cover
Contact Name
Otoman
Contact Email
tanjak_uin@radenfatah.ac.id
Phone
+6281377882248
Journal Mail Official
tanjak_uin@radenfatah.ac.id
Editorial Address
l. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No.KM. 3, RW.5, Pahlawan, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30126
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
ISSN : -     EISSN : 27745392     DOI : -
The purpose of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts and ideas or research results that have been achieved in the area of history and civilization
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 107 Documents
Transformasi Simbolik Wayang Kulit sebagai Strategi Dakwah Kultural Sunan Kalijaga dalam Islamisasi Masyarakat Jawa Mumtazah, Muti'ah Nuha; Permatasari, Mayana Ratih; Muslimah , Hanifah; Tabarok , Nabhan
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i2.34369

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi dakwah kultural Sunan Kalijaga melalui seni wayang kulit dalam proses Islamisasi masyarakat Jawa abad XV–XVI. Islamisasi di Jawa berlangsung melalui pendekatan budaya yang adaptif dan dialogis, berbeda dengan pola ekspansi konfrontatif di wilayah lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui telaah jurnal ilmiah yang relevan dengan dakwah kultural, Islamisasi Jawa, dan transformasi simbolik pewayangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka teori akulturasi budaya, dakwah kultural, dan teori simbol untuk memahami proses rekonstruksi makna dalam struktur narasi dan visual wayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Sunan Kalijaga tidak menghapus tradisi lokal, melainkan mereinterpretasi simbol dan lakon pewayangan sehingga berorientasi pada tauhid. Transformasi makna seperti pemaknaan ulang Jimat Kalimasada serta konstruksi figur Punakawan sebagai media etika sosial menjadi instrumen internalisasi nilai Islam yang kontekstual. Wayang kulit berfungsi sebagai arena produksi makna religius yang membentuk identitas Islam Jawa yang akulturatif, inklusif, dan moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islamisasi di Jawa merupakan proses rekonstruksi simbolik dalam ruang budaya, bukan substitusi tradisi, sehingga dakwah kultural menjadi faktor utama dalam keberhasilan penyebaran Islam secara damai.Abstrak ditulis secara ringkas dan faktual, meliputi pendahuluan, metode pengumpulan data, analisis data, hasil dan pembahasan, kesimpulan.
Rekonstruksi Imperialisme Prancis di Aljazair pada Abad 19 Ai Putri Arumsari
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i2.34609

Abstract

This article discusses the process of French imperialism in Algeria from the invasion of 1830 to its impact on the political, economic, educational, and religious life of the local community. The background of this study is based on the contradiction between France's claim to liberate Algeria from Ottoman rule and the reality of colonial practices that were fraught with interests in power and economic expansion in North Africa. The method used is a historical research method that includes four stages: heuristics (collecting relevant historical sources), criticism (testing the validity of sources), interpretation (interpreting data), and historiography (writing history systematically). Data collection techniques are carried out through literature studies of various primary and secondary sources. Descriptive analysis is carried out by describing the cause-and-effect relationships of the implemented colonial policies. The results of the study show that after controlling Algeria, France implemented repressive policies such as changes to the government system, marginalization of Islamic-based education, the elimination of Arabic language and culture, and economic exploitation through land confiscation. The resulting impacts included socio-economic inequality, discrimination against the indigenous population, and a humanitarian crisis resulting from mass deaths due to violence, famine, and disease outbreaks. The discussion emphasizes that French imperialism was not only physical but also structural and cultural, aimed at eradicating Algerian national identity. In conclusion, French imperialism in Algeria was a comprehensive form of colonialism that had a broad and lasting impact on the lives of local communities.
DARI SEMARANG KE SOLO JEJAK SEJARAH IPNU DAN IPPNU SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN DAN DAKWAH DALAM PERDABAN ISLAM INDONESIA Muhammad Nur Wahyu; Tya Rokasih
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i2.35259

