EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 3 (2022)"
:
13 Documents
clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARING DENGAN PENDEKATAN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KOPANG
LALU BURDA;
HARNOLI HARNOLI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1635
This study aims to improve the learning achievement of fifth grade students of SD Inpres Bangkala II in science subjects using a cooperative model with an experimental approach. The approach used is a qualitative approach with the type of classroom action research (CAR). The research was carried out in two cycles, each cycle consisting of 3 meetings. Each meeting uses a research procedure consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were the fifth grade students of SD Negeri 1 Kopang, totaling 32 students. The instruments used in this study were observation, evaluation tests, field notes and documentation, while the data collection techniques used observation techniques, test techniques and documentation. The data analysis used is descriptive analysis and qualitative data analysis. The results of student learning achievement through the learning outcomes of fifth graders at SD Negeri 1 Kopang In the first cycle, the criteria are Less (K) 31.25%, while in the second cycle, the criteria are Very good (SB) 84.37%, so it can be concluded that by using The cooperative model with the experimental approach can improve the learning achievement of fifth graders at SD Negeri 1 Kopang in science subjects. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD Inpres Bangkala II pada mata pelajaran IPA menggunakan model Kooperatif dengan pendekatan Eksperimen. Pendektan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) Penelitian dilaksanakan selama dua siklus yang tiap siklusnya terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan menggunakan prosedur penelitian terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Kopang yang berjumlah 32 siswa. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes evaluasi, catatan lapangan dan dokumentasi sedangkan pada Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif dan analisis data kualitatif. Hasil Prestasi belajar siswa melalui hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Kopang Pada siklus I berada pada kriteria Kurang (K) 31,25% sedangkan pada siklus II berada pada kriteria Sangat baik (SB) 84,37% sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Kooperatif dengan pendekatan Eksperimensn dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Kopang pada mata pelajaran IPA.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BEWUDU MELALUI METODE DEMONSTRASI YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP NEGERI 21 PONTIANAK
KHOMSATUN KHOMSATUN
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1636
The purpose of the study was to determine the teacher's efforts to improve Bewudu Skills through the Demonstration Method combined with Audio Visual Media for Students in Class VII C of SMP Negeri 21 Pontianak. The technique used is qualitative description. Classroom Action Research (CAR) Procedures. The results showed that the results of taharah (ablution) learning in seventh grade students of SMP Negeri 21. The results showed that the use of audio-visual media by applying the demonstration method had a positive impact on improving students' ablution skills, which was marked by an increase in students' learning mastery in each cycle, namely the first cycle 73.52% and the second cycle 94.11%. The use of audio-visual media by applying the demonstration method can make students feel that they are getting attention and the opportunity to express opinions, ideas, ideas and questions. By learning to use audio-visual media by applying the demonstration method, learning Islamic Religious Education is more fun ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui upaya guru Meningkatkan Keterampilan Bewudu Melalui Metode Demonstrasi yang dikombinasikan dengan Media Audio Visual Pada Peserta Didik di Kelas VII C SMP Negeri 21 Pontianak. teknik yang digunakan deskripsi kualitatif. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian bahwa hasil pembelajaran thaharah (wudhu) pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 21. Hasil penelitian bahwa penggunaan media audio visual dengan menerapkan metode demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatakan keterampilan wudhu peserta didik yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus yaitu siklus I 73,52 % dan siklus II 94,11 %. Penggunaan media audio visual dengan menerapkan metode demonstrasi dapat menjadikan peserta didik merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan. Dengan pembelajaran menggunakan media audio visual dengan menerapkan metode demonstrasi,pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam lebih menyenangkan
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERMUTASI DAN KOMBINASI BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA DI SMKN 1 PURWOASRI
ABDUR ROCHIM
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1637
