cover
Contact Name
Rohim
Contact Email
rohim.annida86@gmail.com
Phone
+6285259747977
Journal Mail Official
rohim.annida86@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember Jln. Lumba-lumba No. 9 Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember Kode Pos 68135
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Ilmiah Cahaya Ilmu
ISSN : 27153339     EISSN : 2722208X     DOI : https://doi.org/10.37849/mici
Core Subject : Humanities, Social,
Majalah Ilmiah Cahaya Ilmu is a (e-ISSN: 2722-208X ; p-ISSN: 2715-3339) research journal in the fields of Public Administration, Business Administration, and Social and Political Sciences. This journal is managed by the College of Development Administration and is published every February and August. Focus and Scope: Ilmiah Cahaya Ilmu magazine is a journal that publishes the results of empirical research and the latest references and contributes to the development of scientific fields in the fields of Public Administration, Business Administration, and Social and Political Sciences. The Editorial Team invites the writings of academics and practitioners to be published in this journal with the following focus of study: Science and issues in the field of Public Administration Science and issues in the field of Business Administration Social and Political Science
Articles 113 Documents
Evaluasi Kebijakan Layanan Kenaikan Pangkat Berbasis SIASN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo Dzuu Washfi Azhmi; Nihayatus Sholichah; Dandy Patria
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 1 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) merupakan platform digital yang dikembangkan oleh Badan Kepegawaian Negara untuk mengelola data dan informasi kepegawaian ASN di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan layanan kenaikan pangkat berbasis SIASN di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan kerangka evaluasi menggunakan kriteria evaluasi William Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan layanan kenaikan pangkat berbasis SIASN di BKD Kabupaten Sidoarjo telah cukup efektif dalam mencapai tujuan peningkatan kualitas layanan dan memiliki tingkat efisiensi yang baik dalam memangkas alur birokrasi. Namun, dari segi kecukupan masih terdapat gap terkait sumber daya manusia dan integrasi sistem. Responsivitas kebijakan terhadap kebutuhan ASN cukup baik meskipun masih ada ruang perbaikan dalam aspek komunikasi dan pemutakhiran data. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi lemahnya validitas data kepegawaian, belum adanya bridging system antara SIPEKAT dan SIASN, keterbatasan SDM, dan minimnya kesadaran ASN dalam pemutakhiran data mandiri.
Pemberdayaan Pemuda dan Regenerasi Pengelola dalam Keberlanjutan BUMDes Desa Wisata Widyawati
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 1 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan pemuda dan regenerasi pengelola dalam menjamin keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Wisata, dengan studi kasus pada BUMDes Bhinor Energi di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Keberlanjutan BUMDes pengelola pariwisata kerap terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia dan lemahnya kaderisasi pengelola, sehingga pelibatan pemuda menjadi strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Ketua BUMDes, Kepala Desa, pengurus POKDARWIS, dan pengelola muda, didukung observasi partisipatif dan dokumentasi. Analisis menggunakan kerangka pemberdayaan masyarakat lima dimensi (pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan) menurut Suharto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan pemuda dilakukan melalui pelibatan dalam pengelolaan unit usaha wisata, pelatihan berbasis program Corporate Social Responsibility (CSR), dan pemberian ruang kepemimpinan dalam POKDARWIS. Sekitar 65% pengelola aktif BUMDes berasal dari kelompok pemuda, dan keterlibatan ini mendorong inovasi layanan wisata serta transfer pengetahuan antargenerasi. Regenerasi pengelola berlangsung melalui mekanisme rekrutmen, pendampingan, dan estafet tanggung jawab yang menopang keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan desa wisata. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan pemuda yang terstruktur dan regenerasi pengelola yang terlembaga menjadi fondasi keberlanjutan BUMDes Desa Wisata, meskipun masih memerlukan penguatan kaderisasi formal dan jaminan insentif bagi pemuda.
Implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam Perspektif Pengembangan Organisasi Publik di Puskesmas Rogotrunan Kabupaten Lumajang Prasojo Ashar; Nico Valentino Wijaya; Titis Srimurni
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam perspektif pengembangan organisasi publik di Puskesmas Rogotrunan, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program CKG di Puskesmas Rogotrunan secara umum telah berjalan dengan cukup baik. Pada aspek komunikasi, koordinasi antarpegawai dan penyampaian informasi program dilakukan melalui rapat internal, briefing, serta komunikasi langsung. Pada aspek sumber daya, pelaksanaan program didukung oleh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan, meskipun masih terdapat keterbatasan sumber daya serta meningkatnya beban kerja pegawai. Pada aspek disposisi pelaksana, pegawai menunjukkan sikap positif, komitmen, dan kemampuan adaptasi dalam menjalankan program. Sementara itu, pada aspek struktur birokrasi, pelaksanaan program telah didukung oleh pembagian tugas yang jelas serta penyesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Faktor yang mendukung pelaksanaan program meliputi dukungan pimpinan, kerja sama antarpegawai, komitmen pelaksana, serta respons positif masyarakat. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan tenaga kesehatan, keterbatasan fasilitas pelayanan, peningkatan beban kerja, serta kendala koordinasi. Secara keseluruhan, implementasi Program CKG di Puskesmas Rogotrunan menunjukkan adanya upaya pengembangan organisasi publik melalui peningkatan koordinasi kerja, penyesuaian sistem pelayanan, dan peningkatan kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap tuntutan pelayanan kesehatan masyarakat.
Analisis Pengelolaan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan di Gunung Arjuno Berbasis Mitigasi Terpadu Izza Mutia Aqila; Beryl Shira Filiandri; Muhammad Chairil Umam; Delies Eky Purwandani; Narizky Nur Fakhri; M. Noer Falaq Al Amin; Nuh Krama Hadianto
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.537

