cover
Contact Name
Purwanto
Contact Email
psda@unika.ac.id
Phone
+6224-8441555
Journal Mail Official
psda@unika.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Duwur 50234 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JoDA Journal of Digital Architecture
ISSN : -     EISSN : 27986896     DOI : 10.24167/joda.v1i1.3698
Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk mengembangkan keilmuan dalam riset arsuitektur digital yang saat ini mulai berkembang dengan pesat. SCOPE JoDA “Journal of Digital Architecture” mencakup kajian: 1. Desain Arsitektur Digital 2, Kajian Pemukiman dan Perkotaan dengan Software Komputer dan pendekatan pemikiran digital 3. Struktur dan Konstruksi dalam perkembangan teknologi robot dan Software digital 4. Kajian pengembangan Bahan Bangunan dengan pendataan dan analisis software digital 5. Kajian Metode, Teori, Kritik dan Sejarah Arsitektur yang dikemas dalam software komputer atau melibatkan software komputer dalam analisisnya Artikel yang disajikan belum pernah diterbitkan di dalam jurnal manapun, dan diharapkan dapat menjembatani pemikiran–pemikiran yang terkait dengan Arsitektur Digital.
Articles 64 Documents
PENDEKATAN DIGITAL PADA PROSES DESAIN ARSITEKTUR Kristiawan, Yanuarius Benny; Purwanto, Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 2, No 2: Maret 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v2i2.6002

Abstract

Pendekatan digital telah menjadi fenomena penting dalam proses perancangan arsitektur dan akan terus berkembang di masa mendatang. Fenomena tersebut dapat diamati pada banyaknya arsitek yang mulai menggunakan teknologi digital berupa hardware dan software perancangan untuk membantu dalam proses perancangan arsitektur. Efisiensi dan akurasi proses perancnagan sangat terbantu dengan adanya teknologi digital. Arsitek seharusnya dapat mengakses dan menganalisis data  menjadi lebih mudah dan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimanakah pendekatan digital dilakukan dalam proses perancangan arsitektur dengan mengacu pada tahap umum perencanaan dan perancangannya. Metode studi literatur digunakan dalam penelitian pendekatan digital yang terjadi pada proses perancangan sebuah karya arsitektur ini. Pada penelitian yang menggunakan paradigma penelitian rasionalistik dengan metode deduktif kualitatif melalui eksplorasi proses perancangan arsitektur, pendekatan perancangan yang ditawarkan Simon Arteta dan perkembangan pendekatan digital pada perancangan arsitektur saat ini diharapkan dapat menjawab tujuan penelitian. Terdapat temuan berupa berbagai pendekatan digital pada perancangan arsitektur yang lebih terkonsentrasi pada tahap perancangan. Tahap pemrograman sebagai tahap dasar pendefinisian permasalahan arsitektur belum ditemukan adanya perkembangan yang memadai untuk membantu arsitek menyelesaikan tahap ini lebih mudah dan transparan.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM ARSITEKTUR: PERPADUAN INOVASI TEKNOLOGI DAN KREATIVITAS DESAIN Purwanto, L.M.F
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12779

