cover
Contact Name
Abd Kholiq
Contact Email
kholiq@unesa.ac.id
Phone
+6285731570404
Journal Mail Official
jifi@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya Kampus Ketintang Unesa, Gedung C3 Lantai 1 Jl Ketintang, Surabaya 60321, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Fisika Indonesia (IFI)
ISSN : 23024216     EISSN : 28301765     DOI : https://doi.org/10.26740/ifi
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) is a peer-reviewed journal, ISSN: 2302-4216, which is managed and published by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). This journal is accessible to all readers and covers developments and research in physics (Materials Physics, Earth Physics and Instrumentation Physics).
Articles 449 Documents
Pengaruh Dopan Zn pada Keramik MgTio3 terhadap Peningkatan Parameter Kisi dan Volume Sel Satuan renitafitriani-13; Frida Ulfah Ermawati
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p192-198

Abstract

Abstrak Material keramik dielektrik merupakan material yang menarik perhatian dalam pengembangan resonator dielektrik gelombang mikro, dan teknologi nirkabel modern. Magnesium Titanate (MgTiO3) menjadi satu di antara komponen yang dapat dimanfaatkan dalam aplikasi tersebut. Sifat asli keramik delektrik MgTiO3 dapat dibuat lebih baik dengan menambahkan ion dopan. Terkait hal tersebut, makalah ini melaporkan karakterisasi struktur keramik dengan komposisi baru, yakni 20% mol dopan Zn pada (Mg0,8Zn0,2)TiO3 (MZT02) melalui data XRD. Dopan Zn ditambahkan untuk mengetahui perubahan ukuran parameter kisi dan vol. sel satuan dibandingkan dengan tanpa diberi dopan. Data struktur MZT02 dibandingkan dengan data struktur MgTiO3 tanpa dopan (MZT0). Serbuk MZT0 dan MZT02 disintesis melalui metode pencampuran larutan sesuai stoikiometri, dengan bahan awal serbuk logam Mg, Ti, dan Zn serta HCl 12 M. Serbuk amorf MZT0 dikalsinasi pada 700 °C, sedangkan MZT02 pada 500 °C masing-masing selama 5 jam. Serbuk kristalin dikompaksi menggunakan hidrolik hand press (8 MPa, 10 detik) menjadi pelet silinder pejal berdiameter 8 mm dan disinter pada 1100 °C selama 4 jam. Hasil XRD diperoleh parameter kisi c pada fasa utama MgTiO3 meningkat dari 13,903  10-2 nm (MZT0) menjadi 13,910  10-2 nm (MZT02). Peningkatan juga terlihat pada data volume sel satuan, yakni dari 307.71 ± 0.020  10-1 nm3 (MZT0) menjadi 307.81 ± 0.042  10-1 nm3 (MZT02). Peningkatan parameter kisi dan volume sel satuan disebabkan ukuran jari-jari Zn (0,074 nm) yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran jari-jari Mg (0,072 nm). Distorsi kisi tersebut juga menyebabkan menurunnya nilai konstanta dielektrik () dan faktor Q pada keramik MZT02.   Abstract Dielectric ceramic materials are essential for the development of microwave dielectric resonators and modern wireless technology. Magnesium Titanate (MgTiO3) is one of the components used in that application. Original properties of MgTiO3 dielectric ceramics can be improved by added dopant ions. Therefore, this paper reports the structural characterization of (Mg0,8Zn0,2)TiO3 (MZT02) with 20 mol% Zn dopant via XRD. Structural data of MZT02 are compared with structural data of MgTiO3 without dopants (MZT0). Zn dopants added to determine the changes size of lattice parameters and volume of unit cell compared to without dopant. MZT0 and MZT02 powders were synthesized using stoichiometric solution mixing method, with Mg, Ti, and Zn metal powders and 12 M HCl as starting materials. Amorphous MZT0 powder was calcined at 700 °C, while MZT02 at 500 °C for 5 hours each. crystalline powder compacted using hydraulic-hand-press (8 MPa, 10 seconds) into solid cylindrical pellets with diameter 8 mm and sintered at 1100 °C for 4 hours. XRD results obtained that lattice parameter c of the main phase MgTiO3 increased from 13,903  10-2 nm (MZT0) to 13,910  10-2 nm (MZT02). Consequently, the unit cell volume increased from 307.71 ± 0.020  10-1 nm3 (MZT0) to 307.81 ± 0.042  10-1 nm3 (MZT02). Increase in the lattice parameter and unit cell volume was due to the larger radius of Zn (0.074 nm) compared to radius of Mg (0.072 nm).  Distortion of the lattice also causes a decrease the dielectric constant () and Q factor in MZT02 ceramics.
Keakuratan Centroid Moment Tensor (CMT) pada Software Joko Tingkir untuk 7 Gempa Bumi di Wilayah Kepulauan Nusa Tenggara Adinda Rahma Adzdza Riyatunnisa; Madlazim; Muhammad Nurul Fahmi
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p218-232

