cover
Contact Name
Fatma Wati
Contact Email
fatma_wati@fmipa.unp.ac.id
Phone
+6285760598611
Journal Mail Official
semesta@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, FMIPA, UNP Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Kota Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching
ISSN : 25991817     EISSN : 25981951     DOI : https://doi.org/10.24036/semesta
Core Subject : Education,
SEMESTA Journal of Science Education and Teaching is a journal that is managed by Department of Natural Science Education, Universitas Negeri Padang. First published in 2019 and regularly published twice a year. The script that is loaded is the original manuscript, not yet published in other publications. The editor receives from the author of researchers, lecturers, teachers, practitioners, and University students for submitting the result of studies and the prioritized results of research concerned with natural science education and natural science teaching, including the development of instruments for evaluation, development of instructional media, the development of learning model, and ethnosciences in learning.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019): Science Education Journal" : 7 Documents clear
Kelayakan Isi Bahan Ajar Fisika Termal Terpadu Berbasis High Order Thinking Skill Rahmah Evita Putri
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 2 No 1 (2019): Science Education Journal
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.613 KB) | DOI: 10.24036/semesta.v2i1.42

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan isi dari bahan ajar fisika termal terpadu berbasis High Order Thinking Skill (HOTS). Uji kelayakan isi menggunakan instrumen kelayakan isi baku oleh (Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP). Uji kelayakan isi dilaksanakan dengan cara memberikan draft bahan ajar beserta instrumen kepada 5 orang ahli dengan latar belakang yang berbeda. Pada uji kelayakan isi terdapat enam komponen yang akan dinilai, diantaranya cakupan materi, akurasi materi, kemutakhiran, wawasan produktifitas, keingintahuan, dan keterpaduan. Hasil uji kelayakan didapatkan bahwa bahan ajar fisika termal terpadu berbasis HOTS berada pada kategori layak secara isi.
Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Fisika SMK Sumatera Barat dalam Merancang Media Pembelajaran Non-Cetak Terintegrasi Pendekatan Saintifik Rio Anshari; Akmam Akmam; Adree Octova
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 2 No 1 (2019): Science Education Journal
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.212 KB) | DOI: 10.24036/semesta.v2i1.37

Abstract

Tenaga pendidik yang selanjutnya kita sebut guru, pada hakikatnya dituntut untuk memiliki kompetensi yang meliputi empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Pada kompetensi profesional, guru diharuskan menguasai bidang yang diasuhnya dan dapat melakukan perbaikan terus menerus sebagai bentuk usaha peningkatan kompetensinya. Salah satu usahanya adalah dengan melakukan perbaikan secara berkesinambungan untuk pribadi guru secara mandiri serta dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas untuk terus dapat meningkatkan kebermaknaan proses pembelajaran yang dilaksanakan. Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh guru adalah penggunaan media pembelajaran yang layak (valid), tepat, sederhana dan reliabel untuk mengkomunikasikan konsep-konsep keilmuan yang diajarkannya. Fakta di lapangan menunjukkan pada mitra kerjasama dari kegiatan ini masih banyak terdapat ketidaktepatan guru dalam memilih dan penggunaan media dalam melaksanakan proses pembelajaran. Fokus workshop yang dilaksanakan yaitu pada media pembelajaran non-cetak jenis media pembelajaran berbasiskan animasi dan simulasi. Data awal dari subjek yang diteliti yaitu Guru Fisika SMK Sumatera Barat memperlihatkan 77% dari subjek masih belum pernah membuat media pembelajaran berbentuk animasi dan simulasi. Sebesar 91% dari subjek belum pernah memperoleh pelatihan pembuatan media pembelajaran berbentuk animasi dan simulasi. Subjek belum mengetahui aturan dalam pengembangan media pembelajaran (77%) maupun belum dapat menerapkan aturan pengembangan media pembelajaran (83%). Namun begitu, sebagian besar subjek sudah mengetahui tentang pendekatan saintifik (91%) dan sudah pernah mendapatkan pelatihan terkait pendekatan saintifik. Terlepas dari itu, ternyata 80% dari subjek belum pernah merancang/membuat media pembelajaran berbasiskan pendekatan saintifik. Dari kondisi tersebut terlihat perlunya diberikan workshop bagi subjek agar pada akhirnya dapat meningkatkan kompetensi subjek, terkhususnya kompetensi professional. Setelah diberikan pembekalan, pendampingan dan pembinaan terhadap subjek yang diteliti, terlihat perubahan yang cukup signifikan. Sebanyak 79% dari subjek yang diteliti telah dapat mengatasi kendala yang dihadapi terkait pengembangan media berbasis animasi dan simulasi, sebesar 85% dari subjek menilai kegiatan workshop telah dapat meningkatkan kreativitas guru dalam menghasilkan karya serta sebesar 84% dari subjek yang diteliti merasa lebih percaya diri untuk berkesinambungan dalam menghasilkan karya.
Pendekatan SETS, PACE, Multiple Intelligence, Metacognitive Skill, dan RME dalam Pembelajaran IPA Terpadu Fanny Rahmatina Rahim
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 2 No 1 (2019): Science Education Journal
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.285 KB) | DOI: 10.24036/semesta.v2i1.38

