cover
Contact Name
Budi Arifvianto
Contact Email
budi.arif@ugm.ac.id
Phone
+628973767268
Journal Mail Official
jmdt@ugm.ac.id
Editorial Address
Departmen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Jl. Grafika No. 2, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Mechanical Design and Testing (JMDT)
ISSN : 27161293     EISSN : 26858029     DOI : 10.22146
Core Subject : Engineering,
Design of mechanical components used in engineering structures, machines and engines, computer aided design (CAD), computer aided manufacturing (CAM), the development of methodology for designing machine elements or mechanical components. Finite element analysis, computational fluid dynamics, computational heat and mass transfer, applied mechanics, biomechanics. Manufacturing technologies, materials processing technologies, conventional and non-conventional machining, powder metallurgy, casting, welding, additive manufacturing and rapid prototyping, automation. Evaluation of engine performance, tribology and lubrication, engine maintenance, testing of mechanical components, materials characterizations, failure analysis. Experimental fluid dynamics, multiphase flow, heat and mass transfer, pump and compressor. Energy conversion, turbo machineries, internal combustion engines, power plant. Mechanical engineering education, learning method for mechanical engineering education, engineering ethics.
Articles 83 Documents
Pengaruh Curing Time Terhadap Sifat Mekanis Komposit Epoxy/Carbon Fiber dan Epoxy/ Glass Fiber dengan Metode Manufaktur Bladder Compression Moulding Muhammad Idris Putra; Gesang Nugroho
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 1 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.449 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.57205

Abstract

Material komposit banyak diminati karena memiliki keunggulan yang dibutuhkan dalam bidang engineering. Metode manufaktur komposit secara umum terbagi dua yaitu metode cetakan terbuka (open mould) dan metode cetakan tertutup (close mould). Bladder compression moulding merupakan metode manufaktur komposit cetakan tertutup yang mengaplikasikan tekanan dan pemanasan dalam kerjanya. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh waktu optimum pada manufaktur komposit dengan metode bladder compression moulding serta mempelajari pengaruh variasi curing time terhadap sifat mekanis produk komposit yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan dua jenis material serat yaitu serat karbon dan serat gelas. Sebanyak 6 lapis Serat karbon dan 6 lapis serat gelas dibentuk dalam sebuah cetakan (mould) dengan resin epoksi sebagai matriksnya pada tekanan 7 Bar dan temperatur 120°C dengan variasi curing time 10 menit sampai dengan 70 menit dengan kenaikan tiap 10 menit. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tertinggi komposit epoksi/serat karbon yaitu pada curing time 40 menit (351MPa) dan komposit epoksi/serat gelas  diperoleh pada curing time 30 menit (279 MPa). Kesimpulan penelitian yaitu produktifitas komposit dapat dimaksimalkan dengan diperolehnya waktu optimum pada pembentukan komposit dengan metode bladder compression moulding. 
Simulasi Numerik Aliran Fluida Melalui Pipa Berlubang Fornia Marannu Tangdan; Tri Agung Rohmat
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 1 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.093 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.58063

Abstract

Salah satu peralatan bawah sumur (sub-surface) yang dipasang saat tahappenyelesaian sumur adalah sand control devices untuk mencegah agar pasir di dalam reservoir tidak ikut terproduksi ke permukaan sumur. Sand control devices sebagian besar menggunakan pipa berlubang(perforated pipe) sebagai base pipe yang terpasang pada lubang sumur (wellbore). Salahsatu parameter penting yang mempengaruhi laju alir fluida dari reservoir menuju lubang sumur adalah penurunan tekanan total (total pressure drop). Pipa berlubang memiliki desain yang beragam tergantung dengan kebutuhan di lapangan. Dalam mendesain suatu pipa berlubang maka yang perlu diperhatikan adalah jenis material dan dimensi pipa berlubang, jumlah lubang (perforation density), sudut fasa dan pola distribusi lubang perforasi. Untuk dapat mengetahui perilaku pola aliran (axial and radial inflow) yang melalui pipa berlubang sebagai base pipe dari sand control devices akibat pengaruh sudut fasa perforasi (60o, 90°, 180°) dan pola distribusi lubang perforasi bentuk staggered dan non-staggered maka dilakukan simulasi numerik menggunakan software ANSYS 18.2. Model turbulen yang digunakan adalah k-ε standard dan simulasi dilakukan dengan 5 kondisi flow rate ratio yaitu 0%, 10%, 15%, 20% dan 30%. Hasil simulasi pengaruh sudut fasa lubang perforasi menunjukkan bahwa sudut fasa 60° memiliki penurunan tekanan total paling rendah dibandingkan dengan dua sudut fasa lainnya. Sedangkan pada pengaruh pola distribusi lubang didapatkan bahwa pola distribusi model non-staggered memiliki penurunan tekanan total paling rendah dibandingkan dengan dua model pola distribusi staggered (screw dan non screw).
Studi Eksperimental dan Numerik Pengaruh Diameter dan Jumlah Lubang Perforasi Terhadap Kekuatan Tubing Liner Pada Unit Sand Control Agustomo Akhmadiansyah; I Made Miasa
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 2 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.016 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.58986

