cover
Contact Name
Nike Sari Oktavia
Contact Email
ikesay@gmail.com
Phone
+62751-7056737
Journal Mail Official
adiann@kopertis10.or.id
Editorial Address
Jl. Khatib Sulaiman No 1 Kota Padang. Kode Pos 25144.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
pendidikan, science, teknologi, dan ekonomi
Published by LLDIKTI Wilayah X
ISSN : ISSN:197     EISSN : EISSN:24     DOI : http://doi.org/10.22216/jit.2017.v11i4.458
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ini berisikan artikel penelitian tentang pendidikan, ilmu kesehatan atau kesehatan masyarakat, ilmu science. teknologi, dan ekonomi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
FORMULASI BEDAK TABUR DARI EKSTRAK RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) SEBAGAI ANTISEPTIK Farida Rahim
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 1 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i1.2640

Abstract

ABSTRACT  Rumput teki (Cyperus rotundus L.) merupakan tumbuhan obat yang termasuk family Cyperaceae. Rumput teki merupakan gulma yang dapat tumbuh dengan mudah tanpa memilih tanah atau ketinggian tempat, dimana bagian tumbuhan yang sering digunakan adalah rimpang. Umbi teki ini mengandung komponen-komponen kimia antara lain minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, polifenol, resin, amilum, tanin, triterpen, d-glukosa, d-fruktosa dan gula tak mereduksi. Beberapa penelitian yang telah dilaporkan menyebutkan rimpang rumput teki mempunyai aktivitas sebagai antibakteri. Hasil penelitian yang juga telah dilaporkan adalah ekstrak etanol rimpang teki mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis, Minyak atsiri yang dikandung dalam rimpang rumput teki ini dilaporkan juga memiliki potensi sebagai antibiotik terhadap kuman Staphyllococcus aureus. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang rumput teki terhadap Staphyllococcus aureus, yang dilanjutkan dengan formulasi bedak tabur ekstrak etanol rimpang rumput teki dan uji daya antiseptic bedak dengan metoda replika. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang rumput teki terhadap Staphylococus aureus termasuk kategori kuat. Ekstrak etanol rimpang rumput teki (Cyperus rotundus L.) dapat diformula menjadi bedak tabur yang memenuhi persayaratan bedak tabur, dari semua formula F3 memiliki daya antiseptic yang paling baik dibandingkan F1 dan F2. Kata Kunci : Cyperus rotundus, Staphyllococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, bedak tabur ABSTRACTCyperus rotundus L is a medicinal plant that belongs to the Cyperaceae family. Cyperus rotundus. L is a weed that can grow easily without choosing the soil or altitude of the place, the part of the plant that is often used is the rhizome. This rhizome contains chemical components such as essential oils, alkaloids, flavonoids, polyphenols, resins, starch, tannins, triterpenes, d-glucose, d-fructose and non-reducing sugars. Several studies have reported that Cyperus rotundus L rhizome has activity as antibacterial. The results of the study also reported that ethanol extract of rhizomes have antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. The essential oils contained in this rhizome are reported to have potential as antibiotics against Staphyllococcus aureus bacteria. In this research, the antibacterial activity of ethanol extract of rhizome Cyperus rotundus L was applied to Staphyllococcus aureus, followed by powder formulation of ethanol extract of rhizomes and antiseptic powder test with replica method. The results of antibacterial activity of ethanol extract of rhizome of rhizome of grass against Staphylococus aureus belong to strong category. The ethanol extract of rhizome Cyperus rotundus L can be formulated into a powder that meets the peremptance of powder, of all the formula F3 has the best antiseptic power compared to F1 and F2.
Penggunaan Sistem Informasi Geografis Menumbuhkan Keinginan Perjalanan Wisata Muhammad Amrin Lubis; Isteti Murni; Dayu Aisyara
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 1 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i1.41

