cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2018)" : 15 Documents clear
PEMBELAJARAN PIANO MENGGUNAKAN MEDIA 3KW PADA ANAK DOWN SYNDROME DI SFORZANDO MUSIC SCHOOL SIDOARJO NURIDZA SHALEHA DENHAS; AGUS SUWAHYONO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Sforzando merupakan lembaga non formal/kursus musik yang menyelengarakan pendidikan inklusi. Banyak ABKyang mengikuti kursus musik di lembaga yang beralamatkan di Jl. Raya Taman Asri D 35 A Waru-Sidoarjo ini. Pada kenyataanya tidak semua kursus musik mampu menyelenggarakan pendidikan inklusi. Hal ini yang mendasari peneliti ingin mengkaji lebih lanjut mengenai proses pembelajaran musik khususnya piano serta apa saja faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian kali ini adalah pembelajaran piano menggunakan media 3KW (Kertas, Karet, danKoin warna). Subjek penelitian adalah siswa ADS yang mengikuti kursus piano di Sforzando. Adapun teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, serta mendokumentasikan proses pembelajaran secara langsung. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Berdasarkan hasil penelitian kali ini dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran piano untuk ABK memiliki beberapa tahap: bernyanyi, menirukan, membaca, mendengarkan, dan mencoba. Secara lebih lanjut, dapat disimpulkan pula bahwa faktor pendukung dalam proses pembelajaran ini antara lain adalah orang tua siswa sangat antusias. Baiknya hubungan guru-wali murid, antarwali murid, antarsiswa, dan pegawai juga merupakan faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat meliputi kondisi fisik siswa yang kelelahan dan tidak enak badan sehingga proses pembelajaran kurang maksimal. Kata kunci: Pembelajaran piano, Media 3KW, down syndrome
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER ANGKLUNG DI SDN BANJARAGUNG 1 KABUPATEN MOJOKERTO SIWI RAHAJENG PUSPITA SARI; AGUS SUWAHYONO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Pendidikan karakter di SDN Banjaragung 1 Kabupaten Mojokerto terbentuk melalui materi yang diajarkan dan pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan ketika proses pembelajaran ekstrakurikuler angklung berlangsung. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler angklung, 2) Nilai-nilai pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler angklung di SDN Banjaragung 1 Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan teori pembelajaran dari Moedjiono dan Dimyati yaitu ada tujuh komponen dalam pembelajaran dimana satu dengan yang lain saling terintegrasi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini yaitu pembelajaran ekstrakurikuler angklung di SDN Banjaragung 1 Kabupaten Mojokerto. Sumber data dalam penelitian ini adalah narasumber yakni kepala sekolah dan pelatih. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah mengumpulkan data, reduksi data, tahap penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa 1) pembelajaran ekstrakurikuler angklung di SDN Banjaragung 1 Kabupaten Mojokerto dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengekspresikan diri, serta membentuk karakter dan kepribadian siswa melalui kegiatan berkesenian; 2) Nilai-nilai pendidikan karakter melalui pembelajaran ekstrakurikuler angklung adalah disiplin, bertanggung jawab dan tekun. Kata Kunci: angklung, ekstrakurikuler, pendidikan karakter.
PEMBELAJARAN ANSAMBEL REKORDER DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DI MTS ABDUL QADIR NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG DYAH AYU GARNIS PRAMUDITA; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