Abstract

AbstrakPenambahan lubang perforasi pada tubing liner dengan variasi ukuran diameter dan jumlah lubang menjadikan rasio area perforasi meningkat. Dengan rasio area perforasi meningkat tentunya secara profit dapat menambah hasil produksi, namun juga berpotensi dapat menurunkan kekuatan material karena hilangnya sejumlah massa material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai tegangan (σ) dan konsentrasi (Kt) serta variasi perforasi yang memiliki nilai kekuatan sesuai standar. Penelitian berupa studi eksperimental dan numerik untuk menghasilkan model tubing liner berbahan material dan komponen buatan dalam negeri dengan memanfaatkan raw material hasil sumber daya alam Indonesia. Pengujian eksperimental dengan menggunakan material pipa tahan karat stainless steel 304 melalui metode uji tarik (tensile test) dan uji tekan (compressive test). Pengujian ini untuk mendapatkan nilai tegangan (σ) dan regangan (ε) material uji. Secara paralel, simulasi analisis elemen hingga juga dilakukan guna memperoleh data output yang kemudian divalidasi dengan hasil pengujian. Hasil penelitian menunjukkan material pipa tubing stainless steel 304 pada pengujian memiliki nilai tegangan luluh sebesar 364,3 MPa, tegangan tarik maksimum sebesar 597,45 MPa, dan tegangan tekan maksimum sebesar 701,83 MPa, dengan demikian material tubing telah memenuhi standar AISI 304 ASTM A240. Nilai faktor konsentrasi tegangan (Kt) meningkat dari 1,12 hingga 2,39 dan menyebabkan nilai tegangan (σ) pada material semakin berkurang. Faktor konsentrasi tegangan (Kt) yang terjadi dapat menurunkan kekuatan struktur material. Penambahan lubang perforasi pada eksperimen uji tarik menurunkan nilai tegangan sebesar 4,15% dan pada uji tekan sebesar 30,6%. Kombinasi jumlah dan diameter perforasi yang terbaik pada penelitian adalah pada spesimen berdiameter lubang 10 mm karena memberikan nilai tegangan maksimum diatas nilai standar ASTM A240.
Akurasi dan Produktivitas Mesin Laser Cutting untuk Memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 Sugeng Slamet; Setiawan Harmoko; Hariyanto Hariyanto; Suyitno Suyitno
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 2 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.645 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.59487

Abstract

Kebutuhan alat pelindung diri (APD) di masa pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan seiring dengan banyaknya permintaan pasar. Sementara itu ketersediaan APD relatif kurang dengan harga yang terus meningkat. Berbagai inovasi dan kreatifitas untuk menghasilkan APD dilakukan oleh kelompok masyarakat, akademisi dan praktisi untuk memproduksi APD baik secara konvensional maupun non konvensional dengan menggunakan mesin-mesin produksi. Mesin laser cutting Zaiku LS 6040 digunakan untuk membuat komponen APD face shield dan masker. Desain produk digambar menggunakan software CorelDraw version X7. Material face shield menggunakan plastik jenis Polyethylene terephthalate (PET) sebagai komponen topeng muka, sedangkan APD masker menggunakan bahan kain poliester ukuran 280 gsm (gram per square meter). Keakurasian dianalisis dengan cara menvalidasi ukuran antara gambar desain dengan ukuran potong mesin laser cutting. Produktivitas energi diukur dari jumlah produk yang dihasilkan terhadap pemakaian energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan selisih antara ukuran desain dengan ukuran hasil potong sebesar 0,52 mm dengan deviasi 0,05 untuk PET dan 1,50 mm dengan deviasi 0,47 untuk kain Poliester. Terjadi peningkatan produktivitas energi tertinggi sebesar 22,03% dengan kenaikan konsumsi energi listrik 16,7% pada perubahan kecepatan potong 30 ke 40 mm/detik untuk pemotongan PET. Sedangkan untuk pemotongan bahan kain poliester terjadi peningkatan produktivitas tertinggi sebesar 20,8% dengan kenaikan konsumsi energi listrik 12,5% pada perubahan kecepatan potong 30 ke 45 mm/detik.
Kajian Aspek Ergonomi Face Shield untuk Covid-19 Sugeng Slamet; Akhmad Sokhibi; Setiawan Harmoko; Hariyanto Hariyanto; Suyitno Suyitno
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 2 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.383 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.59490

