cover
Contact Name
Elvyrah Faisal
Contact Email
virafaisal@yahoo.com
Phone
+6282348867406
Journal Mail Official
jurnal.svastaharena@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palu Jl. Thalua Konchi No.19, Mamboro Kec. Palu Utara, Kota Palu, SUlawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi
ISSN : 27464245     EISSN : 27460746     DOI : https://doi.org/10.33860/shjig
Core Subject : Health,
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi (Svasta Harena: Journal of Nutrition Science) (p-ISSN: 2746-4245, e-ISSN: 2746-0746; http://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/SHJIG ) is peer-reviewed journal publishing scientific articles from nutrition subjects. This journal has been published by Department of Nutrition, Health Polytecnic of Palu. All articles with subject of Nutrition from national and international researchers are welcome to be submitted to this journal. All published articles were peer-reviewed by reputable reviewers. All published articles were published in Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi include results of original scientific research and case studies in the field of : clinical nutrition and dietetics foodservice community nutrition functional foods
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022): Februari 2022" : 5 Documents clear
Hubungan Tingkat Pendidikan Tingkat Pengetahuan dan Pekerjaan Ibu terhadap Keaktifan Ibu Balita ke Posyandu: The Relationship of Mother's Level of Education Knowledge and Occupation to Mother's Activity Go to Posyandu Setyastrid Devina Amadea; Niken Hariati
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 2 No. 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v2i2.573

Abstract

Latar Belakang : Posyandu sebagai salah satu pelayanan kesehatan berfungsi memudahkan masyarakat dalam mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama untuk ibu hamil dan anak balita. Pelayanan kesehatan pada balita dapat dilakukan di posyandu sebagai unit kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Untuk mengetahui pertumbuhan tersebut, penimbangan balita setiap bulan sangat diperlukan. Tujuan : Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, dan pekerjaan ibu dengan keaktifan ibu balita ke posyandu. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) atau studi literatur dengan metode dokumentasi dari 9 (sembilan) jurnal yang dikaji. Hasil : Hasil studi literatur menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian ada hubungan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, dan pekerjaan ibu dengan keaktifan ibu balita ke posyandu. Saran: Bagi petugas kesehatan disarankan agar lebih meningkatakan motivasi bagi masyarakat terutama ibu balita agar perkembangan balita dapat terpantau dengan baik dan bagi ibu balita disarankan berpartisipasi aktif mengikuti kegiatan posyandu di wilayah masing-masing sebagai sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.
Kurang Gizi Maternal : Hasil yang Merugikan Terhadap Bayi: Maternal Nutrition Lack: Results that are Adversive to Babies Marbun, Raynaldo Lisius; Ikhssasni, Agung
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 2 No. 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v2i2.847

Abstract

Gizi berperan selama kehamilan baik bagi kesehatan ibu maupun bayi dan harus dinilai secara terus menerus sejak sebelum hamil dan setelah melahirkan, terdapat kekhawatiran yang berkembang atas kekurangan gizi ibu dan dampaknya pada hasil kehamilan. Istilah gizi kurang ibu adalah kompleks dan agak ambigu dan gagal untuk mencerminkan definisi yang jelas. Mendefinisikan gizi kurang ibu akan membantu meningkatkan diagnosis, pemantauan dan evaluasi dampak kekurangan gizi pada wanita untuk mencegah hasil kelahiran terkait. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah melihat kekurangan gizi maternal yang berkembang dan efeknya terhadap bayi. Gizi kurang ibu dianggap secara tidak langsung mengakibatkan peningkatan mortalitas dan morbiditas selama periode perinatal. Kekurangan gizi ibu harus dievaluasi menggunakan BMI, Lingkar Lengan Atas, lipatan kulit dan penurunan berat badan yang tidak diinginkan untuk pertemuan berturut-turut menggunakan skala standar. Ada hubungan langsung antara kekurangan gizi ibu dan hasil kelahiran yang tidak diinginkan seperti berat badan lahir rendah, persalinan prematur dan prematuritas. Hal ini kemungkinan akan menimbulkan efek jangka panjang. Penelitian lebih lanjut perlu untuk mengembangkan strategi diet untuk mengoptimalkan nutrisi, tidak hanya selama kehamilan, tetapi sudah ketika ini diprogram untuk meningkatkan hasil kehamilan, mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat, mengurangi risiko penyakit kronis, dan memperlambat menurunkan penurunan metabolisme yang terkait dengan penuaan.
Prebiotik dan Dermatitis Atopik pada Anak: Prebiotics and Atopic Dermatitis in Children Nuur Al Azizah, Fauziyyah
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 2 No. 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v2i2.852

