cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2022)" : 13 Documents clear
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP YP PGRI 4 MAKASSAR SYAHRUNI KARIM
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1305

Abstract

This research is a classroom action research which aims to determine the effectiveness of the Role Playing learning model in improving student learning outcomes on the material of the human circulatory system. class VIII SMP YP PGRI 4 MAKASSAR. Collecting data through quantitative analysis techniques, namely data analysis techniques using direct observation of student activities and learning completeness in following lessons in two cycles, namely cycle I and cycle II. Based on the results of the study, it showed that the mastery of learning outcomes on the material of the human circulatory system in class VIII SMP YP PGRI 4 Makassar, namely there were 13 students who met the minimum completeness criteria in the first cycle or as much as 37% while in the second cycle there were 31 students or 88% of the total. overall students in using the Role Playing learning model. The results of direct observation of student activities also experienced an increase starting from the active aspect in discussion, active in question and answer and actively providing conclusions. Thus, it can be concluded that the application of the Role Playing learning model in the teaching and learning process in the classroom has an effective impact on improving student learning outcomes on system materials blood circulation in humans. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem peredaran darah manusia. kelas VIII SMP YP PGRI 4 MAKASSAR. Pengumpulan data melalui teknik analisis kuantitatif yaitu teknik analisis data dengan menggunakan pengamatan langsung aktivitas siswa dan ketuntasan belajar dalam mengikuti pelajaran secara dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ketuntasan hasil belajar pada materi sistem peredaran manusia pada siswa kelas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar yaitu terdapat 13 siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal pada siklus I atau sebanyak 37% sedangkan pada siklus II terdapat 31 siswa atau berjumlah 88% dari keseluruhan siswa dalam menggunakan model pembelajaran Role Playing. Hasil pengamatan langsung aktivitas siswa juga mengalami peningkatan mulai dari aspek aktif dalam diskusi, aktif dalam tanya jawab dan aktif memberikan kesimpulan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing dalam proses belajar mengajar di kelas memberikan dampak efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem peredaran darah pada manusia.
MANAJEMEN MUTU TERPADU DAN IMPLEMENTASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN ANA BINTARI; DAKIR DAKIR; MUSLIMAH MUSLIMAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1306

Abstract

The increasingly fierce competition that occurs among sellers of products and services requires each to be able to maintain and improve the quality of the products or services produced. The lack of understanding of an organization or company, whether owned by the government or private, on how to maintain public trust in the products it produces can be a crucial problem. The existence of management is very important for the sustainability of a company or organization, "Through good management, fostering cooperation becomes harmonious and harmonious as well as mutual respect and love between workers so that in the end the optimal goal will be achieved." The author uses the method of writing a literature study, with the primary data sources being literature books that discuss Total Quality Management (TQM) or Integrated Quality Management (MMT) to understand the concept of integrated quality management based on expert definitions, understand the basic principles of quality management integrated, and know the implementation of integrated quality management in educational institutions. Experts define Total Quality Management (TQM) or Integrated Quality Management (MMT) which can be concluded to refer to three basic things, namely focusing on customers, establishing good relationships with all parties and making continuous improvements. According to Cucu Supriyatna in his book Total Quality Management said that TQM programs do not always have to use TQM, in the context of education certain schools feel better by using the name The School Improvement Program. ABSTRAKSemakin ketatnya persaingan yang terjadi diantara para penjual produk dan jasa menuntut masing-masing untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk atau layanan jasa yang dihasilkan. Kurangnya pemahaman suatu organisasi atau perusahaan baik milik pemerintah atau swasta tentang bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan dapat menjadi permasalahan yang krusial. Keberadaan manajemen sangat penting bagi keberlangsungan sebuah perusahaan atau organisasi, “Melalui manajemen yang baik, pembinaan kerja sama menjadi serasi dan harmonis serta saling menghormati dan mencintai antar pekerja sehingga pada akhirnya tujuan optimal akan tercapai.” Penulis menggunakan metode penulisan studi literatur, dengan sumber data primer adalah buku-buku literatur yang membahas tentang Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT) untuk memahami konsep manajemen mutu terpadu berdasarkan definisi para ahli, memahami prinsip-prinsip dasar manajemen mutu terpadu, dan mengetahui implementasi manajemen mutu terpadu di lembaga Pendidikan. Para ahli mendefinisikan Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dapat disimpulkan mengacu kepada tiga hal dasar yakni berfokus kepada pelanggan, menjalin hubungan baik kepada semua pihak dan melakukan perbaikan berkesinambungan. Menurut Cucu Supriyatna dalam bukunya Total Quality Management mengatakan bahwa program-program TQM tidaklah harus selalu menggunakan TQM, dalam konteks Pendidikan sekolah tertentu merasa lebih baik dengan menggunakan nama The School Improvement Program.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN NOR LATIFAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1307

