cover
Contact Name
-
Contact Email
filantropi.mazawa20@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
filantropi.mazawa20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf
ISSN : 27235416     EISSN : 27235424     DOI : 10.22515/finalmazawa
Core Subject : Science,
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf publishes qualified articles both conceptual and research results in islamic philanthropic studies (Zakat, Waqf, Infaq and Shodaqah).
Articles 68 Documents
INOVASI PLATFORM E-COMMERCE DALAM PENGUMPULAN ZAKAT DAN WAKAF: MENINGKATKAN AKSESIBILITAS, TRANSPARANSI, DAN EFISIENSI DALAM PENGGALANGAN DANA SOSIAL Sari, Sri Malika; Cipta Raharja, Mahardhika
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 4 No. 2 (2023): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v4i2.7604

Abstract

The innovation of e-commerce platforms has transformed zakat and waqf collection by increasing accessibility, transparency and efficiency in raising social funds. Through these platforms, donors can easily track and verify the use of their charitable funds, while amil zakat organisations and charitable foundations can publish financial and project reports transparently. Direct interaction between donors and organisations also strengthens open and trusting relationships. Descriptive research methods and literature studies are used to describe this phenomenon, with secondary data collected from relevant sources. The findings show that the use of e-commerce platforms increases donors' accessibility in tracking the use of charitable funds and verifying their contributions. Transparent reporting features allow amil zakat organisations and charitable foundations to publish financial and project reports openly. Challenges such as data security and donor awareness need to be addressed. Amil zakat organisations and charitable foundations need to ensure relevant features are available, increase awareness and education for donors, maintain data security, and innovate continuously.By optimising the use of e-commerce platforms, zakat and waqf collection can become more accessible, transparent, and efficient. This will encourage wider participation and increase the social impact of charitable programmes supported by zakat and waqf. Inovasi platform e-commerce telah mengubah pengumpulan zakat dan wakaf dengan meningkatkan aksesibilitas, transparansi, dan efisiensi dalam menggalang dana sosial. Melalui platform ini, donatur dapat dengan mudah melacak dan memverifikasi penggunaan dana amal mereka, sementara organisasi amil zakat dan yayasan amal dapat mempublikasikan laporan keuangan dan proyek secara transparan. Interaksi langsung antara donatur dan organisasi juga memperkuat hubungan terbuka dan saling percaya.Metode penelitian deskriptif dan studi literatur digunakan untuk menggambarkan fenomena ini, dengan data sekunder dikumpulkan dari sumber-sumber yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan platform e-commerce meningkatkan aksesibilitas donatur dalam melacak penggunaan dana amal dan memverifikasi kontribusi mereka. Fitur pelaporan yang transparan memungkinkan organisasi amil zakat dan yayasan amal untuk mempublikasikan laporan keuangan dan proyek secara terbuka.Tantangan seperti keamanan data dan kesadaran donatur perlu diatasi. Organisasi amil zakat dan yayasan amal perlu memastikan fitur yang relevan tersedia, meningkatkan kesadaran dan edukasi bagi donatur, menjaga keamanan data, dan berinovasi secara terus-menerus.Dengan mengoptimalkan penggunaan platform e-commerce, pengumpulan zakat dan wakaf dapat menjadi lebih aksesibel, transparan, dan efisien. Ini akan mendorong partisipasi yang lebih luas dan meningkatkan dampak sosial dari program-program amal yang didukung oleh zakat dan wakaf.
PERAN ZAKAT DALAM MENGENTAS KEMISKINAN Afifah, Afrah; M. Yarham
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 4 No. 1 (2023): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v4i1.7625

