cover
Contact Name
I Nyoman Larry Julianto
Contact Email
larry_smartdesign@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.viswadesign@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Program Magister, Program Pascasarjana, Institut Seni Indonesia Denpasar Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Viswa Design : Journal of Design
ISSN : 28099206     EISSN : 28099192     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Viswa Design adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Desain Program Magister, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar. Jurnal ini sebagai wahana untuk mempublikasikan tulisan ilmiah: hasil penelitian, hasil pemikiran (gagasan konseptual), hasil perancangan karya desain, resensi buku bidang desain; dalam cakupan bidang: desain interior, desain grafis, desain multimedia, desain komunikasi visual, serta bidang-bidang perluasan dari peminatan desain lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023): Viswa Design: Journal of Design" : 6 Documents clear
PENERAPAN KOMUNIKASI PERSUASIF MELALUI DESAIN POSTER UNTUK KONTEN MEDIA SOSIAL PERUM JASA TIRTA II Annida Salsabila; Ramlan Ramlan
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 3 No. 1 (2023): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poster merupakan media komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan agar lebih mudah dipahami. Komunikasi persuasif dapat diperlukan dalam perancangan media poster dan media sosial sebagai tempat membagikan suatu informasi ke ranah publik. Pembuatan tema poster dapat menggunakan permasalahan yang ada dilingkungan setempat seperti permasalahan tumpukan sampah di aliran sungai. Sampah akan menjadi suatu masalah apabila tidak ditangani dengan benar. Membuang sampah ke aliran sungai dapat menyebabkan pencemaran air yang dapat merugikan biota air tawar serta masyarakat yang tinggal dekat dengan daerah aliran sungai. Sehingga media poster sangat berguna untuk menyadarkan kembali masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sungai dan lingkungan sekitar agar keseimbangan alam tetap terjaga.
ANALISIS PERBANDINGAN CAMERAWORK PADA VIDEO PERFORMANCE STUDI KASUS: AESPA – "NEXT LEVEL TEACHER’S CHOREOGRAPHY” DAN GIRLS’ GENERATION – “GEE” Shafira Chika Alyza; Dianing Ratri; Fathima Assilmia
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 3 No. 1 (2023): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mempengaruhi industri hiburan K-POP, salah satunya yaitu pada video performance grup musik Korea. Pengaruh yang terlihat pada video performance seperti teknik penguasaan kamera atau camerawork yang digunakan. Terdapat perkembangan dalam penggunaan camerawork dalam beberapa tahun terakhir, baik dari segi komposisi, sudut kamera, dan ukuran pengambilan video. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk membandingkan teknik kamera pada dua video performance yang dirilis pada tahun yang berbeda dan keduanya mendapatkan penghargaan Seoul Music Awards Bonsang pada masanya masing- masing, yaitu video performance Aespa – “Next Level Teacher’s Choreography” yang dirilis tahun 2021 dan Girls’ Generation – “Gee” yang dirilis pada tahun 2009. Metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif analisis komparatif berdasarkan pada teori The Five C’s of Cinematography oleh Joseph V. Mascheli. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi secara langsung dengan menonton dan menelaah lalu menguraikan unsur- unsur sesuai dengan teori. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, terdapat beberapa persamaan dan perbedaan antara kedua video. Penggunaan teknik lama masih digunakan seperti komposisi rule of third, balance, pengambilan video dengan teknik long shot, serta sudut kamera dengan level angle. Namun, pada video performance Aespa – “Next Level” terdapat banyak perkembangan seperti penggunaan ukuran shot dan sudut kamera yang lebih bervariasi, hal ini menimbulkan perbedaan antara kedua video. Camerawork pada video performance Aespa – “Next Level” bersifat lebih dinamis dibandingkan video performance Girls’ Generation – “Gee” yang cenderung bersifat statis.  
TELAAH ESTETIKA PARADOKS PADA GUNUNGAN WAYANG JAWA Agustina Kusuma Dewi
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 3 No. 1 (2023): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunungan wayang kulit Jawa, diposisikan sebagai objek yang bernilai simbolik tradisi, juga simbolik berdasar religi. Dalam hal ini, Gunungan merupakan wujud dari hadiranya daya-kuasa bersifat adikodrati, melingkupi kehidupan manusia baik mikro-kosmos, mau pun makro kosmos. Gunungan wayang Jawa, menjadi sebuah simbol presentasional, yang tidak hanya mengungkap perihal keindahan, namun bermakna untuk mengkomunikasikan hal-hal yang mengandung makna transenden. Bersandar pada pendekatan studi budaya dan analisis teks, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi visual pada wayang secara umum, dengan estetika paradoks. Konstruksi visual berkaitan tidak hanya pada unsur pembagian ruang melalui perupaan yang divisualisasikan dalam Gunungan, namun, juga melibatkan unsur bentuk Gunungan itu sendiri. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Gunungan mengandung makna simbolisme tradisi dan religi, yang dihadirkan dari struktur ruang bersifat dualitas, bawah dan atas, vertikal-horisontal sebagai wujud konstruksi kebudayaan Jawa mengenai perilaku hidup manusia yang berisi ajaran-ajaran baik, kebijaksanaan hidup untuk menerima yang sudah digariskan; namun, juga menghadirkan konstruksi ruang ketiga, yaitu, ruang transisi, ruang pembatinan; yang merupakan pemersatu dari kedua ruang yang saling berseberangan sehingga menghadirkan harmoni.
