cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 431 Documents
DOPING ALUMINIUM HIDROKSIDA Al(OH)3 PADA POLYVINYLIDENE FLUORIDE – SELULOSA ASETAT (PVDF-CA) SEBAGAI SEPARATOR BATERAI LITHIUM ION THOIFATUL MUNAWAROH; ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Separator merupakan komponen yang penting pada baterai lithium ion yang diletakkan di antara anoda dan katoda yang berfungsi untuk menjaga kedua elektroda agar tidak bersentuhan secara langsung dan untuk mencegah terjadinya hubungan pendek listrik. Selain itu juga sebagai media transport ion yang dibutuhkan dalam proses elektrokimia. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh doping Al(OH)3 terhadap ukuran pori dan performa elektrokimia separator PVDF-CA. Separator PVDF-CA di doping dengan Al(OH)3 kemudian dicetak pada kaca substrat dengan menggunakan spin coating dan dilakukan karakterisasi menggunakan BET dan CV. Pengaruh doping Al(OH)3 pada separator PVDF-CA yang ditunjukkan pada hasil uji BET dapat meningkatkan ukuran pori separator, hal ini mengakibatkan semakin besar ukuran pori sehingga semakin banyak ion yang bisa dilewatkan pada separator, dan untuk performa elektrokimia ditunjukkan pada hasil uji CV dimana terbentuk kurva yang reversible dengan jarak loop histerisis yang berdekatan. Pada separator PVDF-CA/Al(OH)3­ memiliki rata-rata ukuran pori yang lebih besar yaitu 26.4397 nm, sedangkan pada separator PVDF-CA memiliki rata-rata ukuran pori yang lebih kecil yaitu sebesar 18.2063 nm. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya doping Al(OH)3 pada separator PVDF-CA dapat meningkatkan ukuran pori pada separator. Kata Kunci: doping, separator, ukuran pori, performa elektrokimia
ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG P DAN S PADA GEMPABUMI JAWA TENGAH TAHUN 2008-2018 MENGGUNAKAN LOTOS-12 NUR AZIZAH QOMARIA; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Gempabumi (earthquake) merupakan bencana alam yang disebabkan oleh guncangan di bumi akibat patahan dan pergerakan dari batuan terluar lempeng tektonik penyusun kerak bumi secara tiba-tiba. Seiring dengan perkembangan teknologi komputasi, perkembangan dalam penentuan parameter gempabumi kini semakin cepat. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan LOTOS-12 (Local Tomography Software-12) yang berfungsi untuk menentukan model kecepatan 3D gelombang P dan gelombang S di bawah permukaan bumi, dengan menggunakan metode tomografi seismik dan pemodelan inversi. Provinsi Jawa Tengah dengan letak astronomis 6°-8° LS dan 108°-111° BT merupakan wilayah yang dipilih dalam peneilitian ini, karena Jawa Tengah terletak pada zona subduksi, yaitu pertemuan dua lempeng tektonik aktif (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia), dan terdapat beberapa sesar aktif yang dapat menyebabkan terjadinya gempabumi, salah satunya yaitu Sesar Lasem. Data input didapat dari katalog BMKG (WebDC3) yang merupakan data gempabumi lokal di Jawa Tengah (kedalaman kurang dari 1.000 km), dengan magnitudo ≥3 SR dalam rentang waktu dari 01 Januari 2008 hingga 01 April 2018. Dalam rentang waktu tersebut tercatat 62 kejadian gempabumi, dan terdapat 7 stasiun seismik. Variabel yang digunakan adalah variabel input dan output. Di mana variabel inputnya terdiri dari model kecepatan awal, travel time, dan koordinat stasiun seismik. Variabel outputnya adalah model kecepatan gelombang seismik (gelombang P dan S). Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah picking gelombang P dan S dengan menggunakan Seisgram2k70, untuk selanjutnya inversi tomografi gempabumi lokal menggunakan LOTOS-12. Hasil output yang didapatkan dari penelitian ini sesuai dengan kondisi geologi bawah permukaan wilayah Jawa Tengah. Anomali kecepatan gelombang positif mengidentifikasikan suatu daerah bersifat lebih padat dan terdapat batuan keras, seperti wilayah Kabupaten Purworejo, dll. Anomali kecepatan gelombang negatif menunjukkan suatu daerah memiliki materi batuan yang lebih cair (berongga) dan adanya patahan yang terbentuk sesuai geologi bawah permukaan Jawa Tengah, seperti wilayah Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, dll.Kata kunci : LOTOS-12, Tomografi seismik, Gempabumi lokal, Wilayah Jawa Tengah.