Abstract

This article discusses the role of zakat in alleviating poverty. Where zakat is something that is obligatory for the Muslim community. In the Qur'an it is explained that zakat is a responsibility for the Muslim community to help each other. So it can be interpreted that zakat is a moral element. social, educational and economic. In terms of morals, zakat wards off the greed and stinginess of some Muslims who have a sufficient economy. In education, the obligation to give zakat can be taken from the feeling of wanting to give, donate and also give up some of the assets we own as a sign of our love for others. In social matters, namely zakat, the poor can play a role in their lives, carrying out their obligations to Allah SWT, helping with zakat and sadaqah that have been given from people who are capable. As is the case with zakat, underprivileged people feel like they are part of society, or not even outcasts and are looked down upon. In economic terms, zakat can play a role in preventing the accumulation of wealth in the hands of just one person, and also requires rich people to redistribute the wealth they have to rich and poor family groups. So, zakat functions as a potential source of funds in terms of alleviating poverty. Zakat can also be working capital for poor people to open up employment opportunities, so that this group can earn income and also be able to meet their daily living needs. Taken from the feeling of wanting to give, donate, and also give up some of one's wealth as a sign of compassion for fellow humans. In social matters, namely zakat, the poor can play a role in their lives, carrying out obligations to Allah SWT, helping with zakat and sadaqah that have been given from people who are capable. Artikel ini membahas tentang peranan zakat dalam mengentas kemiskinan. Zakat merupakan suatu hal yang diwajibkan bagi umat muslim. Di dalam Al-qur’an dijelaskan bahwa zakat merupakan suatu tanggung jawab bagi umat muslim untuk saling menolong antar sesama. Sehingga dapat diartikan bahwa zakat merupakan unsur moral, sosial, pendidikan, dan ekonomi. Dalam hal akhlak, zakat menepis keserakahan dan kekikiran sebagian umat muslim yang memiliki ekonomi yang cukup. Dalam pendidika,n kewajiban dalam berzakat dapat diambil dari rasa ingin memberi, berinfak dan juga merelakan sebagian  harta yang dimiliki sebagai tanda rasa sayang kita terhadap sesama. Dalam hal sosial, yaitu zakat, golongan miskin dapat berperan dalam kehidupannya, melaksanakan kewajibannya kepada Allah Swt, membantu dalam hal zakat dan sedekah yang telah diberikan dari orang yang mampu. Seperti halnya dengan zakat, masyarakat yang kurang mampu merasa bagian dari anggota masyarakat, atau bahkan bukan orang yang terbuang dan juga diremehkan. Dalam hal ekonomi, zakat dapat berperan dalam hal mencegah penumpukan kekayaan ditangan satu orang saja, dan juga mewajibkan pada orang kaya agar mendistribusikan kembali kekayaan yang dimilikinya kepada golongan keluarga kaya dan juga miskin. Jadi, fungsi zakat  sebagai sumber dana potensial dalam hal untuk mengentasi kemiskinan. Zakat juga bisa menjadi modal kerja untuk masyarakat miskin untuk  membuka lapangan pekerjaan, sehingga golongan tersebut dapat memperoleh penghasilan dan juga mampu memenuhi  kebutuhan hidup sehari-hari. Diambil dari rasa ingin memberi, berinfak, dan juga merelakan sebagian hartanya sebagai tanda rasa kasih sayang sesama manusia. Dalam hal sosial, yaitu zakat, golongan miskin dapat berperan dalam kehidupannya, melaksanakan kewajiban kepada Allah Swt, membantu dalam hal zakat dan sadaqah yang telah diberikan dari orang yang mampu.
KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI DALAM ORGANISASI FILANTROPI Ilmi, M. Surobil; Rahmadini, Auliya; Hasanah, Uswatun
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 4 No. 1 (2023): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v4i1.8005