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang serius karena tingginya tingkat kerawanan kebakaran serta dampaknya terhadap kerusakan ekosistem dan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan dan sistem pengelolaan risiko karhutla di Gunung Arjuno serta mengevaluasi efektivitas mitigasi terpadu dalam pengelolaan risiko kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Disaster Risk Reduction (DRR) dan Collaborative Governance. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur, dokumen kebijakan, data hotspot Sipongi KLHK, serta laporan BPBD Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko karhutla di Gunung Arjuno dipengaruhi oleh faktor ancaman berupa musim kemarau panjang, vegetasi kering, dan angin kencang; faktor kerentanan berupa topografi curam, aksesibilitas terbatas, serta aktivitas manusia; serta kapasitas mitigasi yang masih belum optimal. Sistem pengelolaan risiko telah dilakukan melalui pemantauan hotspot, patroli kawasan, pemadaman terpadu, dan koordinasi antar-stakeholder, namun masih menghadapi kendala pada aspek sarana, pengawasan, dan integrasi data. Mitigasi terpadu dilakukan melalui pendekatan struktural seperti sistem deteksi dini, sekat bakar, dan penyediaan sumber air pemadaman, serta pendekatan non-struktural berupa edukasi masyarakat, Community-Based Fire Management (CBFiM), dan penguatan regulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan collaborative governance, integrasi sistem informasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan strategi mitigasi yang adaptif dan berkelanjutan merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan pengelolaan risiko karhutla di Gunung Arjuno.
Optimalisasi Pelayanan Pelanggan Melalui Aplikasi PLN Mobile Marriam Magdalena Nanlohy; Widyawati; Kristyan Dwijosusilo
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.538

Abstract

Transformasi digital di sektor utilitas publik menandai pergeseran paradigma dari penyedia komoditas pasif menjadi ekosistem layanan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan optimalisasi pelayanan pelanggan melalui aplikasi PLN Mobile pada PT PLN (Persero) ULP Samarinda Seberang. Permasalahan utama yang diangkat meliputi tantangan integrasi teknologi dalam birokrasi kaku, kesenjangan literasi digital, dan resistensi struktural di wilayah perkotaan-pinggiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian adalah seluruh pelanggan dan staf operasional, sedangkan sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan manajer ULP, staf pelayanan, dan pengguna aktif aplikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan validasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PLN Mobile telah memicu transformasi struktural signifikan yang merestrukturisasi pola kerja birokrasi menjadi lebih tangkas dan berbasis data. Penggunaan sistem pengiriman otomatis berhasil meningkatkan akuntabilitas personel serta efisiensi administratif. Dari sisi pengguna, fitur pelacakan petugas real-time dan sistem pembayaran terpusat terbukti efektif membangun kepercayaan publik, menghapus celah pungutan ilegal, serta meningkatkan literasi manajemen energi di sektor komersial dan publik. Sebagai simpulan, optimalisasi PLN Mobile di ULP Samarinda Seberang telah berhasil menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang mampu menjawab tuntutan modernitas akan pelayanan publik yang bersih, cepat, dan transparan. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi, dengan strategi komunikasi yang tepat, menjadi katalis kunci dalam menciptakan hubungan harmonis antara penyedia energi dan masyarakat di tengah dinamika pembangunan daerah yang pesat.
Transformasi Digital Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Diwek Kabupaten Jombang Nuraini Indah Lestari; Nihayatus Sholichah; Ika Devy Pramudiana
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.539

