cover
Contact Name
Prof. Dr. Ir. Widiatmaka, DAA, IPU
Contact Email
jitl@apps.ipb.ac.id
Phone
+6285217342125
Journal Mail Official
jtl@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Department of Soil and Land Resources, Faculty of Agriculture, IPB University Jl. Meranti Wing 18 Lv 6, Darmaga Campus of IPB, Bogor 16680 Tel. 02518629360; Fax. 02518629358
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : https://doi.org/10.29244/jitl.28.1.1-10
Core Subject : Agriculture, Social,
Focus and Scope Journal of Soil Science and Environment Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan is a media that presents articles on the results of research and studies of the latest developments in the fields of soil and land resources, water and environmental sciences as the main study material.
Articles 306 Documents
Alternatif Teknik Konservasi Tanah dan Air untuk DAS Cilemer, Banten: Alternative of Soil and Water Conservation Techniques in Cilemer Watershed, Banten Evi Nursari; Latief Mahir Rachman; Dwi Putro Tejo Baskoro
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.815 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.1.33-39

Abstract

Banjir dan kekeringan merupakan persoalan rutin yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilemer karena kualitasnya menurun. Penerapan Konservasi Tanah dan Air (KTA) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas DAS Cilemer. Studi ini bertujuan untuk mensimulasikan beberapa teknik KTA, mendapatkan alternatif teknologi KTA, dan menyusun arahan pengelolaan DAS yang baik. Penelitian dilaksanakan kedalam beberapa tahap yaitu: (i) pengumpulan data sekunder, (ii) survei lapang (pengumpulan data primer), (iii) analisis data, (iv) running model SWAT, (v) simulasi KTA dengan model SWAT, (vi) skenario pengelolaan DAS, serta (vii) penyusunan arahan pengelolaan DAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KTA dapat memperbaiki kualitas DAS yang ditandai dengan menurunnya rasio Qmax/Qmin dan aliran permukaan langsung serta meningkatnya aliran dasar dan water yield. Strip cropping, agroforestry dan embung dapat dijadikan alternatif teknologi KTA yang dapat diimplementasikan secara simultan di DAS Cilemer pada sub agroekosistem dimana teknologi tersebut sesuai untuk diterapkan. Embung adalah skenario pengelolaan DAS terbaik, yang mampu menurunkan aliran permukaan langsung sebesar 29.24%, koefisien aliran tahunan menurun dari 0.25 menjadi 0.17, meningkatkan aliran dasar sebesar 46.00% dan hasil air sebesar 3.99%.
Mitigasi Banjir DAS Citarum Hulu Berbasis Model HEC-HMS: Flood Mitigation of Upper Citarum Base on HEC-HMS Model Diah Listyarini; Yayat Hidayat; Boedi Tjahjono
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.19 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.1.40-48

Abstract

Banjir yang terjadi hampir setiap tahun di DAS Citarum Hulu menyebabkan DAS ini menjadi sorotan oleh berbagai pihak. Pemodelan hidrologi merupakan salah satu teknik mitigasi banjir untuk memprediksi debit banjir di daerah aliran sungai. Model HEC-HMS dapat digunakan sebagai dasar untuk prediksi debit banjir di suatu DAS, terutama untuk menghitung hujan-runoff yang tidak terukur. Model HEC-HMS terdiri dari curah hujan dan karakteristik sebagai input serta debit aliran dan volume runoff sebagai output. Tujuan dari penelitian ini adalah: (i) untuk memprediksi debit puncak di DAS Citarum Hulu; (ii) melakukan analisis terhadap debit banjir menggunakan simulasi model HEC-HMS; dan (iii) memberi rekomendasi skenario mitigasi banjir untuk mengurangi debit puncak di DAS Citarum Hulu. Persiapan parameter utama untuk input model HEC-HMS dihitung dengan menggunakan extention HEC-GeoHMS dengan metode SCS. Debit banjir yang dihitung pada model HEC-HMS menggunakan metode SCS-UH pada komponen transform, metode recession pada komponen baseflow, dan metode lag pada komponen routing. Hasil analisis menunjukkan bahwa model HEC-HMS memiliki performance yang baik dalam memprediksi debit banjir dengan nilai R2 dan NSE pada proses kalibrasi berturut-turut sebesar 0.81-0.96 dan 0.56-0.87. Pada proses validasi dalam memprediksi debit banjir menghasilkan nilai R2 dan NSE masing-masing sebesar 0.81-0.94 dan 0.45-0.76. Skenario 4 merupakan skenario mitigasi banjir yang dapat diimplementasikan dalam penurunan debit banjir hingga 61.96%, meningkatkan time to peak hingga 3.75 jam dan mengurangi volume debit aliran hingga 49.58%.
Analisis Respon Hidrologi dan Kualitas Air DAS Cisangkuy: Hydrological Response and Water Quality Analysis of Cisangkuy Watershed Mawar Kusumawardani; Yayat Hidayat; Kukuh Murtilaksono
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.956 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.2.49-56

