RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi
RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi (e-ISSN: 2807-6818) diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya, sebagai media komunikasi dan diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Komunikasi. Menitikberatkan pada tulisan-tulisan yang memuat penelitian dan pemikiran kontemporer di bidang ilmu komunikasi dalam berbagai sudut pandang / perspektif. Termasuk (Scope) dari RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi adalah: Jurnalisme: membahas komunikasi di media dan jurnalisme Penyiaran: membahas tentang komunikasi di televisi dan radio Media Baru: membahas tentang komunikasi di media baru Komunikasi Politik: Komunikasi yang menggunakan pesan dan aktor politik atau terkait dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan Public Relations: membahas tentang public relation Komunikasi Pemasaran: membahas tentang pemasaran dalam komunikasi
Articles
96 Documents
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN KULINER MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA GRANDE GARDEN CAFÉ
Safira Dewi Purnama;
Febriana Sapphire Sani
RELASI Vol 2 No 02 (2022): Komunikasi
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
In today's digital era with the increasing number of internet users. Internet is a medium that can help ease every activity of each individual. This study aims to use a social media management framework as well as a strategic orientation framework to explore how food and beverage businesses can manage social media well. As one of the cafes in the Prigen area, East Java, of course, it has one strategy in marketing by using social media, one of which is Instagram. where the author chose this Grande Garden Café as the subject material in this study. because Grande Garden Café is an outlet that sells a variety of contemporary foods and beverages, from light snacks to heavy meals. Marketing communication built by this business is a marketing strategy using Positioning Branding according to Philip Kotler. By stating that the action in designing this product there is a marketing mix in order to create a certain impression. This company must understand the position of each competitor in order to determine the strategic direction in building Positioning. For the Grande Garden Café company, social media has a very important role in enhancing personal branding. Where in the use of social media Instagram, the company can focus more on how the content can be demanded, accepted, remembered, and liked, this of course needs to display or obtain an existing advantage from the company. It aims to be able to attract the interest of consumers. From the findings of this study, it is also stated that the influence of social media Instagram can increase high selling power and be one form of the right strategy for companies to maintain their characteristics even though they are in the midst of competitors from other food and beverage outlets.
ANALISIS PEMAKNAAN PESAN DALAM FOTO MEME VERSI HAJI LULUNG: (Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Lina Rohmadiansyah;
Arif Darmawan
RELASI Vol 2 No 02 (2022): Komunikasi
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada foto meme biasanya sarat dengan perlambangan-perlambangan yang kaya akan makna. Umumnya meme berisi sebuah fenomena di masyarakat, seorang tokoh, ataupun berupa perasaan yang ingin di sampaikan oleh si pembuat foto tersebut yang menyebar melalui email, blog, media sosial, forum, dan lain sebagainya. Meme merupakan media baru untuk menyampaikan ide, kritik, gagasan kepada objek yang dijadikan meme. Meme yang merebak akhir-akhir ini adalah meme yang menggunakan karakter Haji Lulung. Haji Lulung adalah seorang tokoh politik yang menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Perilaku Haji Lulung banyak menuai kontroversi. Melalui kontroversi itulah akhirnya merebak meme - meme tentang Haji Lulung yang menjadi tren khususnya di media sosial. Maka dari itu dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengangkat tema meme tentang Haji Lulung. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pemaknaan pesan dalam foto meme versi Haji Lulung. Metode analisa data menggunakan semiotica analitic yaitu semiotika yang mengacu pada teori tanda yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce yang menyatakan bahwa suatu tanda terdiri atas ikon, indeks dan simbol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa foto meme Haji Lulung merupakan media propaganda terhadap tokoh Haji Lulung itu sendiri. Dari setiap muatan gambar meme tidak mencantumkan unsur-unsur dari muatan itu sendiri. Muatannya hanya dibuat agar pembaca dapat mudah untuk menangkap maksud dari gambar yang disajikan tersebut tanpa harus mendetailkan maksud dari setiap detail gambar di dalamnya. Isi dari foto meme merupakan representasi dari suara rakyat yang dikemas dengan gambar atau tulisan yang mengandung lelucon di dalamnya. Saran dari peneliti untuk pembuat meme adalah agar lebih santun dan tetap mengedepankan etika jurnalistik dalam pembuatan meme. Kedepannya, diharapkan meme dapat berkembang terutama dalam konten yang akan disajikan.
