cover
Contact Name
Warto
Contact Email
warto@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281327567868
Journal Mail Official
komunika@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah UIN Saizu Jl. Jend. A. Yani No. 20A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 19781261     EISSN : 25489496     DOI : https://doi.org/10.24090/komunika
Journal Komunika is a journal published by the Dakwah Faculty of IAIN Purwokerto, which has a concentration related to the field of Dakwah, Islamic Communication, communication theory, mass communication, dakwah management, dakwah messages, dakwah media, dakwah methods, dakwah organizations, Islamic broadcasting, Islamic journalism, public relations, dakwah, dakwah in the digital era. Journal Komunika really expects the participation of submission of manuscripts or articles that are expected to be published in every print or electronic edition. Through the journal, Komunika will improve the quality of the content of the manuscript or articles in accordance with the rules of the journal Komunika and the results can be useful for the progress of science and society.
Articles 387 Documents
KUASA PEREMPUAN BERCADAR DALAM NOVELAKULAH ISTRI TERORIS KARYA ABIDAH EL KHALIEQY (ANALISIS WACANATEUN A. VAN DIJK) Lailatul Khoiroh; Sulkhan Chakim
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.43 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i2.950

Abstract

The novel of “Akulah Istri Teroris” is the 14th masterpiece from Abidah El Khalieqy as a man letter that raises the theme of terrorist wife life which is always stereotyped by society including for those who wear the veil. It results to them who are still trying in winning their rights as women. This novel is so attractive to be observed because it bases on the reality and most of people still do not it yet so that we can know about the ideology and discourse construction that wants to deliver by the author. This research used a qualitative research with discourse approach of Teun A. Van Dijk. Van Dijk divides it into three dimensions: Textual dimension that examines the structure of text, the view of social cognition, understanding and mental awareness of the author and also social context according to the discourse that grows among of society. The result shows that all the information within the sentences of the novel have coherence and unity so that it creates shape and meaning. In addition, all the information wrap with attractive and simple language style. Discourse analysis that developed by Van Dijk found that this novel becomes one of media for representing the condition of terrorist wife who always get the stigma from various complexities issues but these women show the reader about the fortitude and strength to raise them up from adversity. Novel “Akulah Istri Teroris” merupakan karya ke-14 dari seorang sastrawan Abidah El Khalieqy yang mengangkat tema kehidupan istri teroris yang selalu distereotipkan oleh masyarakat termasuk di dalamnya mereka yang menggunakan cadar. Sehingga mereka terus berusaha untuk merebut hak-haknya sebagai perempuan. Novel ini menarik untuk diteliti karena berdasarkan realitas yang terjadi dan belum banyak diketahui masyarakat  luas, sehingga dari sisi kita dapat mengetahui ideologi dan konstruksi wacana yang ingin disampaikan oleh pengarang.Penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan pendekatan wacana Teun A. Van Dijk. Van Dijk membaginya kedalam tiga dimensi, yaitu dimensi teks yakni meneliti struktur dalam teks, kognisi sosial yang merupakan pandangan, pemahama dan kesadaran mental pengarang, dan konteks sosial yakni terkait wacana yang berkembang dalam masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap informasi dalam kalimat pada novel “Akulah Istri Teroris” adalah saling berhubungan dan memiliki unsur-unsur koherensi sehingga terbentuklah struktur wacana berupa bentuk dan makna. Selain itu informasi dikemas dalam gaya bahasa yang menarik dan sederhana. Tokoh digambarkan memiliki karakter yang kuat. Analisis wacana yang dikembangkan Van Dijk menemukan informasi bahwa novel “Akulah Istri Teroris” merupakan salah satu media untuk merepresentasikan tentang keadaan istri teroris yang selalu mendapat stigmatisasi dari berbagai rumitnya permasalahan yang terjadi, namun para perempuan ini memiliki ketegaran dan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan.
PARADIGMA KEILMUAN KPI DALAM PERSPEKTIF DAKWAH Aan Herdiana
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.774 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i2.951

