cover
Contact Name
-
Contact Email
filantropi.mazawa20@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
filantropi.mazawa20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf
ISSN : 27235416     EISSN : 27235424     DOI : 10.22515/finalmazawa
Core Subject : Science,
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf publishes qualified articles both conceptual and research results in islamic philanthropic studies (Zakat, Waqf, Infaq and Shodaqah).
Articles 68 Documents
KONSEP PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF BERDASARKAN INDEKS DESA ZAKAT DI DESA CUPAK, KABUPATEN JOMBANG Wahyuningsih, Tri; Ni’mati Rahmatika, Arivatu; Ashlihah, Ashlihah
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.813 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2810

Abstract

Abstract Cupak Village is one of the villages located in Ngusi sub-district, Jombang district which has natural potential and good agricultural products but is still a disadvantaged village. Cupak Village is a village located on Mount Pucangan, with a cool natural panorama and historical sites that characterize this village.Researchers are interested in analyzing the right form of concept offer to be applied in Cupak village according to the community background using the BAZNAS instrument in the Zakat Community Devlopment program.This research uses exploratory research. The approach used is a qualitative approach. The data were collected by means of direct surveys, as well as interviews obtained from the informants.Who understands the situation of Cupak Village.And the IDZ calculation data from the thesis conducted by researchers in Cupak Village got a value of 0.15 which describes the condition of the Cupak village is not good and is very prioritized for development. The right concept offer is the Qardh Al Hasan farmer program and Qard Al Hasan UKM, where the two programs are in accordance with the results of IDZ calculations through direct surveys with Village and community officials, so that the concept proposition is appropriate. Abstrak Desa Cupak merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang yang memiliki potensi alam dan hasil pertanian yang baik namun masih masuk desa tertinggal. Desa Cupak merupakan desa yang berada di Gunung Pucangan, dengan panorama alam sejuk dan peninggalan situs sejarah yang menjadi ciri khas desa ini. Peneliti tertarik untuk menganalisis bentuk tawaran konsep yang tepat untuk diterapkan di Desa Cupak sesuai dengan latar belakang masyarakat menggunakan instrumen BAZNAS dalam program Zakat Community Development, yang merupakan program dengan tujuan untuk membantu masyarakat desa dalam meningkatkan kesejahteran secara material dan spiritual dengan menggunakan IDZ. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif . Data-data dikumpulkan dengan carasurvei secara langsung, serta wawancara yang didapat dari narasumber yang memahami keadaan Desa Cupak. Dan data hasil perhitungan IDZ dari skripsi yang dilakukan peneliti di Desa Cupak mendapatkan nilai sebesar 0,15 yang mengambarkan keadaan Desa Cupak tidak baik dan sangat diprioritaskan untuk dibantu. Tawaran konsep yang tepat diterapkan adalah program Qardh al-hasan petani dan program Qard al-hasan UKM, dimana kedua program tersebut sesuai dengan hasil perhitungan Indeks Desa Zakat (IDZ) melalui survey langsung dengan perangkat Desa Cupak dan masyarakat , sehingga tawaran konsep tersebut tepat diaplikasikan.
IDENTIFIKASI KENDALA DALAM STRATEGI FUNDRAISING WAKAF ONLINE DI GLOBAL WAKAF SURAKARTA Karnawijaya, Ning; Maharani, Deshinta
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.307 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2844