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA terpadu, diperlukan pendekatan yang dapat mendukung tercapainya proses dan produk pembelajaran. Pendekatan yang dapat digunakan diantaranya adalah SETS, PACE, Multiple Intelligence, Metacognitive Skill, dan RME. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi dokumen. Data yang disajikan dalam hasil penelitian ini adalah kajian mendalam mengenai lima pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran IPA Terpadu.
Bahan Ajar Berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (Stem) untuk Mendukung Pembelajaran IPA Terpadu Rani Oktavia
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 2 No 1 (2019): Science Education Journal
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.347 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan hasil analisis berbagai artikel penelitian yang menguji pengaruh pembelajaran dan bahan ajar berbasis STEM dalam pembelajaran IPA terpadu. Salah satu perbedaaan mendasar antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah pelaksanaan pembelajaran IPA yang dilakukan secara terpadu. Model keterpaduan yang disarankan adalam Kurikulum 2013 adalah model shared, connected, webbed, dan integrated. Pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dapat didukung dengan adanya bahan ajar terpadu. Bahan ajar IPA terpadu dapat dikembangkan dengan basis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran IPA terpadu dalam rangka pencapaian kompetensi abad 21. Berdasarkan hasil analisis berbagai artikel penelitian didapatkan kesimpulan bahwa pembelajaran IPA terpadu berbasis STEM dapat meningkatkan berbagai kompetensi siswa. Diharapkan dengan bahan ajar berbasis STEM dapat meningkatkan hasil belajar, keterampilan berpikir kreatif, dan keterampilan berpikir kritis siswa.
PEMAHAMAN SISWA HIGH- DAN LOW-ACHIEVERS DI SEKOLAH UNGGULAN KOTA PADANG MENGENAI PENGARUH SUHU TERHADAP KELARUTAN GARAM ELEKTROLIT DALAM AIR Monica Prima Sari
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 2 No 1 (2019): Science Education Journal
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.839 KB) | DOI: 10.24036/semesta.v2i1.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali pemahaman yang dimiliki siswa kelas XI IPA di SMA mengenai konsep pengaruh suhu terhadap kelarutan garam elektrolit, dan dasar yang digunakan siswa dalam membangun pemahaman tersebut. Subyek dari penelitian adalah 32 siswa SMA yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Subyek penelitian berasal dari dua kelas di SMA unggulan di kota Padang. Dalam setiap kelas, subyek penelitian dilabeli sebagai high- dan low-achievers berdasarkan hasil belajar kimia sebelumnya. Pemahaman siswa diperoleh melalui dua soal yang telah divalidasi oleh pakar dan terintegrasi dalam soal ulangan harian siswa setelah mempelajari materi kelarutan dan hasilkali kelarutan. Data pemahaman siswa dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif, kemudian dikelompokkan ke dalam kategori tingkat pemahaman yang dikembangkan oleh Abraham, dkk. (1992).
Urgensi Buku Digital pada Konten IPA Terpadu Arief Muttaqiin
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 2 No 1 (2019): Science Education Journal
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.032 KB) | DOI: 10.24036/semesta.v2i1.41

Abstract

Buku digital sudah dikembangkan sejak lama, namun konten yang ada saat ini masih berupa e-book yang hanya berisikan teks dan gambar-gambar statis. Padahal dalam pembelajaran IPA, materi akan lebih mudah dipelajari jika bentuk penyajian materi disajikan secara beragam dimana materi disajikan dalam bentuk yang lebih dinamis, misalnya dengan memasukkan video pembelajaran ke dalam buku digital. Namun, dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, diperlukan kajian untuk mengetahui urgensi dari buku digital yang akan digunakan oleh mahasiswa calon guru IPA. Sebanyak 28 orang dilibatkan dalam survey terkait urgensi buku digital. Sebagian besar responden menganggap bahwa buku digital masih sangat diperlukan, khususnya pada konten IPA Terpadu.
Upaya Peningkatan Kemampuan Guru IPA Kota dan Kabupaten Solok dalam Merancang, Melaksanakan dan Mempublikasikan Hasil Penelitian Tindakan Kelas Rio Anshari; Masril Masril
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol 2 No 1 (2019): Science Education Journal
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.504 KB)

Abstract

Tenaga pendidik yang selanjutnya kita sebut guru, pada hakikatnya dituntut untuk memiliki kompetensi yang meliputi empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Pada kompetensi professional, guru diharuskan menguasai bidang yang diasuhnya dan dapat melakukan perbaikan terus menerus sebagai bentuk usaha peningkatan kompetensinya. Salah satu usahanya adalah dengan melakukan kegiatan penelitian dan menghasilkan karya-karya ilmiah. Pemerintah sendiri juga memfasilitasi dan memotivasi guru untuk secara konsisten dan berkala mengembangkan kompetensi ini, salah satunya adalah mengharuskan guru menghasilkan karya ilmiah sebagai persyaratan pada kegiatan kompetisi guru seperti kegiatan guru berprestasi, guru teladan dan sebagainya. Selain itu, untuk kenaikan pangkat tertentu sekarang juga diwajibkan bagi guru-guru menghasilkan karya ilimiah maupun membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelas yang diajarnya yang tak lain adalah untuk menghasilkan SDM guru yang terbaik. Fokus Bimbingan Teknis yang diberikan yaitu berupa pendampingan dalam membuat proposal, item penilaian untuk pelaksanaan PTK dan pembuatan artikel dari hasil pelaksanaan PTK. Data awal dari subjek yang diteliti yaitu Guru IPA SMP Kota Solok dan Kabupaten Solok memperlihatkan sebagian besar subjek menemukan kendala dalam penulisan proposal PTK (88%) maupun dalam melaksanakan PTK (70%), sebagian besar belum pernah melaksanakan PTK (61%) serta sebagian besar belum pernah mempublikasikan hasil PTK (82%). Sisi positifnya adalah sebagian besar subjek telah pernah mendapatkan pelatihan terkait PTK (85%) dan merasa kurang dari pelatihan yang telah mereka terima (67%). Dari kondisi tersebut terlihat perlunya diberikan Bimbingan Teknis bagi subjek agar pada akhirnya dapat meningkatkan kompetensi subjek, terkhususnya kompetensi professional. Setelah diberikan pembekalan, pendampingan dan pembinaan terhadap subjek yang diteliti, terlihat perubahan yang cukup signifikan. Sebanyak 50% guru mendapatkan peningkatan motivasi dalam melaksanakan PTK, 45% guru telah mengalami penngkatan dalam kemampuan berpikir, 59% guru telah dapat menyelesaikan kendala yang dihadapainya terkait PTK, 45% guru menilai kreativitasnya meningkat setelah mengikuti kegiatan bimbingan teknis serta 59% guru merasakan terciptanya bentuk kolaborasi antar sesama guru matapelajaran IPA dalam melaksanakan PTK.

Page 1 of 1 | Total Record : 7