Abstract

Transisi historis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dari Semarang menuju Solo sebagai poros perubahan strategi pendidikan dan dakwah dalam peradaban Islam di Indonesia. Secara historis, kelahiran organisasi ini di Semarang pada masa transisi kemerdekaan merupakan respons terhadap kebutuhan wadah pendidikan inklusif bagi pelajar santri. Namun, seiring perkembangannya, terjadi pergeseran pusat aktivitas menuju Solo yang membawa dampak signifikan pada paradigma organisasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka (library research), penelitian ini membedah berbagai literatur dan arsip sejarah untuk menemukan keterkaitan antara ruang geografis dengan transformasi ideologi dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika Semarang menjadi simbol kristalisasi identitas intelektual, maka Solo berperan sebagai ruang pendewasaan strategis di mana IPNU dan IPPNU mulai mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) dengan kearifan lokal secara lebih sistematis. Transformasi ini berhasil menjadikan kedua organisasi tersebut sebagai pilar pendidikan yang adaptif terhadap arus modernitas namun tetap teguh pada akar tradisi pesantren. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa jejak sejarah dari Semarang ke Solo merupakan bukti evolusi strategi dakwah moderat yang kontributif dalam membangun peradaban Islam Nusantara yang inklusif dan berkemajuan.
Tradition and Modernisation in Islamic Studies in Pakistan: Continuity and Transformation Sami Ul Haq, Sami Ul Haq; Ris’an Rusli, Ris’an Rusli; Ismail, Ismail
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i1.35411

Abstract

Islamic studies in Pakistan have developed through a complex interaction between classical Islamic scholarly traditions and processes of educational modernisation shaped by the state and modern higher education systems. As a country founded upon an Islamic identity, Pakistan positions Islamic studies in a strategic role, both in the formation of religious discourse and in the construction of national identity. This article aims to analyse the dynamics of tradition and modernisation in Islamic studies in Pakistan by highlighting institutional, epistemological, and curricular continuity and transformation. The study employs a qualitative method based on library research, utilising historical and sociological approaches to examine the development of Islamic education in both madrasas and universities. The findings indicate that modernisation has not replaced traditional Islamic studies; rather, it has facilitated the emergence of hybrid models that integrate classical Islamic sciences with modern academic approaches. This transformation occurs through ongoing negotiations between the scholarly authority of the ulama and the academic demands of universities, and is further shaped by state policies and Pakistan’s socio-political context. The article concludes that Islamic studies in Pakistan represent a sustained dialectical process between tradition and modernity, producing both intellectual continuity and methodological renewal in contemporary Islamic scholarship.
PERAN BAITUL HIKMAH TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM DI EROPA Tya Rokasih; Muhammad Nur Wahyu; Rini Maria
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i1.35413

Abstract

Baitul Hikmah merupakan institusi kunci yang menjadi pusat gravitasi intelektual dunia pada masa Kekhalifahan Abbasiyah. Penelitian ini bertujuan untuk membedah peran strategis Baitul Hikmah dalam proses transmisi ilmu pengetahuan dari dunia Islam ke Eropa serta dampaknya terhadap perkembangan peradaban Barat. Menggunakan metode sejarah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini melacak jalur perpindahan ilmu pengetahuan melalui kegiatan penerjemahan naskah, inovasi saintifik, dan pertukaran budaya di wilayah perbatasan seperti Andalusia dan Sisilia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Baitul Hikmah berperan sebagai jembatan peradaban melalui tiga fungsi utama. Pertama, sebagai pusat preservasi karya filsafat dan sains kuno (Yunani, Persia, dan India) yang telah disempurnakan dengan metodologi Islam. Kedua, sebagai produsen karya orisinal dalam bidang matematika, astronomi, dan kedokteran yang menjadi fondasi kurikulum universitas-universitas pertama di Eropa. Ketiga, sebagai pemicu gerakan rasionalisme di Barat; melalui terjemahan karya-karya dari bahasa Arab ke bahasa Latin, masyarakat Eropa mulai mengenal logika Aristotelian dan metode eksperimental yang dikembangkan ilmuwan Muslim. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi Baitul Hikmah terhadap Eropa bukan sekadar transfer teks, melainkan transfer paradigma berpikir yang kelak memicu era Renaisans. Islam melalui Baitul Hikmah berhasil mengintegrasikan iman dan rasio, sebuah model yang kemudian ditiru oleh intelektual Eropa untuk keluar dari Zaman Kegelapan (Dark Ages). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya meninjau kembali sejarah sains global untuk mengakui peran krusial peradaban Islam sebagai basis kemajuan modernitas Barat.
DARI PERANG SALIB HINGGA WAR ON TERROR: SEJARAH PANJANG ISLAMOFOBIA DI EROPA Nita Puspitasari; Rintan; Dimas; Annisa
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i1.35515