Abstract

DAS Cisangkuy memiliki peran penting sebagai penyangga lingkungan dan pemasok air untuk Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Kuantitas dan kualitas air sungai perlu dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja model SWAT untuk memprediksi respon hidrologi dan kualitas air DAS Cisangkuy dan untuk menganalisis respon hidrologi dan kualitas air dari skenario pengelolaan penggunaan lahan yang tersirat. Metode yang digunakan adalah permodelan dengan model hidrologi SWAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tersebut dapat digunakan untuk memprediksi respon hidrologi DAS Cisangkuy dengan nilai kalibrasi NSE sebesar 0.38 (memuaskan) dan nilai validasi NSE sebesar 0.43 (memuaskan). Pembentukan kawasan hutan lindung, Desain Teknis Rehabilitasi Lahan dan Hutan (RTk-RHL) dan skenario agroforestri berbasis kopi menunjukkan penurunan aliran permukaan, peningkatan aliran lateral dan aliran dasar. Respons hidrologi skenario RTRW menunjukkan peningkatan aliran permukaan dan penurunan aliran lateral dan aliran basa. Penurunan tertinggi konten N-organik, NO3, NH4, dan NO2 ditunjukkan oleh implikasi skenario RTRW.
Analisis Potensi Ketersediaan dan Kebutuhan Air di Daerah Aliran Sungai Cisangkuy: Analysis of Potential Availability and Water Needs of Cisangkuy Watershed Mariana Lusia Resubun; Ennie Dwi Wahjunie; Suria Darma Tarigan
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.911 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.2.57-62

Abstract

Kondisi DAS Cisangkuy mengalami degradasi yang ditunjukkan dengan semakin seringnya kejadian banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung mengalami banjir tahunan. Pada 2013, banjir setinggi dua meter menyebabkan Kabupaten Baleendah terisolasi. Perubahan penggunaan lahan di DAS Cisangkuy merupakan salah satu penyebab menurunnya kondisi hidrologis. Peningkatan populasi di DAS Cisangkuy menyebabkan peningkatan permintaan air. Perubahan penggunaan lahan dan peningkatan populasi dapat mengancam ketersediaan air baku di DAS Cisangkuy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keseimbangan pasokan dan permintaan air DAS Cisangkuy dan untuk menganalisis dampak perubahan penggunaan lahan pada respon hidrologi DAS Cisangkuy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air DAS Cisangkuy dengan debit rata-rata 2015 memiliki jumlah air yang tersedia hingga 343,121,970 m3. Total ketersediaan air hingga 11,104,629,178 m3 pada tahun 2015. Berdasarkan hasil ini, ada defisit air hingga 10,498,001,277 m3 tahun-1.
Penilaian Status Sumber Daya Air untuk Mitigasi Bencana Banjir dan Kekeringan: Studi Kasus Sub DAS Madiun: Assessment of Water Resource Status to Mitigate Flood and Drought Disasters: Case Study Madiun Sub Basin Alfia Surya Rahmanda; Bambang Dwi Dasanto
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.672 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.2.63-69