Abstract

Islamic Communication and Broadcasting or commonly known as KPI, as one of the majors in Islamic colleges, must have an identity. Basically, the KPI’s scientific design can not be separated from two things, first, at the scientific level, the device is able to make science communication and science propaganda as the basis of activity design and the movement of Islamic broadcasting through various paradigmatic, theoretical, and methodological approaches. This is what is referred to as the ability of theoretical understanding (knowledge-based capability). Second, at a practical level, facilitating the growth of capabilities that could be the foundation undergraduate professional competence of KPI. Komunikasi dan penyiaran Islam atau yang biasa dikenal dengan KPI, sebagai salah satu jurusan di perguruan tinggi agama Islam, harus mempunyai identitas. Pada dasarnya desain keilmuan KPI tidak terlepas dari dua hal, Pertama, di level keilmuan, mampu menjadikan perangkat ilmu komunikasi dan ilmu dakwah sebagai basis dari desain aktivitas dan gerakan penyiaran Islam melalui berbagai pendekatan paradigmatik, teoritik, dan metodologis. Inilah yang disebut sebagai kemampuan pemahaman teoretik (knowladgebased capability). Kedua, di level praktis, memfasilitasi tumbuh kembangnya kemampuan yang dapat menjadi pijakan kompetensi profesi sarjana KPI.
BILA KECEMASAN MENDERA TUGAS KONSELING MENCARI SOLUSINYA Zaenal Abidin
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.714 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i2.952

Abstract

Everyone in treading life at certain times will be faced with psychological events such as feeling threatened or feel there is a danger that threatens them is an inner anxiety, especially when man faces severe constraints it thinks could harm themselves both physically and psychologically even at death. If the anxiety level is allowed to whack someone, then so can interfere psychological stability as the inner pressure (stress) on the last level, can even lead to depressed levels of a mental shock which is very dangerous for the human identity. Departing from the description of the development and the negative psychological events in question, may be brought as a result of the very bad for one’s mental health. Then the movement counseling services into one of the gods helper for those with impaired intended in part to find a solution as urgent in order to save the stability of mental health / psychological for individuals who are experiencing problems in question. Setiap orang dalam menapaki kehidupannya pada saat saat tertentu akan dihadapkan pada peristiwa psikologis berupa perasaan terancam atau merasa ada bahaya yang akan mengancam, di antaranya adalah kecemasan batin terutama saat manusia menghadapi hambatan berat yang dianggapnya bisa merugikan diri, baik secara fisik maupun psikologis bahkan pada tingkat kematian. Apabila tingkat kecemasan ini dibiarkan terus mendera seseorang,maka bisa jadi akan menimbulkan gangguan stabilitas psikologis seperti tekanan batin (stress) pada tingkat terakhir, bahkan bisa menuju pada tingkat depresi suatu kegoncangan jiwa yang sangat berbahaya bagi identitas diri manusia. Berangkat dari deskripsi perkembangan dan peristiwa psikologis negatif dimaksud, bisa jadi akan membawa akibat yang sangat buruk bagi kesehatan mental seseorang. Maka gerakan layanan konseling menjadi salah satu dewa penolong bagi mereka yang mengalami gangguan dimaksud dalam mencarikan solusinya sebagai bagian yang urgen dalam upaya menyelamat  kan stabilitas kesehatan mental/psikologis bagi individu yang sedang mengalami gangguan dimaksud.
STATISTIK DESKRIPTIF DALAM PENELITIAN KUALITATIF Amirotun Sholikhah
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.791 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i2.953

Abstract

Descriptive statistics are statistics used to analyze data in ways that describe or depict the data that has been collected as it is without intending to generally accepted conclusions or generalizations. Therefore, in order to ensure the validity of results from data obtained three stages required therein or better known as the basic foundation that is; The first variation where statistics works with changing circumstances. The second reduction means that not all of the information that must be processed. Not all people have studied (population), but simply with less samples are representative only. Thirdly, the generalization is to draw general conclusions that apply to members of the population based on representative samples. Through these stages at least, researchers will be able to produce comprehensive data and findings can be justified scientifically. It is therefore essential for researchers to use statistical methods descriptive qualitative research, as a form of research on social phenomena that tend to be captured. Through the ability if a database owned by qualitative descriptive method, it is helpful in making the observations in the form of measures in the form of numbers. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Oleh karena itu guna menjamin hasil dari kevalidan data yang diperoleh diperlukan tiga tahapan di dalamnya atau lebih dikenal sebagai landasan pokok yaitu; pertama variasi dimana statistik bekerja dengan keadaan yang berubah-ubah. Kedua reduksi artinya tidak seluruh informasi yang harus diolah. Tidak seluruh orang harus diteliti (populasi), melainkan cukup dengan sampel-sampel yang mewakilinya saja. Ketiga, generalisasi yaitu menarik kesimpulan umum yang berlaku untuk anggota-anggota populasinya berdasarkan sampel-sampel yang representatif. Melalui tahapan tersebut paling tidak peneliti akan mampu menghasilkan temuan data yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Sebab itu sangat penting bagi peneliti untuk menggunakan metode statistik deskriptif pada penelitian kualitatif, sebagai bentuk penelitian tentang yang cenderung memotret fenomena sosial. Melalui kemampuan olah basis data yang dimiliki oleh metode kualitatif deskriptif, sangatlah membantu dalam melakukan pengamatan dalam bentuk ukuran-ukuran berupa angka-angka.
Etika dan Kode Etik Jurnalistik dalam Media Online Islam Iim Rohimah
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.909 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v11i2.1054

