cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019)" : 15 Documents clear
EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI Hidayatun Nufus
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.018 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.217

Abstract

Tahun 2018 Jumlah kematian bayi sebanyak 199 bayi dari 19.353 Kelahiran Hidup, atau dengan kata lain angka AKB Kabupaten Jombang tahun 2018 sebesar 10 per 1.000 KH. Keberhasilan ini dikarenakan adanya beberapa pogram akselerasi AKB di jalankan dengan serius diantaranya adalah program IMD (inisiasi menyusui dini) dan ASI eksklusif. ASI bermanfaat untuk menjaga ketahanan tubuh bayi karena mengandung zat anti infeksi. Diharapkan semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif pada bayinya, tetapi ketika saat kontrol hari ke 7 , 50 % ibu sudah membawa botol dengan susu formula untuk bayinya. Oleh karenanya dibutuhkan usaha yang intensif untuk membantu ibu nifas normal agar menyusui bayinya, salah satunya dengan pijat oksitosin yang dapat membantu produksi ASI. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum normal. Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimenT dengan rancangan penelitian eksperimen semu atau dengan rancangan non randomized posttest without control group design. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel berjumlah 50 orang ibu post partum normal yang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu 25 responden pijat oksitosin dan 25 responden  tanpa pijat oksitosin Hasil menunjukkan usia rata-rata ibu 20-35 tahun (92,5%), multipara (70%). Berdasarkan hasil analisis dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa nilai t hitung 9,22 > t tabel 3,84 dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima.Simpulan mayoritas produksi ASI pada ibu post partum normal adalah cukup dan ada perbedaan antara produksi ASI ibu post partum setelah mendapatkan pijat oksitosin dan tidak. Pijat oksitosin adalah salah satu cara untuk memperlancar dan meningkatkan produksi ASI. Pijat oksitosin merupakan salah satu contoh intervensi mandiri bidan dan dengan mudah dipilih dalam penatalaksanaan  merangsang produksi ASI Kata kunci : Pijat oksitosin, Produksi ASI
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN MIKROEMULSI EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa [Aiton] Hassk) DAN MIKROEMULSI EKSTRAK BIJI PINANG (Arace Catechu Linnaeus) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN Brillyanti Monica; Amilia Kurnia
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.47 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.149

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa [Aiton] Hassk) merupakan tumbuhan khas Kalimantan yang secara empiris digunakan masyarakat sebagai tumbuhan obat penyakit diabetes melitus. Senyawa dalam daun karamunting yang dapat menurunkan kadar gula darah adalah alkaloid, flavonoid dan tanin. Tumbuhan obat yang juga sering di manfaatkan oleh masyarakat Kalimantan adalah tumbuhan pinang yang sudah digunakan secara turun temurun (Sada dan Rosye, 2010).Biji pinang memiliki khasiat sebagai tanaman antidiabetik yang dapat menurunkan hiperglikemia. Biji Pinang mengandung senyawa alkaloid arekolin yang memiliki aktivitas antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mikroemulsi ekstrak daun karamunting 244mg/200gr dan mikroemulsi ekstrak biji pinang untuk menurunkan kadar gula darah pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi aloksan.Penelitian ini bersifat eksperimental murni dengan menggunakan 24 ekor hewan uji yang diinduksi aloksan 20mg/ 200mg secara intraperitoneal. Hewan uji tikus dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif mikroemulsi glibenklamid, kelompok kontrol negatif mikroemulsi plasebo serta kelompok perlakuan mikroemulsi ekstrak daun karamunting. Pengukuran kadar Gula Darah Puasa (GDP) dilakukan pada hari ke-0, hari ke-3 (GDP setelah induksi aloksan) dan GDP hari ke-10 (GDP setelah perlakuan). Persen penurunan kadar GDP dianalisis secara statistika dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji statistika menyatakan ada perbedaan signifikan antara kelompok kontrol positif dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai sig. 0,00. Perbedaan signifikansi juga terjadi pada kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan mikroemulsi ekstrak daun karamunting dengan nilai sig. 0,00. Sedangkan pada kelompok kontrol positif dan kelompok mikroemulsi ekstrak daun karamunting tidak ada perbedaan signifikan dengan nilai sig. 0,24, sehingga dapat disimpulkan bahwa mikroemulsi ekstrak daun karamunting dapat menurunkan kadar gula darah yang sebanding dengan kontrol positif mikroemulsi glibenklamid. Kata kunci : Mikroemulsi, Karamunting, Biji Pinang, Aloksan, Diabetes Melitus. 
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERSONAL HYGIENE RAMBUT PADA ANAK USIA SEKOLA DASAR. (Studi di SDN 3 Sidorejo Kel. Sidorejo Kec. Arut Selatan Kab. Kotawaringin Barat. Prov.Kalimantan Tengah Tahun 2019) Putri Shinyin Tiarana; Wahyudi Qurahman MM; Yayat Supriyatna
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.529 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.145