This study aims to (1) analyze the errors of students with high math skills in solving permutations and combinations (2) analyze the errors of students with moderate math skills in solving permutations and combinations (3) analyze the errors of students with low math skills in solving permutations and combinations. This research is a qualitative descriptive study using the research subject of class XII SMK Negeri 1 Purwoasri totaling three students. Selection of research subjects based on mathematical ability. Data collection techniques in this study using test and interview techniques. The main instrument is the researcher himself, the supporting instruments are the permutation and combination test sheets and interview guidelines. The validity of the data used using time triangulation. Data analysis is done by data reduction, presentation and conclusion. Based on the results of data analysis and discussion, it was concluded that the subjects with high mathematical abilities did not make mistakes in solving permutations and combinations according to Newman's theory of errors. Students with high math skills have a high understanding of concepts so they tend to make little or no mistakes in solving permutation and combination problems. Meanwhile, subjects with moderate and low math abilities did not make mistakes in reading and understanding permutations and combinations. But make mistakes in transforming processes, processing skills and writing final answers. This is due to the lack of understanding of the concept of permutations and combinations, lack of understanding and interpretation of question sentences, lack of accuracy in calculations and lack of practice questions or the application of formulas. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kesalahan siswa berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi (2) menganalisis kesalahan siswa berkemampuan matematika sedang dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi (3) menganalisis kesalahan siswa berkemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan subjek penelitian kelas XII SMK Negeri 1 Purwoasri berjumlah tiga siswa. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan pada kemampuan matematika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan teknik tes dan wawancara. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, instrumen pendukung adalah lembar tes permutasi dan kombinasi serta pedoman wawancara. Keabsahan data yang digunakan menggunakan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian dan dan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi menurut teori kesalahan Newman. Siswa berkemapuan matematika tinggi memiliki pemahamann konsep yang ringgi pula sehingga cenderung sedikit atau bahkan tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak melakukan kesalahan dalam membaca dan memahami soal permutasi dan kombinasi. Tetapi melakukan kesalahan dalan transformasi proses, ketrampilan proses dan menuliskan jawaban akhir. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman konsep permutasi dan kombinasi, kurangnya pemahaman dan interpretasi kalimat soal, kurangnya ketelitian dalam perhitungan dan kurangnya latihan soal atau penerapan rumus.
PENERAPAN METODE BLENDED LEARNING UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
EVA PURWANTI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1638
This study aims to: 1). Growing Students' Interest in Learning through the Application of Blended Learning Methods in Indonesian Language Subjects in class IX of SMP Negeri 3 Singkawang. 2). The strategy carried out by the teacher in Fostering Student Interest in Learning through the Application of the Blended Learning Method in Indonesian Language Subjects in Class IX of SMP Negeri 3 Singkawang. The stages (phases) of learning with the Blended Learning Method are: 1). Determine teaching materials, 2) Determine the design of the blended learning used, and 3). Set the online learning format. and 4). Carry out a test of the design made. After the application of the Blended Learning Method to Grow Student Interest in Indonesian Language Subjects in class IX SMP Negeri 3 Singkawang was used in the classroom learning process, it was found that there was a change in the increase in student learning outcomes in the cognitive domain. When the evaluation was carried out, the results were much improved when compared to the learning outcomes in the speech text material in the previous Indonesian language subject with the lecture method alone. Of the 28 students, almost all 26 students or equivalent to 92.85% achieved the minimum learning mastery set for learning Indonesian while 2 students or equivalent to 7.14% obtained learning outcomes below the KKM, which is 70. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1). Menumbuhkan Minat Belajar Siswa melalui Penerapan Metode Blended Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP Negeri 3 Singkawang. 2). Strategi yang dilakukan oleh guru dalam Menumbuhkan Minat Belajar Siswa melalui Penerapan Metode Blended Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IX SMP Negeri 3 Singkawang. Adapun Tahapan-tahapan (Fase) pembelajaran dengan Metode Blended Learning yaitu: 1). Menetapkan materi ajar, 2) Menetapkan rancangan dari blended learning yang digunakan, dan 3). Menetapkan format pembelajaran online. Dan 4). Melakukan uji dari rancangan yang dibuat. Setelah Penerapan Metode Blended Learning untuk Menumbuhkan Minat Belajar siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP Negeri 3 Singkawang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, diketahui terjadi perubahan dalam peningkatan pemerolehan hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Ketika dilakukan evaluasi diperoleh hasil yang jauh meningkat jika dibandingkan dengan hasil belajar pada materi Teks pidato pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebelumnya dengan metode ceramah saja. Dari 28 siswa hampir seluruh siswa 26 orang atau setara dengan 92,85% mencapai ketuntasan belajar minimum yang ditetapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia sedangkan 2 orang atau setara dengan 7,14% memperoleh hasil belajar di bawah KKM yaitu 70.