Abstract

The aim of this research is to assess the extent of the impact of leadership on motivation in an organization. Data collection was carried out through reference collection methods, including reading materials such as books and scientific journal articles, using a qualitative research approach. There are many errors identified in organizational management, especially in terms of leadership, which result in failure to achieve performance targets due to a lack of motivational encouragement from leaders to HR (Human Resources), thus affecting the integrity of employee performance and potentially harming the company or agency they lead. The research results show that leadership has a significant impact on motivation in organizations, which directly influences employee performance and job satisfaction, thereby enabling the achievement of targets set by the philanthropic organizations. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sejauh mana dampak kepemimpinan terhadap motivasi dalam organisasi filantropi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan bentuk studi pustaka. Data yang dikumpulkan berupa teori-teori yang tersebar dari beberapa referensi, termasuk bahan bacaan seperti buku dan artikel jurnal ilmiah. Terdapat banyak hal yang teridentifikasi dalam manajemen organisasi, terutama dalam hal kepemimpinan, yang mengakibatkan ketidakcapaian target kinerja karena kurangnya dorongan motivasi dari pemimpin kepada SDM (Sumber Daya Manusia), sehingga mempengaruhi integritas kinerja karyawan dan berpotensi merugikan perusahaan atau instansi yang dipimpin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki dampak signifikan terhadap motivasi dalam organisasi, yang secara langsung mempengaruhi kinerja karyawan dan kepuasan kerja. Kepemimpinan yang baik memungkinkan pencapaian target yang telah ditetapkan oleh organisasi khususnya dalam organisasi filantropi.  
OPTIMALISASI PENGHIMPUNAN DANA ZAKAT DALAM PENGEMBANGAN LAZISMU KABUPATEN TASIKMALAYA Khoirun Nisa, Anis; Amalia, Pujianti; Ratu Ghinayah Nugraha, Arzetta; Bagja Anugrah, Agung; Nurhasanah, Elis
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 4 No. 1 (2023): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v4i1.8022

Abstract

Zakat is a worship that has two values, namely the value of hablun minallah and hablun minannas which are ritual and social dimensions. This means that people who always pay zakat will increase their faith and devotion to Allah Subhanahu wa Taala. This research aims to determine the optimization of zakat fund collection at LAZSIMU Tasikmalaya Regency. The research method used in this research is qualitative with descriptive presentation with data collection techniques through observation, interviews and document analysis related to zakat collection at LAZISMU Tasikmalaya. The results of this research are that technological advances are one way to optimize the collection of funds at LAZISMU Tasikmalaya through payment processes in various E-Wallet and E-Commerce applications. Further research could add a wider research scope and research areas throughout Indonesia to see the Amil Zakat Institution's efforts in increasing the optimization of fund collection. Zakat merupakan ibadah yang memiliki dua nilai, yaitu nilai hablun minallah dan hablun minannas yang menjadi dimensi ritual dan sosial. Artinya, orang yang selalu menunaikan zakat akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa taala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengoptimalan penghimpunan dana zakat pada LAZSIMU Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan penyajian secara deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkaita penghimpunan zakat di LAZISMU Tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini adalah kemajuan teknologi menjadi salah satu cara meningkatkan optimalisasi penghimpunan dana pada LAZISMU Tasikmalaya melalui proses pembayaran di berbagai aplikasi E-Wallet dan E-Comerce. Penelitian selanjutnya bisa menambahkan cakupan penelitian yang lebih luas dan wilayah penelitian di seluruh Indonesia untuk melihat upaya Lembaga Amil Zakat dalam meningkatkan pengoptimalan penghimpunan dana.
MANAJEMEN WAKAF DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NO. 41 TAHUN 2004 Hidayat, Ahmad Riza; Hakim, Rizky Firmanul; Azma Zainul Taufiqulloh; Syarifah, Siti
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 4 No. 1 (2023): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v4i1.8029

