cover
Contact Name
Rohim
Contact Email
rohim.annida86@gmail.com
Phone
+6285259747977
Journal Mail Official
rohim.annida86@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember Jln. Lumba-lumba No. 9 Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember Kode Pos 68135
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Ilmiah Cahaya Ilmu
ISSN : 27153339     EISSN : 2722208X     DOI : https://doi.org/10.37849/mici
Core Subject : Humanities, Social,
Majalah Ilmiah Cahaya Ilmu is a (e-ISSN: 2722-208X ; p-ISSN: 2715-3339) research journal in the fields of Public Administration, Business Administration, and Social and Political Sciences. This journal is managed by the College of Development Administration and is published every February and August. Focus and Scope: Ilmiah Cahaya Ilmu magazine is a journal that publishes the results of empirical research and the latest references and contributes to the development of scientific fields in the fields of Public Administration, Business Administration, and Social and Political Sciences. The Editorial Team invites the writings of academics and practitioners to be published in this journal with the following focus of study: Science and issues in the field of Public Administration Science and issues in the field of Business Administration Social and Political Science
Articles 113 Documents
Dinamika Implementasi Awal Program SAMISAKA dalam Memperkuat Tata Kelola Desa di Kaimana Robi Daud Samangun; Kristyan Dwijosusilo; Kresna Adhi Prahmana
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.544

Abstract

Desentralisasi fiskal menempatkan desa sebagai subjek utama pembangunan nasional. Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, meluncurkan Program Satu Miliar Satu Kampung (SAMISAKA) melalui Peraturan Bupati Kaimana Nomor 7 Tahun 2026. Implementasi program di wilayah kepulauan dengan keterbatasan aksesibilitas memunculkan dinamika tata kelola yang kompleks pada fase awal pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterlambatan administratif, kontestasi aktor, dan proses hibridisasi kelembagaan antara birokrasi formal dan institusi adat setelah regulasi diberlakukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif-deskriptif yang dipadukan dengan etnografi kelembagaan. Lokasi penelitian dipilih secara purposif mewakili tiga tipologi aksesibilitas, yaitu kawasan perkotaan, pesisir semi-terisolasi, dan pedalaman terisolasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif dan pemetaan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan implementasi berbeda menurut karakteristik wilayah, meliputi tumpang tindih regulasi dan politisasi di kawasan perkotaan, kendala logistik dan penyusunan RAB digital di wilayah pesisir, serta keterbatasan jaringan komunikasi dan literasi keuangan di wilayah pedalaman. Kondisi tersebut mendorong munculnya praktik adaptif berupa penyusunan anggaran secara manual serta pelibatan guru dan tenaga kesehatan dalam administrasi pelaporan. Selain itu, ketegangan antara akuntabilitas birokrasi dan norma komunal adat diselesaikan melalui hibridisasi kelembagaan dengan mengintegrasikan klaster ekonomi berbasis marga dan peran kelembagaan adat ke dalam tata kelola formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transisi tata kelola di daerah otonomi khusus bergantung pada kapasitas adaptif aktor lokal dan fleksibilitas kebijakan dalam mengakomodasi institusi adat tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas birokrasi
Model Pemberdayaan Lansia Menyongsong Peningkatan Usia Harapan Hidup Mike Triana Anggraini; Nihayatus Sholichah; Ika Devy Pramudiana
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.545

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia tidak selalu disertai kualitas hidup yang memadai, sehingga lansia berisiko menjadi beban alih-alih subjek yang berdaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor pemberdayaan yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia serta menentukan faktor yang paling dominan. Populasi penelitian adalah lansia berusia enam puluh tahun ke atas, dengan sampel sebanyak 120 responden yang dipilih secara acak. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Variabel bebas berupa empat dimensi pemberdayaan yang diturunkan dari kerangka active ageing, yaitu akses layanan kesehatan, partisipasi kegiatan, dukungan sosial, dan kemandirian ekonomi, sedangkan variabel terikat adalah kualitas hidup. Analisis dilakukan secara bertahap: deskriptif untuk menggambarkan data, korelasi untuk menyeleksi variabel, dan regresi linear berganda untuk menguji hubungan beberapa faktor sekaligus. Hasil menunjukkan model signifikan secara simultan dan menjelaskan sekitar 35,6% variasi kualitas hidup. Dukungan sosial merupakan faktor paling dominan, diikuti akses layanan kesehatan dan partisipasi kegiatan, yang seluruhnya berhubungan positif dan signifikan; usia berhubungan negatif, sedangkan kemandirian ekonomi, status perkawinan, dan pendidikan tidak berhubungan signifikan. Disimpulkan bahwa kualitas hidup lansia lebih ditentukan oleh sejauh mana mereka diberdayakan secara sosial dan diberi akses layanan daripada oleh atribut demografis atau ekonomi, sehingga model pemberdayaan lansia sebaiknya memprioritaskan penguatan dukungan sosial dan partisipasi. Temuan bersifat asosiatif sehingga penelitian lanjutan berdesain longitudinal diperlukan
Melestarikan Kedaulatan Kawasan Potensial Melalui Kebijakan Perlindungan Klaster Kopi di Kabupaten Bondowoso Amrotus Soviah; Soetriono; Dina Sryawati Suryawati; Ika Sisbintari
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.546

Abstract

Kabupaten Bondowoso memiliki peran strategis dalam industri kopi karena salah satu kopi yang dihasilkan memiliki mutu cita rasa khas berasal dari lereng ijen raung. Penelitian ini fokus pada wujud kebijakan perlindungan klaster kopi dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2018 yang di analisis dari berbagai aspek. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Sumber data dari regulasi, buku, jurnal, berita maupun sumber lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan riset kepustakaan (library research). Sedangkan Analisis data menggunakan model content analysis dan eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso membagi kebijakan sistem perlindungan dalam empat aspek. Pertama, aspek penentuan pemanfaatan kawasan yang berkelanjutan dengan memberikan perlindungan berupa kepastian lahan dan penerapan inventarisasi. Kedua, aspek mutu dan cita rasa khas berkelanjutan dengan memberikan perlindungan pada sarana produksi kopi, kesehatan pangan, jaminan mutu kopi, label kemasan, peredaran dan jaminan pasar. Keempat, sistem penanganan dampak perubahan iklim dengan memberikan distribusi informasi melalui media yang tersedia dan bertujuan untuk mengantisipasi gagal panen karena cuaca ekstrem (el nino dan el nina). Ketiga, aspek bantuan dan asuransi perkebunan dengan memberikan perlindungan dalam bentuk pembiayaan fasilitas dalam rangka pendaftaran kekayaan hak intelektual atau bantuan akibat gagal panen dan memberikan asuransi perkebunan dalam bentuk fasilitas perlindungan finansial melalui ganti rugi atau klaim cepat saat terjadi gagal panen akibat kejadian luar biasa

Page 12 of 12 | Total Record : 113