Abstract

Aliran sungai Bengawan Solo yang melalui wilayah Sub DAS Madiun berpotensi menimbulkan luapan sungai dan kekeringan. Selain itu, kebutuhan air yang relatif tidak stabil menyebabkan ketidakseimbangan neraca air. Potensi bencana banjir dan kekeringan dapat diidentifikasi berdasarkan status sumber daya air di daerah tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan : (i) menghitung kebutuhan dan ketersediaan air, (ii) menganalisis neraca air dan (iii) melakukan penilaian terhadap sumber daya air. Metode yang digunakan yaitu metode neraca dengan volume air sungai sebagai ketersediaan air dan hasil perhitungan kebutuhan air domestik, industri dan pertanian sebagai kebutuhan air total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air tertinggi pada kebutuhan air pertanian, sedangkan kebutuhan air terendah yaitu kebutuhan air domestik. Berdasarkan analisis neraca air Sub DAS Madiun mengalami defisit air tahun 2012, 2014 dan 2015. Defisit air paling parah terjadi pada tahun 2012, karena penurunan debit sungai pada tahun tersebut. Penilaian status sumber daya air tiap bulan di Sub DAS Madiun bernilai dominan 3. Kondisi ini menunjukkan wilayah tersebut mengalami stres air tinggi (high stress).
Pemodelan Tinggi Muka Air Gambut Berdasarkan Sifat Fisik Lahan Gambut: Modeling of Peat Water Table Depth Related to Physical Characteristics of Peatlands Nur Febrianti
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.675 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.2.70-76

Abstract

Peatland in Indonesia covers about 7% of the Indonesia land area. It also is facing some challenges especially related to land conversion and peat utilization. By law, utilization of peatlands can be done on specific peatland area and drainage canal is developed to lowering the water table. Therefore, the monitoring of peat water depth (TMA) should be established in order to minimize the negative impact of peatland utilization. However, to save time and cost it is necessary to have a model that can estimate the peat water table from its physical properties. The aim of this study is to develop a model for estimating TMA by using from the physical character of peatland. Then, it can be used as an early warning system to prevent fire that might occur. The confidence set of model was chosen by using the Akaike Information Criteria with a small sample sound (AICc). The results shows a confidence set of model consists of four models which includes bulk density at the depth of 0-50 cm, fiber content at the depth of 50-100 cm and the peat depth as model predictors. The model also showed a good agreement with the field measurement with the RMSE of 16.2 cm and R2 of 81%. This study suggests the critical peat water table depth to prevent fire is about 74 cm. Therefore, the condition of TMA should be maintained shallower than this level, otherwise the peat fire might occur.
Kualitas dan Produksi Vermikompos Menggunakan Cacing African Night Crawler (Eudrilus eugeniae): Quality and Production of Vermicompost Using African Night Crawler Worms (Eudrilus eugeniae) Fahrizal Hazra; Nabila Dianisa; Rahayu Widyastuti
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.341 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.2.77-81

Abstract

Penambahan pupuk organik seperti vermikompos dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan bahan organik tanah. Salah satu spesies cacing tanah yang biasa digunakan dalam vermicomposting adalah Eudrilus eugeniae. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi antara kotoran sapi dan jerami padi terhadap kualitas vermikompos dari kandungan C-organik, N, P, K total dan aktivitas enzim urease serta produksi vermikompos yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Perlakuan berupa P1: pakan 400 g kotoran sapi, P2: pakan 400 g jerami padi, P3: pakan 280 g kotoran sapi dan 120 g jerami padi, dan P4: pakan 140 g kotoran sapi dan 60 g jerami padi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan secara nyata mempengaruhi semua parameter pada vermikompos yang dihasilkan. Hasil produksi ditentukan berdasarkan nilai nisbah output/input (O/I). Kualitas dan produksi vermikompos pada P4 merupakan perlakuan yang memiliki hasil terbaik. Hal ini dikarenakan pencampuran kombinasi kotoran sapi dan jerami padi memberikan hasil makro nutrisi yang relatif lengkap serta dosis pemberian pakan yang lebih tinggi akan memberikan hasil produksi vermikompos yang lebih tinggi.
Aliran Permukaan, Erosi dan Kehilangan Hara Kebun Kelapa Sawit Kabupaten Sorolangun Provinsi Jambi: Surface runoff, Soil erosion and Nutrient Losses in Oil Palm Platation Sorolangun District, Jambi Province Novia Mustikasari; Suria Darma Tarigan; Supiandi Sabiham; Bandung Sahari
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.076 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.2.82-85