Abstract

Waqf is not just a religious practice, but is also an economic instrument that can make a significant contribution to the welfare of the people. In this context, law no. 41 of 2004 is the legal basis for regulating and managing waqf in Indonesia. In this research, a qualitative method with a literature study approach was used to explore an in-depth understanding of waqf management from the perspective of Islamic law and Law No. 41 of 2004. The concepts and principles of waqf management in Islam, as explained in the Al-Quran, provide a solid foundation for fair, transparent and sustainable management of waqf assets. The verses of the Koran that talk about establishing prayers, paying zakat, and bowing together with those who bow down create a framework that includes spiritual, social, and cooperative dimensions in the management of waqf. Wakaf bukan sekadar amalan keagamaan, tetapi juga merupakan instrumen ekonomi yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan umat. Dalam konteks ini, undang-undang No. 41 tahun 2004 menjadi landasan hukum yang mengatur dan mengelola wakaf di Indonesia. Dalam penelitian ini, metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur digunakan untuk menggali pemahaman mendalam tentang manajemen wakaf dalam perspektif hukum Islam dan undang-undang No. 41 tahun 2004. Konsep dan prinsip manajemen wakaf dalam Islam, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran, memberikan fondasi yang kokoh untuk pengelolaan harta wakaf yang adil, transparan, dan berkesinambungan. Ayat Al-Quran yang berbicara tentang mendirikan salat, menunaikan zakat, dan rukuk bersama-sama dengan orang-orang yang rukuk menciptakan kerangka kerja yang mencakup dimensi spiritual, sosial, dan kerjasama dalam pengelolaan wakaf.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT PERILAKU MUSLIM MENGGUNAKAN PLATFORM CROWDFUNDING ZAKAT: TEORI UTAUT MODEL Siagian, Salsabilla; Yenni Samri Juliati Nasution
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 4 No. 1 (2023): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v4i1.8478

Abstract

This research aims to identify factors that influence the behavioral intentions of Muslims in using the zakat crowdfunding platform in the North Sumatra region. By adopting the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), this research involved 100 respondents as samples selected using a simple random sampling method. Data was collected via questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results showed that performance expectations and facilitation conditions did not have a significant influence on behavioral intentions. On the other hand, social influencers and Effort Expectancy have a significant influence on behavioral intentions. Multiple linear regression analysis yielded a structural equation that explained 86.4% of the variation in behavioral intentions. These findings have an important impact for zakat managers and crowdfunding platforms to understand the factors that motivate or hinder people's intentions to use digital technology to distribute zakat. With this understanding, strategies can be implemented to develop and improve services to support more effective and efficient zakat collection in the North Sumatra region. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi niat perilaku muslim dalam menggunakan platform crowdfunding zakat di wilayah Sumatera Utara. Dengan mengadopsi Teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), penelitian ini melibatkan 100 responden sebagai sampel yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy dan facilitating condition tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap behavioral intention. Sebaliknya, social influencer dan effort expectancy memiliki pengaruh yang signifikan terhadap behavioral intention. Analisis regresi linier berganda menghasilkan persamaan struktural yang menjelaskan 86,4% variasi dalam behavioral intention. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengelola zakat dan platform crowdfunding untuk memahami faktor-faktor yang memotivasi atau menghambat niat masyarakat dalam menggunakan teknologi digital untuk menyalurkan zakat. Dengan pemahaman ini, dapat dilakukan strategi pengembangan dan peningkatan layanan untuk mendukung penghimpunan zakat yang lebih efektif dan efisien di wilayah Sumatera Utara.
PENGARUH LITERASI DAN KESADARAN TERHADAP PERILAKU MEMBAYAR ZAKAT BAGI JURAGAN NELAYAN JARING TANGKAP BERKANTONG (JTK) Murniasari, Nisa; Rahmawati, Lilik; Syihabuddin, Atok
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.7107