PERAN ORANG TUA DALAM PEMAHAMAN AKADEMIK ANAK DI SD IKAN KERAPU SURABAYA
Sholikhatun Nisa
RELASI Vol 2 No 03 (2022): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran orangtua dalam pemahaman akademik siswa di SD Ikan Kerapu Surabaya. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh orangtua ketika membantu anak dalam pemahaman akademik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan pengumpulan data mengobservasi partisipan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua berperan penting dalam pemahaman akademik anak walaupun anak sudah berada di jenjang pendidikan formal.
HOAX DALAM ILUSTRASI JEAN BAUDRILLARD
Lukman Hakim;
Achluddin Ibnu Rochim;
Banu Prasetyo
RELASI Vol 2 No 02 (2022): Komunikasi
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggunaan media digital yang semakin luas sebagai sarana komunikasi memberikan sisi positif dan negatif. Positif sebab betapa hebatnya perkembangan dunia digital di Indonesia menujukkan tingkat adaptif dan survival yang tinggi atas perubahan sosial, meski di sisi lain ada kekhawatiran terkait rawannya penyebaran berita palsu atau hoax membawa dampak negatif di berbagai aspek sosial. Penelitian ini bertujuan memberikan referensi dan ilustrasi bidang hoax yang paling berpengaruh di Indonesia selama kurang lebih lima tahun terakhir sehingga dapat ditemukan upaya paling akurat untuk mengurangi tingkat penyebaran hoax di Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan model analisis Miles and Huberman dengan berbagai teknik observasi, pustaka hingga verifikasi data. Penelitian ini menyimpulkan dengan kerangka teori simulacra dan hyperreality Jean Baudrillard ditemukan terdapat tiga bidang utama yang mudah dipercayai dan rentan ditunggangi oleh kepentingan dan motif penyebaran hoax, yaitu nuansa politik, agama dan inovasi (harapan). Pertama, nuansa poiltik yang seringkali diasosiasikan dengan semangat emosional daripada rasional. Kedua, nuansa agama yang mengusung semangat primordial dan persamaan identitas. Ketiga, adalah nuansa inovasi karena masyarakat Indonesia cenderung menginginkan perubahan instan dengan adanya penemuan-penemuan yang mutakhir, sehingga rawan menjadi ladang berita hoax. Penanggulangan hoax tidak dapat dilakukan hanya dengan upaya eksternal saja, misalnya dengan membentuk Undang-Undang ITE dan Satgas pemberantasan hoax mengingat informasi dan berita cepat sekali tersebar. Upaya paling efektif dalam pemberantasan hoax adalah menumbuhkan semangat literasi digital kepada masyarakat dengan meningkatkan rasionalitas pembaca agar tidak mudah menjadi mangsa berita-berita hoax.