Abstract

Abstrak Wilayah Kepulauan Nusa Tenggara merupakan daerah rawan gempa akibat interaksi kompleks antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keakuratan solusi Centroid Moment Tensor (CMT) yang dihasilkan oleh software Joko Tingkir, sebuah sistem komputasi berbasis algoritma Gisola untuk penentuan solusi CMT secara otomatis dan real-time. Analisis dilakukan terhadap tujuh gempa bermagnitudo ≥5 yang terjadi pada tahun 2018–2024. Hasil dari Joko Tingkir dibandingkan dengan data referensi Global CMT menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE) dan sudut Kagan. Nilai RMSE untuk semua parameter berada di bawah batas toleransi (maksimal 13,32°), sedangkan nilai rata-rata sudut Kagan sebesar 12,25°, menunjukkan tingkat kesesuaian geometri yang tinggi. Jenis patahan yang dominan adalah sesar naik, sesuai dengan kondisi geotektonik regional. Kesimpulannya, Joko Tingkir mampu memberikan solusi CMT yang akurat dan andal untuk keperluan seismologi regional dan mitigasi bencana di wilayah rawan gempa.   Abstract The Nusa Tenggara Islands are a seismically active region due to the complex interaction between the Indo-Australian and Eurasian plates. This study aims to evaluate the accuracy of Centroid Moment Tensor (CMT) solutions generated by Joko Tingkir, a computational system based on the Gisola algorithm that provides automated and real-time CMT solutions. The analysis focused on seven earthquake events with magnitudes ≥5 that occurred between 2018 and 2024. The results from Joko Tingkir were compared with reference data from Global CMT using the Root Mean Square Error (RMSE) method and Kagan angle analysis. The RMSE values for all parameters remained below the acceptable threshold (maximum 13.32°), while the average Kagan angle of 12.25° indicated a high degree of geometric consistency. The dominant fault type was reverse faulting, aligning with the regional geotectonic conditions. In conclusion, Joko Tingkir is capable of producing accurate and reliable CMT solutions for regional seismological applications and disaster mitigation efforts in earthquake-prone areas.
STUDI PERBANDINGAN BAJA-LAS TIPE G300 DAN G550 DENGAN MENGGUNAKAN OPTICAL EMISSION SPECTROSCOPY (OES) DAN IMPLIKASI TERHADAP SIFAT FISIS Ainur Rofiatus Sya'diyah; Evi Suaebah; Nugrahani Primary Putri; Fany Aditama
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p199-205