Abstract

A leader is a person who stands in front of every institution or organization he leads, a leader who is trustworthy, sincere, visionary and always makes changes for the better. The principal is a person who heads educators, education staff and students in a school. Within this scope the principal is a leader who is nurtured and imitated in every act and behavior. This study uses a literature study method that analyzes several journal references as a reference in determining a good school principal. The purpose of this research is to study and analyze previous findings related to the role of school principals in improving the quality of education. Based on the results of the reference analysis, it shows that a school principal who acts as a leader must be able to think ahead, be trustworthy in carrying out his duties, be wise in making every decision and be able to control the resources in the school as a means to advance his school to produce a generation of noble character. . A school principal must be able to analyze the needs of his school, both in terms of infrastructure facilities, strategies to improve quality so that he can compete with more advanced schools, able to negotiate to build cooperation with other parties, a visionary and able to read the future, so as to be able to make plans. Long term to answer the challenges ahead, motivate teachers to improve quality by attending training, seminars and training, giving rewards or awards to teachers who are innovative, active and creative will increase the morale and fighting spirit of teachers to move forward. ABSTRAKSeorang pemimpin adalah orang yang berdiri di depan di setiap lembaga atau organisasi yang dipimpinnya, pemimpin yang amanah, ikhlas, visioner dan selalu melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Kepala sekolah adalah orang yang mengepalai pendidik, tenga kependidikan dan peserta didik di sebuah sekolah. Dalam lingkup tersebut kepala sekolah adalah pemimpin yang digugu dan ditiru setiap tindak tanduk dan tingkah lakunya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang menganalisis beberapa referensi jurnal sebagai acuan dalam menentukan kepala sekolah yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis hasil temuan sebelumnya terkait peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil analisis referensi menunjukkan bahwa seorang kepala sekolah yang bertindak sebagai pemimpin harus mampu berpikir ke depan, bersifat amanah dalam menjalankan tugasnya, bijaksana dalam mengambil setiap keputusan dan mampu mengendalikan sumber daya yang ada di sekolah sebagai sarana untuk memajukan sekolahnya untuk menghasilkan generasi yang berakhlak mulia. Seorang kepala sekolah harus mampu menganalis kebutuhan sekolahnya, baik dalam kebutuhan sarana Prasarana, strategi dalam meningkatkan kualitas sehingga mampu bersaing dengan sekolah yang lebih maju, mampu bernegosiasi untuk membangun kerjasama dengan pihak lain, seorang yang visioner dan mampu membaca masa depan, sehingga mampu membuat perencanaan jangka Panjang untuk menjawab tantangan ke depan, memotivasi guru untuk meningkatkan kualitas dengan mengikuti pelatihan, seminar dan diklat, memberi reward atau penghargaan kepada guru yang inovatif, aktif dan kreatif akan meningkatkan semangat kerja dan semangat juang guru untuk maju.
PENERAPAN MODEL THINK PAIR AND SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERKALIAN KELAS II SDN JUNGANYAR 3 ALDA FARADIBA; ANDIKA ADINANDA SISWOYO; IVANAH CAHYANI; MAKKI QOYYUMI; M. ALFIYAN MUBARIK
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1308