Abstract

Fundraising is an important activity in maintaining the sustainability of a waqf institution. Based on field data from observations and interviews, as well as various literatures, this study aims to identify the constraints in the online waqf fundraising strategy at Global Wakaf Surakarta and the efforts that can be made in dealing with these constraints. The analysis was carried out with a qualitative descriptive approach. Fundraising constraints faced by the Global Wakaf Surakarta institution are when the fundraising objectives have not been maximally realized, namely the inadequate method of collecting funds, there are still few wakifs who make donations, lack of ability to improve the image of waqf institutions, and lack of ability to maintain continuity of wakifs. Constraints in the fundraising strategy are also seen in the application of fundamental principles, namely the lack of ability to ask the community to act as wakif, lack of capacity to expand relationships and networks, the lack of ability to sell products / programs offered, and the difficulty of increasing public trust to be donated in the Global Wakaf Surakarta institute. Strategies that can be carried out to deal with fundraising constraints in Global Wakaf Surakarta are to pay attention the fundamental elements, namely meeting wakif needs, product development (programs), promotion with a wider reach, and maintaining or increasing the number of regular wakifs so that the program that has not yet been implemented immediately. Fundraising merupakan kegiatan penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah lembaga wakaf. Berbasis pada data lapangan dari hasil observasi dan wawancara, serta berbagai literature, kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala dalam strategi fundraising wakaf online di Global Wakaf Surakarta dan upaya yang dapat dilakukan dalam menangani kendala-kendala tersebut. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kendala-kendala fundraising yang dihadapi lembaga Global Wakaf Surakarta adalah ketika tujuan fundraising belum terwujud secara maksimal yaitu belum maksimalnya cara pengumpulan dana, masih sedikitnya wakif yang melakukan donasi, kurangnya kemampuan dalam peningkatan citralembaga wakaf, dan kurangnya kemampuan dalam menjaga kontinuitas donatur. Kendala-kendala dalam strategi fundraising juga terlihat pada penerapan prinsip-prinsip fundraising yaitu kurangnya kemampuan untuk meminta masyarakat sebagai wakif, kurangnya kapasitas dalam memperluas relasi dan jaringan, masih minimnya kemampuan dalam menjual produk/program yang ditawarkan, dan sulitnya meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berwakaf di lembaga Global Wakaf Surakarta. Strategi yang dapat dilakukan guna menghadapi kendala-kendala fundraising di Global Wakaf Surakarta adalah dengan memperhatikan unsur-unsur fundraising yaitu dengan pemenuhan kebutuhan wakif, pengembangan produk (programprogram), promosi dengan jangkauan yang lebih luas, dan maintance atau perbanyak donatur tetap agar program yang belum berjalan segera terlaksana.
DAMPAK ZAKAT TERHADAP KESEJAHTERAAN MUSTAHIQ BERDASARKAN INDEKS KESEJAHTERAAN BAZNAS (Studi pada Mustahiq Penerima Bantuan Zakat dalam Program Karanganyar Makmur di BAZNAS Kabupaten Karanganyar) Agustin, Leny
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 2 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.355 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i2.2950

