cover
Contact Name
La Ode Achmad Suherman
Contact Email
ldasuherman91@gmail.com
Phone
+6282296197872
Journal Mail Official
scejumbuton@gmail.com
Editorial Address
Jl. Betoambari, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara 93717
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shell Civil Engineering Journal
ISSN : 25032909     EISSN : 28288688     DOI : https://doi.org/10.35326/scej
Core Subject : Engineering,
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) is a periodic scientific journal published binually, in June and December by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Buton. The SCEJ journal is a medium for publishing the scientific research results of students, academics, practitioners and observers in the fields of civil engineering including structures, construction management, water resources management, transportation, geotechnics, environmental engineering and their lessons. SCEJ welcomes articles in the form of research articles, review articles, technical notes and editorial notes.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)" : 9 Documents clear
Perencanaan Desa Wisata Pertanian di Desa Kasupute Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe Haydir Haydir; Fajar Sukmajaya; Alfian Ishak; Taufik Taufik; Hasddin Hasddin
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.921 KB) | DOI: 10.35326/scej.v6i2.1952

Abstract

Dengan sumber pertanian yang ada di Desa Kasuputu, Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe tidak saja untuk kegiatan sawah irigasi, namun memiliki potensi sebagai objek wisata. Kegiatan wisata alam di Desa Kasuputu dapat dikelola dengan menjadikannya sebagai desa wisata pertanian. Secara umum, tujuan penelitian ini mengalisa pengetahuan masyarakat dalam perencanaan wisata berbasis potensi desa pertanian, serta perencanaan desa wisata pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kasuputu, Kecamatan Wawotobi Kabupate Konawe. Dengan lansekap yang ada, hamparan sawah, kesediaan masyarakat atas penggunaan lahan mendukung rencana Desa Kasuputu sebagai desa wisata pertanian. Ada empat poin rencanan pengelolaan dan pengembangan wisata (master plan) desa wisata dalam periode tahun pertama dan kedua menyangkut aspek fisik wilayah, pasar, kelayakan lokasi dan daya dukung, daya saing, serta rencana aksi melalui site plan. Dalam penyusunan site plan, ada sepuluh rencana tapak untuk mendukung fungsi wisata yakni area jajanan kuliner lokal, tanaman koltikultura merambat, tanaman koltikultura merambat, sawah, anjungan, kolam, wisma atau penginapan, pedestrian, area parker kendaraan dan pintu masuk.
Analisa Pengaruh Penggunaan Serat Sabut Kelapa Terhadap Kuat Tahan Beton Musrfin Musrfin; Muhammad Abdu; Along Saputra
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.218 KB) | DOI: 10.35326/scej.v6i2.2092

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui perilaku karakteristik material agregat kasar dan agregat halus yang material agregatnya diambil di kawasan Batauga Buton Selatan yang di gabungkan dengan menggunakan serat sabut kelapa yang berasal dari Kelurahan Bonegunu, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara. Pengujian kuat tekan ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan beton (compressive strength) yang direndam (curing) di Laboratorium pada umur 3 hari, 7 hari, dan 28 hari dengan ukuran benda uji slinder 15cm x 30cm. Sampel benda uji dalam penelitian ini berjumlah 15 buah.. Pengujian dilakukan pada satu jenis FAS dengan perlakuan yang sama yaitu, beton normal dengan satu jenis variasi FAS dan beton yang menggunakan serat sabut kelapa dengan satu jenis variasi FAS sebesar FAS 0,45 yang masing-masing terdiri dari 3 benda uji. Dari hasil pengujian yang dilakukan nilai kuat tekan beton yang dihasilkan dengan menggunakan material agregat halus dan agregat kasar yang berasal dari Batauga Buton Selatan dan serat sabut kelapa yang berasal dari Kelurahan Bonegunu, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara yaitu untuk beton normal tanpa penggunaan sabut kelapa rata-rata umur 3 hari sebesar 183,4 Kg/Cm2, umur 7 hari sebesar 246,1 Kg/Cm2 dan umur 28 hari sebesar 279,9 Kg/Cm2, sedangkan untuk beton dengan campuran sabut kelapa rata-rata pada umur 3 hari sebesar 117,8Kg/Cm2, , rata-rata umur 7 hari sebesar 145,0 Kg/Cm2, dan rata-rata umur 28 hari sebesar 122,5 Kg/Cm2. Berdasarkan hasil uji kuat tekan menunjukan bahwa nilai kuat tekan yang diperoleh semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur perawatan benda uji baik beton normal maupun beton dengan sabut kelapa.
Analisa Risiko Kecelakaan Kerja pada Pembangunan Gedung Ruko Ahmad Efendi; Fariani Fariani
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.871 KB) | DOI: 10.35326/scej.v6i2.2097

