cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 431 Documents
KARAKTERISTIK GRAPHENE OXIDE (GO) DARI BAHAN PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS): Kata Kunci: graphene oxide (GO), ultrasonifikasi, konduktivitas listrik. Putri, Fraya Anggraini; Putri, Nugrahani Primary
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p89-94

Abstract

ANALISIS KEAKURATAN HASIL CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) JOKO TINGKIR SECARA OTOMATIS DAN REAL-TIME UNTUK GEMPA BUMI SEDANG DAN BESAR DI INDONESIA: Kata Kunci: Centroid Moment Tensor, gempa bumi besar, gempa bumi sedang, Root Mean Squared Error, dan sudut Kagan Oktaviani, Rachma Dwi; Madlazim, Madlazim; Fahmi, Muhammad Nurul
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p40-49

Abstract

ANALISIS CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) DENGAN METODE TIME DOMAIN MOMENT TENSOR (TDMT) GEMPA BUMI DI SEKITAR LAUT FLORES: Kata Kunci: waveform, CMT, Sesar, Beachball, dan Fungsi Green Salsabila, Nur Rizqika Ghina; Madlazim, Madlazim; Fahmi, Muhammad Nurul
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISTIK KOMPOSIT PANI/GO SEBAGAI ELEKTRODA SUPERKAPASITOR: Keywords: electrode, electrodeposition, GO, PANi, supercapacitor Ahsan, Qurrata A'yuni; Kusumawati, Diah Hari; Fitriana, Fitriana
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p74-81

Abstract

Abstrak Superkapasitor adalah salah satu perangkat penyimpanan energi yang dapat menyimpan energi lebih banyak dibandingkan kapasitor dan menyalurkan energi dengan keluaran yang lebih tinggi dibandingkan baterai. Komponen superkapasitor meliputi elektrolit, elektroda, pemisah (separator), dan pengumpul arus. Elektroda merupakan salah satu komponen penting dalam superkapasitor, maka pemilihan bahan elektrodan dan fabrikasinya sangat penting dalam meningkatkan kinerja superkapasitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik komposit PANi/GO sebagai elektroda superkapasitor dan menganalisis pengaruh massa GO terhadap kapasitansi elektrokimia komposit PANi/GO. Pembuatan elektroda menggunakan metode elektrodeposisi untuk membentuk lapisan komposit PANi/GO pada substrat stainless steel. Selanjutnya hasil sintesis elektroda komposit PANi/GO dikarakterisasi dengan SEM-EDX, FTIR, uji LCR Meter, dan uji CV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik komposit PANi/GO sebagai elektroda superkapasitor dapat dilihat melalui nilai konduktivitas listrik dan nilai kapasitansi spesifiknya. Nilai konduktivitas yang dihasilkan berada pada rentang 3,22 x 10-2 hingga 11,11 x 10-2 S/cm dan nilai kapasitansi spesifik yang dihasilkan berada pada rentang 61,250 hingga 11,857 F/g. Selain itu, variasi massa GO yang digunakan memiliki pengaruh terhadap kapasitansi elektrokimia komposit PANi/GO yaitu dengan adanya penambahan massa GO dapat mengakibatkan turunnya nilai apasitansi spesifik dari elektroda. Kata Kunci: elektroda, elektrodeposisi, GO, PANi, superkapasitor Abstract Supercapacitors are one of the energy storage devices that can store more energy than capacitors and distribute energy with higher output than batteries. Supercapacitor components include electrolytes, electrodes, separators, and current collectors. Electrodes are one of the important components in supercapacitors, so the selection of electrode materials and their fabrication are very important in improving supercapacitor performance. This study aims to analyze the characteristics of PANi/GO composites as supercapacitor electrodes and analyze the effect of GO mass on the electrochemical capacitance of PANi/GO composites. The electrodes were made using the electrodeposition method to form a PANi/GO composite layer on a stainless steel substrate. Furthermore, the results of the synthesis of PANi/GO composite electrodes were characterized by SEM-EDX, FTIR, LCR Meter tests, and CV tests. The results showed that the characteristics of PANi/GO composites as supercapacitor electrodes can be seen through their electrical conductivity and specific capacitance values. The resulting conductivity values ??are in the range of 3,22 x 10-2 to 11,11 x 10-2 S/cm and the resulting specific capacitance values ??are in the range of 61,250 to 11,857 F/g. In addition, the variation of the GO mass used has an effect on the electrochemical capacitance of the PANi/GO composite, namely that the addition of GO mass can result in a decrease in the specific capacitance value of the electrode. Keywords: electrode, electrodeposition, GO, PANi, supercapacitor
IMPLEMENTASI SENSOR FIBER OPTIK DALAM MENGUKUR KUALITAS MINYAK GORENG SAWIT: Kata Kunci: Fiber Optik, Kelapa Sawit, Minyak, Multimode, Sensitivitas. Mutawakkillah, Nainunis; Yantidewi, Meta; Khoiro, Muhimmatul
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p95-102