Abstract

Abstract This study intends to examine the impact of zakat empowerment on the welfare level of mustahik with the main issues are, (1) how is the impact of zakat empowerment on the level of material and spiritual well-being based on the CIBEST Index, (2) how is the impact of zakat empowerment on the level of education and health of mustahiq based on the Human Development Index. , (3) what is the impact of zakat empowerment on the level of independence of mustahiq after receiving zakat assistance based on the Independence Index, (4) how is the impact of zakat empowerment on the welfare of mustahiq in BAZNAS Karanganyar Regency based on the BAZNAS Welfare Index. The purpose of this study was to determine the impact of zakat empowerment on the level of material, spiritual welfare of the mustahiq household, the level of education and health of the mustahiq, recipients of zakat assistance from BAZNAS Karanganyar Regency. The results showed that there was an impact of zakat empowerment on material, spiritual, educational, health and household independence of mustahiq before and after receiving zakat assistance. Based on the BAZNAS Welfare Index, the number of mustahiq households in quadrant I, from 19 to 46, and a decrease in the number of households in quadrant II, from 52 to 25. There were 27 households that experienced an increase in material value. Increase material well-being by 38% and spiritual well-being by 0,5%. The Human Development Index shows a scale of 3, which means that mustahiq are able to get a good education and health. Independence Index after receiving the zakat empowerment program which shows a scale of 4 which is strong. Abstrak Penelitian ini bermaksud mengkaji dampak pemberdayaan zakat terhadap kesejahteraan mustahiq dengan pokok permasalahan adalah, (1) bagaimana dampak pemberdayaan zakat terhadap tingkat kesejahteraan material dan spiritual berdasarkan Indeks CIBEST, (2) bagaimana dampak pemberdayaan zakat terhadap tingkat pendidikan dan kesehatan mustahiq berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia, (3) bagaimana dampak pemberdayaan zakat terhadap tingkat kemandirian mustahiq pasca menerima bantuan zakat berdasarkan Indeks Kemandirian, (4) bagaimana dampak pemberdayaan zakat terhadap kesejahteraan mustahiq di BAZNAS Kabupaten Karanganyar berdasarkan Indeks Kesejahteraan BAZNAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampakpemberdayaan zakat terhadap tingkat kesejahteraan material, spiritual rumah tangga mustahiq, tingkat pendidikan dan kesehatan mustahiq, penerima bantuan zakat BAZNAS Kabupaten Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak dari pemberdayaan zakat terhadap kesejahteraan material,spiritual, pendidikan, kesehatan, dan kemandirian rumah tangga mustahiq sebelum dan sesudah menerima bantuan zakat. Berdasarkan Indeks Kesejahteraan BAZNAS, jumlah rumah tangga mustahiq pada kaudran I yang semula 19 menjadi 46 rumah tangga dan terjadi penurunan jumlah rumah tangga pada kuadran II yang semula 52 rumah tangga menjadi 25 rumah tangga. Terdapat 27 rumah tangga yang mengalami kenaikan secara material value. Terjadi peningkatan kesejahteraan material sebesar 38% dan kesejahteraan spiritual 0,5%. Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan skala 3 yang artinya mustahiq mampu memperoleh pendidikan dan kesehatan dengan baik. Indeks Kemandirian pasca menerima program pemberdayaan zakat yang menunjukkan skala 4 yaitu kuat.
ANALISIS STRATEGI FUNDRAISING ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT DI ERA DIGITALISASI Yuliar, Ade
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.183 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3222

Abstract

Zakat potential in Indonesia is very large, but the potential has not been explored optimally. One of the challenges is how zakat institutions create innovative strategies of collecting zakat in accordance with the current millennial era. This study aims to analyze zakat fundrasing models that have been done by zakat institutions and also attempt to propose solutions to optimize zakat funding in the digital era. The results of the research formulate that digital era funding strategy must be in line with the revolutionary spirit of industry 4.0 characterized by digital-based. So far the fundraising strategy is not yet new, that is still conservative for example: not yet make the website become based on android, so website more accessible. Zakat institutions also should innovates zakat payment cooperation as online zakat (online payment or e-payment), for example cooperation through fintech and e-commerce. Suggestions and conclusions that all zakat institutions have similarities, no new strategy and zakat institutions should innovate in strategy. Potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Salah satu tantangannya adalah bagaimana lembaga zakat menciptakan strategi inovatif dalam menghimpun zakat sesuai dengan era milenial saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model-model fundrasing zakat yang telah dilakukan oleh lembaga zakat dan juga berupaya memberikan solusi untuk mengoptimalkan pendanaan zakat di era digital. Hasil penelitian merumuskan bahwa strategi pendanaan era digital harus sejalan dengan semangat revolusioner industri 4.0 yang bercirikan berbasis digital. Sejauh ini strategi fundraising masih belum baru, yaitu masih konservatif misalnya: belum menjadikan website berbasis android, sehingga website lebih mudah diakses. Lembaga zakat juga harus melakukan inovasi kerjasama pembayaran zakat sebagai zakat online (pembayaran online atau e-payment), misalnya kerjasama melalui fintech dan e-commerce. Saran dan kesimpulan bahwa lembaga zakat memiliki kesamaan,yaitu tidak ada strategi baru dan lembaga zakat harus berinovasi dalam strategi fundraising.
OPTIMALISASI FUNDRAISING ZAKAT PADA KERJASAMA INSTITUSIONAL INDONESIA MELALUI E-COMMERCE PASCA PANDEMI COVID-19 Kinanti, Risma Ayu; Imani, Safarinda; Hasanah, Mauizhotul; Asyaria, Khalwat
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.441 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3290

