cover
Contact Name
Fatma Wati
Contact Email
fatma_wati@fmipa.unp.ac.id
Phone
+6285760598611
Journal Mail Official
semesta@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA, UNP Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Kota Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching
ISSN : 25991817     EISSN : 25981951     DOI : https://doi.org/10.24036/semesta
Core Subject : Education,
SEMESTA Journal of Science Education and Teaching is a journal that is managed by Department of Natural Science Education, Universitas Negeri Padang. First published in 2019 and regularly published twice a year. The script that is loaded is the original manuscript, not yet published in other publications. The editor receives from the author of researchers, lecturers, teachers, practitioners, and University students for submitting the result of studies and the prioritized results of research concerned with natural science education and natural science teaching, including the development of instruments for evaluation, development of instructional media, the development of learning model, and ethnosciences in learning.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2018)" : 9 Documents clear
Pengembangan LKS Berbasis Model Concept Attainment pada Materi Momentum, Impuls dan Getaran Harmonis Untuk Pembelajaran Fisika Kelas X SMA/MA Wahyu Diana Ikbal
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.32

Abstract

Fisika adalah salah satu mata pelajaran pada jenjang pendidikan menengah. Pembelajaran fisika dilaksanakan sesuai dengan kurikulum 2013. Ciri khas dari Kurikulum 2013 salah satunya adalah pendekatan saintifik yang terdiri dari kegiatan mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Kenyataan disekolah menunjukkan bahwa langkah-langkah dalam pendekatan saintifik belum dilaksanakan secara sempurna, masih terbatasnya bahan ajar yang menunjang proses pembelajaran, dan rata-rata hasil belajar siswa rendah. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan membuat LKS berbasis model concept attainment. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menentukan validitas dan praktikalitas dari LKS berbasis model concept attainment pada materi momentum, impuls dan getaran harmonis. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis Research and Development. Objek dari penelitian ini adalah LKS berbasis model conceptual attainment yang diuji cobakan kepada siswa kelas X SMAN 4 Pariaman. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian adalah lembar uji validitas dan lembar uji praktikalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis validitas produk dan analisis praktikalitas produk.Berdasarkan analisis data dan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan beberapa hal berikut. Pertama, validitas produk memiliki tingkat validitas tinggi dengan nilai rata-rata 81,7 dengan kriteria sangat valid. Praktikalitas LKS berbasis model conceptual attainment menurut respon siswa yaitu 82,3 dengan kriteria sangat praktis.
Implementasi Literasi Sains Framework PISA 2015 melalui Lesson Study Dalam Pembelajaran IPA di SMP: Plan; Do; See Aristo Hardinata
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.28

Abstract

Telah Dilaksanakan penelitian pendidikan untuk melihat penerapan literasi sains framework PISA 2015 melalui Lesson Study pada pembelajaran IPA di sekolah menengah pertama. Penerapan ini bertujuan untuk melihat proses pembelajaran berbasis literasi sains dengan mengacu pada framework PISA 2015 sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan sikap literasi sains siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sampel ditetapkan dengan cara purposive sampling, yakni sampling disesuiakan dengan kebutuhan peneliti yaitu salah satu kelas di SMPN 25 Kota Padang yang sedang mempelajari IPA oleh guru-guru yang sudah berpengalaman dalam melaksanakan Lesson Study pada tahun-tahun sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen wawancara dan instrumen observasi pada tahap Lesson Study. Data yang diperoleh kemudian di analisis dan dideskripsikan. Hasil penelitian berupa deskripsi tentang pelaksanaan masing-masing tahapan Lesson Study yakni tahapan plan, do, dan, see.
Deskripsi Kemampuan Guru-guru IPA SMP Kecamatan Koto Tangah dalam Membuat Lembar Kerja Peserta Didik Praktikum IPA Terpadu Berbasis Tematik Arief Muttaqiin
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.25

