cover
Contact Name
Budi Dharmawanputra
Contact Email
budidharmawanputra@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
jurnalpendidikansendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Seni Drama, Tari, dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni Gedung T14 Lantai 2 Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sendratasik
  • jurnal-pendidikan-sendratasik
  • Website
ISSN : 22529241     EISSN : 28289218     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Sendratasik is a scientific journal that presents research-based articles or literature studies in realm of performing art education, includes theatre, dance, and music. Expert editors receive theatre, dance, or music education manuscripts from students, teachers, lecturers, artists, and other elements of society. This journal includes original research articles, review articles, and performance analysis, including: *Theatre Education *Dance Education *Music Education *Educational Theater *Educational Dance *Educational Music *Performing Arts Education Management (Drama, Dance, and Music) *Performing Arts Education Technology (Drama, Dance, and Music)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2019)" : 9 Documents clear
PEMBELAJARAN MUSIK KERONCONG PADA KOMUNITAS KERONCONG ANAK JOMBANGJAWA TIMUR LIA ROVI AMELANI; ENIE WAHYUNING HANDAYANI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

Pembelajaran seni merupakan salah satu upaya pendukung dalam melestarikan suatu kesenian. Pembelajaran seni dapat menghasilkan prestasi non akademik yang penting dalam pengembangan potensi anak. Salah satunya dengan pembelajaran musik keroncong. Komunitas Keroncong Anak Jombang merupakan salah satu lembaga non formal di Kabupaten Jombang Jawa Timur yang menyelenggarakan pembelajaran musik keroncong. Untuk itu peneliti tertarik untuk mendeskripsikan tentang pembelajaran keroncong pada Komunitas Keroncong Anak Jombang di Kabupaten Jombang yang dikaji dalam tinjauan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pelatih keroncong di Komunitas Keroncong Anak Jombang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi nonpartisipan, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan (1) Proses pembelajaran keroncong terdapat beberapa tahap yaitu dimulai dengan tahap awal yaitu pengenalan masing-masing alat keroncong, pembelajaran ritmis keroncong yang dimulai dari irama dasar, irama tunggal atau engkel dan irama rangkap atau dobel. (2) Kendala dalam pembelajaran terbagi menjadi dua yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal meliputi aspek estetis, waktu, dan materi yang diberikan meliputi tingkat kesulitan pada materi lagu yang diberikan. Kendala eksternal merupakan kendala yang berasal dari luar komunitas tersebut seperti dari pihak pemerintah kota yang kurang memperhatikan keberadaan komunitas ini. Selain itu dengan adanya globalisasi pula berpengaruh pada banyaknya musik-musik yang berkembang sehingga berpengaruh pada jumlah peminat musik keroncong.
PROSES PEMBELAJARAN LAGU RINDU LUKISAN PADA PADUAN SUARA ENHARMONIC SINGERS SMA NEGERI 1 PANDAAN DALAM RANGKA LPS UGM 2019 DINA LOWRENTZA AGUSTIN; ENIE WAHYUNING HANDAYANI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