Abstract

Kehilangan hara melalui limpasan permukaan dan erosi yang dibawa dari lahan pertanian, merupakan penyebab utama degradasi lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kehilangan unsur hara dari perkebunan kelapa sawit yang disebabkan oleh erosi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan plot erosi berukuran 12 m x 3 m yang terdiri dari kombinasi dua faktor: jenis gawangan antar baris kelapa sawit dan kemiringan. Limpasan permukaan dan nilai erosi pada gawangan hidup lebih tinggi daripada di gawangan mati. Kehilangan unsur hara N, P, dan K dari tanah yang tererosi secara berturut-turut berturut-turut adalah 0.04; 0.11 dan 0.10 ton ha-1 tahun-1. Total kehilangan hara (N, P, K) dalam gawangan mati adalah 0.007; 0.024 dan 0.023 ton ha-1 tahun-1.
Identifikasi Daerah Risiko Bencana Longsor di Kota Bogor: Identification of Landslide Risk in the City of Bogor M. Galih Permadi; Boedi Tjahjono; Dwi Putro Tejo Baskoro
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.181 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.2.86-94

Abstract

Bencana longsor merupakan salah satu bencana yang sering melanda Indonesia. Data yang dihimpun dari BPBD Kota Bogor, menunjukkan pula bahwa kejadian longsor menempati urutan pertama dari 6 jenis bencana yang ada di Kota Bogor; pada tahun 2017 terdapat 179 kejadian longsor (40.5%) dari 442 kejadian bencana yang tercatat. Guna mendukung program pembangunan di kota ini, penelitian risiko longsor sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan memetakan risiko longsor Kota Bogor dan merumuskan rekomendasi mitigasinya. Metode yang digunakan adalah Multi Criteria Evaluation dimana bobot dan skor dari setiap parameter diperoleh dari Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kerawanan dan bahaya longsor tertinggi luasannya terdapat di Kecamatan Bogor Selatan, hal ini sesuai dengan kondisi landform yang ada di wilayah tersebut, dimana 60.5% wilayahnya merupakan bentuklahan lereng bawah kerucut vulkanik denudasional, tebing sungai, serta lembah dan teras alluvial. Namun demikian untuk risiko tertinggi luasannya terdapat di Kecamatan Bogor Utara. Hal ini dikarenakan dominasi penggunaan lahan permukiman dan jumlah penduduk yang tinggi, sehingga faktor kerentanan menjadi indikator naiknya nilai risiko. Untuk Kota Bogor yang dominan dengan penggunaan lahan permukiman, arahan mitigasi yang direkomendasikan meliputi perlakuan teknik sipil, teknik vegetatif, dan teknik sosial pada kelas risiko sedang dan tinggi. Kecamatan Bogor Selatan dalam hal ini merupakan kecamatan yang paling luas areanya untuk diterapkan tindakan mitigasi.
Analisis Pola Hujan untuk Mitigasi Aliran Lahar Hujan Gunungapi Sinabung: Analysis of Rainfall Pattern for Lahar Mitigation at Sinabung Volcano Supriyati Supriyati; Boedi Tjahjono; Sobri Effendy
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.674 KB) | DOI: 10.29244/jitl.20.2.95-100

Abstract

Lahar merupakan proses alami, namun menjadi berbahaya jika memberikan dampak bagi manusia dan lingkungan. Lahar yang terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi dan membentuk aliran merupakan bahaya sekunder gunung api. Gunungapi Sinabung yang meletus pada tahun 2010 hingga saat ini telah mengeluarkan material piroklastik lebih dari seratus juta kubik yang siap menjadi aliran lahar. Untuk mengantisipasi aliran lahar, perlu diketahui pola hujan di sekitar Gunungapi Sinabung. Informasi pola hujan dapat digunakan untuk menyusun rencana mitigasi menghadapi aliran lahar Gunungapi Sinabung. Analisis pola hujan menggunakan data hasil pengukuran Stasiun Klimatologi Sampali, Stasiun Geofisika Parapat dan Stasiun Geofisika Tuntungan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2017. Data curah hujan diuji dengan Rentang Buishand untuk mengetahui homogenitasnya, kemudian distribusi curah hujan ditampilkan dalam diagram batang. Analisis trend menggunakan regresi linier sederhana dengan waktu sebagai peubah bebas dan curah hujan sebagai peubah tak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola hujan di Gunungapi Sinabung merupakan pola hujan equatorial dengan dua puncak musim hujan pada bulan Mei dan Oktober. Analisis trend kenaikan curah hujan yang cukup tinggi juga terjadi pada bulan Mei, sehingga upaya mitigasi menghadapi aliran lahar perlu ditingkatkan pada bulan Mei dan Oktober.

Filter by Year

1999 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue