cover
Contact Name
Tini Sudartini
Contact Email
tinisudartini@unsil.ac.id
Phone
+6289683432611
Journal Mail Official
jmedpertanian@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No 24, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pertanian
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 20854226     EISSN : 27458946     DOI : https://doi.org/10.37058/mp.v6i1
Core Subject : Agriculture,
Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi artikel-artikel hasil penelitian maupun hasil review beberapa jurnal dalam bidang ilmu pertanian meliputi: ilmu dan teknologi pertanian, agronomi, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, ilmu gulma, ekofisiologi tanaman, biodiversitas, bioteknologi, kehutanan, perkebunan, mikrobiologi pertanian, pemuliaan tanaman, ilmu dan teknologi pangan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
Pengaruh Takaran Pupuk Fosfor (P) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Eli Rosalina; Yogi Nirwanto
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.63 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i1.3015

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan yang menghasilkan makanan pokok penduduk Indonesia. Peningkatan kualitas tanaman sangatlah penting dilakukan, salah satunya melalui  pemberian Pupuk Posfor (P) dan pemilihan varietas tanaman merespon pemupukan terhadap pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian takaran pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Desa Telukbuyung, Kecamatan Pakisjaya, kabupaten Karawang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Split Plot terdiri dari petak utama varietas terdiri dari empat taraf yaitu: v1 (varietas Ciherang), v2 (varietas Mekongga), v3 (varietas inpari 33), v4 (varietas Cilamaya Muncul). Anak petak takaran pupuk P (biost P) terdiri dari empat taraf yaitu: d0 (tanpa pupuk P), d1 (150 kg ha-1), d2 (300 kg ha-1), d3 (450 kg ha-1). Hasil percobaan menunjukkan terjadi interaksi antara varietas dengan takaran pupuk P terhadap bobot gabah kering panen (GKP) per rumpun. Hasil bobot gabah kering panen (GKP) per rumpun sebesar 572,60 gram diperoleh melalui varietas Mekongga dengan takaran dosis pupuk P 300 kg ha-1.
Pengaruh Konsentrasi Sitokinin dan Jenis Media Terhadap Pertumbuhan Eksplan Buku Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) Tetraploid Teja Mirah; Undang Undang; Yaya Sunarya; Tri Muji Ermayanti
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.692 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i1.2893

Abstract

Stevia adalah tanaman mengandung pemanis alami steviol glukosida yang mempunyai kadar manis 70-400 kali lebih tinggi dibandingkan dari gula tebu. Perbanyakan stevia dapat dilakukan dengan kultur jaringan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik antara konsentrasi sitokinin dan jenis media terhadap pertumbuhan eksplan buku stevia tetraploid. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor dimana faktor pertama adalah konsentrasi sitokinin dengan 12 taraf yaitu kontrol, Kinetin 0,25; 0,5; 0,75 mg/L kombinasi dengan BAP 1; 2 mg/L dan faktor kedua adalah jenis media dengan 2 taraf yaitu MS dan DKW. Setiap perlakuan mempunyai 12 ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dengan uji F dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi sitokinin dan jenis media terhadap semua parameter pertumbuhan. Penambahan BAP 1 mg/L pada media DKW menghasilkan tinggi tunas, jumlah daun dan jumlah tunas lateral lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dengan rata- rata tinggi tunas 10,63, rata-rata jumlah daun 111,17 dan rata-rata jumlah tunas lateral 23,42. Kinetin 0,25 mg/L dan kontrol pada media  MS serta kombinasi  Kinetin 0,5 mg/L dan kontrol pada media DKW  menghasilkan jumlah akar lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Kinetin 0,25 mg/L pada media MS menghasilkan akar lebih banyak yaitu 6,50.
Potensi Bunga Marigold (Tagetes erecta L.) Sebagai Salah Satu Komponen Pendukung Pengembangan Pertanian Fitri Kurniati
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.357 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i1.3010