SMA Negeri 1 Pandaan mempunyai program ekstrakurikuker paduan suara bernama Enharmonic Singers. Selama 9 tahun didirikan, paduan suara ini dinilai berhasil dalam mengembangkan potensi yang ada. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang diraih para alumni. Tahun 2019, tim lomba dipersiapkan untuk mengikuti LPS UGM 2019 kategori paduan suara muda dengan membawakan lagu wajib berjudul rindu lukisan. Berdasarkan fenomena tersebut peneliti merumuskan permasalahan tentang bagaimana proses pembelajaran dan bagaimana hasil belajar lagu rindu lukisan pada paduan suara Enharmonic Singers dalam rangka LPS UGM 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian mengenai proses pembelajaran lagu rindu lukisan pada paduan suara Enharmonic Singers dalam rangka LPS UGM 2019. Subjek sekaligus data primer ialah pembina, pelatih dan tutor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi nonpartisipan, dokumentasi, serta wawancara terstruktur. Sebelum data disajikan dan menarik simpulan, dilakukan validitas data melalui teknik triangulasi sumber, dan teknik. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan tiap-tiap langkah pembelajarannya dapat diatasi dengan kerjasama yang baik antar anggota dan pelatih. Siswa dapat percaya diri tampil dalam acara prakompetisi serta LPS UGM 2019. Sikap mandiri dan kerjasama ditunjukkan dalam berlatih dan pada saat mempersiapkan konser serta keperluan LPS UGM 2019. Hasil pembelajaran latihan sesuai dengan tujuan awal yang mengacu pada 3 ranah, antara lain: (1) ranah afektif, (2) ranah kognitif, dan (3) ranah psikomotorik. Pada ranah afektif ditunjukkan dengan sikap disiplin dan mandiri. Pada ranah kognitif ditunjukkan dengan memahami teknik membaca partitur dan teknik vokal yang tepat. Pada ranah psikomotorik ditunjukkan dengan mampu bernyanyi lagu rindu lukisan dengan teknik vokal yang benar dan tepat. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya juara 2 saat mengikuti LPS UGM 2019 di Jogjakarta pada kategori paduan suara muda dengan total nilai 80,81. Kata kunci: Pembelajaran, Lagu Rindu Lukisan, Paduan Suara.
PENGEMBANGAN APLIKASI TUTORIAL TARI BARIS TUNGGAL BERBASIS ANDROID I MADE MARIASA WASISTHA DHANARESSAKTI; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

Tari Baris Tunggal adalah tari Bali putra yang ditarikan oleh satu orang penari. Baris Tunggal ini masuk ke dalam kategori tari balih-balihan sebab tarian ini bersifat-non religious, bentuk sajiannya merupakan jenis tari tontonan. Pembelajaran tari Baris umumnya dilakukan melalui proses belajar mengajar di sebuah sanggar tari. Pembelajaran tari itu melalui media masih belum banyak dikembangkan, apalagi pengembangan berbasis android. Zaman sekarang penggunaan media melalui android sudah merupakan kebutuhan yang biasa dilakukan oleh para siswa remaja baik mereka yang duduk di sekolah dasar maupun di sekolah menengah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis android agar bisa membantu para siswa mudah belajar tari Baris Tunggal secara mandiri. Secara khusus masalah yang diajukan yaitu (1) bagaimana proses pengembangan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis android ? dan (2) bagaimana kualitas pengembangan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis andoid berdasarkan respon penggunanya?Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Ada lima level pengembangan desain instruksional yang dilakukan dengan pendekatan ADDIE, yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Dari lima level hanya tiga level pertama (ADD) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), dan Development (Pengembangan).Hasil penelitian yang diperolah adalah sebagai berikut: (1) Pada tahap analisis adanya sikap antusias yang tinggi dari peserta, selanjutnya disusunlah desain pengembangan. Pengembangan dilakukan sesuai tahapan ADD yang digunakan. Tidak ada kendala yang ditemukan dalan proses pengembangan; 2) Nilai kualitas produk pengembangan skala kecil sebesar 88,09%, dan dalam skala besar 85,5%. Itu berarti produk pengembangan yang dibuat sangat layak digunakan.Kata Kunci: Pengembangan Media, Tari Baris Tunggal, Android.
PENGEMBANGAN APLIKASI TUTORIAL TARI BARIS TUNGGAL BERBASIS ANDROID I MADE MARIASA WASISTHA DHANARESSAKTI; WARIH HANDAYANINGRUM
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