Abstract

PendahuluanPersonal hygiene rambut adalah dimana perawatan rambut ini perlu perhatian lebih dan perlu tindak lebih lanjut pada anak usia sekolah dasar dengan lebih sering memberikan pendidikan kesehatan dan lebih menekankan kepada pihak sekolah. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap personal hygiene rambut pada anak usia sekolah dasar di SDN 3 Sidorejo Pangkalanbun. Desain penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment design dengan menggunakan pendekatan one group pretest-posttest.Populasi pada penelitian ini adalahsiswa kelas V dan VI berjumlah 34 orang anak dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Metode Pengumpulan data dengan tabulasi lembar observasi untuk variabel personal hygiene rambut. Personal hygiene rambut sebelum diberikan pendidikan kesehatan kurang bersih sebanyak 22 siswi (64.7%), sedangkan personal hygiene rambut sesudah diberikan pendidikan kesehatan sebanyak 29 siswi (85,3%). Hasil Dengan hasil uji wilcoxon 0,000 menunjukan nilai p <0,005 menggunaka aplikasi spss 16.0. Kesimpulan Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap personal hygiene rambut pada anak usia sekolah dasar. Saran Bagi tenaga kesehatan,diharapkan beri penyuluhan,bagi tempat peneliti melakukan observasi lanjutan,bagi siswi mencuci rambut dengan teratur dan benar. Kata kunci: Anak, pendidikan kesehatan, personal hygiene
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEAKTIFAN LANSIA DALAM MENGIKUTI KEGIATAN POSYANDU LANSIA (Studi Puskesmas Kumpai Batu Atas Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019) Elis Agustina; Rahaju Ningtyas; Lestiyani Sunarto
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.173 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.140

Abstract

Pendahuluan :Keaktifan   lansia  mempunyai  arti   sama   dengan  aktivitas   banyak  sedikitnya  orang  yang  menyatakan  diri atau  menjelmakan  perasaan  dan   pikirian  yang  spontan  ataupun   sesorang   yang   memeliki   kegiatan yang membuat  seseorang tersebut  sibuk . Dukungan  keluarga  adalah  sikap  tindakan  seseorang  kepeda  anggota  keluarganya  berupa  dukungan  infomasional  , dukungan  penilaian, dikungan  instrumental  dan  dukungan  emosiaonal .Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegitan posyandu.Metode:Desain penelitian  ini menggunakan desain diskriptip korelasi pada keluarga dan lansia di Puskesmas Kumpai Batu Atas  tahun 2019 dengan sample   berjumlah 96 lansia  dengan teknik analisis bivariat dengan analisis distribusi frekuensi dan chi squre  metode pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada keluarga dan lansia .keluarga memberikan dukungan dalam keaktifa lansia  sebanyak 75 orang ( 78,1%)  dan lansia yang tidak aktif  dalam mengikuti kegiatan posyandu 55 orang (57,3%) Hasil :Dengan hasil Uji chi squre menunjukan hasil  0,153 p > 0,005 menggunakan  aplikasi SPSS 16.Saran kepada petugas kesehatan dipuskesmas kumpai batu atas jika ada lansia yang tidak bisa hadir mengikuti kegiatan posyandu karena faktor fisik lansia yang lemah maka dapat dilakukan home care.Kesimpulan :Berdasarkan  hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di Puskesmas Kumpai Batu Atas. Kata Kunci : Dukunggan keluarga, Keaktifan lansia, Posyandu
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN EMULGEL EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA (SCHEFF). BOERL.) DAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) DENGAN KITOSAN SEBAGAI GELLING AGENT TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR Yogie Irawan; Novi Rimba Sari; Risa Chandra Alfaninda
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.574 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.150

Abstract

Pendahuluan: Sejumlah studi menunjukkan bahwa tanaman tradisional berpotensi sebagai agen penyembuhan luka bakar, buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff). Boerl.) dan daun pepaya (Carica papaya L.). Metode penelitian: Subjek penelitianya adalah 20 ekor tikus yang dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (+), kelompok kontrol negatif (-), kelompok kontrol formulasi buah mahkota dewa 10% dan daun pepaya 5%, kelompok formulasi buah mahkota dewa 20% dan daun pepaya 10%. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap kontrol memberikan pengaruh terhadap penyembuhan luka bakar. Emulgel-kitosan ekstrak buah mahkota dewa dengan konsentrasi 20% memiliki efek penyembuhan yang paling besar dengan presentase penyembuhan 95,43% dibandingkan dengan emulgel-kitosan ekstrak buah mahkota dewa 10% (77,3%), kontrol positif (92,73%), dan kontrol negatif (64,94%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan emulgel ekstrak buah mahkota dewa dengan kitosan sebagai gelling agent terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus. Kata Kunci: Emulgel, Buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff). Boerl.), Daun Pepaya (Carica Papaya L.), Kitosan, Luka bakar, Penyembuhan luka. 

Page 2 of 2 | Total Record : 15