Analisis Model Kecepatan Body Waves Gempa Bumi Lokal di Wilayah Jawa Barat Menggunakan Local Tomography Software - 12 Tya Febriana; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk menganalisis model kecepatan gelombang P dan S gempa bumi lokal menggunakan Local Tomography Software (LOTOS-12) di wilayah Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada laman WebDC3 dengan magnitude ≥ 3 SR. Kemudian mengubah format data event gempa dari SEED menjadi SAC. Seisgram 2K70 digunakan untuk picking data arrival time yang telah diunduh sebelumnya. Selanjutnya memasukkan data input koordinat stasiun pencatat gempa, travel time gelombang P dan S, serta model kecepatan awal 1D pada software LOTOS - 12. Setelah di running pada software tersebut maka akan keluar hasil model kecepatan 3D gelombang P dan S. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai rasio kecepatan Vp/Vs minimum 1,6 Km/s mengidentifikasikan adanya batuan – batuan sedimen. Sedangkan untuk nilai rasio Vp/Vs maksimum 1,888 Km/s mengindikasikan bahwa daerah tersebut memiliki materi fluida lebih tinggi. Adanya materi fluida yang lebih cair dari daerah disekelilingnya maka dapat diprediksi daerah tersebut terdapat hiposenter. Persebaran hiposenter tersebutlah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya gempa bumi di wilayah Jawa Barat. Sebagaimana teori yang menyebutkan bahwa tomografi di wilayah Jawa Barat terdapat banyak patahan dan sesar aktif, di antaranya Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri. Kata Kunci: model kecepatan, anomali, travel time, LOTOS – 12.
ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG P DAN S GEMPA BUMI LOKAL DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN LOTOS-12 NOFI AMBARSARI; SUPARDIYONO
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk menganalisis model kecepatan 3D gelombang P dan S gempa bumi lokal di Jawa Timur menggunakan LOTOS-12. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laman webdc3. Data yang digunakan adalah data gempa bumi di Jawa Timur dengan magnitudo ³3 SR pada tanggal 01 Januari 2008 – 23 Maret 2018 dengan letak astronomi antara 111° BT sampai 114,4° BT dan -6,6° LS sampai -8,6° LS. Hasil penelitian ini, anomali kecepatan gelombang P negatif mengidentifikasikan daerah tersebut adanya patahan yang sesuai dengan keadaan geologi permukaan bawah sedangkan anomali kecepatan gelombang P positif menjelaskan daerah tersebut adanya batuan keras di atas kerak yang tidak terderformasi oleh stress regional. Namun, jika anomali kecepatan gelombang S rendah menunjukkan terjadinya gempa pada area tersebut. Area anomali rasio Vp/Vs minimum (1,6 km/s) mengidentifikasi adanya batuan sedimen sedangkan pada area dengan anomali rasio Vp/Vs maksimum (1,888 km/s) mengartikan pada area tersebut terdapat batuan yang mengandung fluida lebih tinggi sehingga pada temperatur tinggi batuan tersebut mengalami perubahan tekanan yang dapat mengakibatkan terjadinya gempa bumi. Gempa yang terjadi di Jawa Timur disebabkan adanya sesar Kendeng dan sesar-sesar lokal yaitu sesar Pasuruan dan sesar Probolinggo. Kata Kunci : anomali kecepatan gelombang P dan S, anomali rasio Vp/Vs, gempa bumi.
