cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl. Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JCOMENT (Journal of Community Empowerment)
ISSN : -     EISSN : 2745875X     DOI : https://doi.org/10.55314/jcoment
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) is a scientific multidisciplinary journal published by CV. The Journal Publishing. JCOMENT (Journal of Community Empowerment) has registered number ISSN 2745-875X (media online). It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Focus and Scope The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JCE, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment" : 7 Documents clear
TRAINING in MAKING INNOVATION INTERACTIVE LEARNING MEDIA FOR TEACHERS of SMAN KARANGPANDAN Avega Tri Regista Nurrega; Aisyah Mutia Dawis, M.Kom.
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i3.277

Abstract

The background behind the holding of this training is the lack of knowledge about interactive learning media, in addition due to the still pandemic conditions, a teacher who is in Karangpandan high school, is required to be able to continue to provide learning even though it is online. Therefore, a teacher must be able to provide interesting and interactive learning, so that students continue to be interested in learning even though they are online. The number of learning media made using various applications requires every teacher to have an understanding and skills regarding information and communication technology. By understanding information and communication technology correctly, it can make it easier for teachers to create various interesting interactive media, in this training we will use pear-deck and class points. These two applications are perfect for teachers who want to be skilled in making interactive learning media and make teachers more creative and innovative.
In House Training Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Pada Tenaga Kesehatan di RS AMC Yogyakarta Maria Ulfa; Rizky Firdaus; Novada Indra Roesdiana; Nurhidayati; Niken Andriani; Purwanto
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i3.282

Abstract

The hospital as a health facility that provides health services to the community has a very important role in improving the health status of the community. For the implementation of infection in hospitals and other health care facilities, it is necessary to implement Infection Prevention and Control (PPI), activities that include planning, coaching, education, and training, as well as monitoring and evaluation. from this service activity, PPI training participants understand and practice Infection Prevention and Control at AMC Hospital Yogyakarta. Community service activities at AMC Hospital Yogyakarta are planned to use the action research method. Overall there was an increase in participants' knowledge which could be seen from the correct explanation before and before the training was held. Results Based on the service activities that have been carried out, it is necessary to follow up on improving infection prevention and control at home by conducting training that include all hospital employees
PENINGKATAN KAPASITAS PERENCANAAN DAN FUNGSI ORGANISASI KAMPUNG RAMAH ANAK RW 01 GIWANGAN, KECAMATAN UMBULHARJO, KOTA YOGYAKARTA Erni Saharuddin; Gerry Katon Mahendra
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i3.283

Abstract

Keberadaan Kampung Ramah Anak tidak terlepas dari berbagai peran tokoh, proses interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat. Mekanisme pembentukan desa ramah anak tidak melalui penunjukan melainkan lebih menekankan pada kesadaran masyarakat setempat. Lembaga ini dibentuk pada 26 Juni 2019 dan sudah memiliki satgas dan Forum Anak. Organisasi yang relatif baru ini membuat mereka belum terorganisir dalam hal program atau kegiatan yang akan dilakukan. Selain itu, forum anak yang terdiri dari anak-anak masih dalam tahap pembelajaran dan pendampingan tentang bagaimana membentuk dan melaksanakan kegiatan tentang Desa Layak Anak. Bentuk kegiatan dalam pengabdian ini diawali dengan diskusi dengan pihak pengelola, dilanjutkan dengan melakukan observasi di lokasi. Hasil diskusi dengan pihak pengelola diperoleh rancangan program yang ditindaklanjuti dengan pendampingan dalam hal perencanaan dan penguatan organisasi, sedangkan kegiatan observasi dilakukan dengan mengunjungi beberapa tempat yang digunakan dalam kegiatan desa ramah anak seperti balai, taman bacaan anak , dan lingkungan di RW 01 Giwangan. Partisipasi mitra ditunjukkan dengan keikutsertaan dalam kegiatan diskusi masalah yang dihadiri oleh ketua, sekretaris, dan 2 orang anggota satgas, sedangkan kegiatan pendampingan dihadiri oleh ketua, sekretaris, dan 2 perwakilan Forum Anak. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahap penyelesaian yaitu penguatan fungsi, pemberian materi, dan kelengkapan dokumen kelembagaan.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TUPOKSI PADA PENGELOLA WISATA KARANGPARA Halimah Nursiva; Muhammad Amal
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i3.285