Abstract

Face shield sebagai alat pelindung diri harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi si pemakai. Face shield mampu memblokir partikel droplet yang mengandung kuman termasuk virus Covid-19. Di masa pandemi Covid-19 permintaan alat pelindung diri khususnya face shield mengalami peningkatan siginifikan. Produk face shield yang kurang memperhatikan aspek ergonomi dapat menyebabkan keluhan dari pemakai. Riset ini menguji aspek ergonomi pada face shield produksi Universitas Muria Kudus. Pengujian ergonomi dilakukan dengan metode evaluatif dengan memggunakan data variabel antropometri kepala orang Indonesia. Data antropometri tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap kenyamanan produk face shield Universitas Muria Kudus. Sedangkan data keluhan pengguna face shield yang diproduksi Universitas Muria Kudus tersebut diperoleh dari responden berjumlah 41 orang, berumur antara 20-25 tahun,  berjenis kelamin laki-lakidengan prosentase  85% dan perempuan dengan prosentase 15% serta dari suku jawa. Responden diberikan sejumlah pertanyaan terkait keluhan yang dirasakan saat menggunakan face shield Universitas Muria Kudus. Adapun variabel aspek perancangan produk yang diukur meliputi panjang face shield, lebar face shield, lingkar kepala face shield, tinggi kaca dan jarak mata ke kaca face shield. Variabel tersebut akan memberikan masukan ke produk akan kenyamaan dan keluhan yang dialami pengguna. Hasilnya menunjukkan bahwaface shield produksi Universitas Muria Kudus memenuhi aspek ergonomi, yaitu 4 (empat) ukuran bagian face shield tidak melebihi pada ukuran data antropometri kepala (persentile 95th) yaitu pada bagian panjang face shield, lebar face shield, lingkar kepala face shield dan jarak mata ke kaca.  Dan terdapat 1 (satu) ukuran bagian face shield yang dapat dievaluasi aspek ergonominya, yaitu pada bagian lingkar kepala face shield dengan rentang (persentile 5th -persentile 95th). Dikarenakan pada bagian tersebut dipasang tali yang dapat diatur (adjustable).
Analisa Perbandingan Kekuatan Profil Padeye Berdasarkan Desain Standara DNV dan BS-EN Studi Kasus: Cargo Carrying Unit Feri Noviantoro; Indraswari Kusumaningtyas
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 2 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.432 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.60379

Abstract

Abaqus Manual Book Version 6.8 (2008) – Getting started with Abaqus (Interactive Edition)ASTM A36/A36M - 14 (2015) – Standard Specification for Carbon Structural SteelBS EN 12079-1:2006 – Offshore containers and associated lifting sets — Part 1: Offshore containers — Design, manufacture and marking.BS EN 12079-2:2006 – Offshore containers and associated lifting sets — Part 2: Lifting sets — Design, manufacture and marking.BY Y. HIGASHIDA, J. D. BURK, AND F. V. LAWRENCE, JR. (1978). StrainControlled Fatigue Behavior of ASTM A36 and A514 Grade F Steels and 5083-0 Aluminum Weld Materials.Bukaka. (2010). Provision of Cargo Carrying Unit Project.Chevron. (2009). MCA – Lifting and Rigging Standard. Houston: Chevron Corporation.Crosby Catalogue (2003) – Crosby Bolt-Type ShacklesDaniela Scorza, Andrea Carpinteri, Sabrina Vantadori (2018). Tension failure assessment at lug hole edges. Department of Engineering & Architecture, University of Parma.DNV No. 2.7-1 2013 – Standard for Certification of Offshore Containers.Gérald Portemont, Julien Berthe, Alain Deudon, François-Xavier Irisarri (2018). Static and dynamic bearing failure of carbon/epoxy composite joints. DMAS, ONERA, University Paris Saclay.Henny Gusti Pramita, Handayanu dan Yoyok Setyo H. (2013). Analisis Struktur Padeye pada Proses Lifting Jacket Empat Kaki dengan Pendekatan Dinamik. Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).Hikmat Saaid Saleh (2016). Ultimate capacity of pad eyes in lifting operations. Faculty of Science and Technology, University of Stavanger.Hoover Ferguson Group, Inc (2018) – Definition of Cargo Carrying UnitsIqbal Gayuh R.M.S, Yeyes M, dan Yoyok S.M. (2016). Analisis Keandalan Struktur Padeye Berdasarkan Konfigurasi Rigging pada Lifting Upper Deck Modul MODEC dengan Pendekatan Dinamik. Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).Roberto Leon. (2018). Journal of Visualized Experiments, Stress-Strain Characteristics of Steels. Department of Civil and Environmental Engineering, Virginia Tech, Blacksburg, VAT.W. Ling, X.L. Zhao, R. Al-Mahaidi, J.A. Packer (2006). Investigation of block shear tear-out failure in gusset-plate welded connections in structural steel hollow sections and very high strength tubes. Civil Engineerng, Faculty of Civil Engineering, Monash University.
Pengaruh Paramater Pengelasan In-Service Pada Proses Hot Tap Pipa Penyalur Gas Alam Bertekanan Maulana Hendra Wahyudi; Muhammad Waziz Wildan
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 1 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.725 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.60600