MTs Abdul Qadir merupakan salah satu Madrasah Tsanawiyah yang berada di Ngunut kabupaten Tulungagung. Sekolah ini menyelenggarakan pembelajaran Seni Budaya bidang Seni Musik dengan materi pokok ansambel rekorder. Terkait dengan proses pembelajarannya guru menerapkan model pembelajaran Project Based learning untuk meningkatkan kreativitas, tanggung jawab serta membuat proyek pementasan pada akhir pembelajaran. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti merumuskan permasalahan tentang bagaimana proses pembelajaran ansambel rekorder dan bagaimana hasil belajar ansambel rekorder dengan menggunakan model Project Based Learning di MTs Abdul Qadir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian mengenai proses pembelajaran ansambel rekorder memerlukan pendeskripsian kegiatan yang harus diungkap. Guru mapel merupakan subjek penelitian dan sekaligus sumber data primer pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi non partisipan, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumen dan pendokumentasi yang menggunakan alat bantu handphone. Sebelum data disajikan dan menarik simpulan perlu proses Validitas data melalui Triangulasi sumber,waktu dan metode. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa proses pembelajaran ansambel rekorder dengan Model Project Based Learning di Mts Abdul Qadir sudah berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan tiap-tiap langkah pembelajarannya tidak terdapat kendala yang berarti. Nilai yang diperoleh siswa sudah mencapai KKM yang ditentukan. Siswa dapat menampilkan hasil proyek dalam pementasan Ansambel rekorder di depan kelas dan acara-acara sekolah. Selain itu dengan model pembelajaran ini menunjukkan adanya sikap bertanggung jawab, siswa lebih kreatif. Hal itu dapat terlihat pada saat mempersiapkan keperluan pementasan ujian akhir semester. Hasil belajar yang dicapai yakni: pemahaman siswa terhadap materi lebih dalam, siswa lebih berani mengutarakan pendapat didepan umum, saling membantu dalam pemecahan suatu masalah pembelajaran, dapat menyelsaikan tugas secara mandiri dan terarah, mental siswa lebih terbangun. Kata kunci: Pembelajaran, Model Project Based Learning, dan Ansambel Rekorder
PENGEMBANGAN MEDIA INSTRUMEN MUSIK BABEDISIK PADA PEMBELAJARAN ANSAMBEL SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 MENGANTI DJADMIKO HERMANU; PENI PUSPITO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Pengembangan media sangat diperlukan bagi guru untuk kemudahan proses belajar mengajar supaya materi yang diajarkan dapat tersalurkan dengan kreatif, inovatif, serta mudah dalam hal penyampaian materi kepada peserta didik. Pengembangan juga mengedepankan aspek kelestarian terhadap lingkungan dengan mempertimbangkan potensi dan kekurangan yang dimiliki sekolah. Dalam pengembangan media ini disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum nasional/kurikulum 2013. Hal ini yang melatar belakangi disusunnya penelitian pengembangan dengan judul “Pengembangan Media Barang Bekas Pada Pembelajaran Ansambel Siswa Kelas VIII Di Smp Negeri 2 Menganti”. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana proses pengembangan dan kualitas media barang bekas pada pembelajaran ansambel kelas VIII di SMP Negeri 2 Menganti dan untuk mengetahui bagaimana kualitas media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Menggunakan metode pengembangan penelitian “Borg & Gall” dengan menyesuaikan tahapan yang dilaksanakan. Dengan membatasi langkah-langkah disesuaikan jenjang dan cakupan kebutuhan yang ingin dicapai. Sumber data yang dipergunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pengembangan serta untuk mengukur kualitas media diperoleh dari validasi ahli dan uji coba dari media terhadap guru dan peserta didik. Pelaksanaan pengembangan ini terfokus kepada pengembangan media BaBeDiSik (barang bekas jadi musik) untuk mata pelajaran Seni Budaya ansambel musik di kelas VIII F yang secara garis besar berjalan dengan tahapan-tahapan, meliputi: 1) tahap pengumpulan informasi; 2) tahap perencanaan; 3) tahap pengembangan produk; 4) tahap validasi; 5) revisi; 6) ujicoba. Keenam tahapan ini digunakan untuk mengetahui proses dan mengukur kualitas media BaBeDiSik (barang bekas jadi musik). Validasi tahap pertama menunjukan jumlah skor diperoleh 28 instrumen penilaian jumlah skor validasi adalah 71 dan didapat skor rata-rata sebesar 2,36 (C). Berdasarkan hasil validasi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pengembangam media barang bekas sebagai pembelajaran ansambel yang dikembangkan memiliki kualitas yang masih cukup dan perlu diadakan revisi produk serta validasi tahap ke dua untuk membuat media lebih baik dan meningkatkan nilai pengembangan media sebagai ukuran keberhasilan pengembangan media. Melalui validasi ke dua diketahui jumlah skor nilai yang dihasilkan bertambah menjadi sebesar 10,36 dari total 36 pertanyaan yang terjawab. Rumus yang digunakan untuk menghitung ialah dengan membagi jumlah skor dengan banyaknya jumlah subjek pernyataan yang terjawab maka diperoleh skor sebesar 3,45 (Baik). Hasil dari pengembangan media ini termasuk kategori baik dengan perolehan nilai alternatif B. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan ini berhasil dengan hasil yang baik dan sesuai dengan kriteria yang ingin dicapai. Kata Kunci: pengembangan media, barang bekas, pembelajaran, ansambel musik.
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN BERMAIN GITAR UNTUK ANAK USIA 8 – 12 TAHUN Muhammad Fahrian Noor; SETYO YANUARTUTI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v7n1.p%p

Abstract

Minimnya buku gitar untuk pembelajaran alat musik di Sekolah Dasar membuat guru lebih memilih alat musik pianika dan recorder sebagai media pembelajarannya. Asumsi bahwa gitar sulit untuk dipelajari juga menjadi faktor kurangnya penggunaan gitar dalam pembelajaran. Diperlukan buku yang sesuai dengan karakteristik anak yang dibuat dengan panduan cara memainkan gitar. Model yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model ADDIE yakni Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Proses pengembangan dilakukan tahap analisis siswa, analisis konsep, analisis tujuan. Proses perancangan produk, pembuatan desain, perancangan angket validasi dan respon. Dalam proses pengembangan dilakukan pembuatan produk dan tahap validasi. Pada tahap implementasi dilakukan uji coba produk terhadap anak usia 8-12 tahun. Tahap evaluasi untuk mendapatkan persentase penilaian kualitas dan kepraktisan produk. Hasil pengembangan sebagai berikut: pada tahap awal dilakukan analisis kebutuhan, tahap analisis siswa dilanjutkan analisis konsep. Tahap dua perancangan konsep dilanjutkan pembuatan produk. Produk divalidasi ahli materi, kegrafikan, dan bahasa. Hasil validasi didapatkan persentase 80% hasil validasi materi, 71,11% hasil kegrafikan, dan 97,14% hasil bahasa. Berdasarkan ketiga hasil tersebut produk direvisi.Selanjutnya dilakukan ujicoba produk kepada tujuh anak SDN Sidodadi 1 sebagai penggguna. Berdasarkan observasi ujicoba produk, setelah mempelajari buku panduan bermain gitar anak mampu memainkan alat musik gitar lagu Selamat Ulang Tahun dan Naik Delman secara bersama-sama yang didokumentasikan dalam format video. Dengan demikian proses pengembangan produk buku panduan bermain gitar melalui tahap pembuatan produk berdasarkan desain, tahap penilaian kualitas dari tiga validator dengan klasifikasi sudah layak diujicobakan dan nilai kepraktisan produk diukur berdasarkan observasi anak mampu bermain gitar secara bersama-sama. Kata Kunci: Pengembangan, Buku Panduan, Gitar, Usia 8 – 12 tahun

Page 2 of 2 | Total Record : 15