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjawab permasalahan kondisi beragamnya informasi yang disajikan di berbagai web rendahnya keinginan wisatawan berkunjung kesuatu lokasi wisata. Sistem informasi GIS menggunakan informasi spasial yang efektif untuk kehidupan manusia, dalam konteks ini berarti serangkaian kegiatan yang terdiri dari interoperabilitas antara unsur-unsur dunia nyata untuk tujuan penggunaan secara umum. Informasi spasial berupa lokasi objek wisata dibutuhkan untuk menandai objek wisata pada peta, tempat atau posisi lokasi dalam bentuk koordinat berdasarkan garis bujur dan garis lintang untuk mengetahui letak objek wisata secara geografi. Query yang ditulis dalam fungsi-fungsi aplikasi akan terpicu membaca database untuk menghasilkan informasi peta lokasi wisata, jarak tempuh, hotel, restoran, biro perjalanan dan informasi lain ketika icon di click oleh wisatawan. Informasi yang tersedia dapat menumbuhkan keinginan wisatawan untuk berkunjung ketempat wisata.Kata Kunci : wisatawan; geografi informasi sistem; spasial; queryThe purpose of this study to address the condition of the diversity of the information presented in the various web reduce the desire of tourists visiting tourist destination. GIS information systems using spatial information effectively to human life, in this context means a series of activities consisting of interoperability between the elements of the real world for general purpose use. Spatial information in the form of tourist sites needed to mark the attraction on the map, place or position of the location in the form of coordinates based on the longitude and latitude to determine the geographical location of the attraction. Queries written in the application functions will be triggered to read the database to generate information maps tourist location, mileage, hotels, restaurants, travel agencies and other information when clicking the icon on tour. The information available to foster tourists to visit tourist attractions.Keywords: tourism, geographic information system, spatial, query
PEMANFAATAN KULIT PISANG DALAM DEGRADASI ZAT AKTIF PIRIDABEN PADA PESTISIDA SAMITE 135EC Roni Saputra
Jurnal Ipteks Terapan Vol 13, No 1 (2019): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2019.v13i1.3439

Abstract

AbstractPyridaben is a pesticide substance of akarisida organoklor. The problem in using this pesticide is the potential poison in pesticide samite 135EC, which may destroy the environment. The peel of banana has few of biochemistry components to bunch the ionic of metal strongly. This research aims to find out the effectiveness of banana’s peel in resrving pyridaben substance from pesticide samite 135EC.This research is a kind of experimental research that use random comprehensively design. The subject of this research is pyridaben substance in pesticide samite 135EC and the peel of banana.The result of the reseach showed optimum concentration to absorb pyridaben by the peel of banana was 50 mg/L with percentage of 29%. Optimum contack time were needed to adsorb pyridaben solution is 12 hours with percentage of 86% and optimum powder weight is 150 mg with percentage 86%.From the test result of the reseach can be concluded that peel of banana powder is effective in absorbing pyridaben compound in pesticide samite 135EC at concentration 50 mg/L, contack time 12 hours, and peel of banana powder weight 150 mg. Suggestion for the next researcher is need to do experiment of applying peel of banana powder in environment especially agriculture environment. AbstrakPiridaben merupakan salah satu senyawa pestisida yang tergolong akarisida organoklor. Masalah yang timbul dari penggunaan pestisida ini adalah potensi racun yang terkandung dalam pestisida Samite 135 EC, yang berpotensi mencemari lingkungan. Kulit pisang mengandung beberapa komponen biokimia sehingga kuat untuk mengikat ion-ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas limbah kulit pisang dalam menyerap  senyawa Piridaben yang terdapat dalam pestisida samite 135EC.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis rancangan penelitian acak lengkap. Subjek dalam penelitian ini adalah senyawa piridaben dalam pestisida samite 135EC dan limbah kulit pisang.Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi optimum untuk menyerap larutan piridaben oleh serbuk kulit pisang adalah 50 mg/L dengan persentase sebesar 29%. Waktu kontak optimum yang dibutuhkan untuk menyerap larutan piridaben adalah selama 12 jam dengan persentase sebesar 86%, dan berat serbuk optimum adalah 150 mg dengan persentase penyerapan sebesar 86%.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa serbuk kulit pisang efektif dalam menyerap senyawa piridaben dalam pestisida samite 135EC pada konsentrasi 50 mg/L, waktu kontak 12 jam dan berat serbuk kulit pisang 150 mg. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah perlu dilakukan uji coba pengaplikasian penggunaan serbuk kulit pisang di lingkungan khususnya lingkungan pertanian. 
PENGGUNAAN BALUTAN MODERN (HYDROCOLOID) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELLITUS TIPE II Adriani Adriani; Teti Mardianti
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 1 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i1.392