Abstract

Fundraising or collecting zakat is the main pillar in an institution for managing zakat, infak and alms or ZIS. The existence of ZIS will have an impact on the welfare of the community in order to alleviate poverty. So there is a need for cooperation in the Zakat Collection Unit (UPZ). One of them is the cooperation with educational institutions which will strengthen the role of higher education institutions or educational institutions for the benefit of the community through zakat funding by participating in UPZ. Fundraising zakat is very important in solving poverty, one of which is the ease of transactions, namely the development of e-commerce that is rife in society, seen from the online platform, it makes it easier for people to transact to buy or sell online during the pandemic, because they are encouraged to stay at home by imposing social distancing or lockdown. The increasing number of online e-commerce users in Indonesia has an impact on national economic growth, and the growth of e-commerce companies that have features to pay zakat online. The need for institutional synergy in zakat fundraising with e-commerce is very effective after the Covid-19 pandemic. This research uses literature studies, by collecting various references from books and several studies collected to optimize zakat funding at institutions in collaboration with e-commerce after the Covid-19 pandemic. Thus it is necessary to determine the source (communicator), message, media, target (communication), and the expected effect. Then apply Direct Fundraising and Indirect Fundraising. Fundraising atau penghimpunan zakat merupakan pilar utama dalam suatu lembaga pengelolaan zakat infak dan sedekah atau ZIS. Adanya ZIS akan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat guna mengentaskan kemiskinan. Maka perlunya kerjasama pada Unit Pengumpulan Zakat (UPZ). Salah satunya adanya kerjasama dengan instantsi pendidikan akan mejadi penguatan peran perguruan tinggi atau instansi pendidikan terhadap kemaslahatan masyarakat melalui fundrising zakat dengan ikut berpartisipasi dalam UPZ. Fundraising zakat sangat penting dalam penyelesaian kemiskinan, salah satunya kemudahan dalam bertransaksi yaitu sudah berkembang e-commerce yang marak di masyarakat, dilihat dari platform online memudahkan masyarakat dalam bertransaksi membeli atau menjual online pada masa pandemi, karena dihimbau untuk stay at home dengan memberlakukan social distancing atau lockdown. Semakin banyak penigkatan jumlah pemakai e-commerce online di Indonesia berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional, bertumbuhnya pula perusahaan e-commerce yang mempunyai fitur untuk membayar zakat online. Perlunya sinergi institusional dalam fundraising zakat dengan e-commerce sangat efektif pasca pandemi covid-19. Penelitian menggunakan studi literatur, dengan mengumpulkan berbagai refrensi dari buku dan beberapa penelitian yang dikumpulkan untuk mengoptimalkan fundrising zakat pada institusional dengan bekerjasama dengan ecommerce pasca pandemi covid-19. Dengan demikan perlu adanya penentuan sumber (komunikator), pesan, media, sasaran (komunikasi), dan efek yang diharapkan. Kemudian menerapkan Direct Fundraising dan Indirect Fundraising.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN DANA WAKAF UANG DI BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) MANDIRI SEJAHTERA Rohman, Ahmad Habibur; Wardana, Guntur Kusuma
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.626 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3300