AKTIVITAS FOTO JURNALISTIK DI HARIAN DISWAY
Rebecca Sanjaya Hamidoyo;
Safitri Riyanti
RELASI Vol 2 No 03 (2022): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Photography is an activity to capture the moment either in making news, making advertisements or other activities that can be done by everyone. With photos, we can get and convey information to others. Photography is divided into several types, some of them are food photography, human interest, landscape photography, street photography, commercial photography, photojournalism, etc. Photojournalism has an important role in the process of preparing news information. Photojournalism does not only focus on photographing an event, but can also be used to support the accuracy of information published to the media. The authors do photojournalism at Harian Disway as a photojournalist. Harian Disway itself is a media company that focuses on the field of mass media (online media and print media). During authors’s time as a photojournalist, the authors has carried out reporting activities assigned by the coverage coordinator. Being a photojournalist must know the moments that contain news value so that the published news is interested to read. The series of photojournalist activities at Harian Disway begins with listing the news that will be covered, the reporting process, editing and captioning photos and sending the results to the photo editor. The purpose of this research is to add references for further research. This study used descriptive qualitative method. The results of the data in this study were obtained from the interview process with several photo journalist.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN MEDIA MASSA: (Studi pada Harian Disway Surabaya)
Gema Maulida Pangestu;
Fernanda Alvira Yunara
RELASI Vol 2 No 03 (2022): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang strategi komunikasi pemasaran Harian Disway. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bentuk dari penerapan strategi komunikasi pemasaran Harian Disway. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Peneliti menggunakan teori komunikasi pemasaran. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Harian Disway yaitu menggunakan 3 macam bentuk yaitu melalui acara atau event, social media marketing, dan Integreted Marketing Communication yang meliputi targeting dan personal selling. Dari ketiga bentuk tersebut, dapat disimpulkan bahwa acara atau event yang paling efektif digunakan dalam pemasaran Harian Disway. Dengan event, Harian Disway berhasil dalam segi branding dan menarik konsumen serta meningkatkan penjualan surat kabar cetak.
GATEKEEPING DALAM PRODUKSI BERITA PADA HALAMAN UTAMA DI MEDIA CETAK HARIAN DISWAY
Celina Natalia Sitorus;
Tavana Yurens;
Isbimayanto Isbimayanto
RELASI Vol 2 No 03 (2022): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Media cetak merupakan salah satu saluran informasi yang besar bagi masyarakat. Kini media cetak sudah mengikuti transformasi teknologi dengan menyediakan berita online. Persaingan yang ketat tak jarang membuat media-media menghiraukan gatekeeping demi menjadi media tercepat dalam menerbitkan berita. Tak jarang berita-berita itu memberikan dampak besar sehingga memicu timbulkan kegaduhan bagi masyarakat. Sebagai media cetak yang tergolong muda, Harian Disway melakukan gatekeeping yang dilakukan oleh banyak gatekeeper. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gatekeeping yang dilakukan dalam proses produksi berita halaman utama Harian Disway dengan metode kualitatif deskriptif. Data primer didapatkan melalui wawancara mendalam dengan dua gatekeeper. Hasil dalam penelitian ini adalah gatekeeping menjadi faktor utama berita-berita yang terbit selaras dengan visi misi dan pangsa pasar Harian Disway dengan mengedepankan kode etik jurnalistik dan kaidah jurnalistik dalam proses produksi beritanya.
KOMUNIKASI VISUAL: FEEDS INSTAGRAM @YUREZALINA DALAM MEMBANGUN SELF-IMAGE
Aldina Ramadhanti Pramestiningrum;
Teguh Priyo Sadono
RELASI Vol 2 No 03 (2022): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam membangun self-image terdapat beberapa cara salah satunya melalui sudut pandang komunikasi visual. Penelitian ini mengkaji bagaimana komunikasi visual pada konten feeds instagram @Yurezalina dalam membangun self-image. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan yakni analisis isi dan menggunakan teori Semiotika Rolland Barthes dan dibantu dengan menggunakan metodologi komunikasi visual Gillian Rose terdapat tiga area peneliatian visual yaitu site of self, site of production, dan site of audience yang digunakan untuk mengetahui makna yang dibuat dari penanda dan pertanda berdasarkan budaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-image yang diciptakan oleh Ayu Rezalina terdapat beberaapa tanda yang ingin ditunjukkan oleh yure, seperti ia seorang yang estetik, simple, ramah ceria dan penikmat senja untuk merelaksasikan pikirannya, selain itu bila dilihat dari sisi komunikasi visual hasil desain konten feeds instagram sesaui dengan trend saat ini yang anggap aesthetics. Sosok yang diciptakan oleh Ayu Rezalina yaitu seseorang yang lembut simple, dan menyukai kesenian.