Abstract

Dermatitis atopik adalah kondisi kulit berupa inflamasi kronis yang umum ditandai dengan gatal berulang yang parah. Gejala yang muncul termasuk kulit kering, lesi eksim, eritema (kemerahan), edema, erosi, oozing dan pengerasan kulit, yang bervariasi menurut kronisitas lesi dan usia pasien yang terkena Dermatitis atopik. Individu dengan Dermatitis atopik dalam tingkat sedang hingga berat juga dapat menunjukkan hiperpigmentasi retikulat yang didapat pada leher (juga disebut 'leher kotor') yang dihasilkan dari kombinasi hiperpigmentasi pasca inflamasi dan gesekan. Pruritus atau sensasi tidak menyenangkan pada kulit yang memicu rasa gatal sering menyebabkan trauma kulit, ketidaknyamanan, dan gangguan tidur. Memperbaiki status gizi, pencernaan nutrisi, respon imun spesifik dan non spesifik, efek menguntungkan pada saluran pencernaan dan kulit, adalah upaya untuk mendukung penggunaan pra dan probiotik pada pasien dengan Dermatitis Atopik. Namun, tidak ada cukup data dalam literatur untuk menjawab pertanyaan mengenai dosis optimal, waktu optimal untuk memulai pengobatan dan durasi yang diperlukan untuk menunjukkan efek yang menguntungkan; penggunaan probiotik yang dipersonalisasi menurut dysbiosis kolon dapat dikaitkan dengan hasil terbaik. Tinjauan pustaka ini mengkaji Prebiotik dan Dermatitis Atopik pada Anak.
Praktek Pemberian Makan dan Tingkat Pendapatan Keluarga Balita Stunting: Feeding Practices and Income Level of Family with Stunted Children Dwi Erma Kusumawati; Nursafitri; Adhyanti; Wery Aslinda; Putu Candriasih
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 2 No. 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v2i2.895

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi di Indonesia yang memerlukan penanganan tepat dan cepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019 yang menunjukkan capaian 27,7%(2) yang berarti masih lebih tinggi apabila dibandingkan dengan ambang batas yang ditetapkan WHO yaitu 20%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran praktik pemberian makan dan tingkat pendapatan keluarga balita stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel seluruh balita stunting yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kamaipura sebanyak 45 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat yang disajikan dalam tabel dan narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan praktik pemberian makan kategori baik yaitu 40,0%, cukup 44,4% sedangkan tingkat pendapatan kelurga kategori cukup 2,2% dan kategori kurang 97,8%. Kesimpulan penelitian bahwa sebagian besar keluarga balita stunting mempunyai praktik pemberian makan cukup baik, sedangkan tingkat pendapatan masih kurang. Saran yaitu perlu adanya program penguatan dan pemberdayaan ekonomi pada keluarga balita stunting.
Pola Makan Anak Baduta Stunting Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sangurara Kota Palu: Eating Pattern of Stunting Children Ages 6-23 Months in The Work Area Sangurara Health Center Palu City Kusumawati, Dwi Erma; Sari, Dwi Ratna; Candriasih, Putu; Nurjaya; Ansar; Bahja; Hafid, Fahmi; Faisal, Elvyrah
Svasta Harena: Jurnal Ilmiah Gizi Vol. 2 No. 2 (2022): Februari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/shjig.v2i2.900

Abstract

Salah satu penyebab stunting adalah pola makan yang kurang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan anak baduta stunting usia 6-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kecamatan Tatanga Kota Palu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sangurara Kecamatan Tatanga Kota Palu pada bulan April-Mei 2021. Populasi penelitian ini adalah baduta stunting usia 6-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sangurara berjumlah 201 baduta. Besar sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan cara wawanacara dan observasi menggunakan kuisioner Food Frequency Questionnaire dengan jumlah 67 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa makanan sumber makanan pokok yang sering dikonsumsi adalah beras (86,8%). Sumber lauk hewani yang sering dikonsumsi adalah telur ayam (61,2%). Sumber lauk nabati yang sering dikonsumsi adalah tempe (70,1%). Sayuran yang sering dikonsumsi adalah wortel (65,7%) dan buah-buahan yang sering dikonsumsi adalah pisang (86,8%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pola makan anak baduta stunting kurang bervariasi, penelitian ini menyarankan kepada ibu baduta agar meningkatkan variasi makanan sejak anak berumur 6 bulan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5