Abstract

The most common complications experienced by sufferers of diabetes mellitus tipe II , complications in the feet is about 15% of diabetic foot wounds, This research aims to know the influence of the modern use of a bandage (Hydrocoloid) on wound healing of diabetes mellitus type II. The design of this research uses experimental research design using One Group Pretest Post Test Design. Sampling purposive sampling was done with a sample of 10 people. Results of statistical tests taken before given a modern bandage (hydrocoloid) (pre-test), is 37,40. After given a bandage for modern (post-test), was 33.53. Bivariat analysis results showed differences in average values of wound healing on the client during the 3 days of 3,86 with p value = 0.000 means there is influence on the modern use of a bandage (hydrocoloid) on wound healing of type 2 diabetes mellitus .Based on the results of the study it can be concluded that modern bandage (hydrocoloid) is effective in healing diabetic wounds. It’s expected to patient of diabetes mellitus can leverage modern bandage (hydrocoloid) for wound healings with DM type II  as one way of healing that is safe and effective. Komplikasi yang paling sering dialami oleh penderita Diabetes Mellitus tipe II adalah komplikasi pada kaki sekitar 15% yang disebut luka kaki Diabetes , penanganan luka diabetik secara efektif dapat mencegah terjadinya amputasi pada kaki, Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui pengaruh penggunaan balutan modern (Hydrocoloid) terhadap penyembuhan   luka diabetes mellitus tipe II , Desain Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest Post Test Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan secara purposive sampling dengan sample 10 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan the pressure sore status tool (PSST) diukur sebelum dan sesudah pemberian balutan sebanyak 3 kali untuk mengetahui pengaruh balutan modern hydrocoloid dilakukan  uji t-test dependent ,Hasil uji statistik didapatkan sebelum diberikan balutan modern (hydrocolloid) (pre-test), adalah 37,40. Sesudah diberikan balutan modern (post-test), adalah 33.53. Hasil  analisis bivariat menunjukkan perbedaan  rata-rata nilai penyembuhan  luka pada klien selama 3 hari yaitu 3,86  dengan p value =0,000 berarti terdapat pengaruh penggunaan balutan modern (hydrocolloid) terhadap penyembuhan luka penderita diabetes mellitus tipe II, Dapat disimpulkan bahwa balutan modern (hydrocoloid) efektif dalam penyembuhan luka diabetic.  Diharapkan penderita diabetes mellitus dapat memanfaatkan balutan modern (hydrocoloid) untuk penyembuhan luka kaki pada penderita DM Tipe II sebagai salah satu cara penyembuhan yang aman dan efectif. 
EVALUASI KINERJA CAMPURAN ASPAL MODIFIKASI EKSTRAKSI ASBUTON DAN FILLER ASBUTON SEBAGAI PENENTUAN KADAR MODIFIKASI OPTIMUM Fitra - Ramdhani
Jurnal Ipteks Terapan Vol 13, No 4 (2019): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2019.v13i4.4712