Abstract

Organisasi diperlukan sebagai wadah bagi sekelompok orang untuk bekerja sama secara rasional dan sistematis dan dibimbing atau dikendalikan dengan menggunakan sumber daya dalam organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Penyusunan struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi Pengelola Pariwisata Kalammala adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Sosialisasi ini bertujuan untuk membentuk struktur organisasi yang benar dan melaksanakan kegiatan yang tertib secara tertib dan teratur. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari lima bulan observasi, sosialisasi, dan pendampingan langsung. Hasil dari pengabdian masyarakat ini, peserta mampu memahami apa itu Tupoksi dan perannya dalam pengelolaan pariwisata di Karangpara, Desa Kebon Manggu Kabupaten Sukabumi.
MODEL KEBIJAKAN PELESTARIAN KAIN TENUN IKAT KALIUDA Faisal Umbu Lapu Karaha Njara
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i3.289

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan model kebijakan yang telah dilakukan Pemerintah desa untuk melestarikan kain tenun ikat Kaliuda di Desa Kaliuda. Penelitian dilakukan menggunakan metode Deskripsi dengan teknik kualitatif. Simbol produksi kain tenun ikat Kaliuda, pemerintah desa telah menetapkan motif yang dipakai oleh pengrajin kain tenun ikat Kaliuda adalah motif kuda, ayam, burung, buaya, penyu, udang, kepiting. Motif diatas mempunyai arti tersendiri tiap-tiap motif. pengrajin wajib mencantumkan motif-motif tersebut Karena dari motif di atas memang warisan dari nenek moyang sehingga perlu di lestarikan agar tidak punah dan juga motif-motif ini mempunyai arti dan sejarah sehingga tidak boleh dirubah, Ataupun Dihilangkan. Pengerjaan kain tenun ikat dikerjakan menggunakan alat tradisional dan masih manual, pewarnaan kain tenun ikat juga di warnai dengan bahan alami seperti kemiri, akar mengkudu, daun nila. Hal tersebut dilakukan pengrajin agar keasrian dari kain tenun ikat Kaliuda dapat terjaga dan dapat dilestarikan. Perlindungan kain tenun ikat Kaliuda oleh pihak pemerintah desa, perlindungan kain dalam bentuk regulasi tertulis belum di lakukan oleh pemerintah dibuktikan dengan keberadaan kain tenun yang bukan asli kain kaliuda yang menggunakan pewarna buatan atau wantek, hal ini merusak citra dan eksistensi dari kain tenun ikat. Dalam tahap produksi pemerintah desa sendiri telah mendukung pengrajin dengan memberikan bantuan kepada masyarakat berupa tali rafia dan benang dan pemerintah desa juga bekerja sama dengan pemerintah daerah telah melakukan perlidungan kain tenun ikat Kaliuda dalam bentuk pemajangan kain tenun ikat Kaliuda di Museum daerah kabupaten. 
PROSES SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Bintaria Aulia Kumara; R. Widodo Triputro
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i3.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama dan proses pengangkatan pejabat terpilih dari seleksi terbuka di Pemerintah Kota Yogyakarta. Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama selama masa pandemi virus Covid-19 di Pemerintah Kota Yogyakarta berbeda dari tahun-taun sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Objek penelitian dilaksanakan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh data secara langsung kepada responden dan data sekunder berupa dokumen kegiatan. Teknik pengumpulan data menggunakan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama terdiri dari 3 tahapan yaitu: 1) persiapan 2) pelaksanaan 3) monitoring dan evaluasi.
IN HOUSE TRAINING PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN DAN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT Bayu Anggileo Pramesona; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Selvi Rahmawati; Dwita Nurmumpuni; M. Fauzan Abdillah Rasyid
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v3i3.327

Abstract

Di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, sosialisasi alur dan format pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) terakhir dilaksanakan tahun 2016, sedangkan saat ini banyak pegawai baru yang belum pernah terpapar sistem pelaporan IKP di RS. Hal ini berdampak pada tidak adanya laporan IKP selama dua tahun terakhir. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan niat perawat untuk melaporkan IKP di RS melalui sosialisasi serta in-house training pelaporan IKP tentang alur dan format pelaporan IKP sehingga keselamatan pasien akhirnya dapat terwujud. In-house training ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan role play pelaporan IKP pada 32 perawat pelaksana di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara pada 4 Juli 2022. Media yang digunakan berupa materi tentang pelaporan IKP. Pre dan post-test diberikan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta latih sebelum dan setelah pelatihan. Penilaian cara pengisian formulir pelaporan IKP dilakukan setelah role play melalui contoh kasus. Hasil rata-rata skor pengetahuan perawat meningkat sebesar 14.8% setelah diberikan in-house training. Perawat juga dapat mempraktikkan cara pengisian formulir pelaporan IKP dengan benar. Kegiatan in-house training tentang pelaporan IKP ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan perawat untuk melaporkan insiden keselamatan pasien di RS. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi rutin terkait pelaporan IKP pada perawat. Pihak manajemen RS juga disarankan untuk memberikan pelatihan rutin tentang pelaporan IKP pada tenaga kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7