Abstract

Online media is a new world’s phenomenon which produce the mass communication subjects which is not only institutionalized but also individuals, famously known as citizen journalist. However, this new type of journalist is considered as not professional as mainstream journalists. This phenomenon is also happened in islamic online media, which the subject of this communication could be an institution, or either individuals. These subjects are often violating journalism rule and ethics on the internet. The ideology of this writer and institution could be expressed on a discriminative and unfair journalism product. On the other hand, religious sentiment could also be a factor when a journalism products tend to accused a person before the law. This condition has to be evaluated, it is due to the islamic media on the internet could be an image of Islamic world as a whole. Moreover as a moslem, we are not only pay attention to the journalism code but also on Islamic value. There are many Islamic rule which stated that journalism activities linked with taqwa concept. Each of journalism activites on the media has to be based on the fairness, carefulness and critique-constructive concept. With that, it could strengthen moslem activities on holding not only towards journalism code of ethics but also Islamic religious faith.
Keteladanan Sebagai Dakwah Kontemporer dalam Menyongsong Masyarakat Modern Hasan Bastomi
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.077 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1275

Abstract

This paper aims to explore the application of exemplary as a form of contemporary da’wah. Exemplary dakwah in modern society consist of: 1) Da’wah able to give example to society to life and noble civilization, so that human become dignified (akramal akramin); 2) Da’wah that able to motivate and facilitate society to live orderly and far of the pollution that damages his conscience; 3) Da’wah that produces high cultural products resulting from emulating noble behavior and deep reflection with the highest knowledge; 4) Da’wah that is able to bridge the diametric gap between the various orientations; and 5) Da’wah that becomes the solution and able to compensate for the various offers of non-propagation information. Execution of exemplary method in da'wah of a dai has at least two main requirements: (1) requirements of science, (2) personality requirements to be role models for society. Tulisan ini bertujuan menggali penerapan keteladanan sebagai bentuk dakwah kontemporer. Dakwah dengan keteladanan sebagai dakwah kontemporer dalam masyarakat modern adalah: 1) Dakwah yang mampu meneladani masyarakat dalam menapak jejak kemuliaan hidup dan peradaban yang tinggi, sehingga manusia menjadi bermartabat (akramal akramin); 2) Dakwah yang mampu memotivasi dan memfasilitasi masyarakat untuk hidup teratur dan jauh dari polusi yang merusak nuraninya; 3) Dakwah yang menghasilkan produk kebudayaan yang tinggi (tidak remeh-temeh) yang dihasilkan dari meneladani perilaku yang mulia dan perenungan yang mendalam dengan pengetahuan yang tinggi; 4) Dakwah yang mampu menjembatani kesenjangan diametral antara berbagai orientasi; dan 5) Dakwah yang menjadi solusi dan mampu mengimbangi berbagai tawaran informasi non-dakwah. Pelaksanaan metode keteladanan dalam dakwah seorang dai sedikitnya memiliki dua persyaratan utama: (1) persyaratan keilmuan, (2) persyaratan kepribadian untuk dijadikan suri teladan bagi masyarakat.
Feminist Therapy Islam Sebagai Alternatif Menangani Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga Ade Nurzaman
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.447 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1277