Abstract

This classroom action research is entitled Application of Think Pair And Share Model to Improve Learning Outcomes Multiplication as repeated addition on Mathematics content. This learning model is a cooperative learning model that allows students to think and discuss or cooperate with other people in heterogeneous pairs in solving a problem. The stage of this model has 3 stages of learning: the stage of thinking, the stage of discussing in pairs, and holding on to convey or share the results of the discussion. Based on data analysis, it was obtained that student learning outcomes increased from the first cycle with an average value of 68.84 to 84.5 in the second cycle and the presentation of learning completeness increased and exceeded the classical learning level, which was 85%. Observations of learning carried out by observers also improved the understanding and activities of students in learning very well with these results, it is hoped that this learning model can be used as a reference for learning models in the classroom. Therefore, it can be concluded that the Think Pair and Share model assisted by the Funnel Counting media is effectively used in teaching and learning activities. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini berjudul Penerapan Model Think Pair And Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Perkalian sebagai penjumlahan berulang pada muatan Matematika. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan siswa untuk berpikir dan berdiskusi atau bekerja sama dengan orang lain secara berpasangan yang heterogen dalam memecahkan suatu permasalahan. Adapun tahap dari model ini memiliki 3 tahapan pembelajaran, yaitu tahap berpikir, tahap berdiskusi secara berpasangan, dan tahap menyampaikan atau membagikan hasil diskusi. Berdasarkan analisi data yang diperoleh bahwa hasil belajar siswa terjadi peningkatan dari siklus I dengan nilai rata-rata 68,84 menjadi 84,5 pada siklus II dan presentasi ketuntasan belajarpun mengalami peningkatan dan melebihi tingkat belajar klasikal, yaitu 85%. Observasi pembelajaran yang dilakukan oleh observer, pemahaman siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang sangat baik dengan hasil tersebut diharapkan model pembelajaran ini bisa dipakai sebagai referensi model pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model Think Pair and Share berbantuan media Corong Berhitung efektif digunakan dalam kegiatan proses belajar dan mengajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR KUSMIATI KUSMIATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1309

Abstract

This research is motivated by the low creativity of science students in elementary schools. Education in the era of the industrial revolution 4.0 is expected for students to have high creative abilities to be able to solve problems in real life every day. To realize the achievement of these expectations, an innovative and creative learning model is needed, namely Project based Learning. This study aims to determine the effect of the project-based learning model on the creativity of elementary school students. This study uses a quantitative approach with the type of pre-experimental research using a one group pretest-posttest design. The research subjects were students of SD Negeri Kamal 1 Bangkalan, totaling 32 students. Data collection techniques using a questionnaire instrument. Judging from the average creativity of students before being given project-based learning was 24.59 and after being given project-based learning the average value was 34.81, meaning there was an increase of 11.22 so there was a difference before and after the application of the project-based learning model. While the data hypothesis test using the paired sample t test technique obtained a sig (2-tailed) value of 0.000 which is smaller than 0.05, it can be concluded that there is an effect of project-based learning on students' creativity. Project based learning is effective in increasing creativity skills in science lessons for fourth graders at the Kamal 1 Public Elementary School Bangkalan. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi rendahnya kreativitas siswa IPA disekolah dasar. Pendidikan di era revolusi industri 4.0 diharapkan peserta didik memiliki kemamampuan kreatifitas yang tinggi agar mampu memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan nyata se hari-hari. Untuk mewujudkan ketercapaian harapan tersebut maka diperlukan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif yaitu pembelajaran Project based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kreativitas siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre eksperimen dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Subyek penelitian siswa SD Negeri Kamal 1 Bangkalan yang berjumlah 32 siswa. Tehnik pengumpulan data menggunakan instrumen angket. Dilihat dari rata-rata kreativitas siswa sebelum diberi project based learning adalah 24,59 dan sesudah diberi project based learning rata nilainya 34.81 berarti ada kenaikan sebesar 11,22 jadi ada perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran project based learning. Sedangkan Uji hipotesis data dengan menggunkan teknik paired sampel t test diperoleh nilai sig (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kreativitas siswa. Pembelajaran project based learning efektif untuk meningkatkan kemampuan kreativitas dalam pelajaran IPA siswa kelas IV sekolah dasar negeri kamal 1 Bangkalan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM MATERI K3LH KELAS X SMAN 10 PANDEGLANG DIAN NURKHUSUFISYAMSI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1310