Abstract

AbstrakBanyaknya penggunaan minyak kelapa sawit mengakibatkan kualitas minyak goreng sawit menurunmengakibatkan penyakit-penyakit mematikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh fiber optik multimode dalam mendeteksi kualitas minyak serta menganalisis karakteristik sensor fiber optik dalam mendeteksi kualitas minyak. Sensor fiber optik dibangun dari laser dioda merah 638 nm sebagai sumber cahaya, fiber optik plastik step index dengan jenis multimode, dan fotodioda yang dihubungkan pada Arduino Nano dengan hasil pengukuran berupa tegangan ditampilkan pada LCD. Fiber optik sepanjang 15 cm dikupas pada bagian tengahnya sepanjang 1,5 cm menggunakan metode chemical etching hingga cladding tidak tersisa yang akan digantikan oleh sampel saat proses pengujian. Sampel penelitian ini berupa 5 jenis minyak ber merek S, SC, SV, B, dan C dengan setiap jenis minyak digoreng dengan 3 kali penggorengan. Hasil penelitian ini menunjukkan sensor fiber optik multimode mempunyai pengaruh sebagai sensor deteksi dengan respon pengukuran tegangan berkisar >2500 mV. Jumlah pengulangan pemakaian minyak dengan sensorfiber optik dapat dilihat dari keluaran yang semakin besar atau berbanding lurus. Karakteristik sensor fiber optik dengan menggunakan perhitungan jangkauan kerja, sensitivitas, dan resolusi yang menggunakan rasio dalam perhitungannya. Hasil karakterisasi yang diperoleh jangkauan kerja paling baik dan sensitivitas terbaik pada fiber optik multimode adalah sampel B dengan nilai jangkauan kerja 0,120 sensitivitas sebesar 0,040 /pengulangan sedangkan jangkauan kerja dan sensitivitas paling rendah adalah jenis SC dengan jangkauan kerja bernilai 0,022 sensitivitas 0,007 /pengulangan. Resolusi terbaik yaitu jenis SC bernilai 1,358, untuk yang paling rendah jenis B yang bernilai 0,249.Kata Kunci: Fiber Optik, Kelapa Sawit, Minyak, Multimode, Sensitivitas. AbstractThe large amount of palm oil used causes the quality of palm cooking oil to decline resulting in deadly diseases.The aim of this research is to analyze the effect of multimode fiber optics in detecting oil quality and to analyze the characteristics of fiber optic sensors in detecting oil quality. The fiber optic sensor is built from a 638 nm red diode laser as a light source, step index plastic fiber optics with multimode type, and a photodiode connected to an Arduino Nano with the measurement results in the form of voltage displayed on the LCD. The 15 cm long optical fiber is peeled in the middle 1.5 cm long using the chemical etching method until no cladding remains which will be replaced by the sample during the testing process. The samples for this research were 5 types of oil branded S, SC, SV, B, and C with each type of oil fried in 3 fryers. The results of this research show that the multimode fiber optic sensor has an influence as a detection sensor with a voltage measurement response ranging >2500 mV. The number of repetitions of oil use with a fiber optic sensor can be seen from the output which is getting bigger or is directly proportional. Characteristics of fiber optic sensors using calculations of working range, sensitivity and resolution which use ratios in the calculations. The characterization results obtained by the best working range and the best sensitivity on multimode optical fiber were sampleB with a working range value of 0.120, a sensitivity of 0.040/repetition, while the lowest working range and sensitivity was the SC type with a working range value of 0.022, a sensitivity of 0.007/repetition. The best resolution is type SC with a value of 1.358, while the lowest is type B with a value of 0.249.Keywords: Fiber optic. Oil, Palm, Multimode, Sensitivition
Smart Farming - Merancang Alat Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis Kelembapan Tanah Dan Waktu Menggunakan Mikrokontroler Esp32: Kata Kunci: Alat Penyiram, Kelembapan Tanah, Waktu, Otomatis, Berbasis ESP32 Stiawan, M. Izat Raesyafudin; Supardi, Zainul Arifin Imam
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p124-132