Abstract

Abstrak Penelitian ini membandingkan komposisi kimia baja lapis aluminium seng (BjLAS) tipe G300 dan G550 menggunakan Optical Emission Spectroscopy (OES) serta menelaah kaitannya dengan perbedaan kuat tarik berdasarkan data uji tarik. Sebanyak delapan sampel, masing-masing empat untuk G300 dan empat untuk G550, dianalisis terhadap unsur karbon (C), mangan (Mn), fosfor (P), dan sulfur (S). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa G300 memiliki rata-rata kadar C 0,0745% dan Mn 0,1562%, sedangkan G550 memiliki kadar C 0,0607% dan Mn 0,1340%. Untuk unsur pengotor, kadar P dan S pada kedua tipe masih berada di bawah batas standar yang dirujuk, dengan P sebesar 0,0213% dan 0,0158%, serta S sebesar 0,0113% dan 0,0163% untuk masing-masing G300 dan G550. Meskipun G300 memiliki kadar C dan Mn sedikit lebih tinggi, G550 menunjukkan kuat tarik rata-rata lebih besar, yaitu 694,25 MPa dibandingkan 404,25 MPa pada G300. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan komposisi kimia saja belum cukup menjelaskan perbedaan sifat mekanik, karena riwayat termomekanik selama proses produksi diduga turut berperan. Metode OES terbukti efektif dan akurat dalam menganalisis komposisi unsur dengan ketelitian tinggi, yang menjadi dasar untuk kontrol kualitas dan pemilihan material dalam industri.   Abstract This study compares the chemical composition of aluminum-zinc coated steel (BjLAS/AZCS) types G300 and G550 using Optical Emission Spectroscopy (OES) and examines its relation to differences in tensile strength using supporting tensile data. Eight samples, consisting of four G300 and four G550 specimens, were analyzed for carbon (C), manganese (Mn), phosphorus (P), and sulfur (S). The results show that G300 has average C and Mn contents of 0.0745% and 0.1562%, respectively, while G550 has 0.0607% C and 0.1340% Mn. The P and S contents of both grades remain below the cited standard limits, with P contents of 0.0213% and 0.0158% and S contents of 0.0113% and 0.0163% for G300 and G550, respectively. Although G300 contains slightly higher C and Mn, G550 exhibits a much higher average tensile strength, 694.25 MPa compared with 404.25 MPa for G300. These findings indicate that chemical composition alone is insufficient to explain the mechanical-property difference; the thermomechanical history during production is likely influential. The OES method has demonstrated efficacy and precision in analyzing elemental composition, providing a foundation for quality control and material selection in industry.
KALIBRASI SENSOR LDR (GL5528) TERHADAP LED PUTIH DENGAN METODE EKSPONENSIAL DAN LEAST SQUARE UNTUK PENGEMBANGAN ALAT UKUR INTENSITAS CAHAYA vivi15; Fina Hidayati Rofiah; Ahmad Miqdad Ahyarul Umam; Adek Dwi Fani Irawan; Endah Rahmawati
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p158-165

Abstract

Abstrak Intensitas cahaya merupakan besaran penting dalam berbagai sistem kendali dan otomasi berbasis sensor. Salah satu sensor yang sering digunakan untuk mendeteksi cahaya adalah Light Dependent Resistor (LDR) tipe GL5528 karena kepraktisan dan biayanya yang rendah. Agar sensor ini dapat digunakan secara optimal, diperlukan proses kalibrasi untuk menghubungkan perubahan resistansi terhadap variasi intensitas cahaya yang diterima. Kajian ini memodelkan proses kalibrasi LDR terhadap radiasi cahaya LED putih dengan memvariasikan arus input LED, sehingga intensitas yang diterima sensor berubah dan mengakibatkan perubahan resistansi (Rs). Data karakteristik resistansi terhadap lux diambil dari datasheet, kemudian dimodelkan secara komputasional menggunakan bahasa Python dan metode regresi Least Square dengan pendekatan linier dan eksponensial. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model eksponensial lebih sesuai menggambarkan hubungan antara intensitas cahaya dan resistansi LDR. Hasil ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan alat ukur intensitas cahaya berbasis mikrokontroler secara efisien tanpa perlu pengukuran eksperimental langsung, sehingga mendukung proses desain awal perangkat penginderaan berbasis cahaya.   Abstract Light intensity is an important quantity in various sensor-based control and automation systems. One sensor that is often used to detect light is the Light Dependent Resistor (LDR) type GL5528 due to its practicality and low cost. In order for this sensor to be used optimally, a calibration process is needed to relate changes in resistance to variations in the intensity of light received. This research models the LDR calibration process against white LED light radiation by varying the LED input current, so that the intensity received by the sensor changes and results in a change in resistance (Rs). The data of resistance characteristics against lux is taken from the datasheet, then modeled computationally using Python language and Least Square regression method with linear and exponential approaches. The modeling results show that the exponential model better describes the relationship between light intensity and LDR resistance. These results can be utilized to efficiently develop microcontroller-based light intensity measurement devices without the need for direct experimental measurements, thus supporting the initial design process of light-based sensing devices.
POLIANILIN SEBAGAI SENSOR pH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK Alfazahra Ayu Maulidyah Ayu; Alifatul Azkia Bakhrin; Dinda Hana Murty Wardah; Evi Suaebah; Nugrahani Primary Putri
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p166-181

