cover
Contact Name
Admin Idarah
Contact Email
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Phone
+62251-7559354
Journal Mail Official
jurnal.idarah@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Sekolah Pascasarjana UIKA Gedung Pascasarjana K.H. Sholeh Iskandar Lt. 2 Kampus Universitas Ibn Khaldun Jl. K.H. Sholeh Iskandar Km. 2, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat 16164
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27235386     DOI : https://doi.org/10.32832/itjmie
Core Subject : Education, Social,
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, (2723-5386: online media): is a peer-reviewed scientific periodical journal published by the Master of Islamic Education Study Program at the Postgraduate School of Ibn Khaldun University, Bogor. This journal dedicated to publishing scientific articles in the study of Islamic Education management from different aspects and perspectives. It distributes its articles twice a year, in January and July.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021)" : 4 Documents clear
Pengembangan Metode Pendidikan Agama Islam Berbasis Kisah Qurani Sebagai Media Penanaman Karakter Islami Muhammad Abdul Latif
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.802 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v2i1.3659

Abstract

Characters that are often discussed as part of educational goals are still overlapping. The values of the characters that want to be instilled are still not raised, and there needs to be developed. The value of Islamic characters can be taken from the previous Saheeh stories told directly by the Prophet Muhammad. Researchers tried to explore other Islamic characters by using descriptive methods using the library research approach. The primary data source of this research is a book by Umar Sulaiman al-Asyqor, titled The Stories of Shahih in the Qur'an and As-Sunnah, curriculum 2013 pai elementary school subjects, related books, thesis, and articles relevant to the theme studied. This study found many Islamic characters that have not been listed in the competency standards of the PAI 2013 curriculum. Of the 18 character values and 61 characters determined, there are still character values that have not been listed if they are based on Islamic values. Among the characters that do not exist and need to be used as development are: tawhid, analytical, exemplary, prudence, qana'ah, produce work, firm, admit mistakes, obey, love animals, benefactors, shame, hospitality, meticulous, cooperation, help, curiosity, rukun, good guess, tabligh, fathanah, and straightforward. AbstrakKarakter yang sering dibahas sebagai bagian dari tujuan pendidikan masih mengalami timpang tindih. Nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan masih belum dimunculkan serta perlu adanya pengembangan. Nilai karakter islami dapat diambil dari kisah-kisah shahih terdahulu yang diceritakan langsung oleh Rasulullah Muhammad saw. Peneliti mencoba menggali lebih jauh karakter Islami dengan menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan library research. Sumber data utama dari penelitian ini adalah buku karya Umar Sulaiman al-Asyqor, dengan judul Kisah-Kisah Shahih dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, kurikulum 2013 mata pelajaran PAI sekolah dasar, buku-buku terkait, tesis, serta artikel yang relevan dengan tema yang diteliti. Hasil penelitian ini menemukan banyak karakter Islami yang belum tercantum dalam standar kompetensi kurikulum PAI 2013. Dari 18 nilai karakter dan 61 karakter yang sudah ditentukan, masih ada nilai karakter yang belum tercantum jika dilandaskan kepada nilai-nilai keislaman. Di antara karakter yang belum ada dan perlu dijadikan pengembangan adalah: tauhid, analitis, teladan, kehati-hatian, qana’ah, menghasilkan karya, teguh, mengakui kesalahan, taat, menyayangi hewan, dermawan, rasa malu, silaturahmi, teliti, kerja sama, tolong-menolong, rasa ingin tahu, rukun, baik sangka, tabligh, fathanah, dan sederhana.
Implementasi Konsep Kepemimpinan Al Mawardi di Sekolah Menengah Atas Umi Muharyani
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.197 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v2i1.3670

Abstract

The school's low quality is strongly influenced by the quality of the leaders who manage the institution. Therefore, to create a quality school, a leader who understands his leadership duties is needed. This research discusses leadership in the book Adabud Dunya wad Din by Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al Mawardi and its implementation at Muhammadiya High School 2 Balikpapan.  The research method used is a qualitative research method, which starts from deepening leadership in 2 books by Al Mawardi and field observation at SMA Muhammadiyah 2 Balikpapan School. The study results explained that the leadership of Islamic principals should have the criteria of leaders and the attributes of Islam. First, Muslims, believers and pious. The second follows the leadership of the Messenger of Allah. that brings grace. The three principals should be toddlers, fourth, knowledgeable and practising religion. The five compassions have good morality, are commendable morals, firmly hold the trust, and will not have the Sixth, fair. Seventh, Honestly, the Eighth has power, the Ninth. Competence and knowledge, Tenth, perfect. Eleventh has the science of school administration. Twelfth, bring the people he leads to be good human beings, namely servants and ready to become caliphs on this earthAbstrakRendahnya kualitas sekolah sangat dipengaruhi oleh kualitas pemimpin yang mengelola lembaga tersebut. Sehingga, untuk menciptakan sekolah yang berkualitas maka diperlukan pemimpin yang memahami tugas kepemimpinannya. Penelitian ini membahas konsep kepemimpinan dalam kitab Adabud Dunya wad Din karya Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin habib Al Mawardi dan implementasinya di Sekolah SMA Muhammadiya 2 Balikpapan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, yang dimulai dari pendalaman konsep kepemimpinan dalam 2 kitab karya Al Mawardi dan observasi lapangan di Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Balikpapan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah Islam hendaknya memiliki kriteria pemimpin dan sifat-sifat Islam. Pertama, muslim, beriman dan bertaqwa. Kedua mengikuti kepemimpinan Rasulullah. yang membawa rahmat. Ketiga kepala sekolah hendaknya baligh, Keempat, berilmu dan mengamalkan agama. Kelima kasih sayang memiliki moralitas yang baik, berakhlaq terpuji, teguh memegang amanah, dan tidak akan bermaksiat Keenam, adil. Ketujuh, Jujur, Kedelapan memiliki power (kekuasaan), Kesembilan. Kompetensi dan berilmu, Kesepuluh, sempurna. Kesebelas, memiliki ilmu administrasi sekolah. Keduabelas, membawa orang-orang yang dipimpinya menjadi manusia yang baik yaitu sebagai hamba dan siap menjadi khalifah di bumi ini.
Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Islam Perspektif Al-Ghazali di SMA/SMK Negeri Kota Tarakan Baharuddin Baharuddin; Adian Husaini
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.895 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v2i1.3672