Tari Baris Tunggal adalah tari Bali putra yang ditarikan oleh satu orang penari. Baris Tunggal ini masuk ke dalam kategori tari balih-balihan sebab tarian ini bersifat-non religious, bentuk sajiannya merupakan jenis tari tontonan. Pembelajaran tari Baris umumnya dilakukan melalui proses belajar mengajar di sebuah sanggar tari. Pembelajaran tari itu melalui media masih belum banyak dikembangkan, apalagi pengembangan berbasis android. Zaman sekarang penggunaan media melalui android sudah merupakan kebutuhan yang biasa dilakukan oleh para siswa remaja baik mereka yang duduk di sekolah dasar maupun di sekolah menengah. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis android agar bisa membantu para siswa mudah belajar tari Baris Tunggal secara mandiri. Secara khusus masalah yang diajukan yaitu (1) bagaimana proses pengembangan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis android ? dan (2) bagaimana kualitas pengembangan aplikasi tutorial tari Baris Tunggal berbasis andoid berdasarkan respon penggunanya?Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Ada lima level pengembangan desain instruksional yang dilakukan dengan pendekatan ADDIE, yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Dari lima level hanya tiga level pertama (ADD) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), dan Development (Pengembangan).Hasil penelitian yang diperolah adalah sebagai berikut: (1) Pada tahap analisis adanya sikap antusias yang tinggi dari peserta, selanjutnya disusunlah desain pengembangan. Pengembangan dilakukan sesuai tahapan ADD yang digunakan. Tidak ada kendala yang ditemukan dalan proses pengembangan; 2) Nilai kualitas produk pengembangan skala kecil sebesar 88,09%, dan dalam skala besar 85,5%. Itu berarti produk pengembangan yang dibuat sangat layak digunakan.Kata Kunci: Pengembangan Media, Tari Baris Tunggal, Android.
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER DANCE COVER K-POP DENGAN METODE TUTOR SEBAYA DI SMA NEGERI 1 BOJONEGORO FRISILIA YUDHA TANTYA WIDAKDO; RETNAYU PRASETYANTI SEKTI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

SMA Negeri 1 Bojonegoro memberikan wadah kepada peserta didik untuk menyalurkan minat dan bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya adalah ekstrakurikuler Modern Dance. Pembelajaran ekstrakurikuler Modern Dance ini berfokus pada materi Dance Cover K-Pop dengan menggunakan metode tutor sebaya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menjelaskan motivasi siswa mengikuti pembelajaran ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop di SMA Negeri 1 Bojonegoro, 2) Mendeskripsikan pelaksanaan metode tutor sebaya dalam pembelajaran ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop di SMA Negeri 1 Bojongoro, 3) Mendeskripsikan hasil belajar pada pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop di SMA Negeri 1 Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Motivasi belajar sangat berperan penting dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop. Peserta didik lebih tertarik mengikutsertakan diri dalam kegiatan kompetisi. 2) Pelaksanaan metode tutor sebaya ini dilakukan oleh siswa-siswi aktif di sekolah tersebut dan dipimpin oleh peserta didik yang berperan sebagai tutor. Pada metode tutor sebaya ini, tutor memberikan beberapa gerakan kepada peserta didik dan dipraktikan secara step by step, sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh tutor. 3) Pelaksanaan ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop memiliki beberapa kategori di dalam pelaksanaannya, antara lain adalah kegiatan rutinitas (kegiatan yang dilakukan secara resmi dengan melakukan beberapa langkah-langkah kegiatan seperti kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup), selanjutnya ada kegiatan menjelang perlombaan atau kompetisi, terakhir ada kegiatan sebagai hiburan yang lebih memfokuskan kepada materi langsung. Sehingga, ketiga kategori dalam pelaksanaan ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop dilaksanakan pada jadwal ekstrakurikuler modern berlangsung.Kata Kunci: Pembelajaran Ekstrakurikuler, Dance Cover K-Pop, Metode Tutor Sebaya.
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER DANCE COVER K-POP DENGAN METODE TUTOR SEBAYA DI SMA NEGERI 1 BOJONEGORO FRISILIA YUDHA TANTYA WIDAKDO; RETNAYU PRASETYANTI SEKTI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