Abstract

Transformasi digital melalui Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan langkah strategis untuk merombak tata kelola administrasi kesehatan di tingkat pelayanan primer sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pelayanan klinis pasca-implementasi RME di Puskesmas Diwek, Kabupaten Jombang, yang ditinjau dari dimensi efisiensi operasional serta kesiapan adaptasi kultural dan teknis sumber daya manusia. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis tematik, data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pimpinan, tenaga medis, sistem operator, serta pasien selaku pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME secara nyata meningkatkan efisiensi operasional pelayanan kesehatan masyarakat. Digitalisasi berhasil memangkas waktu pencarian berkas pasien dari 15 menit menjadi 5 detik melalui input berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta mereduksi total durasi pelayanan dari semula 2 jam menjadi di bawah 10 menit. Integrasi resep digital secara real-time antarunit juga sukses meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) akibat tulisan tangan medis yang tidak terbaca. Di sisi lain, tantangan transisi berupa resistensi kultural dari staf senior berhasil dijembatani melalui manajemen perubahan yang persuasif dengan metode pendampingan sejawat. Namun, sistem ini masih menghadapi kendala berupa kerentanan infrastruktur, berupa gangguan jaringan internet dan fluktuasi listrik saat musim hujan, yang memicu beban kerja ganda akibat pencatatan manual sementara. Secara teoritis, penerapan RME di Puskesmas Diwek telah memenuhi pilar Smart Governance, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan sistem cadangan luring (offline-backup) dan stabilitas konektivitas lokal.
Implementasi Program J-Lahbako Terkait Keterlambatan di Desa Karangharjo Kecamatan Silo Kabupaten Jember Alissa Ernawati Adisiswanto; Dili Prelina Nugraini
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.540

Abstract

Program J-LAHBAKO merupakan inovasi digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Jember untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat desa. Namun, dalam pelaksanaannya di Desa Karangharjo, masih ditemukan hambatan berupa penumpukan berkas (backlog) atau status pending pada pengajuan dokumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan implementasi program J-LAHBAKO di Desa Karangharjo dengan menggunakan perspektif teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi lapangan, serta studi dokumentasi terhadap laporan pelayanan tahun 2023-2025. Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan implementasi disebabkan oleh tiga faktor utama: (1) keterbatasan sumber daya, yang meliputi kurangnya kuantitas operator desa serta kompetensi teknis yang belum merata; (2) infrastruktur teknologi yang kurang memadai, terutama ketidakstabilan jaringan internet di wilayah Desa Karangharjo yang menghambat akses ke aplikasi J-SIP; dan (3) mekanisme koordinasi dan komunikasi antarorganisasi yang masih birokratis sehingga memperlambat proses verifikasi di tingkat kabupaten. Temuan data menunjukkan adanya 62 pengajuan KK pending pada 2023 dan nihilnya penyelesaian Akta Kematian pada 2024 sebagai dampak dari faktor-faktor tersebut. Peneliti merekomendasikan penambahan personel khusus, peningkatan kapasitas bandwidth internet, dan penyederhanaan alur verifikasi digital
Implementasi Kebijakan Pembuatan E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamberamo Tengah Jeryangky Hahury; Hiskia C. M. Sapioper; Untung Muhdiarta; Yosephina Ohoiwutun; Beatus Tambaip; Abner H. Bajari
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.541