Abstract

Kecelakaan kerja dalam suatu proyek pada umumnya dapat menimbulkan korban jiwa sebab kegiatan proyek konstruksi adalah kegiatan yang memiliki sifat high risk sehingga menjdai salah satu faktor utama yang menjadi sumber penyebab kecelakaan kerja. Dalam proyek pembangunan ruko masih kurang memperhatikan aspek K3 yang ditunjukkan dengan tidak adanya jaring pengaman dibagian sisi bangunan. Tujuan dari dilakukannya penelitian yaknik untuk mengetahui mengetahui pekerjaan-pekerjaan yang memiliki level risiko yang tinggi, mengetahui faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja dan penerapan K3 sebagai bentuk penanganan yang dilakukan terhadap pekerjaan-pekerjaan tersebut. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah William T.Fine Method guna menentukan jenis kecelakaan serta level risiko yang mungkin terjadi. Metode ini menganalisis risiko dengan langkah awal menentukan kriteria serta nilai dari consequences factor, langkah selanjutnya adalah menentukan kriteria serta nilai dari exposure factor, dan langkah terakhir adalah menentukan kriteria serta nilai dari probability factor. Hasil penelitian diperoleh 6 (enam) variabel pekerjaan berisiko tertinggi dengan level risiko substansial dari 19 (sembilan belas) variabel pekerjaan yang berisiko yakni tali catrol putus dengan nilai risiko 178,35; jatuhnya steger dan menindis orang yang bekerja serta fasilitas dengan nilai risiko 108,34; fasilitas jatuh dan menimpa orang yang bekerja dengan nilai risiko 108; iritasi kulit dengan nilai risiko 88,06; orang yang bekerja dan fasilitas tertimpa kerangka yang jatuh dengan nilai risiko 86,40; dan luka yang disebabkan besi dengan nilai risiko sebesar 80,40 dengan risiko tertinggi berada pada pekerjaan lifting bahan kostruksi menggunakan catrol dan risiko terendah berada pada pekerjaan penulangan.
Analisis Stabilitas Pondasi (Platform) Rumah Rompong Menggunakan Bahan Styrofoam Aswad Asrasal; Muhammad Abdu; Intan Ahlul Hafsyah
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.013 KB) | DOI: 10.35326/scej.v6i2.2098

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki perairan yang sangat luas sehingga aktivitas nelayan penangkap ikan menjadi sektor utama dalam pencapaian kebutuhan ikan dalam negeri maupun luar negeri. Rompong adalah media atau alat yang digunakan untuk memancing gerombolan ikan untuk mendekat di area rumah rompong dengan bantuan pencahayaan dan jaring dalam melakukakan penangkapan ikan. Rumah rompong adalah suatu konstruksi bangunan yang dibangun diatas permukaan air (air danau atau laut) yang mengapung dan digunakan sebagai tempat tinngal sementara, tempat jaga dan tempat pengikat rompong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas pondasi (platform) rumah rompong menggunakan material styrofoam sehingga dapat diaplikasikan pada rompong nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dipergunakan untuk mengukur data berupa angka atau bentuk kualitatif yang diangkakan berkenaan dengan keadaan struktur platform rumah rompong, struktur atas serta gaya-gaya yang terjadi, bersifat faktual dan akurat. Analisis keseimbangan material platform rumah rompong terhadap beban diatasnya menggunakan software SAP2000. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah total berat strukur rumah rompong (G) sebesar 76.814 newton, gaya apung (Fa) yang dihasilkan dari platform rumah rompong yaitu sebesar 95.520 newton dan 18.706 newton lebih beasar dari berat sutrukturnya, sehingga platform rumah apung 12,5 cm berada diatas permukaan air dan stabilitas struktur rumah rompong dengan luas bangunan 12 m2 dengan menggunakan material styrofoam dapat dikatakan stabil atau aman untuk digunakan
Pengaruh Penambahan Serat Sabut Kelapa dan Tempurung Kelapa terhadap Nilai Kuat Tekan Batako Muh. Sayfullah. S; Musrifin Musrifin; Risnawati Risnawati; Israel Padang
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.179 KB) | DOI: 10.35326/scej.v6i2.2104

