cover
Contact Name
Susi Herawati
Contact Email
susiherawati@iainbatusangkar.ac.id
Phone
+6282284357342
Journal Mail Official
attarbiyah@iainbatusangkar.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No.137, Limo Kaum, Kec. Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat 27217
Location
Kab. tanah datar,
Sumatera barat
INDONESIA
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 27757099     EISSN : 27757498     DOI : http://dx.doi.org/10.31958/atjpi.v2i2
Core Subject : Education,
FOKUS: at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam ini mengkaji penelitian pendidikan islam, Literatur Review, dan library research. CAKUPAN: Kajian penelitian dalam Jurnal At-Tarbiyah: Pendidikan Islam mencakup: Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Pelaksanaan Metode Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di Talamau Tahfidz Centre (TTC) Talu, Pasaman Barat Adam Mudinillah; Nidya Wiken Aprilia
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v3i1.4080

Abstract

Rumah tahfidz Talamau Tahfidz Centre (TTC) yang berada di Sumatera Barat tepatnya di Talu Pasaman Barat adalah rumah tahfidz yang dengan fasilitas gratis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bagaimana gambaran pelaksanaan pembelajaran serta metode apa yang diajarkan kepada peserta didik dalam menghafal Al-Qur’an di rumah tahfidz Talamau Tahfidz Centre (TTC) tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Reseach) dengan menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini adalah pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di rumah tahfidz Talamau Tahfidz Centre (TTC) ini terdiri dari dua tingkatan yaitu untuk anak yang belum mengenal huruf hijaiyah dan Al-Qur’an (belum mampu membaca) pada tingkatan ini umumnya untuk anak usia dini dan sekolah dasar, dan metode yang digunakan adalah metode Talaqqi sedangkan untuk yang sudah mengenal Al-Qur’an (yang sudah mampu membaca Al-Qur’an) umumnya untuk anak usia SLTP dan SLTA dengan cara menghafal sendiri dan setelah itu baru setoran hafalan, pada setiap pertemuan 30 menit pertama melakukan muraja’ah setelah itu baru menambah hafalan, dan setoran hafalan  dengan menggabungkan hafalan yang sebelumnya dengan hafalan yang baru, metode yang digunakan adalah metode Wahdah
Pelaksanaan Layanan Informasi Keagamaan dalam Mencegah Kecemasan Pasien yang Menghadapi Fraktur Pra Bedah di RSUP DR M. Djamil Padang Ali Asmul
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v3i1.5744

Abstract

Layanan informasi keagamaan yaitu layanan yang memungkinkan umat beragama menerima dan memahami informasi serta pengetahuan tentang kekuatan spiritual keagamaan dalam melaksanakan amal saleh dan sebagai penentu sikap dan tingkah laku keberagamaan atau nasib dan jalan hidupnya.  Kecemasan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan perasaan tegang, takut dan khawatir. Hal serupa juga terjadi di RSUP DR M. Djamil Padang terhadap pasien fraktur pra bedah. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu kualitatif dengan desain fenomenologi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Pertama, mengetahui bentuk kecemasan paien fraktur pra bedah. Kedua, mengetahui strategi apa saja yang diterapkan  dalam pelayanan keagamaan untuk mengentaskan kecemasan pasien fraktur pra bedah. Ketiga, mengetahui teknik apa saja yang diterapkan dalam pelayanan keagamaan untuk mengentaskan kecemasan pasien fraktur pra bedah. Keempat, mengetahui problematika penerapan pelayanan keagamaan terhadap pasien dan solusinya.
Penerapan Strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa Pada Masa Pandemi Di Pondok Pesantren MTI Paninggahan Mega Melisa Putri
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v3i1.3703

Abstract

Strategi pembelajaran yang berorientasi aktivitas siswa adalah suatu proses pembelajaran yang digunakan untuk mengembangkaan keaktifan peserta didik dalam suatu pemahaman konsep dan teori melalui aktivitas pengalaman di berbagai lingkungan belajarnya. Pada masa pandemi, strategi pembelajaran juga berpengaruh dalam proses pembelajaran. Pada penelitian ini membahas tentang penerapan strategi pembelajaran berorientasi aktivitas siswa pada masa pandemi di Pondok Pesantren MTI Paninggahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran berorientasi aktivitas siswa pada masa pandemi di Pondok Pesantren MTI Paninggahan. Karena model pembelajaran berorientasi aktivitas siswa ini membantu peserta didik agar bisa belajar kreatif sehingga dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh melalui wawancara salah seorang guru di Pondok Pesantren MTI Paninggahan. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh data mengenai penerapan strategi pembelajaran berorientasi aktivitas siswa pada masa pandemi di Pondok Pesantren MTI Paninggahan. Bahwa di masa pandemi peserta didik belajar di rumah (daring), media yang digunakan dalam proses pembelajaran di masa pandemi yaitu media WAG dan google form serta bagi peserta didik yang tidak mempunyai handphone di harapkan untuk menjeput tugasnya ke Madrasah.
Learners’ Characters in Post Truth Era: A Critical Study of the book of Izhatun Nasyi’in by Syekh Mustafa Al-Ghalayaini Nasikhin - Nasikhin; Raharjo - Raharjo; Nasikhin - Nasikhin
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v3i1.5324

Abstract

The United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) stated that in 2016, 50% of 33 million Indonesian youth have committed acts of violence due to misinformation. This incident occurred as a result of the proliferation of post truth   phenomena which are increasingly dangerous. This study aims to describe the character of learners in the post truth era in the perspective of Shaykh Mustafa al-Ghalayaini in his book, Izhatun Nasyi'in. Using library research method, this research explored the concept of learners’ characters that should be possessed in responding to the post truth phenomenon. The results showed that the learning characters offered by Shaykh Musthafa al-Ghalayaini were intensive coaching, mentoring, and giving advice. Then the process of character building was based on the character values needed by students in responding to post truth phenomena such as being patient, not using religion for personal commercial purpose, having hopes and dreams, courage, prioritizing the benefit of the people, renewal, being religious, liking to read ,nationalist, will, simple, and trustworthy. These attitudes are the description of learners’ characters to fight the negative impact of post truth that occurs among teenagers.
Pendidikan Multikultural Perspektif Islam Feni Mardika
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v3i1.4033

Abstract

Pendidikan multikultural dalam perspektif Islam dilaporkan dalam tulisan ini. Penulisan yang dilakukan bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pendidikan multikultural ditinjau dari sudut pandang Agama Islam. Penelitian ini diteliti menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Dari penelitian dapat dipahami bahwa  dalam pandangan Islam, pendidikan multikultural memiliki dasar yang kuat. Meskipun dalam Islam terdapat pemisahan antara laki-laki dan perempuan, hanya dilakukan untuk mencegah pelanggaran moral. Sehingga dengan demikian pemisahan yang seperti ini tidak termasuk ke dalam tindakan diskriminatif  Islam memahami dan menerima keragaman. Sesuai dengan penjelasan dari salah satu ayat dalam Al-Qur’an, Islam telah memberikan dasar bagi terlaksananya pendidikan multikultural. Dengan demikian, pendidikan multikultural dalam pandangan Islam menjadi salah satu solusi yang sangat tepat digunakan untuk memperbaiki tatanan sosial-masyarakat yang mulai etnosentris dan individualis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5