Abstract

Domestic Violence (KDRT) both in quantity and quality tends to increase, this can be caused by several things. First, public awareness of human rights has become part of people’s lives. Second, the number of institutions that care enough about the phenomenon of domestic violence so as to be able to report the numbers of violence that occurred. So far, the handling of domestic violence is still limited to the victims of violence. The approach of counseling theory that is considered relevant to cases of domestic violence is Islamic feminist therapy (Islamic feminist therapy). The concept built in feminist theory uses a system perspective integrated with Islamic psychology, meaning that the process of counseling intervention is not only to the individual but also environment to ensure the settlement of the root of the problem and even a spiritual and religious touch. The ability of counselors to empower individuals or communities within the victim’s environment is a skill that must be sharpened by counselors who use feminist therapy. This theory is based on three principles: First, the personal is political; Second, egalitarian relationship; and Third, the valuing perspective. These concepts that become pillars of feminist therapy and weighed with religion become important indicators in determining the ability of counselors in helping accompany victims of domestic violence. Angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) secara kuantitas maupun kualitas cenderung meningkat, disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, kesadaran masyarakat terhadap hak-hak asasi sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat. Kedua, banyaknya lembaga yang cukup peduli pada fenomena KDRT sehingga mampu melaporkan angka- angka kekerasan yang terjadi. Selama ini penanganan KDRT masih sebatas pada korban kekerasan. Pendekatan teori konseling yang dianggap relevan dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga adalah feminis terapi islam (Islamic feminist therapy). Konsep yang dibangun dalam teori feminis memakai perspektif sistem yang diintegrasikan dengan psikologi Islam, artinya proses intervensi konseling tidak hanya kepada individu tetapi lingkungan individu ikut diberi perlakuan untuk menjamin penyelesaian akar masalah bahkan ada sentuhan spiritual dan religius. Kemampuan konselor untuk memberdayakan individu/masyarakat di lingkungan korban merupakan kemampuan yang harus diasah oleh konselor yang memakai terapi feminis. Teori ini didasari pada prinsip, yaitu; Pertama, the personal is political; Kedua, egalitarian relationship; dan Ketiga, the valuing perspective. Ketiga konsep yang menjadi pilar terapi feminis dan ditimbang dengan agama menjadi indikator penting dalam menentukan kemampuan konselor dalam membantu mendampingi korban KDRT.
Efektivitas Peran Keluarga dalam Membentuk Tumbuh Kembang Agama Enung Asmaya
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.449 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1278

Abstract

Religion is the choice of human life. Man can accept or reject religion is influenced by their knowledge, attitude and experience, or known as personal and social aspects. These two aspects influence each other in determining human behavior. Human are individuals who are integrated and live with both aspects. Man will be lucky if able managing both aspects on the path of truth. But man will lose if otherwise. Based on the theory of behaviorism aspects social as family becomes the determinant in the verdict of religious behavior someone. Because the family becomes the closest place in one’s life.Many norms, the rule of leadership in the family which becomes the frame of references of a person in behaving. Therefore in a religious, healthy, prosperous and harmonious family the positive influence of one’s religious adherence. Beragama adalah pilihan hidup manusia. Manusia dapat menerima atau menolak agama dipengaruhi pengetahuan, sikap, dan pengalaman yang dimiliki yang biasa disebut aspek personal dan sosial. Kedua aspek tersebut saling memengaruhi jiwa dalam menentukan perilaku manusia. Manusia adalah individu yang terintegrasi dari kedua aspek tersebut dan manusia hidup dengan kedua aspek tersebut. Manusia akan beruntung jika mampu mengelola kedua aspek tersebut pada jalan kebenaran. Namun manusia akan merugi jika sebaliknya. Berdasarkan teori behaviorisme, aspek-aspek sosial seperti keluarga menjadi penentu dalam putusan perilaku keagamaan seseorang. Keluarga menjadi tempat yang paling dekat dalam kehidupan seseorang. Banyak norma, aturan kepemimpinan dalam keluarga yang menjadi frame of references seseorang dalam berperilaku. Keluarga yang agamis, sehat, sejahtera, dan harmonis memberikan pengaruh positif kepatuhan beragama seseorang.
Peran Ganda Guru Bimbingan dan Konseling di SMP Diponegoro Depok, Sleman, Yogyakarta Muchamad Agus Slamet Wahyudi
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.498 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1279