Abstract

Fisherman Skippers is the ship owner responsible for all operations. Since the income of the captain fisherman is several times higher than that of the crew, it can be said that the captain fisherman is obligated to pay zakat. The purpose of this study is to partially and simultaneously analyze the effects of literacy and awareness on the behavior of paying zakat to net fishermen by bags of nets (JTK). The method used in this study is a quantitative method using random sampling and questionnaire data collection with a total of 89 respondents. The results of this study indicate that literacy and awareness simultaneously and partially influence the zakat payment behavior of JTK fisherman captains. The resulting R-squared value is 0.242, indicating that the magnitude of the influence of the variables X1, X2, and Y is considered collectively. And the rest are influenced by factors outside this study. It is hoped that Fisherman Captains (JTK) will learn more about fishing zakat regulations and that Amil Zakat institutions around the site will be more active in communityization. Juragan Nelayan adalah seorang pemilik kapal yang bertanggung jawab terhadap seluruh operasional. Pendapatan yang diperoleh juragan nelayan berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan anak buah kapal, maka dapat dikatakan bahwa juragan nelayan wajib zakat.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh literasi dan kesadaran secara parsial dan simultan terhadap perilaku membayar zakat pada juragan nelayan Jaring Tangkap Berkantong (JTK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan accidental sampling, dengan jumlah responden sebanyak 89, dan pengumpulan data menggunakan  kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan Literasi dan kesadaran berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap perilaku membayar zakat bagi juragan nelayan JTK. Nilai R square yang diperoleh sebesar 0,242 menunjukkan bahwa besaran pengaruh variabel X1, X2 dan variabel Y secara gabungan. Dan sisanya dipengaruhi oleh faktor dari luar penelitian ini. Diharapkan juragan nelayan (JTK) lebih mencari tahu tentang ketentuan zakat tangkap ikan dan untuk lembaga amil zakat  sekitar lokasi lebih aktif dalam memberikan sosialisasi pada masyarakat diharapkan juga bagi peneliti selanjutnya bisa menambah variabel dan mencari faktor lainnya untuk dapat lebih mengkaji terusan penelitian ini.
RASIONALITAS EKONOMI KEWAJIBAN ZAKAT Saqina Putri, Zharfa Athirah; Indrasari, Widya; Fawwaz, Muhammad Daffa
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 2 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i2.7171

Abstract

Zakat as one of the pillars of Islam explains the special obligation to issue a portion of individual wealth for social good. Much literature examines zakat from various aspects, both from the legal aspect (fiqh), management, its potential and role in poverty alleviation. Indonesia, as a country with the largest Muslim population in the world, certainly has the potential to become a surplus country in the field of zakat, of course, if it is managed optimally, professionally and accountability. It can be proven that in recent decades, amil zakat bodies and institutions (BAZ/LAZ) have been formed. Then there is the community as the most important element in the management of zakat, because it is the community who is the giver and at the same time the beneficiary of zakat management. Apart from that, in the context of economic rationality, there is also a professional zakat that can help narrow the income gap and expand opportunities for those who are less fortunate. As well as in the Islamic consumption pattern, consumption is more influenced by needs than wants and takes into account utility which is oriented towards the hereafter. Zakat sebagai salah satu pilar Islam yang menjelaskan tentang kewajiban khusus dalam mengeluarkan sebagian kekayaan individu untuk kebaikan sosial. Banyak literatur yang mengkaji zakat dari berbagai aspek, baik dari aspek hukum (fiqh), manajemen, potensi maupun peranannya dalam pengentasan kemiskinan. Indonesia sebagai negeri yang berpenduduk masyarakat Muslim terbesar di dunia, tentunya memiliki potensi menjadi negeri yang surplus di bidang zakat tentunya jika hal tersebut dikelola secara optimal, professional dan akuntabel. Dapat dibuktikan dari beberapa dekade belakangan ini telah terbentuk badan dan lembaga amil zakat (BAZ/LAZ). Kemudian terdapat masyarakat sebagai elemen terpenting dalam pengelolaan zakat, karena masyarakat lah yang menjadi pihak pemberi dan sekaligus juga penerima manfaat dari pengelolaan zakat. Selain itu dalam konteks rasionalitas ekonomi, terdapat juga zakat profesi yang mampu membantu mempersempit kesenjangan pendapatan dan memperluas peluang bagi mereka yang kurang beruntung. Serta dalam pola konsumsi Islam, konsumsi lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan (needs) daripada keinginan (wants) dan lebih memperhitungkan utilitas yang berorientasi akhirat.
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH DI LAZ ALMADINA Qurrotul Aini, Hana; Ayu Safitri, Intan; Adi Saputra, Moh. Juan; Aprilia Sari, Chusmawati; Sa'adah, Mazro'atus
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.9010