Abstract

The purpose of this research is knowing of the management cash wakaf at BMT Mandiri Sejahtera. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. This research was conducted at BMT Mandiri Sejahtera, Karangcangkring Dukun Gresik . BMT Mandiri Sejahtera is a non-bank Islamic financial institution in the form a cooperative that combines two financial, namely Baitul Maal and the Baitul Tamwil. The results of the study indicate that the management of cash waqf is managed based on benefit and is in accordance with the value of benefits by waqf assets. The management of cash waqf that is implemented at BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik is one of which is manifested of BMT customer who have the awareness of waqf. Other then that at BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik by providing capital loans to customers of BMT Mandiri Sejahtera which results are divided 60% to be distributed the name of cash waqf, where the remaining 40% is put back in the waqf funds for inflation adjustment. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan wakaf tunai di BMT Mandiri Sejahtera. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di BMT Mandiri Sejahtera, Karangcangkring Dukun Gresik. BMT Mandiri Sejahtera adalah lembaga keuangan syariah non bank berbentuk koperasi yang menggabungkan dua keuangan, yaitu Baitul Maal dan Baitul Tamwil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf tunai dikelola berdasarkan manfaat dan sesuai dengan nilai manfaat aset wakaf. Pengelolaan wakaf tunai yang dilaksanakan di BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik salah satunya adalah wujud nasabah BMT yang memiliki kesadaran wakaf. Selain itu di BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik dengan memberikan pinjaman modal kepada nasabah BMT Mandiri Sejahtera yang hasilnya dibagi 60% untuk dibagikan atas nama wakaf tunai, dimana 40% sisanya dimasukkan kembali ke dana wakaf untuk penyesuaian inflasi.  
MODEL PENGELOLAAN WAKAF UANG DI LEMBAGA SINERGI FOUNDATION DALAM MENCAPAI SDGs (SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS) Tamimah
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.704 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3312

Abstract

This study aims to determine the management model of cash waqf in waqf institutions in achieving the SDGs (Sustainable development Goals) by using library data because this research is a library research in the form of data from books, notes and research reports from previous studies. The results show that Sinergi Foundation has implemented the distribution of cash waqf funds to contribute the sustainable development. The implication of this research is that it can be used as a guideline for waqf institutions in Indonesia to develop productive waqf fund management to reduce economic inequality and this institution can be used as a reference for the management of cash waqf funds in achieving sustainable development in Indonesia.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengelolaan wakaf uang di lembaga wakaf dalam mencapai SDGs (Sustainable Development Goals) dengan menggunakan data kepustakaan karena penelitian ini bersifat library research yaitu berupa data yang berasal dari buku, catatan mauppun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahulu. Hasil menunjukkan bahwa Lembaga Sinergi Foundation telah mengimplementasikan penyaluran dana wakaf uang untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi lembaga wakaf yang ada di Indonesia untuk mengembangkan pengelolaan dana wakaf produktif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dan lembaga ini dapat dijadikan acuan pengelolaan dana wakaf uang dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
SURVEI TENTANG FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPATUHAN MEMBAYAR ZAKAT DI MASA PANDEMI Aligarh, Frank
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.273 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3350

Abstract

The Covid 19 pandemic has slowed economic growth. The addition of the new poor and the increasing number of unemployed people made the government's burden in providing assistance even heavier. Zakat as an alternative to financial instruments is expected to be an alternative to this problem. However, the potential for zakat must be improved. The main objective of this study is to examine the determinants of zakat paying compliance. This study uses religiosity, trust, income, and gender as predictor variables. This study uses a survey method in data collection. A total of 230 questionnaires were distributed to respondents in Muslim-majority areas (namely Surakarta City), of which 198 were usable. This study uses Structural Equation Modeling to analyze data. The results show that all hypotheses are supported.   Pandemi Covid 19 telah membuat pertumbuhan ekonomi menjadi melambat. Bertambahnya orang miskin baru dan semakin banyaknya pengangguran membuat beban pemerintah dalam memberikan bantuan semakin berat. Zakat sebagai alternatif instrumen keuangan diharapkan menjadi alternatif persoalan tersebut. Walaupun demikian potensi zakat masih harus ditingkatkan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor penentu kepatuhan membayar zakat. Penelitian ini menggunakan religiusitas, kepercayaan, pendapatan, dan gender sebagai variabel prediktor. Penelitian ini menggunakan metode survei dalam pengumpulan data. Sebanyak 230 kuesioner dibagikan kepada responden di wilayah mayoritas Muslim (yaitu Kota Surakarta), dari jumlah tersebut, 198 kuesioner yang dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling untuk menganalisis data. Hasil menunjukan bahwa seluruh hipotesis terdukung.
GAGASAN INTEGRASI ZAKAT DAN PAJAK PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH: PENDEKATAN SISTEM JASSER AUDA Nikmah, Roykhatun
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 2 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.38 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i2.3569