Abstract

Teachers' certification as a medium to improve teacher competence is considered not optimal, so it is necessary to explore a more comprehensive concept. This study aimed to examine the Personality Competency of Islamic Religious Education Teachers (PAI) at Tarakan State High School/Vocational High School in al-Ghazali Perspective. This research is field research that is descriptive qualitative. This research approach is a theological, pedagogical, psychological, and managerial approach. This study's data sources are primary data sources consisting of principals, deputy heads, Islamic Education teachers, learners, and secondary data sources consisting of the necessary documentation. Research instruments use observation guides, interview guidelines, and checklist documentation. Data collection methods use observation, interviews, and documentation. Data processing and analysis techniques through three stages, namely data reduction, data presentation (data display), and conclusion withdrawal (data verification). Through collecting, processing, and analyzing data, it was found that in general aspects of the personality of Islamic Education teachers in Tarakan City in al-Ghazali Perspective still exist that need to be improved from less to good. The implication is: Teachers must have the right criteria, as stated by Al-Ghazali and the LawAbstrakSertifikasi guru sebagai media untuk meningkatkan kompetensi guru, dinilai belum optimal, sehingga perlu untuk menggali sebuah konsep yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian ini mengkaji Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA/SMK Negeri Kota Tarakan dalam Perspektif al-Ghazali. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan teologis, pedagogis, psikologis, dan pendekatan manajerial. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala, guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, dan sumber data sekunder yang terdiri dari dokumentasi penting. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi, pedoman wawancara, dan check list dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan dan analisis data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi data). Melalui proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis data maka ditemukan hasil penelitian bahwa pada umumnya aspek kepribadian guru Pendidikan Agama Islam di Kota Tarakan dalam Perspektif al-Ghazali masih ada yang perlu ditingkatkan dari kurang baik menjadi baik. Implikasinya adalah: Guru harus memiliki kriteria baik sebagaimana telah diungkapkan oleh Al-Ghazali dan Undang-Undang.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Karakter Siswa SMK Inayah Nurul Fajriati; Ending Bahruddin
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.235 KB) | DOI: 10.32832/itjmie.v2i1.3327

Abstract

Islamic religious education is one of the factors that influence students' attitudes and behaviours who can transform into characters so that it becomes a habit in people's lives. The writing of this article aims to find out the learning of Islamic religious education, obtain an overview of the character of students and, to find out the extent of the influence of Islamic religious education in shaping the character of students, the research was conducted in March - June 2019 at SMK Izzatul Islam Bogor Regency. The approach used in this study is quantitative, using correlational methods, and collecting data using questionnaires and observations. The result that can be concluded in this study is the existence of a moderate correlation between Islamic religious education in shaping students' character. The result of calculations get a calculated r-value of 0.463, r table 0.244; then it can be interpreted the result into a moderate category. Therefore, it can be said that Ha is received and Ho is rejected so that it can be concluded that there is an influence between Islamic religious education in shaping the character of students. From the data of the calculation of the price of the coefficient of determination obtained by 39.69%, meaning that Islamic religious education as a variable X turns out to contribute to the character of students by 60.31%, this data can be interpreted that the character of students is not only determined by aspects of spiritual value, but 60.31% is influenced by various other aspects such as extracurricular, family, environment and so on.AbstrakPendidikan agama Islam merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku siswa yang dapat menjelma menjadi karakter sehingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran pendidikan agama Islam, memperoleh gambaran tentang karakter siswa dan, untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa, penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2019 di SMK Izzatul Islam Kabupaten Bogor. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan metode korelasional, dan pengumpulan datanya memakai kuesioner dan observasi. Adapun hasil yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah adanya korelasi yang sedang antara pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa. Hasil perhitungan mendapatkan nilai r hitung sebesar 0,463, r tabel 0,244, maka dapat diinterpretasikan hasil tersebut masuk ke kategori sedang, oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Ha di terima dan Ho di tolak, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya pengaruh antara pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa. Dari data hasil perhitungan harga koefisien determinasi diperoleh sebesar 39,69%, artinya bahwa pendidikan agama Islam yang dijadikan variabel X ternyata berkontribusi terhadap karakter siswa sebesar 60,31%, data ini dapat ditafsirkan bahwa karakter siswa bukan hanya ditentukan oleh aspek nilai spiritual saja, tapi 60,31% dipengaruhi oleh berbagai aspek lain seperti ektrakurikuler, keluarga, lingkungan dan sebagainya.          

Page 1 of 1 | Total Record : 4