Abstract

The low motivation and participation of students in learning by using the lecture method has an impact on the low learning outcomes, for class X.1 as research subjects only 43.24% achieved the KKM score, with an average class score of 58.03. improve learning outcomes in the form of increasing motivation, participatory and knowledge of students at Mulok ATPH, especially on K3LH material. This classroom action research was carried out with an allocation of 4 hours of lessons, 2 meetings and carried out in 2 cycles. In the first cycle has not shown the expected results, continued in the next cycle (cycle II) which is an improvement and refinement of the actions carried out in the first cycle. The results of the first cycle actions are as follows: Student activities are less relevant to learning by 15.54 %. Meanwhile, student activities relevant to learning are 59.01%. The results of the first cycle of learning evaluation were an average class of 66.81 with a completeness of 62.16%. In terms of the learning process, in Cycle I there are still shortcomings, namely the teacher does not give enough time to provoke student questions, and the teacher has not optimally utilized the available time. The research action was continued to cycle II, and the results showed significant improvements and improvements. Student activities that are less relevant to learning decreased by 67.50%. Meanwhile, activities related to learning increased by 55.18%. The results of the second cycle of learning evaluation also showed an increase in the average to 72.65 and learning completeness reached 72.97%. This figure is in line with expectations, namely 70% of students are able to reach the KKM. In terms of the learning process, there was an increase, based on the observations of the observers, the teacher was more effective in managing time. in cognitive, affective, and psychomotor. The learning process becomes fun, students become active and creative. ABSTRAKRendahnya motivasi dan partisipasi siswa dalam belajar dengan menggunakan metode ceramah berdampak terhadap rendahnya hasil belajar, untuk kelas X.1 sebagai subyek penelitian hanya 43,24% yang mencapai nilai KKM, dengan rata-rata nilai kelas sebesar 58,03.Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar berupa peningkatan motivasi, parsipatif maupun pengetahuan siswa pada Mulok ATPH khususnya pada materi K3LH. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 jam pelajaran, 2 kali pertemuan dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus I belum memperlihatkan hasil sebagaimana yang diharapkan, dilanjutkan pada siklus berikutnya (siklus II) yang merupakan perbaikan dan penyempurnaan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. Hasil dari tindakan siklus I adalah sebagai berikut : Aktivitas siswa kurang relevan dengan pembelajaran sebesar 15,54%. Sedangkan aktivitas siswa relevan dengan pembelajaran sebesar 59,01% . Hasil evaluasi belajar siklus I adalah rata-rata kelas 66,81 dengan ketuntasan sebanyak 62,16%. Dari segi proses pembelajaran, pada Siklus I juga masih ada kekurangan, yaitu guru kurang memberikan waktu yang cukup untuk memancing pertanyaan siswa, dan guru belum optimal memanfaatkan waktu yang tersedia.Tindakan penelitian dilanjutkan ke siklus II, dan hasilnya terdapat perbaikan dan peningkatan yang signifikan. Aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran menurun sebesar 67,50%. Sedangkan aktivitas yang sesuai dengan pembelajaran naik 55,18%. Hasil evaluasi belajar siklus II juga menunjukkan kenaikan yaitu rata-rata menjadi 72,65 dan ketuntasan belajar mencapai 72,97%. Angka ini sesuai harapan yaitu 70% siswa mampu mencapai KKM. Dari segi proses pembelajaran terjadi peningkatan, berdasarkan pengamatan observer, guru semakin efektif dalam pengaturan waktu.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, jelaslah bahwa melalui make a match dan penggunaan media slide pada Mulok ATPH untuk materi K3LH siswa mengalami peningkatan pada hasil belajar, baik dalam kognitif, apektif, maupun psikomotorik. Proses pembelajaran menjadi menyenangkan, siswa menjadi aktif dan kreatif.
PENERAPAN PENDEKATAN MULTISENSORY DALAM PENGGUNAAN MEDIA ABADUS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROSES BELAJAR BACA SISWA KELAS 2 SDN 2 PRIYOSO ANDIKA ADINANDA SISWOYO; ARIS SETIAWAN; ASNI ASNI; KHOFIFATUN NABILAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1311