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan Islam di Eropa dan munculnya Islamofobia terhadap muslim sebagai kelompok minoritas. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan Islam dan Eropa, faktor penyebab Islamofobia, serta dampaknya terhadap kehidupan muslim di Eropa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data dari jurnal dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamofobia di Eropa dipengaruhi oleh sejarah panjang hubungan Islam dan Barat, seperti Perang Salib, kolonialisme, dan peristiwa 11 September 2001. Media dan kebijakan politik turut memperkuat stereotip negatif terhadap Islam. Dampaknya terlihat dalam bentuk diskriminasi, marginalisasi sosial, dan kesulitan integrasi Muslim di Eropa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Islamofobia bukan hanya fenomena kontemporer pasca 9/11, tetapi merupakan konstruksi historis yang berkembang melalui konflik, migrasi, serta dinamika politik global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islamofobia merupakan fenomena historis dan sosial yang terus berkembang hingga saat ini.
TEKNOLOGI PERANG LAUT BUGIS ABAD 18  DALAM KITAB        -      KARYA RAJA ALI HA Silvi Armedia Putri; Hasan Asari; Nabila Yasmin
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i1.35596

Abstract

Lautan memiliki peranan yang penting dalam kehidupan bahari masyarakat Nusantara dengan ini juga disampaikan oleh Adrian Lapian pada tahun 1991 pada pidato pengukuhan guru besar di Universitas Indonesia bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa maritim, yang artinya bangsa ini melakukan segala aktivitasnya di laut. Salah satu buktinya adalah banyak temuan fragmen-fragmen kapal, serta catatan ilustrasi orang asing yang membuat para ilmuan mengembangkan jenis-jenis kapal di setiap penjuru daerah Nusantara. Laut menjadi wilayah yang sangat penting sejak berabad-abad lamanya, poros kehidupan masyarakat Nusantara pun sangat bergantung dengan laut, ditandai dengan karyanya Adrian Lapian Orang Laut Bajak Laut Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi tahun 2009 mengungkapkan banyaknya profesi bajak laut sejak era kolonial. Kemudian menjadi suatu topik pada kajian ini yang menekankan bahwa laut memiliki suatu peristiwa di abad 18 dimana antara Opu Bugis dengan Raja Kecik saling berseteru dan saling membuat perlawan yang melibatkan laut. Dengan kajian ini, penulis menganalisis tentang teknologi perang laut Opu Bugis, dalam pertempuran di laut tentu yang juga menjadi perhatian ialah sarana transportasi yang digunakan, yaitu kapal atau perahu serta alat pertahanan diri, ini berhubungan dengan perlengkapan perang mereka. Mengingat kepulauan Nusantara ini terdiri dari banyak selat, perairan kecil memunculkan banyak jenis kapal dan perahu di negeri bawah angin tersebut. Untuk menetapkan teknologi tersebut, langkah pertama yang penulis gunakan adalah metode pendekatan analisis konten yang merupakan bagian dari mencari makna atau interpretasi pada kutipan dalam Kitab Tuḥfat Al-Nafīs. Kemudian dengan mengumpulkan sumber sekunder yang relevan dengan penelitian ini. ini berhubungan dengan perlengkapan perang mereka. Dari kajian ini dapat diketahui teknologi terdapat beberapa senjata api Eropa  yang menyebar di Nusantara abad 18 dimodifikasi oleh mereka.

Page 11 of 11 | Total Record : 107