Abstract

Abstrak Cabai dianggap begitu penting di Indonesia karena cabai merupakan salah satu dari berbagai jenis komoditas hortikultura yang memiliki nilai permintaan tinggi. Dalam membudidaya cabai dibutuhkan penyiraman air yang teratur untuk menjaga kandungan air dalam tanah cukup. Masih banyak petani cabai yang menyiram tanaman secara manual sehingga alat ini dibuat untuk membantu para petani agar dapat melakukan penyiraman dengan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem penyiram tanaman berbasis kelembapan tanah dan waktu secara otomatis menggunakan ESP32 dan menganalisis efisiensi kinerja alat penyiram tanaman secara otomatis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian berupa kuantitatif dalam bentuk eksperimen dikarenakan dalam penelitian ini melibatkan adanya manipulasi terhadap variabel kontrol. Hasil menunjukkan bahwa: 1) penelitian ini menghasilkan desain perangkat keras yang terdiri dari (1) ESP32, (2) Soil moisture sensor, (3) Relay KF-301, (3) Water Pump DC 12V, (4) Modul LM2596, (5) DC Socket. Hasil pengujian sistem kerja alat, didapatkan hasil pengaruh tingkat kelembapan tanah terhadap lama waktu penyiraman sebesar 80,7%. Sisanya merupakan faktor lainnya yang juga turut mempengaruhi lama penyiraman waktu selain kelembapan tanah adalah jenis tanaman, kondisi tanah, iklim dan cuaca sekitar, dan jenis pupuk yang digunakan pada tanaman. Kata Kunci: Alat Penyiram, Kelembapan Tanah, Waktu, Otomatis, Berbasis ESP32 AbstractChili peppers are considered very important in Indonesia because they are one of the horticulturalcommodities with high demand. In cultivating chili peppers, regular watering is needed to maintain sufficientsoil moisture. Many chili pepper farmers still water their plants manually, so this tool was created to helpfarmers water their plants more efficiently. This research aims to design and create an automatic plantwatering system based on soil moisture and time using ESP32 and to analyze the efficiency of the automaticwatering system. This research employs a quantitative approach in the form of an experiment, as it involvesmanipulating control variables. The results show that: 1) this research produced a hardware design consistingof (1) ESP32, (2) Soil moisture sensor, (3) Relay KF-301, (4) Water Pump DC 12V, (5) LM2596 module, (6) DCsocket. The testing results of the system's operation showed that soil moisture levels affected the wateringduration by 80.7%. The remaining factors that also influence watering duration, aside from soil moisture,include the type of plant, soil condition, climate and weather, and the type of fertilizer used on the plants.Keywords: Watering Device, Soil Moisture, Time, Automatic, ESP32-Based.
KARAKTERISTIK SENSOR FIBER OPTIK KONFIGURASI SPIRAL DALAM MENDETEKSI KADMIUM PADA AIR: Kata Kunci: Sensor Fiber Optik, Spiral, Kadmium Fadhilah, Nisa'ul; Yantidewi, Meta; Khoiro, Muhimmatul; Firdaus, Rohim Aminullah
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p103-108

