cover
Contact Name
Netty Herawati
Contact Email
personfikasi@trunojoyo.ac.id
Phone
+6287886540349
Journal Mail Official
personifikasi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Telang, Kamal - Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi
ISSN : 20877447     EISSN : 27210626     DOI : doi.org/10.21107/personifikasi
Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi is a scientific journal in Psychology published by Psychology Program of Universitas Trunojoyo Madura. Personifikasi aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society. Personifikasi includes topics related to the theme of clinical psychology, industry and organizational psychology, educational psychology, developmental psychology, social psychology, psychology of tourism, and Madurese culture of psychology. In this journal, there are discussions related to the development of problem found in society. Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi published twice in a year, in May and November. Each article sent to Personifikasi will be reviewed using blind review method and two-peer reviews method. Personifikasi published scientific articles of critical thinking and research results in the filed of Psychology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2013)" : 5 Documents clear
Proses Nrimo pada Lansia Robiah Uswatun Hasanah; Satih Saidiyah
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.521 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v4i1.725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses nrimo pada lansia. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel 2 orang lansia yang memiliki tingkat nrimo yang berbeda kemudian membandingkan keduanya untuk mendalami proses-proses nrimo yang dialami oleh kedua sampel. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara pada key person dan significant person serta melakukan observasi. Kedua informan menunjukkan perbedaan dalam memaknai pengalaman hidupnya. Lansia yang tidak nrimo cenderung merasakan hidupnya susah sedangkan lansia nrimo merasa senang-senang saja. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik garis besarnya bahwa nrimo merupakan pembawaan, namun juga harus diusahakan supaya tetap berkembang. Perbedaan kemampuan nrimo dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain 1) kesadaran yang meliputi kesadaran diri, kesadaran terhadap pengalaman (keterbukaan) dan kesadaran akan perbedaan, 2) orientasi hidup, 3) hubungan vertikal dengan Gusti Allah dan, 4) kepentingan. Nrimo memberikan dampak positif bagi lansia antara lain, 1) meningkatkan daya tahan dalam menghadapi nasib buruk, 2) tetap gembira dalam penderitaan, 3) mempunyai daya tahan yang lebih baik secara fisik, 4) meningkatkan tanggung jawab diri, 5) menjaga diri dari perbuatan yang melanggar norma sosial, serta 6) ketenangan.
Penanggulangan Kenakalan Remaja Melalui Pendekatan Terapi Rasional Emotif Alief Budiyono
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.236 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v4i1.726

Abstract

Kenakalan remaja merupakan gambaran dari kepribadian antisosial atau gangguan tingkah laku remaja.  Hal ini kalau dibiarkan akan mengganggu banyak hal dan juga perkembangan remaja itu sendiri. Model pendekatan rasional terapi yang dikembangkan Albert Ellis kiranya sangat tepat untuk mengatasi kenakalan remaja. Karena terapi ini bertumpu pada pandangan utama bahwa individu merupakan makhluk yang rasional dan juga tidak rasional. Melalui pendekatan terapi rasional emotif ini diharapkan remaja yang berperilaku menyimpang mampu berfikir rasional sehingga mereka akan kembali ke perilaku yang sesuai dengan norma masyarakat.
Hubungan antara Tingkat Kognisi Sosial dengan Kenakalan Remaja di STM Siang Surabaya Windah Riskasari
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.258 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v4i1.722

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Pada masa remaja mengembangkan identitas diri atau jati diri. Jika remaja gagal mengembangkan identitas dirinya, maka remaja akan mengalami kebingungan, kehilangan arah dan dapat mengembangkan perilaku menyimpang, seperti mengisolasi diri dari masyarakat. Perkembangan moral pada masa remaja, biasanya akan muncul perilaku yang melanggar atau tidak sesuai dengan norma, sehingga perilaku ini tidak dapat dibenarkan, seperti tawuran antara sekolah, kejahatan, dan penggunaan narkoba. Pengendalian diri dan kematangan emosional dapat mempengaruhi penyesuaian kognisi sosial pada remaja, di mana remaja dituntut untuk mandiri, dan lebih dewasa dalam penyesuaian. Pemahaman ini mendorong remaja untuk melakukan hubungan sosial yang lebih akrab dengan kelompok teman sebaya. Analisa korelasi produk moment antara tingkat kognisi sosial dengan kenakalan remaja diperoleh hasil yaitu rxy = 0,110 pada tingkat signifikansi (p) = 0,012 ini berarti bahwa variabel bebas X tidak memiliki hubungan dengan variabel dependen Y. Tidak adanya hubungan dalam penelitian ini bisa dipengaruhi oleh banyaknya hal, sehingga mengarah pada kenakalan remaja. Salah satu faktor yang bisa mempengaruhinya adalah konasi dan afeksi.
Sixth Sense dan Kearifan Lokal Haris Herdiansyah
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.611 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v4i1.723

Abstract

Di era modern ini, perdebatan mengenai indera keenam masih menjadi topic yang sangat menarik. Setidaknya ada kubu dengan dua sudut pandang yang berbeda dalam memandang indera keenam ini, yang pertama adalah kubu ilmuwan yang mengedepankan sudut pandang ilmiah dan analisis rasional, dan kubu kedua adalah kubu orang-orang yang memegang kepercayaan tradisional dan kearifan lokal. Sayangnya, setiap kubu berpijak pada sudut pandangnya masing-masing dan memandang sudut pandang lainnya sebagai sesuatu yang tidak benar. Kesenjangan antara sudut pandang kedua kubu ini memicu kebingungan mengenai indera keenam yang sebenarnya. Dampak yang muncul adalah adanya perbedaan sikap di masyarakat dalam memandang dan mempersepsikan indera keenam. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai indera keenam dari dua sudut pandang tersebut; sudut pandan ilmiah dan sudut pandang tradisional. Artikel ini juga memberikan penjelasan mengenai jenis indera keenam dan pengaruhnya pada masyarakat modern.
Hubungan antara Locus of Control dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Desri Laili; Vivik Shofiah
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.43 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v4i1.724

Abstract

Prokrastinasi akademik yang dilakukan sebagai bentuk coping penghindaran terhadap tugas-tugas akademik menimbulkan dampak negatif bagi prestasi akademik mahasiswa. Keyakinan mahasiswa terhadap diri sendiri mampu menghindari kecenderungan prokrastnasi akademik.Tingkat locus of control yang tinggi menjadi penting dimiliki oleh mahasiswa sebagai salah satu faktor signifikan mempengaruhi tingkat prokrastinasi akademik. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 80 orang yang diambil dari populasi yang berjumlah 679 orang. Alat pengumpul data menggunakan skala locus of control dan skala prokrastinasi akademik. Indeks daya beda pada skala locus of control koefisien totalnya berkisar 0,363-0,713 dengan koefisien reliabilitas 0.915, sedangkan pada prokrastinasi akademik koefisien totalnya berkisar 0,397-0,741 dengan koefisien reliabilitas 0.941.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis  korelasi product moment. Hasil analisis diperoleh koefisien korelasi antara kedua variabel sebesar -0,565 dengan signifikansi sebesar 0,01 (p kurang dari 0,05). Dengan kata lain hipotesis dalam penelitian ini diterima. Artinya, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara locus of control dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Ini berarti semakin tinggi locus of control mahasiswa maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademiknya. Sebaliknya semakin rendah locus of control mahasiswa maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademiknya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5