Abstract

Abstrak Polianilin (PANI) merupakan salah satu polimer konduktif yang banyak diteliti sebagai material sensor pH karena sifat konduktivitasnya yang bergantung pada jumlah ion hidrogen (H⁺) di lingkungannya. Meskipun aplikasinya terus berkembang dalam bidang lingkungan, biomedis, dan teknologi fleksibel, belum ada kajian bibliometrik komprehensif yang memetakan arah dan relevansi ilmiahnya secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab: (1) bagaimana tren jumlah sitasi dari penelitian terkait sensor pH berbasis polianilin dan artikel mana yang paling berpengaruh dalam bidang tersebut, (2) apakah studi Polyaniline (PANI) sebagai sensor pH tetap menjadi topik yang relevan untuk penelitian akademis di masa depan, serta (3) bagaimana upaya penelitian saat ini didistribusikan mengenai sensor pH berbasis Polianilin dalam hal jejaring kolaborasi penulis dan peta topik penelitian berdasarkan kata kunci. Analisis dilakukan menggunakan basis data Dimensions dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dan pemetaan visual melalui VOSviewer. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan penelitian sensor pH berbasis PANI pada periode 2016–2019, diikuti fluktuasi hingga 2025. Meski publikasi menurun setelah 2019, tren sitasi terus meningkat, menandakan keberlanjutan relevansi akademis topik ini. Pemetaan kolaborasi mengidentifikasi klaster riset utama di Asia dan Eropa dengan pergeseran fokus dari sensor optik menuju integrasi nanokomposit dan sistem berbasis IoT. Temuan ini menegaskan meskipun laju publikasi menurun, topik ini tetap memiliki posisi strategis dalam riset material fungsional. Pengembangan masa depan berpotensi difokuskan pada peningkatan sensitivitas, stabilitas jangka panjang, integrasi dengan teknologi nirkabel dan perangkat pintar untuk mendukung sistem pemantauan lingkungan dan biomedis berkelanjutan.   Abstract  Polyaniline (PANI) is one of the most widely studied conducting polymer for pH sensing applications due to its conductivity, which depends on the concentration of hydrogen ions (H⁺) in its environment. Although its applications continue to expand in environmental monitoring, biomedical systems, and flexible technologies, no comprehensive bibliometric study has yet mapped its global scientific relevance and research trajectory. This study aims to address: (1) how citation trends of studies on polyaniline-based pH sensors have evolved and which articles have been the most influential in the field, (2) whether research on Polyaniline (PANI) as a pH sensor remains a relevant topic for future academic investigation, and (3) how current research efforts on PANI-based pH sensors are distributed in terms of author collaboration networks and keyword-based topic mapping. The analysis was conducted using the Dimensions database, applying the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) approach and visual mapping through VOSviewer. Results reveal a significant increase in PANI-based pH sensor research during 2016–2019, followed by fluctuations up to 2025. Although publication output declined after 2019, citation trends continued to rise, indicating the sustained academic relevance of this topic. Collaboration network mapping identified major research clusters in Asia and Europe, with thematic shifts from optical sensors toward nanocomposite integration and IoT-based systems. These findings confirm that despite the decline in publication rate, this topic remains strategically positioned within functional material research. Future directions are expected to focus on improving sensitivity, long-term stability, and integration with wireless and smart technologies to support sustainable environmental and biomedical monitoring systems.
PRAKIRAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DI KOLAKA TIMUR MENGGUNAKAN METODE LOGIKA FUZZY Dwi Zayyan Nurrahma Safitri; Jasruddin; Pariabti Palloan
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p206-217

Abstract

Abstrak Tanah longsor adalah salah satu bencana alam hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kolaka Timur termasuk salah satu daerah yang sering mengalami kejadian tanah longsor sehingga berpotensi menimbulkan banyak korban jiwa maupun kerugian material. Untuk menentukan daerah yang memiliki tingkat kerawanan longsor dapat digunakan beberapa metode, salah satunya adalah logika fuzzy. Logika fuzzy merupakan suatu metode yang dapat menerapkan sifat kesamaran pada nilai sehingga mampu mengikuti cara berpikir manusia. Pada penelitian ini, logika fuzzy digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan longsor pada setiap kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur. Metode logika fuzzy terdiri dari tiga tahapan, yaitu fuzzyfikasi, penalaran, dan defuzzyfikasi. Penelitian ini menggunakan lima parameter sebagai input, yaitu curah hujan, kemiringan, ketinggian, jenis tanah, serta penggunaan lahan, dan menghasilkan keluaran berupa tingkat kerawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kecamatan yang termasuk dalam kelas sangat rawan, empat kecamatan dalam kelas rawan, dan lima kecamatan dalam kelas tidak rawan. Abstract Landslides are one of the hydrometeorological natural disasters that frequently occur in Indonesia. In Southeast Sulawesi Province, East Kolaka Regency is one of the areas where landslides often occur, resulting in significant loss of life and material damage. To determine landslide-prone areas, several methods can be used, one of which is fuzzy logic. Fuzzy logic is a method that applies the concept of vagueness in values and is capable of representing human reasoning. In this study, fuzzy logic is used to determine the level of landslide susceptibility in each district of East Kolaka Regency. The fuzzy logic method consists of three stages: fuzzification, inference, and defuzzification. This study uses five parameters as input variables, namely rainfall, slope, elevation, soil type, and land use, and produces an output in the form of a landslide susceptibility level. The results show that three districts are classified as very highly susceptible, four districts are classified as susceptible, and five districts are classified as not susceptible.
IMPLEMENTASI PERGERAKAN KINEMATIKA INVERS FISIKA DALAM PENGENDALIAN ROBOT OTONOM BERODA MECANUM : Menggunakan Tuning PID Berbasis MATLAB untuk Akurasi Tinggi Wahyu Bagus Syahputro; Dzulkiflih
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p233-242