Abstract

Transformasi digital terus mendorong revolusi di berbagai industri, termasuk arsitektur. Teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM), pemodelan 3D, dan kecerdasan buatan (AI) telah membawa pendekatan baru dalam desain dan konstruksi bangunan. Proses ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperluas cakrawala kreativitas dalam menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan dan inovatif.Penggunaan BIM menjadi salah satu transformasi digital paling signifikan di sektor arsitektur. Teknologi ini mengintegrasikan data desain dengan informasi teknis, memungkinkan analisis yang lebih rinci dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, BIM mengurangi risiko kesalahan dalam konstruksi dengan menyimulasikan berbagai skenario sebelum tahap implementasi dimulai. Studi yang dilakukan oleh Bowie Christoforetti menunjukkan bahwa BIM dapat membantu mengatasi tantangan efisiensi di industri konstruksi, khususnya dalam pengelolaan proyek-proyek skala besar [1].Selain BIM, pemodelan generatif berbasis AI juga memperkenalkan cara baru dalam mengeksplorasi desain. Dengan menggunakan algoritme pembelajaran mesin, arsitek dapat menciptakan berbagai opsi desain berdasarkan parameter tertentu seperti efisiensi energi atau struktur geometris. Teknologi ini memungkinkan proses desain yang lebih cepat dan lebih adaptif terhadap kebutuhan klien[2].Teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) juga memberikan pengalaman yang lebih imersif dalam proses desain. Klien kini dapat "mengunjungi" ruang yang belum dibangun, memberikan wawasan yang lebih baik mengenai skala, tata letak, dan estetika desain. Dalam konteks pendidikan, teknologi ini memperkaya pengalaman pembelajaran mahasiswa arsitektur, memungkinkan mereka untuk memahami kompleksitas struktur dalam lingkungan virtual sebelum terjun ke proyek nyata [3].Di sisi lain, transformasi digital juga membawa dampak pada pelestarian warisan budaya arsitektur. Dengan pemodelan 3D, bangunan bersejarah dapat direkonstruksi secara digital, memberikan peluang untuk mempelajari elemen-elemen desain dari masa lalu tanpa risiko kerusakan pada struktur aslinya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya membantu melestarikan nilai budaya tetapi juga mendukung pengembangan desain modern yang diinspirasi oleh elemen-elemen tradisional [4].Namun, adopsi teknologi ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan utama adalah kebutuhan investasi besar untuk perangkat keras dan perangkat lunak canggih serta pelatihan bagi tenaga kerja. Di samping itu, kurangnya standar yang seragam dalam penerapan teknologi digital sering kali menjadi penghalang dalam skala global. Meski demikian, peluang yang ditawarkan oleh teknologi ini jauh lebih besar, terutama dalam menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan di tengah tantangan urbanisasi global [2].Transformasi digital juga membuka jalan bagi arsitektur regeneratif, di mana bangunan dirancang untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan manusia tetapi juga memperbaiki ekosistem di sekitarnya. Dengan pendekatan seperti ini, arsitektur dapat menjadi pendorong utama dalam menciptakan kota-kota yang lebih berkelanjutan dan tangguh di masa depan [5].Dengan terus berkembangnya teknologi, peran arsitektur di era digital menjadi semakin krusial dalam menciptakan ruang yang adaptif, fungsional, dan estetik. Meskipun tantangan masih ada, inovasi yang dihadirkan oleh transformasi digital menjanjikan masa depan yang lebih cerah bagi industri arsitektur dan perencanaan kota.
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents] Purwanto, L.M.F
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 3, No 2: Maret 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v3i2.12677

Abstract

Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]
ANALISIS 3 FAKTOR KENYAMANAN BERIBADAH DI MASJID BEKASI Pratama, Rizki Ananda
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 2, No 2: Maret 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v2i2.4274