Abstract

AbstrakKadmium (Cd) adalah logam berat yang sulit terurai dan berpotensi menyebabkan efek toksik padalingkungan, kesehatan manusia, dan hewan sehingga Menteri Kesehatan Republik Indonesia menetapkanbatas maksimum kadar yang diperbolehkan dalam air minum yaitu 0,003 mg/L. Penelitian ini bertujuanuntuk mengembangkan sensor berbasis fiber optik untuk mendeteksi ion kadmium dalam air denganmemanfaatkan gelombang evanescent menggunakan konfigurasi spiral. Sensor ini dirancang untukmemberikan data pengujian secara real-time dan meningkatkan karakteristik sensor untuk pengujian kualitasair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi Cd maka intensitas cahaya menjadisemakin berkurang yang ditandai dengan penurunan nilai dB. Sensor fiber optik konfigurasi spiral denganjumlah lilitan yang lebih banyak menunjukkan karakteristik sensor yang lebih baik. Sensor dengan 3 lilitanmenunjukkan hasil pengukuran terbaik dengan jangkauan kerja 4,86 dB, sensitivitas 99,21 dB/ppm, danresolusi 1,01 x 10-4 ppm.Kata Kunci: Sensor Fiber Optik, Spiral, Kadmium AbstractCadmium (Cd) is a heavy metal that is difficult to decompose and has the potential to cause toxic effects on theenvironment, human health, and animals. Therefore, the Indonesian Minister of Health has set the maximum permissible concentration in drinking water at 0.003 mg/L. This study aims to develop a optical fiber-based sensor to detect cadmium ions in water using evanescent wave technology with a spiral configuration. The sensor is designed to provide real-time testing data and improve sensor characteristics for water quality testing. The results indicate that higher concentrations of Cd lead to a decrease in light intensity, marked by a reduction in dB values. The spiral optical fiber sensor with a greater number of windings demonstrates superior sensor characteristics. The sensor with 3 windings shows the best measurement results with a working range of 4.86 dB, sensitivity of 99.21 dB/ppm, and resolution of 1.01 x 10-4 ppm.Keywords: Fiber Optic Sensor, Spiral, Cadmium
GREEN SYNTHESIS NANOPARTIKEL Fe3O4 DENGAN BIOREDUKTOR EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica): APLIKASI SEBAGAI MATERIAL FOTOKATALIS DEGRADASI METHYLENE BLUE Syihabuddin, Dimas Muhamad; Munasir, Munasir
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): Vol 13 No 3
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v13n3.p118-123

Abstract

Beberapa tahun terakhir masalah pencemaran lingkungan udara di Indonesia cukup meyakinkan, sehingga diperlukan material semikonduktor yang mampu mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan menggunakan aktivitas fotokatalis untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini yaitu (1) menganalisis karakteristik nanopartikel Fe 3 O 4 yang dibuat dengan green sintesis menggunakan daun Mimba ( Azadirachta indica ); (2) menganalisis nilai persentase degradasi zat warna metilen biru oleh nanopartikel Fe 3 O 4 pada aktivitas fotokatalis menggunakan sinar UV. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa persentase atomik dari unsur besi (Fe) dan oksigen (O) yang berturut-turut turut sebesar 53,64% dan 46,36%. Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam sintesis nanopartikel Fe 3 O4 dengan metode green sintesis berdasarkan kandungan komposisi unsur Fe dan O yang tinggi dan memiliki ukuran butir Fe 3 O 4 sebesar 80 nm. Hasil penelitian pada aktivitas fotokatalik methylene blue dengan waktu penyusunan 210 menit pencampuran katalis Fe 3 O 4 memiliki presentase degradasi sebesar 98,97%.
ANALISIS KANDUNGAN (Fe) DAN (Mn) PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) 1 DAN 3 PT HANARIDA TIRTA BIRAWA SIDOARJO: Kata Kunci: Kadar Fe, Kadar Mn, Instalasi Pengolahan Air, Industri Air alfan, mohamad wafiq nafii alfan; Adiono, Muchammad; Suaebah, Evi; Fitriana, Fitriana; Rohmawati, Lydia
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Vol 14 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v14n1.p33-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem instalasi pengolahan air (IPA) 1 dan 3 di PT Hanarida Tirta Birawa dalam menurunkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn). Penelitian ini sangat penting dilakukan untuk memberikan informasi mengenai berbagai bahaya logam berat yang terdapat dalam air pra olahan yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, sekaligus memberikan informasi hasil pengolahan air yang dilakukan di PT Hanarida Tirta Birawa. Sampel air diambil dari kedua IPA kemudian dilakukan pengujian kadar Fe dan Mn skala laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata kadar Fe pada IPA 1 dan 3 masing-masing adalah 0,11 Mg/L dan 0,09 Mg/L, sedangkan untuk Mn adalah 0,044 Mg/L dan 0,046 Mg/L. Setelah melalui proses pengolahan, kadar Fe dan Mn mengalami penurunan yang sangat signifikan, mencapai efisiensi penurunan sebesar 94-96% untuk Fe dan 97-98% untuk Mn. Kadar Fe dan Mn pada air olahan jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 2 Tahun 2023, yaitu 0,2 Mg/L untuk Fe dan 0,1 Mg/L untuk Mn. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pengolahan air di PT Hanarida Tirta Birawa telah beroperasi dengan sangat baik dan menghasilkan air minum yang memenuhi standar kualitas air minum yang berlaku serta telah memenuhi standar internasional ISO 9001:2000. Kata Kunci: Kadar Fe, Kadar Mn, Instalasi Pengolahan Air, Industri Air Abstract This research aims to analyze the performance of water treatment installation systems (IPA) 1 and 3 at PT Hanarida Tirta Birawa in reducing iron (Fe) and manganese (Mn) levels. This research is very important to carry out information about the various dangers of heavy metals contained in pre-treated water which can trigger various health problems, as well as providing information on the results of water treatment carried out at PT Hanarida Tirta Birawa. Water samples were taken from both IPAs and then tested for Fe and Mn levels on a laboratory scale. The analysis results show that the average Fe content in IPA 1 and 3 is 0.11 Mg/L and 0.09 Mg/L respectively, while for Mn it is 0.044 Mg/L and 0.046 Mg/L. After going through the processing process, Fe and Mn levels decreased very significantly, reaching a reduction efficiency of 94-96% for Fe and 97-98% for Mn. The levels of Fe and Mn in processed water are far below the maximum limits stipulated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2 of 2023, namely 0.2 Mg/L for Fe and 0.1 Mg/L for Mn. These results indicate that the water treatment system at PT Hanarida Tirta Birawa has operated very well and produces drinking water that meets applicable drinking water quality standards and meets the international standard ISO 9001:2000 Keywords: Fe content, Mn content, water treatment plant, water industr  
ANALISIS PENAMBAHAN DOSIS ALUMINIUM SULFAT TERHADAP PH AIR DENGAN METODE JAR-TEST DI PT. HANARIDA TIRTA BIRAWA: Kata Kunci: Jar-test, Koagulan, pH Lala, Lailatus Syafa'ah; Adiono, Muchammad; Suaebah, Evi; Rohmawati, Lydia
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Vol 14 No 1
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v14n1.p27-32