PENERAPAN PEMBELAJARANNUMBERED HEADS TOGETHER(NHT) PADA MATERI IKATAN KIMIA
SITI ZULFIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1639
The purpose of this article is to describe the application of Numbered Heads Together (NHT) learning, in order to be able to improve student learning outcomes. The research was conducted by giving pre-tests to students to determine students' initial abilities before learning, then subjected to the treatment of the Numbered Heads Together (NHT) learning model. on the subject of Chemical Bonds for 6 hours of lessons with 2 meetings. After finishing the lesson, a post-test was given to determine the improvement of student learning outcomes. The results of observations showed that the activity of researchers in the first cycle of action reached a score of 90% and the results of observing student activities reached 83.75%. While the final test of the second cycle of action obtained students who did not achieve the minimum completeness criteria (KKM) totaled 3 people (10.72%) while students who achieved the completeness criteria scores were 25 people (89.28%), the results of observations on the activities of researchers at The second cycle of action obtained a score of 94.2% and the results of observing student activities reached 93.75%. Thus, it can be concluded that the Numbered Heads Together (NHT) learning model can improve student learning outcomes in the Chemical Bond material. ABSTRAKTujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan Penerapan Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT),agar mampumeningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian dilakukan dengan cara memberikan pre-test pada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran, selanjutnya dikenakan perlakuan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) pada materi Ikatan Kimia selama 6 jam pelajaran dengan 2 kali pertemuan. Setelah selesai pembelajaran, diberikan post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Hasil observasi terdapat aktivitas peneliti pada tindakan siklus I mencapai skor 90% dan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 83,75%. Sedangkan tes akhir tindakan siklus II diperoleh siswa yang tidak mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) berjumlah 3 orang (10,72%) sedangkan siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan berjumlah 25 orang (89,28%), hasil observasi terhadap aktivitas peneliti pada tindakan siklus II memperoleh skor 94,2% dan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 93,75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Ikatan Kimia.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBASIS MASALAH DI KELAS IX.3 SMP NEGERI 2 WATANSOPPENG
NORMAWATI NORMAWATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1640
This research is motivated by the uneven distribution of learning activities in class IX.3 SMP Negeri 2 Watansoppeng. The learning outcomes of Class IX .3 students of SMP Negeri 2 Watansoppeng in Indonesian subjects still need to be improved, because there are still as many as 18 students (51%) whose learning outcomes are below the KKM, so they must participate in remedial activities. The purpose of this study was to determine the increase in activity and learning outcomes of Indonesian subjects through the application of the problem-based snowball throwing learning model. With the implementation of the problem-based snowball throwing learning model, students become more active through problem-making activities in the form of questions that are shaped like balls and then thrown to other students, each of which students answer questions from the balls obtained orally. An increase in learning activities which in the initial conditions averaged 69% (Poor) to an average of 79% (Enough) in Cycle I and an average of 92% (Very Good) in Cycle II. The increase in learning activities has the effect of increasing learning outcomes as evidenced by the increase in the average value of the initial conditions from 76.17 to 80.91 in Cycle I and 84.11 in Cycle II, and followed by an increase in student learning mastery, which in the initial condition was 19 people (54%) rose to 26 people (74%) in Cycle I and 33 people (94%) in Cycle II, or only 2 people (6%) had remedies. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi belum meratanya aktivitas belajar di kelas IX.3 SMP Negeri 2 Watansoppeng. Hasil belajar siswa Kelas IX .3 SMP Negeri 2 Watansoppengpada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia masih perlu ditingkatkan, karena masih ada sebanyak 18 siswa (51%) hasil belajarnya dibawah KKM, sehingga harus mengikuti kegiatan remidi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran snowball throwing berbasis masalah. Dengan diterapkannya model pembelajaran snowball throwing berbasis masalah membuat siswa menjadi lebih aktif melalui kegiatan membuat masalah berupa pertanyaan yang dibentuk seperti bola kemudian dilempar ke peserta didik lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh secara lisan. Peningkatan aktivitas belajar yang pada kondisi awal rata-rata 69% (Kurang) menjadi rata-rata 79% (Cukup) di Siklus I dan rata-rata 92% (Sangat Baik) di Siklus II. Peningkatan aktivitas belajar membawa pengaruh peningkatan hasil belajar yang dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata–rata kondisi awal 76.17 menjadi 80.91 pada SiklusI dan 84.11 pada Siklus II, serta diikuti dengan peningkatan ketuntasan belajars iswa, yang padak ondisi awal adalah 19 orang (54%) naik menjadi 26 orang (74%) pada SiklusI dan 33 orang (94%) pada Siklus II ,atau hanya 2 orang (6%) yang remedi.