Abstract

Pada proses pengelasan dalam kondisi pipa dengan aliran dan tekanan didalamnya (in-service welding) ada dua risiko yang perlu dipertimbangkan yaitu burnthrough di mana busur pengelasan menyebabkan dinding pipa terbuka sehingga isi pipa dapat keluar dan yang berikutnya adalah retak hidrogen yaitu terjadinya retak pada daerah Heat Affected Zone (HAZ) yang timbul sebagai akibat laju pendinginan cepat yang dihasilkan oleh fluida di dalam pipa. Untuk mencegah hal tersebut terjadi maka perlu dilakukan pengembangan penentuan parameter pengelasan yang bertujuan untuk meminimalkan pembentukan struktur mikro yang rentan terhadap retak dan menghindari terjadinya burnthrough . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter pengelasan yang aman untuk aplikasi pengelasan in-service selama proses hot tapping pipa gas alam di PT. XYZ yang berlokasi di Kalimantan Timur tanpa melakukan penghentian fasilitas dalam beroperasi. Penelitian ini terdiri dari dua langka utama yaitu simulasi komputer dan eksperimen. Langkah pertama parameter nilai masukan panas pengelasan (heat input) dihitung menggunakan perangkat lunak komersial PRCI untuk memprediksi kekerasan di daerah HAZ agar memiliki nilai ≤350 HV dan prediksi suhu permukaan bagian dalam pipa resiko dimana nilai yang dikategorikan aman adalah ≤982 °C. Langkah selanjutnya adalah melakukan proses eksperimen menggunakan material API 5L Gr. X52 dengan ukuran diameter 12”, tebal 6,25 mm, dan kecepatan aliran linier air didalam pipa 0,07 m/s. Proses pengelasan menggunakan metode GTAW dan SMAW , dengan elektroda masing - masing ER70S-6 diameter 2,4 mm dan E7018 H4R dengan diameter 3,2 mm. Ada tiga kelompok parameter pengelasan yang disimulasikan yaitu heat input rendah, heat input tinggi, dan heat input temper bead dengan perlakukan preheat . Hasil yang dipilih adalah metode dengan nilai hasil kekerasan terendah yaitu heat input temper bead (1,38 kJ/mm) dimana didapatkan nilai kekerasan HAZ 230,8 HV dan temperature didalam pipa sebesar 624 °C. Laju pendinginan air pada saat eksperimen berdasarkan kemampuan pompa sebesar 0,07 m/s dapat mewakili laju pendinginan gas alam pada kondisi aktual. Pada saat eksperimen didapat nilai kekerasan kritikal pada HAZ yang sedikit lebih tinggi dari prediksi yaitu 235 HV, tetapi masih jauh lebih rendah dari batas kritikal. Dari hasil simulasi dan eksperimen disimpulkan bahwa metode temper bead, penggunaan metode GTAW dan perlakuan preheat dapat menghasilkan parameter pengelasan yang aman untuk melakukan pengelasan inservice pada proses hot tapping pipa gas bertekanan.
A Structural Design of COVID-19 Patient Lifting Device Using Crane and Hydraulic Mechanism Dindamilenia Choirunnisa Hardiyasanti; Sinta Widianingrum; Fini Bestiara; Mei Syaroh; Farid Triawan
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 2 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.617 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.65687

