cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2017)" : 17 Documents clear
METODE LATIHAN PADUAN SUARA SMASA CHOIR BLITAR DALAM RANGKA LOMBA PADUAN SUARA UNIVERSITAS AIRLANGGA 2018 DEBORA WATI PUTRI; BUDI DHARMAWANPUTRA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Smasa Choir Blitar merupakan tim paduan suara yang berhasil menorehkan pengalaman dan prestasi dengan membawakan lagu Podho Nginang aransemen Yanu Kristiono sejak tahun 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tentang perencanaan latihan dan metode latihan paduan suara Smasa Choir Blitar dalam mengikuti kompetisi LPSUA 2018. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian yaitu metode latihan yang diterapkan Smasa Choir Blitar, dan subjek penelitian yaitu Tim Paduan Suara Smasa Choir Blitar. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan pelatih dan anggota, serta dokumen dari Smasa Choir Blitar. Latihan untuk LPSUA 2018 ini Smasa Choir memiliki perencanaan latihan yang didalamnya terdapat perencanaan latihan fisik, latihan vokal, latihan pendengaran dan latihan vokal. Latihan tesebut untuk memaksimalkan dalam membawakan lagu Podho Nginang sampai tahap perform. Smasa Choir Blitar menerapkan tiga metode latihan yaitu: Metode Linear dengan tahapan pemanasan fisik, latihan pernapasan, pemanasan vokal, latihan intonasi, membaca notasi, latihan artikulasi dan dinamika, ekpsresi serta interpretasi hingga koreografi. Metode Latihan Bersama Teman dimana setelah latihan secara individu, anggota melakukan latihan persektor jenis suara kemudian latihan bersama satu tim. Metode Drill merupakan latihan lagu secara berulang-ulang, baik bagian sulit, keseluruhan maupun koreografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan metode latihan yang digunakan dalam berlatih lagu Podho Nginang efektif dan menunjukkan hasil yang baik. Kata Kunci: Paduan Suara, Metode Latihan.
METODE PEMBELAJARAN PIANO UNTUK ANAK USIA 3-5 TAHUN DI YAMAHA MUSIC SCHOOL
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Musik telah menjadi bentuk komunikasi manusia yang unik, dengan aransemen suara yang terstruktur sangat baik seperti susunan dalam tata bahasa. Musik bisa didengarkan dan dinikmati baik oleh orang yang memiliki pengetahuan tentang musik atau yang awam sama sekali tentang musik. Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan musik baik secara individu maupun kelompok karena musik menjadi salah satu sisi budaya manusia. Salah satu alat musik yang dapat menghasilkan instrumen-instrumen musik adalah piano. Piano adalah salah satu instrumen musik yang paling banyak digemari dan dipelajari oleh segala tingkatan usia. Piano memiliki karakter yang unik dan selalu dapat dinikmati di setiap masa untuk jenis musik apapun. Kelebihan piano adalah instrumen yang memiliki range nada sangat luas hingga mencapai lebih dari 7 oktaf yang tidak dimiliki oleh instrumen lainnya, karena itu piano mampu menampilkan lagu-lagu ekspresif dengan perbendaharaan nada rendah dan tinggi yang beragam. Salah satu sekolah musik yang memberikan pembelajaran alat musik piano adalah Yamaha Music School Surabaya. Pembelajaran piano yang dilakukan Yamaha Music School Surabayakepada siswanya dapat berjalan dengan efektif apabila memenuhi aspek-aspek dalam pembelajaran piano dalam penelitiannya menyebutkan bahwa dalam belajar piano terdapat beberapa aspek yang diajarkan, yaitu memory singing, hearing, reading, dan finger drill. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pembelajaran piano untuk anak usia bawah 10 tahun khusunya pada anak usia 2 sampai 5 tahun di Yamaha Music School Surabaya berdasarkan aspek-aspek memory singing, hearing, reading, dan finger drill, sehingga nantinya dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pembelajaran piano yang dilakukan Yamaha Music School Surabaya.Kata kunci: metode, pembelajaran piano.
