cover
Contact Name
Randika Fandiyanto
Contact Email
jebgGROWTH17@gmail.com
Phone
+6285746814826
Journal Mail Official
jebgGROWTH17@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Abdurachman Saleh Situbondo JL. PB SUdirman No. 07 Situbondo
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH (JEBG)
ISSN : -     EISSN : 27151719     DOI : https://doi.org/10.36841/growth-journal.v19i2
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi dan Binsin Growth (JEBG) Fakultas Ekonomi Universitas Abdurachman Saleh Situbondo adalah jurnal yang ditujukan sebagai jembatan antara ilmu dan praktek manajemen. JBEG mempublikasikan artikel baik berupa telaah pustaka maupun hasil penelitian empiris. JEBG menerima naskah dari berbagai bidang atau disiplin ilmu, seperti Akuntansi, Keuangan, Manajemen Strategi, Pemasaran dan disiplin ekonomi lainnya.
Articles 253 Documents
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI PARAWISATA DI BUKIT CIP (COTTOK INNOVATION PARK) KABUPATEN SITUBONDO Praja, Yudha; Anshory, Muhammad Iqbal
Growth Vol 23 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/growth-journal.v23i2.7687

Abstract

Pengembangan pariwisata merupakan salah satu pendekatan strategis untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi Pariwisata Bukit CIP (Taman Inovasi Katun) sebagai destinasi wisata di Kabupaten Situbondo dan merumuskan strategi pengembangan yang tepat menggunakan pendekatan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola pariwisata dan masyarakat setempat, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan mengidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal dan selanjutnya dirumuskan ke dalam matriks SWOT melalui analisis IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pariwisata Bukit CIP memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Kekuatan utamanya meliputi lokasi strategis, potensi ekowisata, budaya lokal yang unik, dan ketersediaan fasilitas rekreasi. Namun, beberapa kelemahan teridentifikasi, seperti promosi yang terbatas, infrastruktur yang tidak memadai, manajemen pariwisata yang lemah, dan akses transportasi yang terbatas. Dari perspektif eksternal, peluang pengembangan muncul dari peningkatan infrastruktur, diversifikasi produk wisata, pengembangan paket wisata, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan eksternal. Sementara itu, ancaman utama meliputi persaingan antar destinasi wisata, perubahan iklim dan risiko bencana alam, ketidakpastian ekonomi, dan perubahan kebijakan pemerintah. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan yang direkomendasikan terdiri dari strategi SO, ST, WO, dan WT, dengan penekanan pada penguatan promosi digital, peningkatan pengelolaan lingkungan, peningkatan infrastruktur dan fasilitas pariwisata, serta peningkatan kapasitas manajerial melalui kolaborasi multi-pemangku kepentingan. Studi ini menyimpulkan bahwa pengembangan Pariwisata Bukit CIP berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal dan meningkatkan kesadaran lingkungan, asalkan dikelola secara terencana dan berkelanjutan.
ANALISIS HAMBATAN DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI K3 DARI PERSPEKTIF KARYAWAN PADA PT X Utsukhusi, Marlyn Putri; Sabila, Farah Dina; Atho'illah, Akhmad Yunan
Growth Vol 23 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/growth-journal.v23i2.7518

Abstract

This study aims to analyze the barriers and challenges in the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) from the employees’ perspective at PT X. As a manufacturing company, PT X is exposed to a high level of occupational accident risks due to the use of machinery and chemical substances in its production process. Although OHS policies have been established, their effectiveness is still influenced by employees’ experiences and perceptions in the workplace. A fatal workplace accident in 2024, which resulted in one employee’s death and another suffering serious injuries, highlights the urgent need for a comprehensive evaluation of OHS implementation. This research employed a qualitative method with a case study approach, utilizing in-depth interviews and document analysis from the company as well as media reports. The findings indicate that the main barriers to OHS implementation include low employee compliance with safety procedures, limited safety facilities, and weak management supervision. The challenges identified involve a work culture that prioritizes productivity over safety, limited budget allocation, and the lack of continuous OHS training. The study concludes that improving the effectiveness of OHS requires active involvement of both management and employees in building a strong safety culture, strengthening supervision, and enhancing the quality of training and safety facilities
LITERATURE REVIEW: PERAN SELF-EFFICACY DALAM MENGURANGI DAMPAK NEGATIF KECEMASAN FINANSIAL Nur Hidayah, Windy Maulidia; Agustin, Riska
Growth Vol 23 No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/growth-journal.v23i2.7664

Abstract

Kecemasan finansial merupakan salah satu bentuk tekanan psikologis yang semakin menonjol di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah peran self-efficacy dalam mengurangi dampak negatif kecemasan finansial. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA melalui seleksi beberapa artikel pada rentang tahun 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan finansial, baik secara langsung maupun melalui peran sebagai mediator dan moderator. Temuan ini memberikan implikasi praktis bahwa intervensi berupa peningkatan literasi keuangan dan peningkatan self-efficacy dapat menjadi strategi efektif untuk membantu individu mengelola kecemasan finansial.