PENGARUH PRESTASI BELAJAR DENGAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAIH SUKSES PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 7 DEPOK
RUMINTANG MARBUN
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1641
This study aims to determine the effect of student learning achievement with family support in achieving success in class XI IPS at SMA Negeri 7 Depok. This research is included in the type of correlational quantitative descriptive research. The population of this study were all students of class XI Social Sciences at SMA Negeri 7 Depok in the 2019/2020 academic year as many as 255 students divided into 7 classes. Samples were taken by random sampling as many as 80 students. There are two variables studied, namely family relationships as the independent variable and student learning outcomes as the dependent variable. Data were taken by questionnaire and psychological scale. The data obtained were analyzed using product moment correlation analysis. The results of the descriptive analysis of percentages show that the family relationship of class XI IPS students at SMA Negeri 7 Depok is in the medium criteria with a percentage of 67.34% while student learning outcomes are included in the medium criteria with a percentage of 67.96%. The results of the correlation analysis obtained a correlation coefficient of 0.459. At = 5% with N = 80 obtained tcount = 0.220. Because ttable = 0.459 > ??tcount = 0.220, which means there is a relationship between family relationships and learning outcomes of class XI students at SMA N 7 Depok. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestrasi belajar siswa dengan dukungan keluarga dalam meraih sukses kelas XI IPS SMA Negeri 7 Depok. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Depok Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 255 siswa yang terbagi dalam 7 kelas . Sampel diambil secara random sampling sebanyak 80 siswa. Variabel yang diteliti ada dua yaitu hubungan keluarga sebagai variabel bebas dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat. Data diambil dengan angket dan skala psikologis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa hubungan keluarga siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Depok adalah dalam kriteria sedang dengan persentase 67,34% sedangkan hasil belajar siswa termasuk kriteria sedang yaitu dengan persentase 67,96%. Hasil analisis korelasi memperoleh koefisien korelasi 0,459. Pada ? = 5% dengan N = 80 diperoleh thitung = 0,220. Karena ttabel = 0,459 > thitung = 0,220, yang berarti ada hubungan antara hubungan keluarga dan hasil belajar siswa kelas XI di SMA N 7 Depok.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF KELAS V SD NEGERI BILE TENGAK
ARIPI ARIPI;
ROHANI ROHANI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1642
The purpose of this study was to determine the extent to which the communicative approach was able to give the right influence on the speaking skills of elementary school students. The method used in this study was action research. This research was conducted at SD Negeri Bile Tengak, the research subjects were 24 students of class V-A consisting of 11 male students and 13 female students. The participants involved in this research are the researchers themselves who act as teachers who teach in class V-A and class V-B teachers as collaborators. The instrument used in this study is an observation sheet. There is a significant difference in speaking skills through a communicative approach in fifth grade students with the theme “Objects in the Surrounding Environment,” sub-theme “Humans and the Environment”. In the first cycle, 13 students (54.17%) completed, and 11 students (45.83%) had not completed. Meanwhile, in the second cycle of the second theme "Events in Life", the sub-theme "Various Events in Life", 18 students (75%) completed, and 6 students (25%) did not complete with an average score of 80. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendekatan komunikatif mampu memberikan pengaruh yang tepat pada keterampilan berbicara siswa Sekolah Dasar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Bile Tengak, subyek penelitian siswa kelas V-A sejumlah 24 siswa yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Partisipan yang terlibat di dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang berperan sebagai guru yang mengajar di kelas V-A dan guru kelas V-B sebagai kolaborator.Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniadalah lembar observasi.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka kesimpulan dari hasil penelitian ini adalahTerdapat peningkatan yan signifikan keterampilan berbicara melalui pendekatan komunikatif pada siswa kelas V dengan tema satu “Benda-benda di Lingkungan Sekitar,” subtema “Manusia dan Lingkungan”. Pada siklus I sebanyak 13 siswa (54,17%) tuntas, dan 11 siswa (45,83%) belum tuntas. Sedangkan pada siklus II tema dua, Peristiwa dalam Kehidupan”, subtema “Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan”, sebanyak 18 siswa (75 %) tuntas, dan 6 siswa (25%) belum tuntas dengan nilai rata-rata 80.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PERSAMAAN KUADRAT MELALUI METODE EXPLICIT INSTRUCTION BAGI PESERTA DIDIK KELAS IX
PRAMUDJI ENI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1643