Abstract

Aktivitas ibadah umat muslim di masjid saat pandemi sebelumnya dibatasi penggunaanya dan pemakaiannya. Kewajiban seorang mulim untuk melakukan ibadah khususnya laki-laki di masjid adalah hal yang sudah diatur dalam agama, sehingga masjid harus bisa memberikan kenyamanan untuk setiap pengguna didalamnya. Penggunaan masjid sudah ditetapkan menjadi 5 waktu diluar kegiatan lain seperti kegiatan majelis, acara keagamaan, tempat untuk pembelajaran dan kegiatan positif lainnya yang dapat difungsikan didalam ataupun sekitaran area masjid. Faktor kenyamanan dalam pencahayaan dan suara merupakan suatu hal wajib agar terciptanya suasana kondusif dan tidak mengganggu pengguna yang ada didalam dan sekitarnya. Masjid Jami’ Al-Ukhuwwah Bekasi merupakan masjid yang berada di daerah kering dan panas sehingga ketiga faktor kenyamanan tersebut harus bisa diatasi. Faktor pencahayaan akan berdampak pada kenyamanan termal yang berdampak ketidak nyamanan karena suhu yang sangat panas dan kelembapan udara di dalam bangunan tersebut. Faktor dari kebisingan dapat menyebabkan terganggunya kegiatan keagamaan didalam masjid tersebut. Pengukuran kenyamanan termal didalam masjid menggunakan CBE Thermal Comfort di 5 Waktu sholat untuk menganalisis apakah perlu adanya ubahan terhadap bukaan dari fasad masjid. Pengukuran dan analisis pencahayaan yang cukup menggunakan lux meter dan disesuaikan dengan standar yang telah disepakati oleh kebijakan internasioanl. Pengukuran untuk tingkat kebisingan menggunakan dB meter dan disesuaikan dengan standar yang telah ada.
PEMBIBIT DIGITAL UNTUK MERANCANG KOTA A., Novida,; D., Ahmad,
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12774

Abstract

Pembibit digital untuk merancang kota merujuk pada penerapan teknologi digital untuk menciptakan desain kota yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif. Latar belakang penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi dalam merancang kota modern, yang melibatkan peningkatan populasi urban, kebutuhan akan infrastruktur yang lebih cerdas, dan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran teknologi digital dalam proses perancangan kota, dengan fokus pada penggunaan data besar, kecerdasan buatan, dan simulasi digital untuk merancang solusi yang lebih responsif dan ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan mencakup analisis literatur, studi kasus penerapan teknologi dalam perancangan kota, serta pemodelan dan simulasi berbasis digital untuk mengoptimalkan perencanaan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital, seperti pemodelan informasi bangunan (BIM), Internet of Things (IoT), dan simulasi kota berbasis data dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam perancangan kota, serta memungkinkan pengelolaan sumber daya yang lebih tepat. Hal ini membuka peluang bagi kota-kota masa depan yang lebih cerdas, hemat energi, dan ramah lingkungan.
PERENCANAAN TATA RUANG DENGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Heriyansyah, K.Heriyansyah; Purwanto. L.M.F, Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 3, No 2: Maret 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v3i2.11389

Abstract

Perencanaan tata ruang merupakan proses sistematis dalam merancang, memanfaatkan, dan mengendalikan penggunaan ruang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang terus berubah. Tata ruang bertujuan untuk mencapai efisiensi ekonomi, sinergi dalam pemanfaatan sumber daya, dan menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan ruang yang berkelanjutan. Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam perencanaan tata ruang dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dengan cara otomatisasi dalam pemilihan dan pengaturan material, serta meningkatkan efisiensi dalam penggunaan alat dan bahan. AI memiliki potensi besar dalam mengolah data yang kompleks untuk mengidentifikasi pola dan tren yang relevan dalam perencanaan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan AI dalam perencanaan tata ruang serta dampaknya terhadap efisiensi dan keberlanjutan pembangunan kota. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan simulasi berbasis data dari kota-kota yang menerapkan AI dalam perencanaan tata ruangnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara manusia dan AI membantu pengambilan keputusan yang lebih baik, sehingga mampu mendukung visi pembangunan kota yang inovatif dan berkelanjutan. Meskipun terdapat tantangan, implementasi AI yang efektif dalam perencanaan tata ruang memberikan peluang besar bagi pengembangan kota di masa depan.
VIRTUAL REALITY DAN AUGMENTED REALITY DALAM ARSITEKTUR DIGITAL Pramesti, A, Pramesti; Olivia, S, Olivia
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 3, No 1: September 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v3i1.12648

