cover
Contact Name
Netty Herawati
Contact Email
personfikasi@trunojoyo.ac.id
Phone
+6287886540349
Journal Mail Official
personifikasi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Telang, Kamal - Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi
ISSN : 20877447     EISSN : 27210626     DOI : doi.org/10.21107/personifikasi
Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi is a scientific journal in Psychology published by Psychology Program of Universitas Trunojoyo Madura. Personifikasi aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society. Personifikasi includes topics related to the theme of clinical psychology, industry and organizational psychology, educational psychology, developmental psychology, social psychology, psychology of tourism, and Madurese culture of psychology. In this journal, there are discussions related to the development of problem found in society. Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi published twice in a year, in May and November. Each article sent to Personifikasi will be reviewed using blind review method and two-peer reviews method. Personifikasi published scientific articles of critical thinking and research results in the filed of Psychology.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI INSTRUMEN ”ORGANISASI PEMBELAJARAN ISLAM (ISLAMIC LEARNING ORGANIZATION)” DENGAN MODEL RASCH Kiki Amalia
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.503 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v10i2.6593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan dan validasi instrumen ”Organisasi Pembelajaran Islam (Islamic Learning Organization)” pada organisasi dengan manajemen Islam. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 98 karyawan dari empat perusahaan yang berbeda. Pengembangan alat ukur dengan metode kuantitatif menggunakan skala likert dengan lima pilihan jawaban. Hasil penelitian menunjukkan Skala Organisasi Pembelajaran Islami reliabel (Reliabilitas aitem α=0,97; reliabilitas responden α=0,94; cronbach alpha /KR-20 α=0,94)  dan valid (Validitas aitem dengan rata-rata nilai logit aitem 0,0; validitas responden dengan rata-rata nilai logit +1,13) dalam mengukur organisasi pembelajaran pada organisasi Islam dengan pilihan jawaban yang pas dan mudah dipersepsi oleh responden (Uji Rasch-Andrich Threshold). Lalu, Skala organisasi pembelajaran Islami telah memenuhi syarat untuk validitas kriteria, hal ini ditunjukkan dengan adanya hubungan yang sangat signifikan dengan Skala Organisasi pembelajaran (Deka, 2011) menghasilkan r=0,763 dengan p=0,000 (p kurang dari 0,01)  untuk validitas konkuren dan adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku kerja inovatif (Innovative Work Behavior) dari Liemijanto (2012) menghasilkan r=0,209 dengan p=0,039 (p kurang dari 0,05) sebagai validitas prediktif. Keberfungsian aitem diferensial (DIF) mendeteksi terdapat 18 aitem yang bias dari 50 aitem yang ada.
PENGUATAN PERAN LANGGAR SEBAGAI MEDIUM KELUARGA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI MADURA Mery Atika
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.132 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v10i2.6594

Abstract

Lingkungan keluarga memiliki peran besar terhadap proses pembentukan karakter anak. Upaya pembentukan pendidikan karakter di lingkungan keluarga di Madura bukan tidak pernah ada, justru termanifestasikan secara nyata dalam pola kehidupan masyarakat sehari-harinya. Warisan kultural yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat Madura menjadi suatu kekuatan yang sangat bernilai bagi berlangsungnya pendidikan karakter anak yaitu melalui media langgar. Langgar memiliki arti yang penting bagi masyarakat Madura. Langgar berfungsi sebagai pusat aktivitas laki-laki, yaitu transfer nilai religi, sebagai tempat bekerja pada siang hari, tempat menerima tamu, tempat istirahat dan tidur laki-laki, serta dipakai untuk melakukan ritual keseharian. Langgar bagi masyarakat Madura merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemukiman mereka. Pola pemukiman taneyan lanjang yang menjadi kekhasan pemukiman Madura sampai saat ini, menjadikan langgar adalah bagian utama dari pemukiman yang dimiliki masyarakat Madura pada umumnya. Langgar menjadi simbol utama dalam pola pemukiman ini, sehingga langgar selalu dapat dipastikan menjadi pusat interaksi dalam sistem kekerabatan atau keluarga di Madura. Langgar biasanya berada di tengah-tengah paling barat dalam tata urutan taneyan lanjang. Fungsi langgar dalam pemukiman keluarga Madura tidak hanya sebagai pusat ritual keagamaan namun menjadi pusat interaksi sosial antara keluarga atau kerabat didalamnya. Langgar menjadi simbol bagaimana masyarakat Madura memperlakukan laki-laki dan perempuan dalam interaksi keseharian dalam artian, langgar menjadi pusat bagaimana tatakrama, sopan-santun, nilai-nilai moral diberlakukan dalam keseharian kehidupan keluarga Madura, sehingga melakukan penguatan terhadap sumberdaya strategis yakni peran langgar sebagai media menjadi suatu alternatif yang paling mungkin dalam upaya keluarga membentuk pendidikan karakter anak dalam lingkungan pemukiman di Madura.
KEBERSYUKURAN PADA ANAK DIDIK LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II BANDUNG Ajeng Rintan Septiani; Sri Maslihah; M Ariez Musthofa
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.477 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v10i2.6590