Abstract

Metode Jar Test merupakan suatu metode pengujian untuk mengetahui kemampuan suatu koagulan dan menentukan kondisi operasi dosis optimum pada proses penjernihan air. Jar Test biasanya digunakan untuk menentukan konsentrasi dari koagulan. Koagulan yang digunakan yaitu aluminium sulfat. Besaran yang diukur dan dicatat dalam Jar Test meliputi pH dan NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Namun, parameter yang di ukur pada penelitian ini yaitu pH. pH merupakan parameter penting untuk menentukan kadar asam atau basa dalam air. pH air yang di produksi oleh PT. Hanarida Tirta sekitar >7. pH yang sesuai akan meningkatkan efisiensi pengolahan air dengan mengurangi kekeruhan dan kandungan zat-zat terlarut. Berdasarkan hasil pengujian jar-test, pemberian bahan kimia yaitu aluminium sulfat dapat mengurangi nilai pH kadar air baku di PT. Hanarida Tirta Birawa dengan penurunan sebesar 5%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai PH dengan penambahan koagulan telah memenuhi standart SNI 698911.2019. Adanya dosis yang optimal dalam penggunaan aluminium sulfat dapat mengurangi potensi risiko kesehatan akibat penggunaan koagulan yang berlebihan. Kata Kunci: Jar-test, Koagulan, pH Abstract The Jar Test method is a test method to determine the ability of a coagulant and determine the optimum dosage operating conditions in the water purification process. Jar Test is usually used to determine the concentration of the coagulant. The coagulant used is aluminum sulfate. The quantities measured and recorded in the Jar Test include pH and NTU (Nephelometric Turbidity Unit). However, the parameter measured in this study is pH. pH is an important parameter for determining acid or base levels in water. The pH of water produced by PT Hanarida Tirta is around >7. The appropriate pH will increase the efficiency of water treatment by reducing turbidity and solute content. Based on the results of jar-test testing, the provision of chemicals, namely aluminum sulfate, can reduce the pH value of raw water levels at PT Hanarida Tirta Birawa with a decrease of 5%. These results indicate that the PH value with the addition of coagulants has met the SNI 698911.2019 standard. The existence of an optimal dose in the use of aluminum sulfate can reduce potential health risks due to excessive coagulant use. Keywords: Jar-test, coagulant, pH.