Abstract

The obligation of zakat fitrah has social, economic, and spiritual aspects that are very important in the lives of Muslims. The management of zakat fitrah in amil zakat institutions is vital. The efficient and transparent collection, management, and distribution of zakat fitrah is an important factor in ensuring maximum benefits for beneficiaries. This study aims to explore the practice of managing zakat fitrah in an amil zakat institution with institutions, policies, and implementation. This research is descriptive qualitative with research methods that use observation and interviews. Research is descriptive and tends to use inductive analysis. The process of collecting Zakat Fitrah at LAZ ALMADINA is involved in publication and socialization to the community. LAZ ALMADINA holds regular recitations every Monday night at their location. The mechanism for distributing Zakat Fitrah to Eligible Recipients is carried out from various segments of society, including pilgrims and residents who attend the recitation. Kewajiban zakat fitrah memiliki aspek sosial, ekonomi, dan spiritual yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Pengelolaan zakat fitrah di lembaga amil zakat menjadi hal yang vital. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami praktik pengelolaan zakat fitrah di suatu lembaga amil zakat dengan kelembagan, kebijakan, dan implementasi. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode penelitian yang menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis induktif. Proses pengumpulan Zakat Fitrah di LAZ ALMADINA terlibat dalam publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. LAZ ALMADINA menyelenggarakan pengajian rutin setiap malam Senin di lokasi mereka. Mekanisme pendistribusian Zakat Fitrah Kepada Penerima yang Memenuhi Syarat dilakukan dari berbagai segmen masyarakat, termasuk jamaah dan warga yang mengikuti pengajian.
ANALISIS PEMBERIAN ZAKAT KEPADA SABILILLAH DALAM KONTEKS KLASIK DAN MODERN Qothrunnada, A. Izka; Firmansyah, Mu’min
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 5 No. 1 (2024): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/finalmazawa.v5i1.9039

Abstract

This research discusses the definition and application of zakat "fî sabilillah" in traditional and contemporary Islamic contexts, as well as its impact on the allocation of zakat funds in modern society. The definition of zakat comes from the Arabic "zaka," which means blessing and cleanliness, while "fi sabilillah" refers to devotion in the way of Allah, both in the context of war and social and economic development. In classical times, zakat for "fi sabilillah" was primarily allocated for military purposes, but contemporary scholars broaden its meaning to include various forms of social contribution and religious education. Through case studies in Indonesia and other Muslim-majority countries, this research highlights the differences in interpretation and application of zakat "fi sabilillah" by da'wah organizations and zakat management institutions. The results of the analysis show that flexibility in the interpretation of Islamic law allows the allocation of zakat funds that are more varied and relevant to the current social conditions and needs of the people. Thus, this research provides a deeper view of the importance of adaptation and inclusiveness in zakat management to improve the welfare of Muslims at large. Penelitian ini membahas definisi dan penerapan zakat "fi sabilillah" dalam konteks tradisional dan kontemporer Islam, serta dampaknya terhadap alokasi dana zakat dalam masyarakat modern. Definisi zakat berasal dari bahasa Arab "zaka," yang berarti berkah dan bersih, sementara "fi sabilillah" merujuk pada pengabdian di jalan Allah, baik dalam konteks perang maupun pengembangan sosial dan ekonomi. Dalam zaman klasik, zakat untuk "fi sabilillah" terutama dialokasikan untuk kepentingan militer, tetapi ulama kontemporer memperluas maknanya untuk mencakup berbagai bentuk kontribusi sosial dan pendidikan agama. Melalui studi kasus di Indonesia dan negara mayoritas Muslim lainnya, penelitian ini menyoroti perbedaan interpretasi dan penerapan zakat "fi sabilillah" oleh organisasi dakwah dan lembaga pengelola zakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam interpretasi hukum Islam memungkinkan alokasi dana zakat yang lebih bervariasi dan relevan dengan kondisi sosial dan kebutuhan umat saat ini. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pandangan yang lebih mendalam tentang pentingnya adaptasi dan inklusivitas dalam pengelolaan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam secara luas.