RANCANG BANGUN KIT PERCOBAAN PENENTUAN RESISTIVITAS KAWAT BERBASIS MIKROKONTROLER AHMAD DIENCHEPHALON NUR; DZULKIFLIH
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang kit percobaan penentuan resistivitas kawat berbasis mikrokontroler. Metode yang digunakan yaitu merancang alat ukur tegangan menggunakan sensor tegangan dan arus menggunakan sensor ACS712. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah panjang kawat, variabel manipulasi yaitu jenis kawat dan diameter kawat, variabel respon berupa tegangan dan arus. Sebelum digunakan terlebih dahulu dilakukan kalibrasi sensor, kemudian dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan data tegangan dan arus. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui untuk rancangan alat percobaan yaitu dengan mengukur Tegangan dan Arus pada rangkaian yang digunakan untuk menentukan hambatan kawat, kemudian nilai hambatan kawat digunakan untuk mengetahui resistivitas. Hasil pengujian menunjukkan nilai resistivitas kawat tembaga antara 29,96 x 10-8 Ωm hingga 318,45 x 10-8 Ωm, resistivitas kawat nikrom antara 164,40 x 10-8 Ωm hingga 263,14 x 10-8 Ωm. Nilai tersebut memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan teori yang berlaku hingga saat ini. Kata Kunci: Tegangan, arus dan resistivitas. Abstract This study aims to design a microcontroller-based wire resistivity experiment kit. The method used is to design a voltage gauge using a voltage and current sensor using an ACS712 sensor. The control variables in this study are wire length, manipulation variables namely wire type and wire diameter, response variables in the form of voltage and current. Before the use of the sensor calibration before use, then from the research that has been done obtained voltage and current data. After doing the research, it can be seen for the design of the experimental device, namely by measuring the voltage and current in the circuit used to determine the resistance of the wire, then the resistance value of the wire is used to determine the resistivity. The test results show copper wire resistivity values ​​between 29.96 x 10-8 Ωm to 318.45 x 10-8 Ωm, the resistivity of the nichrome wire between 164.40 x 10-8 Ωm to 263.14 x 10-8 Ωm. This value has a significant difference compared to the theory that applies to the present. Key words : Voltage, current and resistivity.
IDENTIFIKASI SESAR-PALU KORO DENGAN CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) MENGGUNAKAN INVERSI WAVEFORM TIGA KOMPONEN MUHAMMAD NURUL FAHMI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n2.p%p

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menganalisis hasil estimasi Centroid Moment Tensor (CMT) gempa di sekitar Sesar Palu-Koro menggunakan inversi waveform tiga komponen yang di implementasikan dalam software MTINV. Daerah penelitian ini terletak di sekitar Sesar Palu-Koro, hal ini karena Sesar Palu-Koro merupakan sesar yang aktivitas kegempaannya cukup tinggi di Pulau Sulawesi. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder waveform tiga komponen pada tanggal 28 September 2018 dengan magnitudo 7.5 SR dan 1 Oktober 2018 dengan magnitudo di 4.7 SR yang diunduh dari WebDC3 BMKG. Estimasi CMT sebagai parameter gempa menggunakan metode inversi waveform dan fungsi Green tiga komponen yang sudah diimplementasikan ke dalam sebuah software MTINV. Estimasi CMT menghasilkan antara lain yaitu momen seismik (????o), magnitudo momen (????w), lattitude, longitude, kedalaman centroid, dan orientasi bidang sesar (nodal plane/NP) yang meliputi sudut strike, dip, dan rake. Selain itu estimasi CMT juga dapat memberikan informasi mengenai penyebab terjadinya gempa yang meliputi persentase ISO, DC, dan CLVD. Hasil dari penelitian ini yaitu kedua event gempa mempunyai nilai persentase DC yang lebih dominan daripada CLVD dengan nilai VR lebih dari 50%, hal ini menunjukkan bahwa kedua event gempa yang terjadi disekitar Sesar Palu-Koro ini disebabkan karena adanya aktivitas tektonik. Berdasarkan nilai VR, maka hasil dari penelitian ini bisa dikatakan reliable karena telah memenuhi syarat. Event gempa pada tanggal 28 September 2018 dan 1 Oktober 2018 keduanya disebabkan oleh tipe sesar strike-slip. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya kedua event gempa tersebut disebabkan oleh Sesar Palu-Koro. Kata Kunci : Centroid Moment Tensor, software MTINV, Sesar Palu-Koro, inversi waveform tiga komponen