Abstract

This article is about the dual role of teacher guidance and counseling. Teacher guidance and counseling positions are important positions in a school. With the teachers guidance and counseling in schools are able to reach students who are exposed to the problem. Teacher guidance and counseling has so much responsibility to hear the portion of at least 150 students for one teacher guidance and counseling, then the role of teachers guidance and counseling that not only one to make guidance and counseling teachers should have good management. The location of this research is in Junior Diponegoro Depok with subject of teacher. The research method using qualitative descriptive approach with emphasis on direct jumping of spaciousness. Furthermore, from the findings in the field mentioned that the double role of a teacher guidance and counseling is something that can happen, but with this dual role, not make the teacher BK crossed his duties, but still perform the task as a teacher guidance and counseling with the help of other parties such as homeroom, waka student, even up to the principal. Cooperation and counseling teachers counseling and counseling with other parties in school make the role of teacher guidance and counseling that not only one be very helpful and can be run well. artikel ini memapakan tentang peran ganda posisi guru bimbingan dan konseling. Posisi guru bimbingan dan konseling merupakan posisi yang penting dalam sebuah sekolah. Dengan adanya guru bimbingan dan konseling di sekolah mampu menjangkau siswa-siswi yang sedang terkena masalah. Guru bimbingan dan konseling mempunyai tanggung jawab yang begitu besar dengar porsi minimal 150 siswa untuk satu guru bimbingan dan konseling, maka peran guru bimbingan dan konseling yang tidak hanya satu membuat guru bimbingan dan konseling harus mempunyai manajemen yang baik. Adapun lokasi penelitian ini adalah di SMP Diponegoro Depok dengan subjek guru. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menekankan pada terjun langsung kelapangan. Selanjutnya dari hasil temuan dilapangan menyebutkan bahwa peran ganda seorang guru bimbingan dan konseling merupakan hal yang bisa terjadi, namun dengan peran ganda ini, idak membuat guru BK melalikan tugasnya, namun tetap menjalankan tugas sebagi guru bimbingan dan konseling dengan bantuan pihak lain seperti wali kelas, waka kesiswaan, bahkan sampai kepala sekolah. Keterkaitan dan kerjasama guru bimbingan dan konseling dengan pihak lain disekolah membuat peran guru bimbingan dan konseling yang tidak hanya satu menjadi sangat terbantu dan bisa dijalankan dengan baik
Upaya Terapi Depresi Secara Islami Zaenal Abidin
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.618 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1280

Abstract

Many people see that depression is an ordinary inner disorder, it could heal itself as time goes by. But according to health and psychic expert, depression is a disorder which focused on thoughts and feeling which makes a person experiencing mental shock, depression wil bring a very negative impact as losing orientation of life if it lasts for some period of time and does not helped by experts. Depression also weakens the physical and mental potential, destroying the future and even erasing an identity. Referencing these impacts, surely psychotherapist need to provide sufficient information to the public: (1) about the risk of experiencing mental pressure without being able to cope with it that could leads to depression, risking his mental health and threatened his future. (2) The need of alternative solution through various approaches as physiologically, psychologically, socially and spiritually. With holistic approaches and intensively accompanied, hopefully these patients could be helped from mental suffer, and it could give society to be more aware and alert. Banyak orang awam memandang bahwa depresi merupakan suatu gangguan batin yang biasa biasa saja, seiring berjalannya waktu maka bisa sembuh sendiri. Padahal menurut para ahli kesehatan badan dan jiwa, depresi justru suatu gangguan yang berfokus pada pikiran dan perasaan yang tentunya membuat diri si penderita mengalami kegoncangan jiwa, yang apabila berlangsung lama tidak segera mendapat pertolongan dari ahlinya akan dapat membawa dampak sangat negatif berupa kehilangan orientasi kehidupannya, melemahkan sisi potensi fisik dan kondisi potensi mentalitasnya, menghancurkan masa depan, bahkan dapat kehilangan identitas kemanusiaannya. Dengan mencermati dampak yang ditimbulkan tersebut tentunya para psikoterapis perlu memberikan informasi yang tegas kepada masyarakat: (1) tentang bahaya tindaklanjut seseorang yang terkena tekanan batin tanpa mampu untuk mengatasinya, justru akan meningkat menjadi depresi dan mengancam kesehatan mentalnya dan berakhir mengancam raga dan jiwanya, dunia dan akhiratnya. (2) perlunya menawarkankan alternatif solusi melaui berbagai pendekatan terapi secara fisiologis, psikologis, sosial dan spiritual. Dengan pendekatan secara holistik dan pendampingan yang intensif diharapkan mereka para penderita depresi terbantu membebaskan diri dari penderitaan batin, sekaligus membuka cakrawala dan kesadaran masyarakat pada umumnya agar bisa mengantisipasi, sehingga memiliki kemampuan dan upaya menghindarinya.