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan algoritma kinematika invers berbasis fisika yang efisien untuk pengendalian pergerakan robot otonom beroda mecanum. Fokus utama adalah meningkatkan akurasi dan efisiensi pergerakan robot dengan pendekatan kendali yang adaptif dan responsif terhadap variasi kecepatan. Metode penelitian melibatkan perancangan sistem kinematika invers untuk memetakan gerak robot ke kecepatan roda, diintegrasikan dengan kontrol PID yang dituning menggunakan MATLAB. Komponen hardware mencakup mikrokontroler ESP32, motor driver TB6612FNG, dan motor DC encoder. Pengujian dilakukan di Ruang Robotik Rengganis, dengan variabel kecepatan setpoint 100-1000 RPM. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata error kecepatan pada robot fisik setelah tuning PID sebesar 0.21%, sedangkan pada simulasi MATLAB sebesar 0.33%. Respons sistem menunjukkan kondisi stabil dengan error persentase di bawah 0.37% pada kecepatan tinggi. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mengurangi deviasi kecepatan dan meningkatkan performa robot, dengan kontribusi pada pengembangan teknologi robotika instrumentasi yang adaptif.   Abstract This study aims to design and implement a physics-based inverse kinematics algorithm for controlling the motion of a mecanum-wheeled autonomous robot. The main focus is to improve the accuracy and efficiency of robot movement with an adaptive and responsive control approach to speed variations. The research method involves designing an inverse kinematics system to map robot motion to wheel speed, integrated with PID control tuned using MATLAB. Hardware components include ESP32 microcontroller, TB6612FNG motor driver, and DC encoder motor. Testing was conducted in Rengganis Robotics Room, with setpoint speed variables 100-1000 RPM. Results show that the average speed error on the physical robot after PID tuning is 0.21%, while the MATLAB simulation produces an average error of 0.33%. The system response is stable with percentage error below 0.37% at high speeds. This approach is proven effective in reducing speed deviation and improving robot performance, contributing to the development of adaptive instrumentation robotics technology.
RECENT ADVANCES IN GREEN SYNTHESIS OF SILVER NANOPARTICLES FOR ANTIBACTERIAL AND ANTICANCER APPLICATION Dewi Apsari; Munasir
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p243-262

