650 watt. Lonjakan arus yang tercatat tanpa soft start yakni 3,40 ampere, sementara ketika soft start terpasang arus dapat tereduksi mencapai 50%. Semakin besar nilai hambatan resistor penahan arus, maka arus awal yang tereduksi semakin besar. Resistor 47 Ω mampu mereduksi arus awal paling besar namun kurang baik bagi beban uji 650 watt karena saat tegangan stabil, nilai yang terukur kurang dari 220 volt. Maka dari itu, hambatan 39 Ω disarankan untuk beban uji 650 watt karena nilai tegangan saat stabil mencapai 220 volt sesuai kebutuhan beban uji. Kata kunci: soft start, start current, resistor
RANCANG BANGUN PROTOTIPE DETEKSI DINI TANAH LONGSOR BERBASIS DOUBLE SENSOR Perro Nika Fitriani; Kusumawati Dwi Lestari; Handyesa Dika Pratama; Madlazim Madlazim
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n2.p%p

Abstract

ABSTRAK Tingginya bencana tanah longsor di Indonesia menimbulkan kerugian materi dan korban jiwa dalam jumlah besar. Oleh karena itu, diperlukan instrumen mitigasi dini tanah longsor yang memadai untuk memonitoring kondisi daerah rawan longsor. Metode yang digunakan dalam rancang bangun instrumen mitigasi tanah longsor yaitu dengan mendesain prototipe dan sistem kerjanya. Prototipe ini terdiri atas sensor soil moisture sebagai pengukur kelembaban tanah dan sensor potensiometer sebagai pengukur pergeseran tanah yang dikontrol oleh mikrokontroler Arduino Uno serta modul HC12 sebagai transmisi wireless. Selanjutnya, sistem sensor dan transmitter dipasang pada lereng bidang tanah. Ketika terjadi pergeseran pada bidang gelinciran tanah, sensor secara otomatis mengukur jarak pergeseran yang terjadi sekaligus nilai kelembaban tanahnya. Sinyal ini kemudian diproses oleh mikrokontroler dan ditransmisikan secara wireless. Kemudian sinyal modulasi akan diolah oleh program pada mikrokontroler dan ditampilkan pada papan informasi digital sebagai warning system. Prototipe ini mampu memberikan warning system untuk status aman, siaga, dan bahaya pada kemiringan ≥40% dengan ketelitian rata-rata 96,68% dalam menghitung pergeseran tanah. Kata kunci : tanah longsor, instrumen,  pergeseran tanah, kelembaban tanah, warning system
ANALISIS SEISMISITAS DAN POTENSI BAHAYA BENCANA SEISMIK DI WILAYAH SELATAN PULAU SUMATERA Intan Novia Sari; Tjipto Prastowo
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia (IFI) Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v11n2.p12-19

Abstract

AbstrakPotensi bencana gempa di wilayah selatan Sumatera dapat dipelajari melalui studi seismisitas wilayah denganmenghitung ????-value untuk mendiskripsikan level seismisitas dan ????-value untuk mediskripsikan stres batuan geologibawah permukaan. Data penelitian ini adalah statistik magnitudo antara 3,5 ≤ ????w ≤ 8,4 selama tahun 1970-2021 dengankedalaman gempa mencapai 640 km yang bisa diakses melalui laman https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/search/.Perhitungan ????-value dan ????-value dilakukan dengan membagi wilayah selatan Sumatera menjadi Zona 1, Zona 2, danZona 3 dengan hasil-hasil untuk Zona 1: ???? = 6,40 dan ???? = 0,83; Zona 2: ???? = 6,78 dan ???? = 0,91; dan Zona 3: ???? = 6,15dan ???? = 1,05. Berbeda dengan nilai ???? dan ????, anomali ???? tidak dinyatakan sebagai angka melainkan dalam bentuk petavariasi spasial ????-value. Analisis hasil-hasil perhitungan ???? dan ???? untuk ketiga zona seismik menunjukkan bahwaseismisitas Zona 2 paling tinggi karena aktivitas seismo-tektonik sepanjang transisi zona subduksi Sumatera menujuzona subduksi Jawa. Seismisitas Zona 1 juga relatif tinggi dipicu oleh aktivitas serupa sepanjang zona subduksi dekatPalung Sumatera dan Sesar Besar Sumatera. Hal ini berarti wilayah barat Sumatera bagian selatan lebih rentan terhadappotensi bencana gempa tektonik. Analisis variasi spasial ????-value menemukan wilayah selatan Sumatera dengan ????-valueyang rendah bertepatan dengan saat gempa besar yang memicu gelombang tsunami pada tanggal 12 September 2007.Hasil-hasil penelitian ini sama dengan temuan terdahulu yang relevan dengan studi seismisitas Pulau Sumatera.Kata Kunci: seismisitas wilayah selatan Sumatera, ????-value, ????-value, anomali ????-value AbstractThe potency for eartquakes hazards in southern Sumatera can be examined by calculating ????-value used todescribe seismicity and ????-value used to describe subsurface rock stress. The data for this study are earthquake momentmagnitudes between 3,5 ≤ ????w ≤ 8,4 during the years of 1970-2021 with depths reaching to 640 km accessed athttps://earthquake.usgs.gov/earthquakes/search/. Calculation was performed by dividing the southern Sumatera intoZone 1, Zone 2, and Zone 3 with the results were for Zone 1: ???? = 6.40 and ???? = 0.83; Zona 2: ???? = 6.78 and ???? = 0.91; andZona 3: ???? = 6.15 and ???? = 1.05. Different from ????-value and ????-value, the ???? anomaly was not represented in numbers butit was given in the spatial variation of ????-value. Analysis showed that seismicity in Zone 2 is the highest due to seismotectonic activity along transition from Sumatera to Java subduction zone. Seismicity in Zone 1 is also relatively hightriggered by similar activity along the subduction zone near the Sumatran Trench and the Great Sumatran Fault. Itmeans that the western part of the southern Sumatera is more vulnerable to tectonic earthquake potential. The analysisof spatial variations of the ????-value found that regions of low ????-value corresponded to a large earthquake that generatedtsunami on September 12, 2007. The current results are consistent with previous finding for Sumatera seismicity.Keywords: southern Sumatera seismicity, ????-value, ????-value, ????-value anomaly
IDENTIFIKASI SESAR GRINDULU DENGAN MEMANFAATKAN METODE GRAVITASI Hikmatul Maulidah; Tjipto Prastowo; Arie Realita
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia (IFI) Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v11n02.p20-27