Abstract

Batako adalah salah satu bahan yang paling sering digunakan untuk sekat konstruksi, karena batu bata lebih berguna dan meningkatkan waktu produktif. Banyak metode yang digunakan untuk menentukan bahan terbaik untuk membuat batu bata. Salah satunya adalah mencari material yang hemat biaya dan memiliki kuat tekan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sabut kelapa dan tempurung kelapa terhadap kuat tekan batako menggunakan persentase sabut kelapa 2 % dan tempurung kelapa 0,2%. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen. Berdasarkan temuan uji masing-masing sampel menggunakan rasio 1:5. Kuat tekan rata-rata bata normal umur 3 hari adalah 20,1 Kg/cm2, umur 7 hari adalah 34,3 Kg/cm2, dan umur 28 hari adalah 40,8 Kg/cm2. Sedangkan batu bata dengan penambahan sabut kelapa dan tempurung kelapa memiliki kuat tekan rata-rata 30,4 Kg/cm2, batu bata umur 7 hari memiliki kuat tekan 35,2 Kg/cm2, dan batu bata umur 28 hari memiliki kuat tekan 51,8 Kg/ cm2. Dampak dari penambahan sabut kelapa dan tempurung kelapa adalah meningkatkan kekuatan bata sekaligus menurunkan beratnya. Kuat tekan yang diperoleh pada penelitian ini dengan penambahan bahan tersebut adalah mutu III, dan kuat tekan yang diperoleh dengan mutu IV memenuhi syarat mutu SNI untuk batu bata.
Analisis Perbandingan Harga Sewa Alat Berat Antara Excavator Komatsu PC200 Dengan Excavator Caterpillar 320D Syamsul Bahri Bahar
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.047 KB) | DOI: 10.35326/scej.v6i2.2115

Abstract

Penentuan jenis dan tipe alat berat tidak lepas jenis pekerjaan yang dilakukan, volume pekerjaan dan kondisi geografis proyek itu sendiri. Dalam perkembangan industri alat berat saat ini distributor atau pabrikan pembuat alat berat seperti caterpillar, komatsu, hitachi dan volvo banyak membuat produk-produk baru dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan lebih efisien dalam pengoperasiannya. Tentunya hal ini bagi konsumen pemakai alat berat akan yang semakin selektif dalam memilihan alat berat baik harga maupun kualitas. Salah satu jenis alat berat yang banyak dibuat oleh pabrikan yaitu excavator. Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah yang akan dikaji adalah Berapakah perbandingan biaya sewa excavator komatsu PC200 dan excavator caterpillar 320D. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Biaya sewa excavator PC-200 Perjam = Rp. 508.940,- Biaya sewa excavator 320D Perjam = Rp. 519.630,-
The Effect of Online-Based Transportation on Conventional Transportation Revenues in Baubau City Agusman Agusman; Hendra Kundrad Susanto; Muh. Indriyan
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.625 KB) | DOI: 10.35326/scej.v6i2.2117

Abstract

Online-based transportation is a type of transportation that uses a smartphone to store applications in the form of a server that can be used to order transportation equipment in the form of two-wheeled or four-wheeled vehicles. With this online transportation, consumers now no longer have to wait or have to go to wait at the motorcycle taxi stand or at the roadside to wait for a taxi or tell the address because Taxi online already has a coordinate point for a pick-up point for customers. It can even be picked up at home though. In addition, consumers do not need to haggle about fares, because they have been determined based on the distance traveled. Initially, the presence of conventional taxis (Ade Taksi) in Baubau City was 25 units, but over time and coupled with the presence of online transportation, now there are only 8 taxi units that are actively operating. The purpose of this study is to find out how much influence the existence of online-based transportation has on the income of conventional taxi drivers and how people are interested in using conventional taxis after online transportation. Based on the results of research, online transportation has a very negative influence on the income or income of conventional taxi drivers. As evidence, it can be seen from the results of the study that the income of taxi drivers decreased before the presence of online transportation and after the presence of online transportation. The average income earned by conventional taxi drivers is Rp. 4,312,500 and after online transportation of Rp. 3,412,500 and the presence of online-based transportation has a negative impact on the large number of interest in using conventional taxis. This can be proven by the decrease in monthly taxi revenue before the online-based transportation and after the online-based transportation. So that the average number of taxi enthusiasts or customers before the online online-based transportation was 1,170 calls and the average number of customers after the online-based transportation was 927 calls (10.9%). 500 and the presence of online-based transportation has a negative impact on the large number of interest in using conventional taxis. This can be proven by the decrease in monthly taxi revenue before the online-based transportation and after the online-based transportation. So that the average number of taxi enthusiasts or customers before the online online-based transportation was 1,170 calls and the average number of customers after the online-based transportation was 927 calls (10.9%). 500 and the presence of online-based transportation has a negative impact on the large number of interest in using conventional taxis. This can be proven by the decrease in monthly taxi revenue before the online-based transportation and after the online-based transportation. So that the average number of taxi enthusiasts or customers before the online online-based transportation was 1,170 calls and the average number of customers after the online-based transportation was 927 calls (10.9%).
Analisa Keselamatan Lalu Lintas di Kota Baubau (Studi Kasus di Pendakian Palatiga, Jalan Gatot Subroto) Idwan Idwan; Natsril Natsril
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/scej.v6i2.2148