Abstract

Abstrak Nanopartikel perak (AgNPs) telah menjadi fokus utama dalam bidang nanoteknologi biomedis karena sifat antimikroba, antioksidan, dan sitotoksiknya yang luas. Namun, metode sintesis konvensional berbasis bahan kimia dan fisika seringkali menimbulkan dampak toksik bagi lingkungan serta membatasi aplikasi klinis karena rendahnya biokompatibilitas. Untuk itu, pendekatan green synthesis muncul sebagai alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan, menggunakan sumber biologis seperti ekstrak tanaman dan mikroorganisme sebagai agen pereduksi alami. Artikel ini meninjau secara sistematis perkembangan terbaru dalam sintesis hijau AgNPs, dengan penekanan pada keunggulan mekanisme biosintetik dan dampak biologisnya terhadap bakteri patogen serta berbagai lini sel kanker. AgNPs hasil green synthesis terbukti efektif melawan bakteri multiresisten melalui induksi ROS dan disrupsi membran sel, serta menunjukkan efek sitotoksik selektif terhadap sel kanker melalui jalur apoptosis. Kebaruan dari tinjauan ini terletak pada analisis komparatif metode green synthesis terbaru, termasuk pendekatan berbasis tanaman, mikroba, dan teknologi hijau emergen, serta evaluasi mendalam terhadap mekanisme dan efikasi aktivitas antibakteri dan antikanker secara spesifik. Artikel ini juga membahas tantangan dalam standardisasi proses, regulasi, dan prospek klinis ke depan.   Abstract Silver nanoparticles (AgNPs) have become a major focus in biomedical nanotechnology due to their broad-spectrum antimicrobial, antioxidant, and cytotoxic properties. However, conventional chemical and physical synthesis methods often generate toxic environmental impacts and limit clinical applications because of their low biocompatibility. Therefore, green synthesis has emerged as a safer and more sustainable alternative, utilizing biological resources such as plant extracts and microorganisms as natural reducing agents. This article systematically reviews recent advances in the eco-friendly synthesis of AgNPs, with particular emphasis on biosynthetic mechanisms and their biological effects against pathogenic bacteria and various cancer cell lines. Green-synthesized AgNPs have demonstrated significant effectiveness against multidrug-resistant bacteria through reactive oxygen species (ROS) induction and cell membrane disruption, while also exhibiting selective cytotoxic effects on cancer cells via apoptosis pathways. The novelty of this review lies in its comparative analysis of recent green synthesis approaches, including plant-mediated, microbial-mediated, and emerging green technologies, together with a comprehensive evaluation of their antibacterial and anticancer mechanisms and efficacy. In addition, this article discusses current challenges related to process standardization, biosafety, regulatory aspects, and future clinical prospects of green-synthesized AgNPs.  
STUDI KOMPARASI SERAPAN DAN GUGUS FUNGSI DARI CARBON NANO DOTS (CNDS) TERDOPING FECL3 DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) Ima Putriana; Nailul Hasan; Nur Aini Fauziyah
Inovasi Fisika Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Vol 15 No 2
Publisher : Prodi Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ifi.v15n2.p182-191

Abstract

Abstrak Carbon Nano Dots (CNDs) merupakan material nanokarbon yang memiliki ukuran <10 nm yang memiliki sifat optik menarik serta memiliki potensi pada berbagai bidang seperti sensor dan bioimaging. Penelitian ini bertujuan untuk mensitentis CNDs dari limbah biomassa Tandan Kosong Kelapa Swait (TKKS) dan kulit semangka menggunakan metode microwave dengan penambahan urea sebagai agen pasivasi nitrogen serta penambahan  sebagai modifikasi permukaan untuk mempengaruhi sifat material optik. Karakterisasi dilakukan menggunakan UV-Vis dan Fourier Tranform Inframerah (FTIR). Hasil UV-Vis menunjukkan puncak serapan pada rentang 290 – 300 nm yang berkaitan dengan transisi  dari somain karbon  terkonjugasi. Sampel berbasis kulit semangka meunjukkan intensitas serapan yang lebih tinggi dibandingkan TKKS yang mengindikasikan pembentukan domain karbon yang lebih baik. Analisis FTIR identifikasi gugud fungsi O-H, C=C, dan Fe-O, serta pita baru pada 400-600  yang mengonfirmasi keberhasilan doping . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biomassa dapat dimanfaatkan sebagai prekusor ramah lingkungan untuk sintesis CNDs dan modifikasi menggunakan urea serta  yang berpotensi mempengaruhi struktur permukaan dan respon material optik.   Abstract Carbon Nano Dots (CNDs) are carbon nanomaterials with a size <10 nm that possess interesting optical properties and have potential in various fields such as sensors and bioimaging. This research aims to synthesize Carbon Nano Dots (CNDs) from the biomass of Empty Fruit Bunches of Oil Palm (TKKS) and watermelon rind using the microwave method with the addition of urea as a nitrogen passivation agent and the addition  as a surface modifier to influence the optical properties of the material. Characterization was performed using UV-Vis and Fourier Transform Infrared (FTIR). The UV-Vis result showed an absorption peak in the range of 290 – 300 nm, which is related to the  transition of conjugad  carbon domains. Watermelon rind-based sampels showed higher absorption intensity compared to TKKS, indicating better formation of carbon domains. FTIR analysis identified functional groups O-H, C=C, and Fe-O, as well as a new band at 400-600  that confirmed the successful doping of . The result of this study indicate that biomass can be utilized as an environmentally friendly precursor for the synthesis of CNDs and modified using urea and , which has the potential to affect the surface structure and optical response of the material.