Abstract

AbstrakSesar aktif merupakan salah satu sumber potensial pemicu gempa tektonik di wilayah selatan Jawa Timur,dimana Pacitan merupakan kabupaten dengan tatanan geologi yang didominasi oleh busur pengunungan selatan.Identifikasi kehadiran dan karakteristik Sesar Grindulu di Kabupaten Pacitan adalah penting sebagai bagian dari studimitigasi bencana seismik. Proses identifikasi kehadiran dan karakteristik sesar tersebut memanfaatkan metode gravitasiuntuk menentukan posisi geografis, orientasi dan tipe Sesar Grindulu. Data penelitian berupa distribusi anomali gravitasiyang diperoleh dari satelit TOPEX dengan beberapa koreksi untuk mendapatkan Complete Bouguer Anomaly (CBA).Teknik pemfilteran kontinuitas ke atas diterapkan untuk memisahkan anomali regional dan anomali lokal sehingga bisadigunakan untuk mengetahui orientasi sesar. Teknik Second Vertical Derivative (SVD) diterapkan untuk mengetahuilokasi dan tipe sesar. Analisis semua teknik yang diterapkan dalam penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa posisiSesar Grindulu adalah 111,1o – 111,3o BT dan 8,1o – 8,2o LS dengan orientasi arah timur laut–barat daya (NE-SW).Area timur laut identik dengan wilayah utara Kabupaten Pacitan yang didominasi batuan dengan densitas rendah dandiduga memotong jalur utama Sesar Grindulu di perlintasan Sungai Grindulu. Area barat daya identik dengan wilayahselatan Kabupaten Pacitan yang didominasi oleh batuan dengan densitas relatif tinggi karena wilayah selatan Pacitandipengaruhi oleh aktivitas magmatik busur pengunungan selatan Pulau Jawa. Interpretasi hasil terapan teknik SVD pada5 slicing anomali lokal menunjukkan bahwa Sesar Grindulu merupakan sesar dengan kombinasi tipe turun dan geser.Temuan penelitian ini bermanfaat sebagai kajian potensi bencana dan upaya pengurangan risiko bencana di Pacitan. Kata Kunci: Pacitan, Sesar Grindulu, metode gravitasi, TOPEX, kontinuitas ke atas, koreksi CBA, SVD AbstractActive faults have prompted one of potential sources for tectonic earthquakes in the southern regions of East Java,where Pacitan is a region of interest with a geological setting being dominated by the Java southern mountain arc.Identification of the presence and characteristics of Grindulu Fault in Pacitan is vital for seismic hazard mitigation study.In this study, such identification involved the use of gravity method to determine geographical positions, orientation andfaulting type of the Grindulu. The data included gravity anomaly distribution obtained from TOPEX satellites with somelocal corrections towards Complete Bouguer Anomaly (CBA). A filtering technique called upward continuation was usedto separate regional anomaly from local one in order to determine fault orientation. A Second Vertical Derivative (SVD)technique was also used to determine the Grindulu locations and faulting type. Analysis of the applied techniques showedthat the Grindulu is located at 111.1o – 111.3o E and 8.1o – 8.2o S with its NE-SW direction. We found that the northeaststudy area is identical to the northern Pacitan dominated by rocks of low-density across the Grindulu at the Grindulu River.The southwest area is dominated by rocks of high-density as the southern region is much influenced by magmatic activityof the southern mountain arc. The results derived from the SVD technique applied to 5 slicings on the local anomalyshowed that the Grindulu is a combination of normal and strike-slip faults. The current results are useful for examinationof seismic threat potensial hence disaster risk reduction in Pacitan. Keywords: Pacitan, Grindulu Fault, gravity method, TOPEX, upward continuation, CBA, SVD