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan sarana trasportasi ini sangat sulit diimbangi oleh pertumbuhan prasarana transportasi karena terbatasnya lahan, maka dengan kenaikan jumlah pemakaian kendaraan bermotor yang tinggi akan menimbulkan kecelakaan lalu lintas pada ruas Jalan Gatot Subroto, terutama pada jam-jam sibuk terjadi gangguan kelancaran lalu-lintas yang berupa kemacetan lalu-lintas. Berhubung pendakian Palatiga Jalan Gatot Subroto sangat curam dengan tingkat kemiringan ±23º dengan panjang jalan pendakian Palatiga ±750 m. Hal ini terjadi akibat adanya lokasi-lokasi kegiatan seperti pompa bensin, jalur perkantoran, jalur rumah sakit, serta jalur ke pasar . Keluar masuk kendaraan darilokasi kegiatan tersebut menimbulkan bangkitan dan tarikan lalu-lintas sehingga menimbulkan dampak lalu-lintas yang berupa ke lalu-lintas. Meskipun demikian sampai saat ini tindakan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk menangani keadaan ini belum memuaskan sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan analisis kinerja ruas jalan pada jalan yang bersangkutan agar dapat menemukan solusi adanya keselamatan lalu-lintas tersebut.
Analisis Perbedaan Struktur Truss Tipe Warren Dan Tipe Warren Terbalik Pada Jembatan Pipa Muhammad Abdu; Aswad Asrasal
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol 6 No 2 (2021): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Civil Engineering Faculty, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/scej.v6i2.2373

Abstract

Pada dasarnya jembatan digunakan untuk menghubungkan suatu tempat ke tempat lain yang di antaranya terdapat sungai, jurang dan lain sebagainya. Penentuan model jembatan sangat penting sehingga penentuan model dan tipe dari struktur menjadi faktor dalam perencanaan, salah satunya untuk mendapatkan suatu konstruksi yang aman, kuat dan ekonomis. Sehingga untuk bentang panjang struktur jembatan truss menjadi salah satu pilihan. Pada analisis kali ini untuk jembatan pipa digunakan rangka batang (truss) tipe warren dan tipe waren terbalik di mana dimensi untuk batang atas dan bawah dengan simbol batang A dan B digunakan profil L150.150.12 sedangkan batang tegak dengan simbol C digunakan profil L60.60.6 sedangkan untuk Batang diagonal dengan simbol D digunakan Profil L90.90.10 dan analisis dari model ini untuk gaya axial tidak mengalami perubahan nilai hanya mengalami posisi arah dari gaya yang awal tekan menjadi tarik sedangkan untuk rasio yang terjadi pada batang tipe warren dengan simbol A mengalami perubahan rasio akibat perubahan arah gaya , yang awal gaya tekan dengan rasio maksimum (ρ) =0,74 menjadi gaya tarik dengan rasio maksimum (ρ) =0,61 mengalami penurunan rasio sebesar (ρ) =0,13 dan secara keseluruhan penurunan rata-rata 17,8%, rasio yang terjadi pada batang tipe warren dengan simbol B mengalami perubahan rasio akibat perubahan arah gaya , yang awal gaya tarik dengan rasio maksimum (ρ) =0,59 menjadi gaya tekan dengan rasio maksimum (ρ) =0,72 mengalami kenaikan rasio sebesar (ρ) =0,13 atau secara keseluruhan kenaikan rata-rata 17,9% begitu pula model lainnya dan untuk lendutan tidak mengalami perubahan antara tipe warren dan tipe warren terbalik . tetapi dari nilai rasio dipastikan struktur tipe warren mengalami keruntuhan terlebih dahulu ketimbang tipe warren terbalik dengan rasio tipe warren = 0,74 lebih besar ketimbang tipe warren terbalik = 0,72.

Page 1 of 1 | Total Record : 9