Abstract

Abstract In line with the increase in road length, the asphalt demand in Indonesia is increasing as well. Asbuton can be used as a binder on pavement to replace oil asphalt. The levels of asphalt contained in asbuton is variated between 10% -40%. To increase the utilization of asbuton in Indonesia, the research on modification of asbuton in the mixture was carried out. This study aims to determine the effect of 60/70 pen asphalt mixture and modification pure asbuton T5 / 20 as a modification material with optimum T 5/20 asbuton filler content on mixed performance. This research was carried out by adding optimum asbuton filler level of 2.01% on the variation of pure T5 / 20 asbuton by 0%, 10%, 12%, 14%, 16%, 18%, 20% and 30% with a compaction temperature of 155 0C in mixture. Based on the results of the Marshall test, the performance of the modified material mixture that meets the general specification requirements on Bina Marga 2010 revision 3 which is the optimum level of extraction of asphalt T5 / 20 by 10% with filler asbuton T5 / 20 of 2.01%. This is evidenced by the Stability value of 2616 kg, the melting value of 2.85 mm, MQ value of 918 kg / mm, VIM value of 4.94%, VMA value of 15% and VFA value of 66.11% that meets the specification requirements.Keywords: Asbuton Extraction T5/20, Asbuton Filler T5/20, and Mixed Performance AbstrakSeiring dengan peningkatan panjang jalan maka kebutuhan aspal di Indonesia semakin meningkat. Asbuton dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengikat pada perkerasan jalan menggantikan aspal minyak. Kadar aspal yang terkandung dalam asbuton bervariasi, antara 10%-40%.  Untuk meningkatkan pemanfaatan asbuton di Indonesia maka dilakukan penelitian modifikasi asbuton dalam campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran aspal pen 60/70 dan modifikasi asbuton murni T5/20 sebagai bahan modifikasi dengan kadar optimum filler asbuton T5/20 terhadap kinerja campuran. Penelitian ini dilakukan dengan penambahan kadar optimum filler asbuton sebesar 2,01% pada variasi asbuton murni T5/20 sebesar 0%, 10%, 12%, 14%, 16%, 18%, 20% dan 30% dengan suhu pemadatan 155 0C pada campuran. Berdasarkan hasil pengujian marshall diperoleh kinerja campuran bahan modifikasi yang memenuhi syarat spesifikasi umum bina marga 2010 revisi 3 yaitu kadar optimum asbuton murni T5/20 sebesar 10% dengan filler asbuton T5/20 sebesar 2,01%. Hal ini dibuktikan dengan nilai Stabilitas 2616 kg, nilai kelelehan 2.85 mm, nilai MQ 918 kg/mm, Nilai VIM 4.94%, Nilai VMA 15% dan Nilai VFA 66.11% yang memenuhi syarat spesifikasi. Kata kunci:  Ekstraksi Asbuton T5/20, Filler Asbuton T5/20, dan Kinerja Campuran 
PENERAPAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN DAN TAK STIMULUS PERSEPSI TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI Sutinah Sutinah
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 3 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i3.1260

Abstract

Klien dengan skizofrenia 70% mengalami halusinasi. Kemampuan klien mengontrol halusinasi dapat ditingkatkan dengan pemberian standar asuhan keperawatan dan disertai dengan terapi modalitas seperti terapi aktivitas kelompok stimulus persepsi. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh penerapan standar asuhan keperawatan dan terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulus persepsi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Jumlah sampel sebanyak 12 responden, Sampel dalam penelitian ini diambil dengan cara purposive sampling dari seluruh klien yang dirawat dan mengalami halusinasi, sampel diambil dengan menggunakan kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pedoman observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji T-dependent. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh sesudah diberikan standar asuhan keperawatan dan TAK stimulus persepsi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi. Nilai rata-rata mengontrol halusinasi klien sebelum dilakukan standar asuhan keperawatan dan TAK stimulus persepsi sebesar 2.42  dan setelah diberikan standar asuhan keperawatan dan terapi aktivitas stimulus persepsi sebesar 19.00 dengan P-value 0.009. Penelitian ini menunjukkan bahwa standar asuhan keperawatan dan TAK stimulus persepsi dapat meningkatkan kemampuan klien mengontrol halusinasi sehingga perawat Rumah Sakit Jiwa Jambi agar lebih meningkatkan pelaksanaan penerapan standar asuhan keperawatan dan TAK stimulus persepsi pada pasien halusinasi.
PENGARUH PENGAJARAN METODE KANGURU TERHADAP PENGETAHUAN IBU BAYI BBLR Diah Merdekawati
Jurnal Ipteks Terapan Vol 11, No 3 (2017): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2017.v11i3.1000

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diajarkan metode kanguru pada ibu bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Sebanyak 12 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Dari hasil uji statistik univariat diketahui sebanyak 8 responden (66,7%) mempunyai pengetahuan rendah sebelum diberikan pengajaran metode Kanguru dan sebanyak 9 responden (75%) mempunyai pengetahuan tinggi setelah diberikan pengajaran metode Kanguru. Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh pengajaran metode Kanguru terhadap pengetahuan ibu dengan p-value = 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran metode Kanguru dapat meningkatkan pengetahuan ibu bayi BBLR sehingga ibu dapat berperan untuk meningkatkan berat badan bayi.
Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Perubahan Berat Badan Bayi Lahir Rendah Silvia ,; Yelmi Reni Putri; Elharisda Gusnila
Jurnal Ipteks Terapan Vol 9, No 1 (2015): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2015.v9i1.24