Abstract

Anak didik merupakan anak berusia lebih dari 12 tahun yang menjalani masa binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), pada umumnya memiliki beban psikologis dan masa transisi lebih berat jika dibandingkan dengan anak-anak lain seusia mereka yang hidup bebas di luar sana. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali apakah terdapat kebersyukuran pada anak didik dengan kondisi masa binaan yang dijalani di LPKA. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik wawancara. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis  konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak didik di LPKA memiliki kebersyukuran sense of appreciation, perasaan positif terhadap kehidupan yang dimiliki, dan kecenderungan untuk bertindak positif sebagai ekspresi dari perasaan positif dan apresiasi yang dimiliki; serta faktor-faktor penerimaan terhadap kondisi yang dialami sebagai takdir, pelatihan, dan pengalaman spiritual terhadap diri, adanya pengungkapan penghargaan kepada significant others, keinginan untuk mendukung orang lain, dan memiliki pandangan hidup yang positif serta optimis.
POLA DIDIK ORANG TUA TERHADAP ANAK DI ERA MILENIAL Lailatul Muarofah Hanim; Yuriadi Yuriadi
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.931 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v10i2.6595

Abstract

Pendidikan merupakan tempat proses manusia dalam mencari tahu sesuatu yang tepat, sesuai dan benar dalam menjalani kehidupan. Proses itulah yang akan menentukan model individu dari pola belajarnya dengan jalan yang mereka ambil. Setiap individu pasti melewati hidup dengan beraneka ragam jalan dalam menghadapi hidup melalui keluarga, sekolah/ kampus dan masyarakat. Keluarga merupakan gerbang pertama dalam mendapatkan pendidikan, jika dalam keluarga itu mendapatkan pendidikan baik, maka tidak menutup kemungkinan anak tersebut akan baik dalam menggambarkan kehidupan sekarang dan yang akan datang. Penulis tertarik mengkaji pola didik orang tua di era milenial, karena era milenial merupakan era yang semua diri memiliki kesempatan tinggi dalam memperoleh pengetahuan. Sehingga orang tua perlu memahami tuntutan zaman atau alam, orang tua mampu menjadi partner baik dalam mendampingi anak dan orang tua tempat solusi terbaik untuk anak-anaknya. Pola didik milenial harus mampu dimiliki orang tua supaya dapat menyeimbangkan keinginan anak dan orang tua bisa memberikan jalannya.
PERAN GRATITUDE (KEBERSYUKURAN) TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING TENAGA KESEHATAN Yuditia Prameswari; Ulpawati Ulpawati
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.059 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v10i2.6591

Abstract

Tenaga kesehatan di rumah sakit digambarkan sebagai garda depan pelayanan. Terlebih di era menuju revolusi industri 4.0, tenaga kesehatan justru memberikan peranan penting, karena layanan terkait dengan pelayanan terhadap publik secara digital dianggap akan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien serta mengedepankan service excellent. Di sisi lain, fenomena itu juga berdampak pada kesejahteraan afektif mereka karena masih tertuntut untuk melakukan beberapa pekerjaan lain sekaligus. Psychological well being adalah individu yang memiliki sikap positif terhadap diri sendiri, sehingga ia mampu menyesuaikan perilakunya untuk menciptakan lingkungan yang kompatibel dengan kebutuhannya. Salah satu yang mempengaruhi psychological well-being adalah rasa bersyukur (Alex Linley, Joseph, Maltby, Harrington, dan Wood, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gratitude terhadap psychological well being pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Camatha Sahidya Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Ryff’s Psychological Well-Being Scale (Ryff dan Keyes, 1995) dan skala rasa bersyukur yang dikemukakan oleh Fitzgerald (Boleyn-Fitzgerald, 2016), Peterson (Peterson dan Schreiber, 2012) dan (Seligman, 2018). Hasil penelitian terungkap bahwa gratitude memiliki pengaruh terhadap psychological well-being dengan koefisien regresi sebesar 0,61 (p kurang dari 0.05), dengan besaran nilai proporsi psychological well-being yang disebabkan oleh gratitude sebesar 0,347 atau 34,7persen. Hasil penelitian menggambarkan bahwa gratitude adalah salah satu pemicu positif untuk tetap mampu menciptakan aura dan sikap positif di tempat kerja, meskipun tenaga kesehatan di Rumah Sakit kerapkali terbebani oleh pekerjaan berupa jam kerja yang panjang, beban kerja berlebih, dan tambahan pekerjaan lain dari tuntutan profesi mereka.
HUBUNGAN GRIT DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN DI UNIVERSITAS X Shanty Sudarjy; Vania Priskila
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.776 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v10i2.6592

Abstract

Grit is defined as perseverance of effort and consistency of interest. This is to be seen by researchers in relation to organizational citizenship behavior in the scope of work of employees at X University. This study aims to understand the relationship between Grit and OCB for employee at X University. The method in this study using correlational research. The population in this study were 295 people with a sample of 110 people. The research instrument used in this study was adapted from the Grit measuring instrument developed by Angela Lee Duckworth (2007) and for organizational citizenship behavior using Williams and Anderson (1991) measurement tools that distinguish OCB into two, namely OCB-Organization (OCB-O) and OCB Individual (OCB-I). The results of this study show the positive correlation between Grit and OCB-I (r = 0.270, α = 0.04) but do not correlate with OCB-O (r = 0.04, α = 0.055). 

Page 1 of 1 | Total Record : 6