Abstract

Perkembangan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk arsitektur. VR dan AR menawarkan cara baru dalam memvisualisasikan, mendesain, dan berinteraksi dengan ruang binaan, membuka peluang bagi terciptanya arsitektur digital yang lebih imersif dan interaktif.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan VR dan AR dalam arsitektur digital, menganalisis manfaat dan tantangan penggunaannya, serta mengeksplorasi potensi pengembangannya di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan website. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan informasi terkait VR dan AR dalam arsitektur digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VR dan AR memberikan manfaat signifikan dalam arsitektur digital, antara lain: meningkatkan efisiensi dan akurasi desain, memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi, serta menciptakan pengalaman imersif bagi pengguna. Namun, terdapat juga tantangan dalam penerapannya, seperti biaya investasi yang tinggi dan kurangnya standar dan regulasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan riset dan pengembangan VR dan AR dalam arsitektur digital, serta pengembangan kerangka kerja yang komprehensif untuk mendukung implementasinya.
PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY UNTUK MAHASISWA ARSITEKTUR TAHUN PERTAMA Berbasis Praktik Penggunaan Software Enscape for Sketchup Cininta, Mutiara
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 2, No 2: Maret 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v2i2.10122

Abstract

Virtual Reality (VR) berkembang sangat pesat dan menjadi teknologi yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Manfaatnya di bidang arsitektur mencakup aspek yang luas, mulai dari desain dan pengembangan, presentasi dan komunikasi, pembelajaran dan pelatihan, hingga evaluasi dan pengujian. Calon arsitek masa depan penting untuk dapat mengenal bagaimana konsep kerja VR, mempraktekkan  dan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi ini dalam proses perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran teknologi VR yang cocok untuk mahasiswa arsitektur tahun pertama. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan sebuah studi kasus, evaluasi terhadap pemanfaatan software Enscape for Sketchup sebagai alat bantu dalam pembelajaran VR dilakukan dengan melibatkan 172 mahasiswa sebagai responden. Dokumentasi hasil pekerjaan 33 kelompok dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan teknologi VR untuk presentasi arsitektural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan pemahaman atas konsep kerja VR dan kebermanfaatannya dalam mempresentasikan ruang dan desain arsitektur secara lebih efektif, efisien, realistis dan interaktif. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran berikutnya, seperti masalah teknis, kecukupan waktu untuk mengeksplorasi, serta keterbatasan hardware komputer yang digunakan.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM DESAIN DAN ALAT SERTA TEKNOLOGI MODERN Wardhani, A., Wardhani, A.
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 4, No 1: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v4i1.12776

Abstract

Pembibit digital untuk merancang kota merujuk pada penerapan teknologi digital untuk Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia desain. Penggunaan alat dan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM), perangkat lunak desain berbasis data, serta teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) telah meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan dalam perancangan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana transformasi digital memengaruhi proses desain, serta dampak penerapan teknologi modern terhadap hasil desain yang lebih adaptif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber terkait implementasi teknologi digital dalam desain arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memungkinkan desainer untuk menciptakan desain yang lebih terintegrasi, responsif terhadap kebutuhan pengguna, dan ramah lingkungan. Alat-alat seperti BIM membantu kolaborasi antar disiplin ilmu, sementara teknologi AR dan VR memberikan pengalaman imersif yang meningkatkan pemahaman klien terhadap desain. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan material, yang penting dalam upaya menciptakan bangunan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya adopsi teknologi digital dalam desain untuk menciptakan ruang yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
MENGINTEGRASIKAN MATERIAL UNGGUL DAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBANGUNAN SMART BUILDING DAN ARSITEKTUR KOTA MODERN Purwanto, L.M.F
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 3, No 2: Maret 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v3i2.12678