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan  bayi lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Perubahan Berat Badan Bayi BBLR di ruang inap perinatology  RSUD Dr.Achmad  Mochtar Bukittinggi tahun 2014.  Penelitian ini menggunakan desain  Quasi Eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest design, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive  sampling dengan  sampel 10 orang. Hasil penelitian  di dapatkan rata-rata berat badan bayi sebelum perawatan metode kanguru adalah 1738,60 gram, sedangkan setelah dilakukan perawatan metode kanguru berat badan bayi meningkat menjadi 1766,90 gram, dengan peningkatan berat badan sebanyak 28,30 gram dimana  p value = 0.00 <  Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh perawatan metode kanguru terhadap perubahan berat badan bayi BBLR di ruang inap perinatologi RSUD dr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. Dan disarankan kepada ibu-ibu untuk melakukan perawatan metode kanguru secara rutin dan pemberian ASI yang cukup terhadap bayi BBLR.Kata kunci: Perawatan Metode Kanguru, Berat Badan bayi. Low Birth Weight (LBW) is a baby with a birth weight less than 2500 grams regardless of gestation. This research used a quasi-experimental design with one group pretest posttest design. The samples were taken using purposive sampling technique. The results showed that all respondents experienced weight gain. The weight of babies before applying kangaroo care method was 1738.60 grams in average. While after applying the kangaroo care method, the baby's weight increased to 1766.90 grams. After using a statistical test of dependent t-test (paired t-test), pvalue gotten was 0.000, with standard error (α) 0.05. It means that there is a significant difference between the average weight before and after the treatment of kangaroo care methods with weight gain as much as 28.30 gram. Based on the results of this research, it can be concluded that there is a significant effect given by kangaroo care method in changing the weight of the low birth weight babies in perinatology inpatient room of Dr.Achmad Mochtar hospital Bukittinggi in 2014. It is recommended for mothers to perform routine treatment of kangaroo care method and to give enough breastfeeding for babies with low birth weight.Keywords: Kangaroo Care Method, Birth Body Weight
PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK MENENTUKAN MATA KULIAH YANG AKAN DIAMBIL ULANG (REMEDIAL) DENGAN METODE FORWARD CHAINING Hariyadi Hariyadi
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 3 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i3.626

Abstract

Nilai IP (Indeks Prestasi) merupakan target pencapaian mahasiswa dalam mendapatkan hasil akademik yang nantinya menentukan kepuasan mahasiswa terhadap apa yang telah dikuasai selama perkuliahan. Untuk mencapai nilai IP yang baik dan sangat memuaskan, mahasiswa harus memaksimalkan prestasi akademiknya untuk mendapatkan nilai ujian dengan hasil yang baik terhadap matakuliah yang diambil. Jika terjadi kegagalan nilai atau perbaikan nilai matakuliah maka dibutuhkan prosedur akademik yaitu remedial. Dengan Implementasi sistem pakar dalam menentukan matakuliah remedial akan membantu pihak akademik, dosen maupun pembimbing dalam memberikan kebijakan remedial yang diambil bisa dilanjutkan atau tidak. Rancangan sistem ini menggunakan metode Forward Chaining dengan implementasi sistem menggunakan sistem database Microsoft Access dan Software Development Visual Basic 6.0. Dari rancangan sistem yang dibuat maka dapat diperoleh sebuah kebijakan untuk mahasiswa maupun pertimbangan dari akademik, dosen dan pembimbing atas proses remedial yang dilakukan mahasiswa.
KECENDERUNGAN KORELASI ANTARA POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA Nova Arikhman
Jurnal Ipteks Terapan Vol 6, No 1 (2012): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2012.v6i1.4259

Abstract

This research is to find out relationship of meal pattern and physical activity with the hypertension degree, in the work area of Kinali Public Health Center. The research is descriptive correlation by using cross-sectional approach. The research population are 192 elderly, who have hypertension and aged above or the same 55 years old. To collect data, the researcher uses questioners with guided interview and blood pressure measurement directly to have meal pattern and physical activity with hypertension degree. Based on the data analyses, it is found that elderly who are categorized as having less meal pattern are 53,1%, less physical activity are 51,5%. The statistical analysis, it is found that there is relationship of meal pattern and physical activity with the hypertension degree to elderly. On the based of the research findings, it is recommended that hoped to elderly and their family in order to keep adjusting their meal pattern and regular physical activity. Therefore, their blood pressure returns to normal and stable.