Abstract

Marigold (Tagetes sp) merupakan tanaman hias yang sudah dikenal sejak lama di Indonesia, namun hanya di beberapa daerah yang menggunakannya secara rutin pada upacara keagamaan dan digunakan untuk bunga papan. Temuan peneliti baik di dalam maupun luar negeri menunjukkan bahwa bunga ini mempunyai potensi untuk dikembangkan karena banyak sekali kegunaannya. Berdasarkan hal tersebut artikel ini dibuat dengan tujuan memperluas penyebaran informasi dan meningkatkan animo untuk menelaah tentang marigold. Metode yang digunakan untuk membuat artikel ini adalah studi literatur dari berbagai telaahan dan hasil penelitian. Pada dasarnya kegunaan yang diperoleh dari bunga marigold disebabkan pada bunga marigold terkandung karotenoid berwarna kuning seperti karoten yaitu alfa dan beta karoten dan xantofil yaitu lutein dan zeaxantin, selain itu terkandung flavonoid. Karotenoid bisa menjadi antioksidan, menyembuhkan demam ringan, sakit tenggorokan ringan, pelembab alami, dan pengusir nyamuk alami.  Flavonoid adalah metabolit sekunder dari polifenol yang memiliki berbagai efek bioaktif termasuk anti virus, anti-inflamasi, anti penuaan, antioksidan, kardioprotektif, antidiabetes, dan anti kanker. Dengan demikian, bunga marigold bisa digunakan sebagai obat herbal, refugia, dan bahan obat anti nyamuk. Faktor pendukung yang pengembangan adalah: marigold  mudah dibudidayakan, secara ekonomis dan ekologis menguntungkan. Maka, marigold bisa dijadikan ladang usaha rumahan maupun skala besar.
UJI DAYA HAMBAT MINYAK DAUN CENGKEH DAN EKSTRAK DAUN PEPAYA TERHADAP CENDAWAN Alternaria solani (Ell. & Mart.) Sorauer PADA TOMAT SECARA IN VITRO Sintia Dewi Hizrianti; Dedi Natawijaya; Adam Saepudin
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.634 KB) | DOI: 10.37058/mp.v6i1.3011

Abstract

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang rentan terserang penyakit. Penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tomat kehilangan hasil hingga mencapai 86% adalah penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh cendawan patogen Alternaria solani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak daun cengkeh dalam menghambat pertumbuhan cendawan A. solani. Percobaan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Januari 2021 di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa perlakuan minyak daun cengkeh dengan konsentrasi 0,065%, 0,08%, dan 0,095% dapat menghambat pertumbuhan miselium cendawan A. solani dengan persentase penghambatan sebesar 100%, sedangkan untuk perlakuan ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 15%, 30% dan 45% secara berturut-turut menunjukkan nilai persentase penghambatan sebesar -9%, 9%, dan 40%. Minyak daun cengkeh dengan konsentrasi 0,065% menunjukkan penghambatan tertinggi terhadap pertumbuhan miselium cendawan A. solani dibandingkan dengan perlakuan konsentrasi yang lain.
Penentuan Periode Kritis Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum L.) Akibat Persaingan Dengan Gulma di Kabupaten Subang Asep Ikhsan Gumelar; Frengky Arya Saputra
Media Pertanian Vol 6, No 1 (2021): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v6i1.2998

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penentuan periode kritis tanaman bawang merah yang diakibatkan oleh persaingan dengan gulma sehingga dapat ditetapkan waktu penyiangan yang paling tepat sehingga dapat diperoleh pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Percobaan dilaksanakan di desa Tenjolaya, kecamatan Kasomalang, kabupaten Subang dengan ketinggian tempat 1.000 m diatas permukaan laut, jenis tanah Andisol, tipe curah hujan termasuk C (agak basah) menurut perhitungan Schmidt dan Ferguson (1951). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari delapan perlakuan, yakni : A. Disiangi 2 Minggu Setelah Tanam;  B. Disiangi 4 Minggu Setelah Tanam; C. Disiangi 6 Minggu Setelah Tanam; D. Disiangi 8 Minggu Setelah Tanam; E. Tanpa disiangi 2 Minggu Setelah Tanam; F. Tanpa disiangi 4 Minggu Setelah Tanam; G. Tanpa disiangi 6 Minggu Setelah Tanam; dan H. Tanpa disiangi 8 Minggu Setelah Tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  periode kritis tanaman bawang merah akibat persaingan dengan gulma adalah 4 hingga 6 Minggu Setelah Tanam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5