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diadakan untuk melatih para guru IPA SMP cukup mendapatkan antusias yang baik dari para peserta. Secara deskriptif, diperoleh hasil analisis mengenai kemampuan guru-guru IPA SMP se-Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dalam membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA Terpadu berbasis tematik setalah kegiatan dilaksanakan. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru kurang optimal. Hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, beberapa diantaranya adalah waktu kegiatan yang relatif pendek.
Analisis Kebutuhan Mahasiswa Terhadap Panduan Tertulis Penggunaan Perangkat Lunak di Universitas Negeri Padang Relsas Yogica
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.29

Abstract

Perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir berpengaruh terhadap keseluruhan aspek kehidupan. Perkembangan tersebut tentu saja masuk ke ranah pendidikan. Mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi selain untuk membentuk mahasiswa dan lulusan yang memiliki kompetensi konten ilmu, tapi juga membentuk mahasiswa dan lulusan yang memiliki kemampuan berdaya saing tinggi. Kemampuan ini ditandai dengan skill dalam penggunaan teknologi. Program Studi Pendidikan Biologi adalah salah satu dari banyak Program Studi yang ada di Universitas Negeri Padang. Lulusan dari Program Studi ini adalah guru yang seharusnya memiliki skill untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran di sekolah. Sehingga, dosen diminta untuk membekali mahasiswa calon guru dengan ilmu terapan penggunaan teknologi, misalnya penggunaan perangkat lunak dalam pembelajaran. Sehingga sangat dibutuhkan panduan untuk menjadikan hal ini berhasil. Kami telah menganalisis secara ilmiah tentang tingkat kebutuhan mahasiswa di Jurusan Biologi terhadap buku panduan penggunaan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kebutuhan mahasiswa terhadap produk yang Kami kembangkan. Manfaat informatif yang Kami dapatkan dari penelitian ini menjadi dasar untuk pengembangan produk selanjutnya. Kami menyimpulkan bahwa mahasiswa membutuhkan panduan tertulis, seperti buku, untuk menggunakan perangkat lunak dalam pembelajaran.
Analisis Kebutuhan Kurikulum dalam Pengembangan Bahan Ajar Fisika Termal Terpadu Berbasis High Order Thinking Skill Rahmah Evita Putri
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.33

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan tujuan yakni menganalisis kebutuhan kurikulum dalam pengembangan bahan ajar fisika termal terpadu berbasis high order thinking . Kurikulum dianalisis berdasarkan kurikulum jurusan pendidika IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang. Metode penelitian yang dilakukan adalah analisis deskripsi. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa pada kurikulum jurusan pendidikan IPA, membutuhkan bahan ajar fisika termal terpadu, hal tersebut dikarenakan jurusan IPA merupakan jurusan baru yang memiliki tujuan untuk menghasilkan guru IPA yang dapat menguasai pembelajaran IPA secara terpadu, sehingga pembelajaran fisika termal haruslah disajikan secara terpadu diamana tidak hanya berat kepada konten fisika saja, namun memadukan konten biologi dan kimia. Pada bahan ajar juga diperlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi, agar mahasiswa terbiasa membahas soal dan memiliki pola pikir tingkat tinggi.
Studi Pendahuluan Workshop Rancangan Pembelajaran IPA Terpadu Bermuatan Mind Mapping Renol Afrizon
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.30