Abstract

Multisensory is an approach to learning that focuses on the five human senses, one of which is in the process of learning to read for elementary school students. This type of research is a classroom action research entitled Application of a Multisensory Approach in the Use of ABADUS media as an Effort to Improve the Reading Learning Process of Class 2 SDN 2 Priyoso Students. The research was conducted to see whether students' reading learning process while at school after the pandemic occurred, did they experience problems or vice versa. This study aims to determine how much understanding and ability of grade 2 students at SDN 2 Priyoso in the process of learning to read using the ABADUS media with the multisensory approach. The benefit of this research is to know the reading process ability of grade 2 students of SDN 2 Priyoso with the help of ABADUS media using a multisensory approach. As for the multisensory approach where grade 2 students/students can carry out activities that involve touching, hearing, writing and seeing in the application and use of ABADUS media. In the implementation of this study using two cycles, based on the results of the data obtained that cycle 1 students experienced a little difficulty and in cycle 2 students were able to improve the reading learning process with the help of multisensory ABADUS media. ABSTRAKMultisensory merupakan salah satu pendekatan pada pembelajaran yang berfokus pada panca indra manusia memiliki manfaat salah satunya dalam proses belajar membaca siswa SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul Penerapan Pendekatan Multisensory dalam Penggunaan media ABADUS Sebagai Upaya Penigkatan Proses Belajar Baca Siswa Kelas 2 SDN 2 Priyoso. Penelitian dilakukan untuk melihat proses belajar membaca siswa saat di sekolah pasca adanya pandemi, apakah mengalami kendala atau sebaliknya. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa pemahaman dan kemampuan siswa kelas 2 di SDN 2 Priyoso dalam proses belajar membaca dengan menggunakan bantuan media ABADUS pada pendekatan multisensory. Manfaat dari penelitian ini mengetahui kemampuan proses membaca siswa kelas 2 SDN 2 Priyoso dengan bantuan media ABADUS yang menggunakan pendekatan Multisensory. Adapun dalam pendekatan multisensory dimana siswa/peserta didik  kelas 2 dapat melakukan kegiatan yang melibatkan perabaan, pendengaran, menulis dan melihat dalam penerapan dan penggunaan media ABADUS. Pada pelaksanaan penelitian ini menggunakan dua siklus, berdasarkan hasil data yang diperoleh bahwa siklus 1 siswa mengalami sedikit mengalami kesulitan dan pada siklus 2 siswa sudah mampu dalam peningkatan proses belajar membaca dengan bantuan media ABADUS secara multisensory.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXSTUAL TEACHING LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS 4 SDN SALAM ADIT SETYO BUDI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1312

Abstract

This study aims to determine the understanding of fourth grade students at SD Negeri Salam. This research is motivated by the existence of learning problems carried out by students during learning activities. Based on the results of direct observations in grade 4 SD Negeri Salam, the level of understanding of students' concepts is still very low. This is evidenced by the initial data of 15 students who scored above the KKM or about 70% of the total 21 students. Students in grade 4 SDN Salam tend to use memorization without being directly involved in learning so that students only memorize but cannot apply and lack knowledge widely. There are still some children who still have difficulty reading so it is difficult to understand the material presented by the teacher. This study uses a qualitative and quantitative approach with the subject of the fourth grade students of SD Negeri Salam. In collecting data, researchers used the methods of observation, interviews, documentation and tests. The data analysis technique used is data reduction, data display, and drawing conclusions. To test the validity of the data used credibility test with triangulation method. Based on the results of the study, it can be concluded that there is an increase in students' understanding in class IVSD Negeri Salam, namely by an increase from cycle 1 to cycle 2. the percentage increased from 30% to 100%. Several reasons that can improve student understanding are by using the CTL learning model that is carried out in learning. So that students can be more active and participate directly in the teaching and learning process. So that students experience an increase in students' understanding of concepts in grade IV SD Negeri Salam. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa Kelas IV di SD Negeri Salam. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan belajar yang dilakukan oleh siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil pengamatan langsung di kelas 4 SD Negeri Salam, tingkat pemahaman konsep siswa masih sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan data awal peserta didik 15 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM atau sekitar 70% dari keseluruhan yang berjumlah 21 siswa. Siswa di kelas 4 SDN Salam cenderung menggunakan hafalan tanpa terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga siswa hanya hafal saja tetapi tidak dapat mengaplikasikan dan kurangnya pengetahuan secara luas.Masih ada beberapa anak yang masih kesulitan membaca sehingga sulit untuk memahami materi yang disampaikan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengansubjek yaitu siswa kelas IV SD Negeri Salam. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan uji kredibilitas dengan triangulasi metode. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman siswa di kelas IVSD Negeri Salam yaitu dengan adanya peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aspek kognitif yaitu pemahaman siswa dengan nilai rata-rata kelasnya 75 kemudian meningkat menjadi 82, serta presentasenya meningkat dari 30% menjadi 100%. Beberapa sebab yang dapat meningkatkan pemahaman siswa yaitu dengan menggunakan model pembelajaran CTL yang dilakukan pada pembelajaran. Sehingga siswa dapat lebih aktif dan ikut berpartisipasi langsung kedalam proses belajar mengajar. Sehingga siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep siswa di kelas IV SD Negeri Salam.
IMPELEMENTASI MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN PATOLOGI MANUSIA DI PENDIDIKAN VOKASI KESEHATAN: STUDI PENDAHULUAN NURBAITI NURBAITI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1313