Abstract

Several kinds of literature have tried to formulate the concept of zakat and tax integration or the idea that tax is a form of zakat, such as Masdar Farid Mas'udi's view. Zakat which has vertical as well as horizontal dimensions has great potential in realizing the welfare and benefit which is the goal of shari'at (maqashid syari'ah), as well as the role of taxes. This paper explains the discourse of integrating zakat and tax as a new concept in optimizing the management of zakat and tax funds in building social welfare, alleviating poverty, and realizing Sustainable Development Goals (SDGs). The concept of zakat and tax integration will be reviewed based on the contemporary maqashid sharia theory initiated by Jasser with a systems approach. maqashid of classical sharia which tends to prioritize the benefit of the individual is expanded to include the benefit of society. By integrating zakat and taxes in a government policy, the benefit of society, in general, will be realized, the purpose of Islamic law is no longer just safeguarding and preservation but shifting towards development. Beberapa literatur telah mencoba memformulasikan konsep integrasi zakat dan pajak atau gagasan yang mengatakan pajak merupakan bentuk dari zakat seperti pandangan Masdar Farid Mas'udi. Zakat  yang memiliki dimensi vertikal dan juga horizontal memiliki potensi besar dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan yang merupakan tujuan dari syariat (maqashid syariah), begitu pula dengan peran pajak. Tulisan ini menjelaskan wacana integrasi zakat dan pajak sebagai konsep baru dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat dan pajak dalam membangun kesejahteraan sosial, mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs). Konsep integrasi zakat dan pajak akan ditinjau berdasarkan teori maqashid syariah kontemporer yang digagas oleh Jasser dengan pendekatan sistem. maqashid syariah klasik yang cenderung memprioritaskan kemaslahatan individu diperluas dengan cakupan kemaslahatan masyarakat. Dengan mengintegrasikan zakat dan pajak dalam suatu kebijakan pemerintah maka akan terwujud kemaslahatan masyarakat secara umum, tujuan hukum Islam tidak lagi sekedar penjagaan dan pelestarian tapi bergeser menuju pengembangan.
STRATEGI FUNDRAISING ZAKAT DI LEMBAGA RUMAH PEMBERDAYAAN UMMAT (RPU) Wardhani, Mustika Kusuma
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 2 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.607 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i2.4081

Abstract

The potential for zakat in Jatinom District itself is quite large. This can be seen from the condition of the community that the majority of the population is Muslim and some of the population is included in the category of prosperous society. However, this potential has not been fully explored because the level of public awareness in paying zakat is still low. In responding to this, the Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) Jatinom instituted a zakat fundraising strategy. Therefore, the purpose of this study is to find out how the zakat fundraising strategy is the Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) Jatinom and its obstacles. The type of research used is field qualitative research. Sources of data in this study are primary and secondary data sources. Primary sources were obtained from observations, interviews, with RPU Jatinom, then secondary sources were obtained from important supporting documents. After the data is collected, the next step is to go through the data reduction stage, data presentation and drawing conclusions. The zakat fundraising strategy of the Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) Jatinom is carried out through several methods, namely online methods and offline methods. Potensi zakat di Kecamatan Jatinom sendiri cukup besar. Hal tersebut terihat dari kondisi masyarakat mayoritas penduduk beragama Islam serta sebagian penduduk termasuk dalam kategori masyarakat sejahtera. Akan tetapi, dari potensi tersebut belum dapat tergali secara maksimal karena tingkat kesadaran masyarakat dalam membayarkan zakatnya masih rendah. Dalam menjawab hal tersebut Lembaga Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) Jatinom melakukan strategi fundraising zakat. Maka dari itu tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi fundraising zakat Lembaga Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) dan hambatannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Untuk sumber primer didapatkan dari observasi, wawancara, dengan pihak RPU Jatinom, kemudian untuk sumber sekunder didapatkan dari dokumendokumen penting sebagai pendukung. Setelah data terkumpul, langkah berikutnya yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Strategi fundraising zakat Lembaga Rumah Pemberdayaan Ummat (RPU) dilakukan melalui beberapa metode yaitu metode secara online dan metode secara offline.