SMA Negeri 1 Bojonegoro memberikan wadah kepada peserta didik untuk menyalurkan minat dan bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya adalah ekstrakurikuler Modern Dance. Pembelajaran ekstrakurikuler Modern Dance ini berfokus pada materi Dance Cover K-Pop dengan menggunakan metode tutor sebaya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menjelaskan motivasi siswa mengikuti pembelajaran ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop di SMA Negeri 1 Bojonegoro, 2) Mendeskripsikan pelaksanaan metode tutor sebaya dalam pembelajaran ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop di SMA Negeri 1 Bojongoro, 3) Mendeskripsikan hasil belajar pada pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop di SMA Negeri 1 Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Motivasi belajar sangat berperan penting dalam proses pembelajaran ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop. Peserta didik lebih tertarik mengikutsertakan diri dalam kegiatan kompetisi. 2) Pelaksanaan metode tutor sebaya ini dilakukan oleh siswa-siswi aktif di sekolah tersebut dan dipimpin oleh peserta didik yang berperan sebagai tutor. Pada metode tutor sebaya ini, tutor memberikan beberapa gerakan kepada peserta didik dan dipraktikan secara step by step, sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh tutor. 3) Pelaksanaan ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop memiliki beberapa kategori di dalam pelaksanaannya, antara lain adalah kegiatan rutinitas (kegiatan yang dilakukan secara resmi dengan melakukan beberapa langkah-langkah kegiatan seperti kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup), selanjutnya ada kegiatan menjelang perlombaan atau kompetisi, terakhir ada kegiatan sebagai hiburan yang lebih memfokuskan kepada materi langsung. Sehingga, ketiga kategori dalam pelaksanaan ekstrakurikuler Dance Cover K-Pop dilaksanakan pada jadwal ekstrakurikuler modern berlangsung.Kata Kunci: Pembelajaran Ekstrakurikuler, Dance Cover K-Pop, Metode Tutor Sebaya.
PEMBELAJARAN MUSIK ANSAMBEL SEJENIS DENGAN METODE CERAMAH DAN TUTOR SEBAYA DI SMPN 2 TANGGULANGIN SIDOARJO
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo belum mempunyai guru Seni Budaya yang berlatar belakang akademik di bidang Seni Musik. Keputusan untuk menyelenggarakan pembelajaran Seni Musik akhirnya ditindaklanjuti dengan menugaskan guru mata pelajaran lain yang merupakan lulusan S1 Pendidikan Keterampilan untuk mengampu mata pelajaran tersebut karena memiliki kedekatan rumpun bidang keilmuannya. Dalam mengampu mata pelajaran tersebut, guru berupaya melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunakan metode ceramah dan tutor sebaya. Berdasarkan fenomena, peneliti merumuskan masalah bagaimana penerapan metode ceramah dan tutor sebaya pada mata pelajaran Seni Budaya (Seni Musik) serta bagaimana hasil pembelajaran dari metode tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data didapat dari sumber data primer yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur dengan guru yang mengampu mata pelajaran Seni Budaya (Seni Musik), Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Kurikulum di SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serta sumber data sekunder yang bersumber dari buku, dokumen dan arsip yang berkaitan dengan pembelajaran musik ansambel sejenis. Validasi data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu serta teknik analisis data. Pembelajaran musik ansambel sejenis dengan metode ceramah yang dirubah menjadi metode tutor sebaya di SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo mengalami peningkatan. Pada penerapan metode ceramah tidak berjalan dengan baik, dikarenakan siswa kurang memahami teori yang disampaikan oleh guru melalui penyampaian secara lisan. Sedangkan dengan metode tutor sebaya, pembelajaran dapat berjalan lebih baik karena metode tersebut dapat membuat hubungan antar siswa menjadi lebih komunikatif dan lebih efektif. Hasil belajar menurut tingkat pencapaian KKM Seni Budaya pada penerapan metode ceramah, menunjukkan siswa yang tuntas belajar sebesar 58,33% dan siswa yang tidak tuntas belajar sebesar 41,66%. Sedangkan pada penerapan metode tutor sebaya, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Siswa yang tuntas belajar sebesar 88.88% dan siswa yang tidak tuntas belajar sebesar 11.11%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ceramah yang diganti dengan metode tutor sebaya pada mata pelajaran Seni Budaya (Seni Musik) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: Musik Ansambel Sejenis, Metode Ceramah, Metode Tutor Sebaya.
METODE PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK KERONCONG DI SDN 1 KERJO TRENGGALEK
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