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK ANGKLUNG DENGAN METODE ISYARAT DI SMA NEGERI 3 MAGETAN MADHA EKA SISWARDANNY; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

SMA Negeri 3 Kabupaten Magetan menerapkan pembelajaran ekstrakurikuler musik Angklung untuk siswa-siswi dengan menggunakan media Angklung. Pembelajaran ekstrakurikuler musik Angklung memerlukan kerja sama dengan pemusik lain yang dapat mengembangkan kreativitas siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang: 1) Proses pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung, 2) Hasil pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung, 3) Kendala pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung pada siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan.Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Objek penelitian yakni pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung dengan metode isyarat di SMA Negeri 3 Magetan. Subjek penelitian yakni siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan yang mengikuti ekstrakurikuler musik angklung. Lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Magetan, Jalan Raya Sarangan No.45 Kabupaten Magetan. Sumber data primer diperoleh dari Sri Peni Lestari selaku pelatih ekstrakurikuler musik angklung dan Atik Fatihati selaku Kepala Sekolah. Data sekunder diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mendapatkan keabsahan data, menggunakan triangulasi data yang diperoleh dari wawancara, observasi pada saat proses pembelajaran berlangsung serta dokumen-dokumen seperti buku catatan siswa, foto-foto pendukung kegiatan ekstrakurikuler musik angklung. Triangulasi sumber yang diperoleh dari Sri Peni Lestari selaku pelatih, siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler musik Angklung, Atik Fatihati selaku Kepala Sekolah. Triangulasi waktu yang diperoleh selama penelitian berlangsung untuk melihat konsistensi jawaban yang telah diberikan oleh narasumber.Hasil penelitian tentang proses pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung pada siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan yaitu dengan materi pengenalan alat musik angklung, pembelajaran lagu secara individu maupun kelompok dengan menggunakan metode isyarat, ceramah, demonstrasi dan latihan. Hasil pembelajaran dari ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif yang menunjukkan penggunaan metode isyarat lebih mendominasi daripada aspek lainnya yang berarti bahwa metode isyarat layak digunakan untuk pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung khususnya dalam hal memainkan akord dan melodi bagi pemula. Kendala dalam proses pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Kendala internal yaitu rendahnya musikalitas siswa SMA Negeri 3 Magetan. Kendala eksternal yakni: 1) angklung bass tidak terpakai, terdapat sebagian Angklung Melodi dan Angklung Akord yang tidak layak pakai; 2) waktu pembelajaran yang tidak tepat dan kurangnya disiplin waktu pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran ekstrakurikuler, musik angklung, metode isyarat
PEMBELAJARAN PIANO BEGINNER GRADE 1-2 PROGRAM PRIVATE CLASS DI SEKOLAH MUSIK INDONESIA CABANG RUNGKUT SURABAYA DINDA CITRANING SAYEKTI; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Sekolah Musik Indonesia yang disingkat SMI adalah Sekolah Musik yang menyelenggarakan pembelajaran piano menggunakan media teknologi digital Sibelius, Band in A Box dan Mixcraft. Melalui media digital ini dapat mempermudah siswa dalam memainkan piano, pengetahuan bermain piano, serta dapat mengembangkan kompetensi di setiap individu siswa.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan proses pembelajaran piano Beginner Grade 1-2 pada program private class di SMI Cabang Rungkut Surabaya, 2) Mendeskripsikan hasil pembelajaran piano Beginner Grade 1-2. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif serta pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara dari beberapa narasumer di SMI Rungkut Surabaya. yang menggunakan teknik triangulasi sumber, data, dan waktu. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Beginner Grade 1-2. SMI Rungkut Surabaya dan objek penelitian difokuskan pada permasalahan berkaitan dengan pembelajaran piano Beginner Grade 1-2 yang mempelajari tentang teori musik, praktik alat musik, membaca notasi musik, kepekaan nada. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) proses pembelajaran piano diawali dengan kurikulum mapping, dan media teknologi digital Sibelius dapat memperlancar siswa dalam membaca notasi musik, Band In A Box dapat mengembangkan pengetahuan bermusik melalui accord, serta iringan musik, dan Mixcraft sebagai media rekaman untuk hasil komposisi siswa bermain piano. Media teknologi digital ditujukan sebagai penunjang pembelajaran piano tingkat pemula yang berguna untuk meningkatkan musikalitas siswa. 2) Hasil pembelajaran adalah hasil capaian dari proses belajar piano oleh Beginner Grade 1-2menggunakan media teknologi digital dan dievaluasi melalui kesanggupan siswa bermain alat musik piano, membaca notasi, pengetahuan musik, bernyanyi dengan kepekaan nada, serta mengimprovisasi lagu. Hasil pembelajaran setiap siswa Beginner Grade 1-2 dipaparkan padaraport setelah mengikuti Ujian Tengah Semester dan menentukan kenaikan tingkatan kelas atau Grade. Proses pembelajaran piano di SMI Rungkut Surabayadibuktikan bahwa dengan aplikasi musik digital dapat menunjang peran guru dalam meningkatkan kualitas siswa untuk mempermudah bermain piano.Kata Kunci: Pembelajaran Piano, Beginner Grade 1-2, Private Class.