This study aims to improve mathematics learning outcomes for the Quadratic Equation material in class IXA students of SMP Negeri 1 Piyungan semester 1 for the 2022/2023 academic year through the application of the explicit instruction method. The type of action taken is learning by applying the explicit instruction method, which is carried out in two cycles and each cycle consists of two meetings. Data collection techniques used are observation and test learning outcomes. Observation techniques were used to record data about the interaction activities of students in groups, classroom management and teacher teaching. Learning outcomes test is used to measure the success rate of student learning outcomes on the subject matter. The implementation technique, the teacher presents the material step by step, in groups the students discuss completing the LKPD (initial training), then individually do the independent test (advanced training). Data on student learning outcomes were analyzed using quantitative descriptive techniques. The results showed that from the average value of 66.29 with a completeness of 25.58% in the initial conditions, after the first cycle of action the average value increased to 75.81 with a completeness of 70.97%, and in the first cycle II the average score increased to 85.81 with a completeness of 87.10%. The conclusion of the researcher is that the results of learning Mathematics for students in class IXA of SMP Negeri 1 Piyungan, Bantul Regency increased after the implementation of the explicit instruction method in learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi Persamaan Kuadrat pada Peserta Didik kelas IXA SMP Negeri 1 Piyungan semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023 melalui penerapan metode explicit instruction. Jenis tindakan yang dilakukan adalah pembelajaran dengan penerapan metode explicit instruction, yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dan setiap siklus terdiri dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes hasil belajar. Teknik observasi digunakan untuk merekam data tentang aktivitas interaksi Peserta Didik dalam kelompok, pengelolaan kelas dan guru mengajar. Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan hasil belajar peserta didik terhadap materi pelajaran. Teknik pelaksanaan, guru menyajikan materi tahap demi tahap, secara berkelompok peserta didk berdiskusi menyelesaikan LKPD (pelatihan awal), kemudian secara individu mengerjakan tes mandiri (pelatihan lanjutan). Data hasil belajar peserta didik dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari rata-rata nilai yakni sebesar 66,29 dengan ketuntasan sebesar 25,58% pada kondisi awal, setelah dilakukan tindakan siklus I rata-rata nilai meningkat menjadi 75,81 dengan ketuntasan sebesar 70,97%, dan pada siklus II rata-rata nilai meningkat menjadi 85,81 dengan ketuntasan sebesar 87,10%. Simpulan peneliti adalah hasil belajar Matematika materi Persamaan Kuadrat peserta didik kelas IXA SMP Negeri 1 Piyungan Kabupaten Bantul meningkat setelah diterapkannya metode explicit instruction dalam pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 2B SD PUJOKUSUMAN 1 YOGYAKARTA
SULFIATI SULFIATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51878/educator.v2i3.1644
This study aims to improve the process of learning to read aloud through the media of illustrated stories in class IIB students of SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta and the ability to read aloud through the media of illustrated stories in class 2B students of SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta. This type of research is classroom action research. The subjects of this study were students of class IIB SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta for the academic year 2021/2022, totaling 28 students. This research design refers to the classroom action research design according to Kemmis and Mc Taggart. This research took place in two cycles. Data collection methods used in this study were tests, observations, and documentation. Quantitative data was analyzed by descriptive statistics by looking for the mean value, while qualitative data was analyzed from observation notes. The results of this study indicate that the use of illustrated story media can improve the process of learning to read aloud. This is indicated by the process of learning to read aloud for grade 2B students of SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta in the 2021/2022 academic year using illustrated story media. This is indicated by an increase in each meeting presenting different media for picture stories and more interesting picture story texts. This causes the students' ability to read aloud to increase. The increase in the ability to read aloud through the media of illustrated stories in the first cycle of the first meeting was 6 values ??from the initial condition of 66 increasing to 72. In the second cycle it increased by 12, the initial condition of 66 increased to 78. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran membaca nyaring melalui media cerita bergambar pada siswa kelas IIB SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta dan kemampuan membaca nyaring melalui media cerita bergambar pada siswa kelas 2B SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIB SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 28 siswa. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif dengan mencari nilai rerata, sedangkan data kualitatif dianalisis dari catatan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan proses pembelajaran membaca nyaring. Hal ini ditunjukkan dengan adanya proses pembelajaran membaca nyaring siswa kelas 2B SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta tahun ajaran 2021/2022 menggunakan media cerita bergambar mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada setiap pertemuan menyajikan media cerita bergambar yang berbeda dan teks cerita bergambar yang lebih menarik. Hal ini menyebabkan kemampuan membaca nyaring siswa meningkat. Peningkatan kemampuan membaca nyaring melalui media cerita bergambar pada siklus I pertemuan pertama sebesar 6 nilai dari kondisi awal 66 meningkat menjadi 72. Pada siklus II meningkat sebesar 12, kondisi awal 66 meningkat menjadi 78.