Abstract

Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP/MTs Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman masih belum optimal dalam mengajarkan IPA terpadu di sekolah. Hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan guru IPA bukan berasal dari pendidikan IPA melainkan dari jurusan fisika dan biologi. Belum terpadunya latar belakang pendidikan ini mengakibatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu di kelas belum optimal. Belum optimalnya penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional guru menimbulkan kesulitan tersendiri bagi guru dalam mengaitkan materi IPA secara terpadu sehingga berdampak pada kompetensi siswa. Pemberian workshop rancangan pembelajaran IPA Terpadu dijadikan sebagai solusi yang diharapkan dapat memotivasi guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi awal guru sehingga pelaksanaan workshop sesuai dengan kebutuhan guru. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner menggunakan skala Guttman. Pengumpulan data yang dilaksanakan tanggal 18 Agustus 2018 sebelum kegiatan workshop dimulai. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa guru-guru IPA SMP Kabupaten Pariaman dan Kota Pariaman masih mengalami kesulitan materi IPA terpadu meskipun sebagian besar pernah ikut pendalaman materi IPA. Guru-guru IPA pernah merancang mind mapping IPA terpadu yang sebagian besar diantaranya memiliki kendala dalam merancang mind mapping. Selain itu, guru-guru IPA juga sudah mencoba untuk merancang pembelajaran IPA secara terpadu tetapi memiliki kendala dalam merancang pembelajaran IPA terpadu Oleh karena itu, hasil analisis kondisi awal ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam pemberian workshop rancangan pembelajaran IPA Terpadu bermuatan mind mapping sehingga dapat digunakan sebagai rujukan dalam pelaksanaan workshop
Profil Kreatifitas dan Minat Calon Guru IPA pada Mata Kuliah IPA Terpadu Kelas 7 Arief Muttaqiin
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.26

Abstract

Kreatifitas merupakan salah satu jenis keterampilan yang perlu dimiliki oleh peserta didik sebagai bekal untuk diterapkan di dunia kerja. Selain itu, minat peserta didik dalam belajar merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar, termasuk kreatifitas. Penelitian ini mengungkapkan profil kreatifitas dan minat calon guru IPA pada mata kuliah IPA Terpadu Kelas 7. Sebanyak 35 peserta didik yang merupakan calon guru IPA digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Nilai kreatifitas yang dijaring melalui poster memiliki rata-rata kelas sebesar 77,08, sementara minat belajar peserta didik pada topik penelitian ini berada pada nilai 83,81. Dilakukan uji korelasi non parametrik yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar dan kreatifitas calon guru IPA. Kreatifitas merupakan keterampilan yang perlu dilatihkan secara berkelanjutan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu caranya adalah dengan melatih peserta didik dengan berbagai kegiatan pembelajaran yang merangsang minat belajar peserta didik.
Research Based Learning dalam Pembelajaran IPA Terpadu Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Fanny Rahmatina Rahim
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.31

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa, diperlukan kesadaran Tenaga Pendidik agar senantiasa aktif dalam memberikan inovasi dalam pembelajaran di kelas seperti mentransformasi pembelajaran konvensional menuju pembelajaran berbasis riset. Artikel ini merupakan sebuah review penerapan Research Based Learning dalam proses pembelajaran IPA Terpadu. Data penelitian diperoleh dari kegiatan observasi dan wawancara selama pembelajaran berlangsung. Dengan implementasi pembelajaran berbasis riset, kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan Fisika FMIPA UNP diharapkan dapat mengalami peningkatan.
Respon Guru dalam Workshop Peningkatan Kemampuan Guru IPA SMP/ MTs Se-Kabupaten Pasaman dalam Pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik dengan Pendekatan Saintifik untuk Mendukung Kegiatan Praktikum di Laboratorium Arief Muttaqiin
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta.v1i2.27

Abstract

Respon guru merupakan salah satu aspek penting setelah suatu kegiatan berupa pelatihan selesai dilaksanakan, karena akan mempengaruhi hasil atau output. Sampel yang diambil adalah sebanyak 17 orang guru IPA se-kabupaten Pasaman dan kegiatan diadakan di SMP Negeri 1 Lubuk Sikaping, Sumatera Barat. Berdasarkan data yang telah berhasil kita himpun, respon guru terhadap kegiatan ini sangat beragam. Respon tertinggi yang diberikan pada kategori baik (efektifitas penggunaan waktu pelatihan), sedangkan kategori sangat baik tertinggi berada di aspek penguasaan materi pelatihan. Dengan adanya data berupa respon guru ini, diharapkan akan memperbaiki kualitas pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9