ESTIMASI CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA DI SEKITAR SESAR CIMANDIRI MENGGUNAKAN SOFTWARE MTINV VICY ARISKA AMY INDRIYANTI; MADLAZIM
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n2.p%p

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis hasil kedalaman centroid dan momen tensor dengan estimasi Centroid Moment Tensor (CMT) untuk gempa yang terjadi di sekitar Sesar Cimandiri menggunakan software MTINV, menentukan tipe sesar yang menyebabkan gempa di sekitar Sesar Cimandiri menggunakan software MTINV, dan menganalisis focal mechanism di sekitar Sesar Cimandiri menggunakan software MTINV. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data sekunder waveform tiga komponen di sekitar Sesar Cimandiri pada tanggal 13 Desember 2016 dan 12 Desember 2017 yang diunduh dari WebDC3 at BMKG. Dalam mengestimasi CMT digunakan metode inversi waveform dan fungsi Green tiga komponen yang diimplementasikan kedalam software MTINV. Hasil dari estimasi CMT antara lain momen seisimik skalar (Mo), magnitudo momen (Mw), latitude, longitude, kedalaman centroid, serta orientasi bidang sesar (Nodal Plane/NP) yang meliputi sudut strike, dip dan rake. Selain itu juga memberikan informasi mengenai penyebab terjadinya gempa meliputi persentase ISO , DC, dan CLVD. Hasil dari kedua kejadian menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat aktivitas tektonik yang dibuktikan dengan nilai persentase DC lebih besar daripada CLVD dengan nilai VR lebih dari 50%. Berdasarkan nilai VR, maka hasil yang diperoleh dalam penelitain ini dapat dikatakan reliabel karena telah memenuhi syarat. Kejadian gempa 13 Desember 2016 memiliki tipe sesar left lateral strike-slip dengan focal mechanism berupa nilai strike = 185, nilai dip = 51 dan nilai rake = 18, sedangkan untuk kejadian gempa tanggal 12 Desember 2017 memiliki tipe sesar reverse left-lateral oblique dengan focal mechanism berupa nilai strike = 19, nilai dip = 48 dan nilai rake = 50. Berdasarkan kedua kejadian gempa dapat disimpulkan bahwa terjadinya kedua kejadian gempa ini disebabkan oleh adanya aktivitas pergerakan di Sesar Cimandiri. Kata Kunci : Centroid Moment Tensor, Sesar Cimandiri, inversi waveform tiga komponen, fungsi Green, dan software MTINV
PENGARUH VARIASI MASSA AL(OH)3 PADA KARAKTERISASI KOMPOSIT PVDF-CA/AL(OH)3 SEBAGAI SEPARATOR BATERAI LITHIUM ION ROFIKA ILLIYANI NURUL KHANIF; ZAINUL ARIFIN IMAM SUPARDI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan membran separator PVDF-CA/Al(OH)3 dan menganalisis pengaruh penambahan massa Al(OH)3 pada separator PVDF-CA/Al(OH)3. Pembuatan lembaran separator baterai lithium ion ini di adaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Jinqiang Cui, polimer PVDF dan CA dicampurkan menggunakan metode NIPS yang kemudian di doping dengan Al(OH)3, memvariasikan massa Al(OH)3 0,175 gr sebagai separator standart dan 0,262 gr sebagai separator penambahan massa. Hasil pengujian BET pada separator standart menunjukkan rentang diameter antara 3,58–3,90 nm dengan luas permukaan total 25,514 m2/g, sedangkan separator dengan penambahan massa Al(OH)3 menunjukkan ukuran pori rentang 3,58 – 4,51 nm dengan luas permukaan total 49,371 m2/g. Berdasarkan rentang diameter pori tersebut kedua separator PVDF-CA/Al(OH)3 dikategorikan sebagai material mesopori. Loop yang terbentuk pada pengujian Cyclic Voltrametry dengan adanya penambahan massa Al(OH)3 menandakan bahwa sampel separator tidak dapat sepenuhnya melewatkan ion dari anoda ke katoda. Hal tersebut, mengakibatkan proses interkalasi terganggu sehingga separator tidak dapat digunakan untuk siklus yang lebih panjang. Kata Kunci: separator, luas permukaan, diameter pori