ANALISIS FRAMING PESAN LINGKUNGAN DALAM FILM DOKUMENTER “THE STORY OF BIRTHPLACE”
Abdul Karim Al Aziz;
Noorshanti Sumarah;
Widiyatmo Ekoputro
RELASI Vol 2 No 03 (2022): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Story of Birthplace merupakan film dokumenter yang merupakan behind the scene dari video musik Birthplace. Film ini bercerita tentang seorang penyelam bebas kelas dunia Michael Board yang bermain bersama Paus Bungkuk raksasa. Sutradara ingin menunjukkan masalah sampah plastik merupakan fenomena yang nyata dan melekat dengan masyarakat melalui Paus bungkuk raksasa yang dibuatnya bersama dengan penduduk desa di Bali dari sampah plastik.Berdasarkan konteks di atas, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana analisis framing pesan lingkungan dalam film dokumenter “The Story of Birthplace” dengan tujuan untuk mengetahui hasil analisis framing model Gamson dan Modigliani pada film tersebut. Peneliti akan menentukan framing device (methaphors, catchphrases, exemplars, depictions, dan visual image) serta reasioning device (roots, dan appeal to principle) hingga menemukan pesan lingkungan pada film ini dengan metode kualitatif dan teori konstruksi realitas sosial media massa. Hasil penelitian analisis framing dalam film dokumenter The Story of Birthplace adalah pesan lingkungan dibingkai oleh sutradara dengan menunjukkan gambar-gambar dimana laut, hutan, dan pinggir pantai dipenuhi oleh sampah plastik. Selain itu simbol komunikasi berupa Paus Bungkuk raksasa dari sampah plastik sengaja dibuat untuk menunjukkan kepada penonton bahwa sampah plastik dapat menjadi musuh terbesar bagi makhluk hidup di bumi apabila manusia terus menggunakan wadah plastik dalam kegiatan sehari-hari, membuang sampah sembarangan ke laut, serta tidak mendaur ulang sampah sehingga dapat membahayakan manusia, ikan, maupun terumbu karang. Scene terakhir pada film ini juga menunjukkan beberapa cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi sampah plastik melalui beberapa tanda komunikasi. Hasil dari penelitian ini dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah plastik, serta dapat menjadi bahan referensi bagi penelitian komunikasi selanjutnya mengenai film yang bertemakan lingkungan.
DIALEKTIKA RELASIONAL PADA PASANGAN DISABILITAS DI KECAMATAN TAMBAKSARI KOTA SURABAYA
Annisa Willdani Prasetyo;
Noorshanti Sumarah;
Herlina Kusumaningrum
RELASI Vol 3 No 02 (2023): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kontradiksi akan terus ada seiring berjalannya hubungan dijalankan. Komunikasi menjadi kunci dalam proses penyelesaian permasalahan. Keharmonisan keluarga sulit tercapai jika tidak memenuhi hubungan interpersonal yang baik maupun komunikasinya. Selain itu pengelolaan dialektika atau permasalahan yang timbul perlu menggunakan komunikasi dalam penyelesaiannya. Metode yang digunakan kualitatif, sedangkan teori yang digunakan adalah dialektika relasional. Tujuan dari penelitian yaitu mencari tahu dialektika permasalahan yang ada selanjutnya bagaimana komunikasi yang dijalankan saat menyelesaikan permasalahan yang timbul guna membangun keharmonisan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pasangan tunarungu tunawicara dapat berkomunikasi secara efektif menggunakan elemen komunikasi efektif yaitu sikap terbuka, saling mendukung, empati, sikap positif dan kesetaraan. Temuan lainnya adanya konsep diri yang mempengaruhi proses komunikasi interpersonal yang dilaksanakan. Hal itu yang mengakibatkan masing-masing dapat menghormati dan mengerti satu sama lain sehingga meminimalisir permasalahan. Proses penyelesaian masalah yang dibedah dengan dialektika reasional, informan mengkonfirmasi bahwa komunikasi menjadi jalan yang baik untuk penyelesaian masalah. Hasil akhir dari penelitian yaitu, pasangan tunarungu tunawicara dapat melaksanakan komunikasi secara efektif dalam proses penyelesaian kontradiksi atau permasalahan yang timbul sehingga membawa pada keluarga yang harmonis.