Abstract

Revolusi dalam material bangunan dan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam bidang arsitektur dan perencanaan kota. Material akrilik, yang dikenal dengan transparansi tinggi, kekuatan, dan fleksibilitasnya, telah menjadi solusi unggulan dalam berbagai proyek modern, termasuk mega akuarium digital. Material ini bukan hanya mampu menahan tekanan tinggi dan memberikan estetika visual yang memukau, tetapi juga cocok untuk integrasi dengan teknologi pencahayaan dan display digital yang interaktif. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan akrilik pada mega akuarium dapat meningkatkan pengalaman visual dan interaktif bagi pengunjung, menjadikannya elemen penting dalam arsitektur modern [1]Selain itu, pembangunan smart building telah menjadi kebutuhan di era modern, khususnya dalam proyek-proyek pembangunan pemerintah seperti sarana prasarana di Ibu Kota Negara baru. Smart building memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), sensor otomatis, dan sistem manajemen bangunan cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan penghuni. Studi menunjukkan bahwa penerapan sistem cerdas ini mampu mengurangi konsumsi energi hingga 30%, menjadikan bangunan lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan [2].Perilaku masyarakat juga memainkan peran penting dalam keberhasilan pembangunan berkelanjutan, terutama di kota-kota yang sedang bertransformasi digital seperti Menggala. Partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dapat dipermudah melalui platform digital yang memungkinkan komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah. Partisipasi ini telah terbukti meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan, sebagaimana diungkapkan dalam penelitian yang menunjukkan bahwa keterlibatan warga secara digital dapat mempercepat pengambilan keputusan dan respons kebijakan [3].Perencanaan tata ruang juga tidak luput dari pengaruh teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI). AI membantu dalam menganalisis data besar dan memberikan rekomendasi tata letak optimal yang memperhitungkan mobilitas, penggunaan lahan, dan efisiensi infrastruktur. Algoritma AI mampu memprediksi kebutuhan ruang dan infrastruktur, sehingga menghasilkan perencanaan yang lebih efisien dan terarah. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam perencanaan tata ruang dapat meningkatkan produktivitas perencanaan hingga 40% dibandingkan metode konvensional [4].Salah satu aspek penting dalam arsitektur yang sering diabaikan adalah desain jendela dan orientasi bangunan. Penelitian menggunakan CBE Thermal Comfort Tool menunjukkan bahwa desain jendela dan orientasi yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan termal ruang secara signifikan. Dengan desain yang dioptimalkan, kebutuhan energi untuk pendinginan dapat berkurang hingga 20%, yang tidak hanya menghemat energi tetapi juga meningkatkan kenyamanan penghuni [5]. Desain ini menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung konsep bangunan hemat energi dan ramah lingkungan.Pemanfaatan software digital dalam desain arsitektur juga memberikan dampak signifikan. Software seperti Robot Structural Analysis membantu arsitek dan insinyur dalam merancang struktur kayu yang optimal. Dengan bantuan perangkat lunak ini, perhitungan kekuatan dan stabilitas struktur dapat dilakukan dengan presisi tinggi, memungkinkan pengurangan waktu desain hingga 25% dan peningkatan akurasi hasil perhitungan. Studi menunjukkan bahwa penerapan teknologi ini membantu memastikan desain yang aman dan efisien [6].Transformasi digital dalam arsitektur juga terlihat dari penggunaan metode digital dalam perancangan arsitektur secara keseluruhan. Metode ini memungkinkan arsitek untuk membuat model 3D realistis dan melakukan simulasi sebelum tahap konstruksi dimulai. Penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan perangkat lunak desain digital dapat mengurangi kesalahan konstruksi dan meningkatkan efisiensi proyek secara keseluruhan [7].Integrasi material modern dan teknologi digital ini membuka peluang baru dalam pembangunan kota modern yang efisien dan berkelanjutan. Kombinasi akrilik dengan teknologi digital di mega akuarium, penggunaan AI dalam perencanaan tata ruang, hingga smart building yang mendukung penghematan energi dan kenyamanan penghuni, semuanya berperan penting dalam membentuk arsitektur masa depan. Arsitektur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat modern dan menghadapi tantangan di era transformasi digital ini.