SDN 1 Kerjo Trenggalek merupakan satu-satunya SD di Kabupaten Trenggalek yang ada pembelajaran musik Keroncong melalui kegiatan Ekstrakurikuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode pembelajaran Ekstrakurikuler musik Keroncong di SDN 1 Kerjo Trenggalek. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Objek penelitian yaitu metode pembelajaran Ekstrakurikuler musik Keroncong. Subjek penelitian yaitu kegiatan Ekstrakurikuler musik Keroncong SDN 1 Kerjo Trenggalek. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekaman. Ekstrakurikuler musik Keroncong SDN 1 Kerjo Trenggalek dilaksanakan 2 kali yaitu di Sekolah dan Studio. Jumlah siswa sebanyak 20 siswa yang terdiri dari siswa kelas 4-6 SD. Materi yang diberikan dalam pembelajaran Ekstrakurikuler musik Keroncong ini meliputi pengenalan alat musik Keroncong, pengenalan akord, irama dasar, irama engkel dan dobel, serta lagu-lagu Keroncong. Metode yang digunakan dalam pembelajaran Ekstrakurikuler musik Keroncong ini ada dua yaitu metode ceramah dan demonstrasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diterapkan oleh pembina dalam pembelajaran Ekstrakurikuler musik Keroncong sangat efektif dan menunjukkan hasil yang baik dalam segi teknis maupun non-teknis. Pembelajaran Ekstrakurikuler musik Keroncong ini sudah memperoleh prestasi dan penghargaan di berbagai acara tingkat Nasional.Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Ekstrakurikuler, Musik Keroncong.
PENGARUH OLAH TUBUH TERHADAP KETERAMPILAN TARI DI SANGGAR MADHU RO’OM KABUPATEN PAMEKASAN LIVANIA EKA RIYANTI; RETNAYU PRASETYANTI SEKTI
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jps.v8n1.p%p

Abstract

Sanggar Madhu Ro’om merupakan salah satu sanggar seni yang aktif mengelola kegiatan seni pertunjukan (drama, tari, dan musik) di Kota Pamekasan. Dalam setiap kegiatan pembelajaran tari selalu diawali dengan materi olah tubuh. Sanggar Madhu Ro’om menerapkan latihan olah tubuh di tiga tempat yang berbeda, diantaranya yaitu kolam renang, pantai dan ruang sanggar. Latihan olah tubuh yang diterapkan berfokus pada dampak gerak-gerak dasar yang dilatih pada setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan permasalahan tentang pengaruh latihan olah tubuh yang diterapkan, maka dalam penelitian ini diajukan rumusan, yaitu: (1) bagaimana proses pelaksanaan kegiatan olah tubuh di Sanggar Madhu Ro’om? Dan (2) bagaimana pengaruh olah tubuh terhadap keterampilan gerak tari bagi para penari di Sanggar Madhu Ro’om? Teori yang digunakan untuk membahas permasalahan dalam penelitian ini menggunakan teori olah tubuh, yang mengambil konsep milik Sumedi Santosa dan Nunik Widiasih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi deskriptif. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi waktu, sedangkan analisis data melalui tahapan menggunakan meliputi reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1)pelaksanaan kegiatan olah tubuh di Sanggar Madhu Ro’om merupakan materi wajib yang harus dilakukan oleh setiap penari sebelum melaksanakan latihan tari bentuk (tari yang sudah dikemas dalam bentuk utuh). Pada kesempatan tertentu latihan olah tubuh dilaksanakan di tempat yang berbeda yakni di kolam renang dan pantai. Tempat-tempat latihan tersebut berpengaruh terhadap karakteristik bentuk, isi, dan teknik (2) Kegiatan olah tubuh sangat berpengaruh dalam keterampilan gerak tari yaitu meliputi kepekaan tubuh, kekuatan, kelenturan, daya tahan tubuh (stamina meliputi pernafasan dan keseimbangan). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pengaruh dari proses latihan olah tubuh berdampak positif bagi kemampuan keterampilan tari siswa, yakni dalam penguasaan materi menjadi lebih mudah diserap dan ketepatan irama dalam setiap gerak yang dilakukan oleh penari. Hal ini juga berpengaruh pada prestasi yang dicapai oleh siswa di Sanggar Madhu Ro’om. Materi gerakan olah tubuh yang diberikan oleh pelatih sangat berdampak pada fisik dan jiwa penari Sanggar Madhu Ro’om dalam membentuk tubuh yang memperlihatkan kualitas gerak tari yang indah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9