Analisis Struktur dan Mikrostruktur Fasa Tunggal (Mg1-xZnx)TiO3/Bi2O3 DWI IKA YULIANTI; FRIDA ULFAH ERMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Telah dilakukan sintesis serbuk (Mg0,9Zn0,1)TiO3 (disingkat MZT01) dengan metode pencampuran larutan, dengan bahan awal berupa serbuk logam Mg, Zn, dan Ti (Merck). Serbuk MZT01 dikalsinasi pada suhu 550 °C selama 2 jam. Hasil uji XRD menunjukkan bahwa serbuk MZT01mempunyai struktur yang terdiri dari fasa MgTiO3 sebagai fasa utama dan MgO serta TiO2 sebagai fasa sekunder. Telah dilakukan penambahan 2 wt % Bi2O3 ke dalam sampel MZT01 kemudian kedua bahan tersebut dicampur menggunakan ball mill dengan kecepatan 500 rpm selama 2 jam dan disinter pada suhu 1000 oC selama 2 jam, sedangkan untuk MgTiO3 tanpa penambahan Bi2O3 disinter pada temperatur 1400 oC selama 4 jam. Analisis struktur dilakukan dengan uji XRD menggunakan alat Bragg-Brentano Philips X’pert Diffractometer dan hasilnya menunjukkan bahwa setelah ditambahkan 2 wt % Bi2O3, struktur sampel MZT01 tersebut dibangun oleh hanya fasa MgTiO3 saja. Dengan kata lain, telah dihasilkan fasa tunggal MgTiO3. Analisis mikrostruktur dilakukan pada sampel MZT01 + 2 wt % Bi2O3 dengan uji TEM menggunakan alat Hitachi 7700, diperoleh ukuran butir berkisar antara 25-40 nm. Dapat disimpulkan bahwa penambahan 2 wt % Bi2O3 dapat menurunkan suhu sinter dan tidak mempengaruhi struktur maupun mikrostruktur dari MgTiO3, sehingga menghasilkan fasa tunggal MgTiO3 dengan ukuran butir yang masih dalam orde nano. Kata Kunci : metode pencampuran larutan, Struktur, Mikrostruktur, MZT01, MgTiO3, Bi2O3. Abstract Synthesis of (Mg0,9Zn0,1)TiO3 (abbreviated MZT01) had been carried out by liquid mixing method from Mg, Zn, and Ti (Merck) metal powders. MZT0, MZT01 powders was calcined at 550 °C for 2 hours. The XRD results showed that MZT01 550 powders have the structure of MgTiO3 as the major phase and MgO and TiO2 as the minor phases. 2 wt % Bi2O3 was added into MZT01 sample and mixed using a ball mill with a speed of 500 rpm for 2 hours and sintered at a temperature of 1000 oC for 2 hours, while for MgTiO3 without Bi2O3 addition was sintered at 1400 oC for 4 hours. Structural analysis had been carried out by XRD using the Bragg-Brentano Philips X’pert Diffractometer and the results showed that after the addition of 2 wt % Bi2O3, the structure of the sample was built by the MgTiO3 phase. In other words, a single phase MgTiO3 has been produced. Microstructure analysis had been carried out on MZT01 + 2 wt % Bi2O3 samples using Transmission Electron Microscope (Hitachi 7700). It was obtained that the grain size in the range of 25-40 nm. It can be concluded that the addition of 2 wt % Bi2O3 reduced the sintered temperature, but at the same time Bi2O3 presence does not affect the structure or microstructure of the sample, resulting in a single phase MgTiO3 with grain size in the nano order. Key Words: liquid mixing method, structure, microstructure, MZT01, MgTiO3, Bi2O3.
Rancang Bangun Sistem Navigasi Mobile Robot Berbasis Sensor Rotary Encoder Menggunakan Metode Odometri ALFI NUR ALBAB; ENDAH RAHMAWATI
Inovasi Fisika Indonesia Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v8n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan prototype mobile robot yang menerapkan sistem navigasi metode odometri dan untuk menguji kontrol PID yang diterapkan pada sistem navigasi mobile robot dalam mencapai posisi yang telah ditentukan. Metode odometri yang digunakan membutuhkan dua masukan yaitu dari sensor rotary encoder yang terpasang pada motor kanan dan motor kiri. Sensor telah dikalibrasi dan dihasilkan akurasi sensor rotary encoder mencapai 99,9% untuk pembacaan jarak dan 99,7% untuk pembacaan heading. Terdapat dua tahap pengujian robot yaitu open loop dan close loop sesuai metode tuning Ziegler Nichols. Keseluruhan pengujian dilakukan pada bidang datar dengan empat heading tujuan yaitu 30°, 45°, 60°, dan lintasan dengan dua heading tujuan yaitu 45 dan 90°. Pada tahap open loop yang mana tidak ada kontrol PID, error yang dicapai sistem mencapai 269,3%; 164,9%; dan 285,5% untuk heading 30°,45°,60° berturut-turut. Sedangkan ketika diberi kontrol PID, akurasi sistem mencapai 99,3%; 99,8%; dan 100% untuk heading 30°, 45°, 60° berturut-turut. Analisis hasil pengujian sistem navigasi mobile robot yang telah dibuat dilakukan dengan menganalisis respon transien sistem saat sesudah diberi kontrol PID. kontrol PI saja membuat error posisi akhir kecil lebih kecil daripada sebelum ditambahkan kontrol PI, namun settling time dan overshoot maksimum besar. Peningkatan nilai Kd membuat respon sistem lebih stabil dan steady state error berkurang. Peningkatan nilai konstanta integral membuat overshoot sistem bertambah hingga waktu akhir dan stabilitas relatif sistem berkurang sehingga tidak ditemukan keadaan steady. Kata Kunci: Sistem navigasi, mobile robot, metode odometri, kotrol PID Ziegler Nichols.