MERANCANG NARASI DAN VISUAL UNTUK KOMIK FIKSI Asep Ramdhan
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 3 No. 1 (2023): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang tentu mempunyai cerita masing-masing selama hidupnya, bagi penulis cerita dalam hal ini seorang perancang komik, menyusun cerita bisa berdasarkan dari berbagai sumber inspirasi, baik itu dari pengalaman hidup yang dialami, berdasarkan dari kabar yang didengar dari orang lain, cerita dari hasil lamunan imajinasi maupun cerita dari hasil melihat, membaca, menonton dari media populer seperti buku, film dan internet. Menyusun cerita untuk komik hingga mencapai bentuk visual yang diharapkan, memiliki tantangan tersendiri. Dalam merancang komik, berangkat dari penyusunan narasi hingga visualisasi, setiap perancang komik profesional memiliki langkah yang berbeda-beda, yang pada akhirnya adalah untuk mencapai keterselesaian karya sesuai dengan deadline waktu yang ditetapkan oleh penerbit. Bagi seorang perancang komik pemula yang belum memiliki banyak pengalaman dalam merancang, tentu memerlukan informasi metode ringkas serta contoh tahapan bagaimana langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk mencoba melahirkan karya komik yang komunikatif. Kata kunci: komik, narasi, metode, fiksi
MEMPERKUAT CITRA BRAND MELALUI INTERIOR : GERAI TANAMERA, SUNSET ROAD, BALI Putu Ari Darmastuti; I Kadek Dwi Noorwatha
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 3 No. 1 (2023): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas sebuah brand merupakan hal mendasar dalam proses pengembangan bisnis dan memperkuat brand itu sendiri. Brand yang dibangun cukup lama harus tetap menjaga kekuatan brand seiring pergerakan era, begitu juga brand baru harus memiliki identitas yang original dan kuat. Pengalaman Tanamera selama 10 tahun di industri maknan dan minuman khusunya kopi berhasil mengembangkan gerai mereka tidak hanya di Indonesia. Dengan identitas brand yang kuat Tanamera juga menghadirkan gerai-gerai yang orisinal dan berciri khas. Salah satu gerai Tanamera yang akan diulas adalah gerai Tanamera di Jalan Sunset Road, Bali. Bagaimana Tanamera menghadirkan eksistensi brand melalui visualisasi dan pengalaman yang dapat dirasakan melalui interior dari gerai tersebut. Membentuk dasar dari proses desain; memahami merek adalah salah satu aspek yang paling penting dari peran desainer ritel. Menggunakan teori Konsepsi Branding dan Brand Touchpoints, Lingkungan Branding, Experimental Marketing yang menggunakan Analisa branding untuk membahas pengaruh branding pada interior gerai. Tanamera merupakan gerai kopi asal Indonesia yang berkembang mulai dari tahun 2013. Dilihat dari portofolio pada website Tanamera, memiliki gerai tidak hanya di Indonesia tapi juga mulai mencakup Asia. Kelebihan kopi Tanamera adalah menyajikan kopi khas Indonesia yang dibudidayakan khusus dan disajikan kepada konsumen melalui tahapan yang yang diolah sendiri oleh Tanamera. Selama 10 tahun di industry makanan dan minuman brand kopi Tanamera selalu menghadirkan gerai yang orisinal dan identic dengan brand itu sendiri. Tanamera menghadirkan pengalaman minum kopi yang autentik khas Indonesia yang berbeda dari brand lainnya, menghadirkan interior dan arsitektural yang mencolok dan kontras menjadikan gerai Tanamera vocal point dan mudah dikenali seperti gerai yang berlokasi di Sunset Road Bali.
ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP ANIMASI “BELAJAR MEMBACA HURUF VOKAL DAN KONSONAN, LALA & CIKO” Gede Pasek Putra Adnyana Yasa; Gede Lingga Ananta Kusuma Putra; I Made Hendra Mahajaya Pramayasa
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 3 No. 1 (2023): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis animasi yang berjudul “Belajar Membaca Huruf Vokal dan Konsonan, Lala & Ciko”menggunakan teori semiotika. Teori semiotika yang digunakan adalah semiotika Charles Sanders Pierce meliputi: ikon, indeks, dan simbol. Pada umunya, pembelajaran atau pesan yang disampaikan melalui bentuk video, khususnya video animasi, tentu memiliki suatu tanda di dalamnya yang dapat membantu para penontonnya untuk cepat menangkap pesan yang disampaikan. Dalam animasi, tanda tersebut bisa dibentuk pada audio, visual, karakter, maupun pendukung lainnya. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan (field research) dan digolongkan sebagai penelitian deskriptif kualitatif untuk memperoleh penelitian yang akurat. Penelitian deskriptif kualitatif berupa mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterprestasikan apa yang diteliti, melalui observasi, wawancara dan mempelajari dokumentasi. Hasil studi menunjukkan bahwa animasi “Lala & Ciko” menerapkan tanda seperti ikon, indeks dan simbol. Hampir pada keseluruhan adegan menerapkan tiga tanda tersebut. Penggunaan ikon, indeks, dan simbol memberikan dampak yang positif dalam membantu anak-anak dalam memahami, mengenal, dan menguasai keterampilan membaca huruf vokal dan konsonan secara interaktif dan menyenangkan.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6