Abstract

Kebijakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik menjadi instrumen negara untuk membangun identitas tunggal penduduk sekaligus menyatukan basis data kependudukan nasional. Di Kabupaten Mamberamo Tengah, kondisi geografis pegunungan dan pola permukiman yang terpencar membuat pelaksanaan kebijakan ini menghadapi hambatan yang berbeda dibandingkan dengan daerah dataran rendah. Artikel ini membahas cara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mamberamo Tengah menjalankan kebijakan pembuatan e-KTP, faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya, serta langkah yang ditempuh untuk meningkatkan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka empat variabel dari George C. Edwards III, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan serta observasi lapangan di kantor Dinas Dukcapil Kobakma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi dilakukan melalui tokoh adat dan gereja agar informasi diterima tanpa menimbulkan kecurigaan warga terhadap perekaman biometrik. Pada aspek sumber daya, dinas mengandalkan koneksi satelit Starlink dan perangkat perekam portabel untuk mengatasi ketiadaan jaringan darat, meski jumlah staf teknis tetap terbatas dan biaya operasional membengkak akibat ketergantungan pada penerbangan perintis. Topografi pegunungan, koneksi internet yang tidak menentu, dan rendahnya keakraban warga dengan urusan administrasi menjadi penghambat yang paling sering muncul dalam wawancara. Komitmen pimpinan dinas dan strategi jemput bola menjadi penopang utama dalam pelaksanaan di lapangan. Upaya perbaikan yang sudah berjalan meliputi penyederhanaan syarat dokumen dengan menggunakan formulir SPTJM serta pelayanan gabungan KK, e-KTP, dan akta kelahiran dalam satu kunjungan ke distrik terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kebijakan e-KTP di wilayah pegunungan Papua bergantung pada kemampuan birokrasi untuk menyesuaikan diri dengan kearifan lokal dan kondisi geografis setempat.
Inovasi Layanan Kesehatan di Wilayah Terisolasi: Analisis Program Puskesmas Bergerak di Papua Fathanul Adzim Aituara; Zainal Fatah; Eny Haryati
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.542

Abstract

Aksesibilitas layanan kesehatan di wilayah terisolasi Papua merupakan permasalahan yang dihadapi Indonesia, dimana masyarakat harus menempuh perjalanan 2-3 hari dengan berjalan kaki untuk mencapai fasilitas kesehatan terdekat, mengakibatkan tingginya angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Program Puskesmas Bergerak di Papua dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di wilayah terisolasi menggunakan teori difusi inovasi Everett M. Rogers. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci meliputi Kepala Kampung Yakonde Distrik Kurulu Kabupaten Yahukimo, Kepala Desa Kampung Wainaga, petugas Puskesmas, dan masyarakat penerima layanan. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung serta analisis dokumen evaluasi program untuk memahami dinamika adopsi inovasi layanan kesehatan di wilayah terisolasi. Temuan penelitian menunjukkan keberhasilan signifikan Program Puskesmas Bergerak dengan eliminasi total kematian ibu melahirkan selama 3 tahun terakhir di Kampung Yakonde, penghapusan kasus kematian bayi akibat diare dan demam tinggi, serta adopsi spontan program oleh kampung-kampung tetangga melalui pembelajaran observasional. Program ini berhasil mentransformasi aksesibilitas layanan kesehatan dari yang sebelumnya mustahil dijangkau menjadi realitas rutin dengan kunjungan tim medis setiap dua minggu. Penelitian merekomendasikan penguatan sistem monitoring, peningkatan anggaran operasional, pengembangan protokol pelayanan yang disesuaikan kondisi Papua, serta pembentukan kader kesehatan lokal untuk keberlanjutan program
Inovasi Pelayanan Penilaian Kinerja Aparatur Berbasis Digital (E-Kinerja BKN) Pada BKPSDM Kabupaten Kaimana Jumardi; Nihayatus Sholichah; Sri Roekminiati
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.543

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji inovasi dalam pelayanan penilaian kinerja aparatur yang berbasis digital melalui e-Kinerja BKN di BKPSDM Kabupaten Kaimana. Penelitian ini didorong oleh kebutuhan reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik yang mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas sistem penilaian kinerja ASN dengan cara yang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi. Akan tetapi, penerapan pelayanan berbasis digital di wilayah masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur teknologi dan kemampuan sumber daya manusia. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-Kinerja BKN di BKPSDM Kabupaten Kaimana telah menciptakan inovasi dalam pelayanan penilaian kinerja ASN dengan mengubah sistem kerja dari manual ke digital yang lebih efisien dan terintegrasi. Penerapan e-Kinerja dapat meningkatkan efisiensi administrasi, keterbukaan penilaian, tanggung jawab kinerja, serta kedisiplinan kerja ASN. Faktor yang mendukung pelaksanaan mencakup komitmen dari pemimpin, dukungan kebijakan instansi, dan meningkatnya kesadaran ASN dalam pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, kendala yang ada mencakup terbatasnya akses internet dan kemampuan teknologi informasi beberapa karyawan. Studi ini menyatakan bahwa e-Kinerja BKN menjadi alat krusial dalam mendukung reformasi birokrasi serta modernisasi pelayanan bagi pegawai daerah

Page 11 of 12 | Total Record : 113