METODE PEMBELAJARAN VOKAL UNTUK ANAK-ANAK DI SANGGAR NANIN MUSIC COURSE KOTA KEDIRI YURIKA DEFVI KARUNIA ASIH; BUDI DHARMAWANPUTRA
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Sanggar Nanin Music Course (NMC) merupakan lembaga pendidikan nonformal yang bergerak di bidang pembelajaran musik khususnya vokal. Sanggar ini telah menghasilkan banyak musisi khususnya penyanyi dan juga telah meraih banyak prestasi. Sanggar NMC berdiri pada tanggal 15 Agustus 2008. Keberadaannya sudah dikenal di Kota Kediri. Pengelolaan manajemen sanggar NMC yang baik, perolehan prestasi-prestasi Siti Isnaniyah, dan keikutsertaan Siti Isnaniyah untuk andil di setiap acara-acara khususnya di Kota Kediri menjadikan ia orang yang berperan penting terhadap eksistensi sanggar NMC. Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan proses pembelajaran vokal untuk anak-anak pada sanggar Nanin Music Course di Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian pembelajaran vokal untuk anak-anak di Sanggar NMC Kota Kediri. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Validitas data yang digunakan untuk memperoleh data yang akurat antara lain triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu. Metode pembelajaran vokal untuk anak-anak di Sanggar NMC menggunakan metode latihan (drill) dan metode pembelajaran demonstrasi serta menggunakan langkah-langkah pendekatan pembelajaran Student Center Learning (SCL) yang memusatkan proses pembelajaran kepada peserta didik itu sendiri dan dialami langsung. Pembelajaran vokal untuk anak-anak tersebut sudah memenuhi aspek penilaian pembelajaran vokal yang meliputi aspek sikap antara lain kehadiran, kedisiplinan, keaktifan, bersosialisasi, dan sikap badan. Aspek keterampilan meliputi membaca notasi angka, teknik pernapasan, vokalisi, ketepatan menyanyikan lagu, dan ekspresi. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini yakni pembelajaran vokal untuk anak-anak di sanggar NMC memiliki kualitas yang baik dan memenuhi kriteria pembelajaran SCL yang efektif. Hal ini dibuktikan dengan melihat hasil pembelajaran pada laporan lembar belajar peserta didik yang rata-rata mendapatkan nilai B (baik).Kata Kunci: pembelajaran vokal, anak-anak, sanggar.
PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN WAYANG TOPENG MALANGAN DI PADEPOKAN SENI MANGUN DHARMA KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG TAHUN 1989-2018 AINA CHUURUN IIN JANNAH; SETYO YANUARTUTI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Padepokan Seni Mangun Dharma merupakan lembaga pendidikan non formal yang memberikan pembelajaran bidang seni khususnya Wayang Topeng Malangan sejak 26 Agustus 1989. Seiring perkembangan zaman padepokan ini mengalami berbagai perubahan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Perkembangan pembelajaran tersebut menjadi daya tarik untuk dilaksanakan penelitian. Berangkat dari hal tersebut peneliti memfokuskan pada 1) perkembangan pembelajaran Wayang Topeng Malangan dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pembelajaran Wayang Topeng Malangan di Padepokan Seni Mangun Dharma Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang dari tahun 1989-2018. Metode penelitian kualitatif digunakan pada penelitian ini karena menggunakan data deskriptif untuk menjelaskan perkembangan pembelajaran Wayang Topeng Malangan di Padepokan Seni Mangun Dharma. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan 4 tahap yaitu mengumpulkan data, reduksi data, tahap penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dilakukan dengan cara triangulasi dengan bentuk triangulasi waktu, sumber dan bentuk. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perkembangan pembelajaran Wayang Topeng Malangan di Padepokan Seni Mangun Dharma terbagi menjadi 4 fase yaitu fase tahun 1989-1992 yang merupakan awal pendirian; fase tahun tahun 1993-1998 yang mengalami perkembangan pesat dengan berbagai perubahan metode pembelajaran; fase tahun 1999-2003 ketika padepokan mengalami masa vakum; dan pada fase tahun 2004-2018 ketika padepokan mengadakan kegiatan pembelajaran seni yang lebih berfokus kepada materi Malangan dan Topeng. Perkembangan pembelajaran tersebut dipengaruhi faktor intrinsik seperti adanya ide baru dan perubahan manajemen padepokan; serta faktor ekstrinsik seperti perubahan dan perkembangan zaman, dukungan pemerintah dan masyarakat, dan masalah keluarga. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran Wayang Topeng Malangan di Padepokan Seni Mangun Dharma mengalami perkembangan. Perkembangan yang terjadi dilihat pada unsur pembelajaran seperti peserta didik, pendidik, tujuan belajar, metode, materi, media belajar, dan proses evaluasi. Kata kunci : perkembangan, pembelajaran, wayang topeng, Mangun Dharma
REGENERASI KESENIAN REYOG PONOROGO MELALUI PEMBELAJARAN REYOG MINI DI SANGGAR TARI SOLAH WETAN, KECAMATAN SAWOO, KABUPATEN PONOROGO TRI RETNO HAYUNINGTYAS; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v6n1.p%p

Abstract

Sanggar Tari Solah Wetan merupakan sanggar yang memiliki kredibilitas tinggi. Hal tersebut dikarenakan adanya proses regenerasi di Sanggar Tari Solah Wetan. Regenerasi sebagai proses pewarisan sangat diperhatikan di Sanggar Tari Solah Wetan, khususnya kesenian Reyog Ponorogo. Dari hasil regenerasi tersebut, Sanggar Tari Solah Wetan meraih beberapa juara serta menjadi panutan bagi sanggar yang lain, dalam berkesenian Reyog Ponorogo. Salah satu upaya regenerasi kesenian Reyog Ponorogo yang dilakukan di Sanggar Tari Solah Wetan yaitu melalui pembelajaran Reyog Mini bagi anak berusia 7 sampai 12 tahun untuk menyiapkan generasi penerus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang sifatnya deskriptif. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan 1). Regenerasi Kesenian Reyog Ponorogo yang dilakukan di Sanggar Tari Solah Wetan kecamatan Sawoo kabupaten Ponorogo, 2). Proses pembelajaran Reyog Mini di Sanggar Tari Solah Wetan Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, serta 3). Kendala pembelajaran Reyog Mini di Sanggar Tari Solah Wetan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi teknik, triangulasi metode, serta triangulasi waktu. Sedangkan analisis datanya dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regenerasi kesenian Reyog Ponorogo di Sanggar Tari Solah Wetan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo terjadi secara alamiah dan berencana. Regenerasi alamiah berlangsung melalui hubungan darah pada anggota Sanggar Tari Solah Wetan. Regenerasi berencana berlangsung dengan pembelajaran Reyog melalui Reyog Mini. Proses pembelajaran dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Proses pembelajaran menggunakan metode drill, tutor sebaya, dan berbasis tokoh. Dalam hal ini antara proses dan hasil sama-sama diperhatikan. Regenerasi yang dilakukan di Sanggar Tari Solah Wetan termasuk regenerasi berencana karena menyiapkan generasi penerus kesenian. Kendala yang dihadapi saat pembelajaran antara lain kurangnya tenaga pelatih, kurangnya sarana prasarana, tempat pembelajaran kurang luas, gamelan perlu pembaharuan, dan kurangnya pengadaan properti pendukung setiap tarian. Kendala-kendala tersebut dirasa tidak begitu berarti, yang utama adalah ketika masih banyak anak-anak atau generasi muda yang mau melestarikan kebudayaan daerah, khususnya kesenian Reyog Ponorogo. Simpulan dari penelitian ini bahwa regenerasi di Sanggar Tari Solah Wetan memiliki kontribusi yang sangat penting untuk keberlanjutan kesenian Reyog Ponorogo. Regenerasi Kesenian Reyog Ponorogo melalui pembelajaran Reyog Mini menciptakan rasa handarbeni, handuweni terhadap kesenian tersebut. Pewarisan sejak dini membuat obor Kesenian Reyog Ponorogo tetap menyala meskipun perkembangan zaman semakin canggih. Kata kunci: Regenerasi, Kesenian Reyog Ponorogo, Reyog Mini, Sanggar Tari Solah Wetan

Page 2 of 2 | Total Record : 17