Abstract

COVID-19 has brought the mankind into the worst condition. The health care workers as the forefront player during this pandemic are psychology and physically exhausted. In 2021, the infected patient is decreasing in some countries, yet increasing in others. Therefore, this study is aimed to design and analyze a patient lifting device in order to help the health workers in handling paralyzed and bone traumatic patients in effective way. This lifting device is designed to be operated by only one person and contactless with the patient. Thus, the healthcare worker can work on safety procedure of COVID-19. The structural design of the device is using the concept of crane and hydraulic mechanism that can handle a maximum weight of 2,000 N. Every mechanical part that is considered critical becomes the focus in the strength analysis. The analysis is done by theoretical approach under static and dynamic loading. As the results, the static and fatigue analyses show that the most critical part of the lifting device is at the fork structure with safety factor of 1.04. This indicates the design is in safety condition and could have an infinite service life cycle. 
Studi CFD mengenai Pengaruh Sifat Fisis Fluida terhadap Karakteristik Counter-Current Flow Limitation pada Pipa Horizontal Andhika Satria Pratama; Indarto Indarto; Deendarlianto Deendarlianto
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 2 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.046 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.66408

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh densitas cairan, viskositas cairan, dan densitas gas terhadap karakteristik counter current flow limitation atau flooding pada pipa horizontal. Analisis numerik dilakukan menggunakan software CFD Ansys Fluent 2020 R2 student version dengan menerapkan model volume of fluid (VOF). Aparatus penelitian yang digunakan ialah geometri pipa hot leg reaktor PWR tipe German Konvoi skala 1/30 yang terdiri dari reactor pressure vessel, pipa hot leg, dan steam generator. Pipa hot leg yang digunakan memiliki diameter dalam D = 25,4 mm dan panjang pipa horizontal L = 635 mm (L/D = 25). Cairan yang digunakan ialah air, kloroform, larutan gliserin 10%, dan propil asetat, sedangkan gas yang digunakan ialah udara dan uap air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan densitas cairan menyebabkan peningkatan kecepatan superficial flooding gas, serta menyebabkan pergeseran hydraulic jump dan locus of slugging menjauhi belokan. Hasil dari peningkatan viskositas cairan menunjukkan pola yang berkebalikan dibandingkan hasil dari peningkatan densitas cairan. Penurunan densitas gas menyebabkan flooding terjadi pada kecepatan superficial gas yang lebih tinggi, serta menyebabkan pergeseran hydraulic jump dan locus of slugging menjauhi belokan.
Simulasi Elemen Hingga untuk Tali Baja di Bawah Pengaruh Pembengkokan Paksa Andreas Gunawan Senjaya; S Suyitno
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 4, No 1 (2022): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmdt.61318

Abstract

Tali baja secara luas digunakan dalam berbagai aplikasi. Pada kasus tertentu, tali baja dapat digunakan dengan cara dililitkan pada objek sehingga dipaksa bekerja di bawah pengaruh pembengkokan paksa. Det Norske Veritas (DNV) yang merupakan sebuah institusi sertifikasi independen, memberikan formulasi untuk menghitung pengurangan kapasitas tali baja berdasarkan rasio diameter pembengkokan dan diameter tali baja, D/d. Pengurangan kapasitas dalam hal ini adalah rasio terhadap kapasitas normal tali baja dalam kondisi aksial tarik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara kondisi pembengkokan paksa dengan pengurangan kapasitas tali baja, mengetahui selisih antara hasil simulasi dengan formulasi DNV, serta mengetahui parameter yang berkontribusi terhadap pengurangan kapasitas tali baja. Penelitian dilakukan dengan metode simulasi elemen hingga. Dimulai dengan pemodelan kasus aksial tarik dengan variasi sudut lilitan, dilanjutkan dengan validasi terhadap hasil eksperimen dari literatur. Model dengan error minimum selanjutnya digunakan dalam simulasi pembengkokan paksa. Pengurangan kapasitas tali baja yang terjadi dibandingkan dengan hasil formulasi DNV. Hasil penelitian menunjukan semakin kecil nilai D/d pengurangan kapasitas yang terjadi semakin besar. Perbandingan dengan formulasi DNV menunjukan kesesuaian yang baik pada nilai D/d yang besar tetapi menurun pada nilai D/d yang semakin kecil dimana selisih yang dihasilkan semakin meningkat. Hasil simulasi juga menunjukan bahwa kekakuan material sangat mempengaruhi pengurangan kapasitas tali baja di bawah pengaruh pembengkokan paksa.