Abstract

The purpose of this study was to conduct a preliminary study in implementing mind maps for health vocational students at the Department of Radiodiagnostic Engineering and Radiotherapy at the Health Poltekkes, Ministry of Health, Jakarta II during the Covid-19 pandemic. The students were given a group task to make a mind map according to the theme. At the end of the semester they present their work. The assessment is carried out by the lecturer. The assessment was carried out on group presentations and mind map displays. The mind map display varies. The use of mind maps gave them a new experience in the learning process, but this was not able to assess the level of students understanding on these themes. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk melalukan studi pendahuluan dalam mengimplementasikan mind map pada mahasiswa pendidikan vokasi kesehatan di Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta II di masa pandemi Covid-19. Mahasiswa diberikan tugas kelompok membuat mind map sesuai tema yang telah ditentukan. Di akhir semester mereka mempresentasikan mind map tersebut. Penilaian dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah, dilihat dari penyajian tema saat presentasi kelompok dan tampilan mind map. Tampilan mind map bervariasi. Penggunaan mind map memberikan pengalaman baru dalam proses belajar, namun belum dapat menilai tingkat pemahaman mahasiswa pada tema tersebut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI RANGKAIAN LISTRIK DI MTs ATTAQWA 03 BEKASI RENA SETYANINGSIH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1314

Abstract

Problem-based learning models can be used alternative learning models that are varied for students. This problem-based learning model is applied to the electrical circuit material in class IX MTs Attaqwa 03 Bekasi, with the aim of improving student understanding and learning outcomes. Problem-based learning approach is a learning model designed to solve problems faced scientifically so that students gain important knowledge. Students are invited to be directly involved in the learning process and solve problems authentically. Problem-based learning is used to stimulate higher-order thinking in problem-oriented situations, including learning how to learn. This learning model can be used as an alternative learning that provides a meaningful experience for students and teachers. The impact of learning is an understanding of how knowledge relates to the real world, and how to use knowledge in solving complex problems. The results showed that in the assessment of product skills, 1 group was worth enough, 3 groups were good, and 2 groups were very good. For the assessment of presentation skills, 2 groups have sufficient value, 2 groups are good, and 2 groups are very good. Meanwhile, in the assessment of knowledge on multiple choice tests, the individual got a percentage of 83.33% with 5 students out of 30 students scoring below the KKM, which is below 75 on the multiple choice test, and passing 100% on the oral test. The conclusion in this study is that the problem-based learning model can be applied to the electrical circuit material at MTs Attaqwa 03 Bekasi. ABSTRAKModel pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan alternatif model pembelajaran yang variatif pada siswa. Model pembelajaran berbasis masalah ini diterapkan pada materi rangkaian listrik di kelas IX MTs Attaqwa 03 Bekasi, dengan tujuan pemahaman dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu  model pembelajaran yang dirancang untuk menyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah agar siswa mendapat pengetahuan penting. Siswa diajak terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan memecahkan permasalahan secara autentik. Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk didalamnya belajar bagaimana belajar. Model pembelajaran ini bisa dijadikan salah satu alternatif belajar yang memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa dan guru. Dampak pembelajaran adalah pemahaman tentang kaitan pengetahuan dengan dunia nyata, dan bagaimana menggunakan pengetahuan dalam pemecahan masalah kompleks. Hasil penelitian menunjukkan pada penilaian keterampilan produk 1 kelompok bernilai cukup, 3 kelompok baik, dan 2 kelompok sangat baik. Untuk penilaian keterampilan presentasi 2 kelompok bernilai cukup, 2 kelompok baik, dan 2 kelompok sangat baik. Sedangkan pada penilaian pengetahuan tes pilihan ganda secara individu mendapat porsentase 83,33% dengan 5 siswa dari 30 siswa mendapat nilai dibawah KKM yaitu dibawah 75 pada tes pilihan ganda, dan lulus 100% pada tes lisan. Kesimpulan pada penelitian ini model pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan pada pada materi rangkaian listrik di MTs Attaqwa 03 Bekasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 13