cover
Contact Name
Rahmadani
Contact Email
jurnalilmiahwidyaborneo@gmail.com
Phone
+628115193061
Journal Mail Official
jurnalilmiahwidyaborneo@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani, KM.22, Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 70723
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Widya Borneo
ISSN : 26542676     EISSN : 28302710     DOI : https://doi.org/10.56266/widyaborneo
Core Subject : Religion, Education,
This journal aims to disseminate the results of research / studies on approaches, models, strategies, methods, media, learning innovations and the development of teaching material that imprive the quality of training for educational and religious technical personnel. Widyaborneo was first published in print in 2018. It is published regularly twice a year, in June and December. Jurnal Ilmiah Widya Borneo accepts all research and scientific papers from researcher, academics, practitioners who work in the management, human resource, administrative training issues which may include to these issues: - Management and Governance; - Religious; - Education; and - Human Resources Training and Development.
Articles 44 Documents
DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN HATI MENURUT SYEKH AL-HÂJ AHMAD FAHMÎ ZAMZAM AL-BANJARÎ AL-NADWÎ AL-MÂLIKÎ Akhmad Syahbudin
WIDYABORNEO Vol 4 No 2: PENGAJARAN TEKS NARATIF MENGGUNAKAN CERITA RAKYAT LOKAL: ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER, N
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.631 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v4i2.65

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dan juga penelitian intelektual biografi dengan menggunakan metode kualitatif. Fokus penelitian ini adalah kontribusi  di  bidang  pendidikan Islam sekalipun. Pendekatan yang diterapkan adalah pendidikan Islam untuk melihat kontribusi budi pekerti  dalam pendidikan Islam,  khususnya  dalam aspek  materi.  Data  yang  diperoleh  dari karya-karya Ahmad Fahmi Zamzam, antara lain: Empat Puluh Hadis Penawar Hati, Empat Puluh Hadis Akhlak Mulia, Empat Puluh Hadis Kelebihan Ilmu dan Ulama, Empat Puluh Hadis Peristiwa Akhir Zaman, serta ceramah besarnya dalam bentuk audio visual  terkait penelitian. Data dikelompokkan berdasarkan tema pendidikan Islam selanjutnya yang dianalisis. Hasil penelitian: (1)  pendidikan hati adalah upaya sadar  untuk  menumbuhkembangkan  potensi  hati  untuk mencapai kesempurnaan menjadi hati yang sehat (qalbun salîm) untuk membenarkan hubungan kita. (2) Pentingnya mengoreksi, mengubah, dan memelihara hati merupakan salah satu landasan bagi terselenggaranya pendidikan hati. (3) tujuan pendidikan hati diarahkan untuk menjadikan hati siswa menjadi baik dan benar.
SISTEM INFORMASI E-LEARNING PADA MAN BONTANG Rizki Amelia; Nur Fitriani; Faujiatul Munawaroh; Suratman Pambudi
WIDYABORNEO Vol 4 No 2: PENGAJARAN TEKS NARATIF MENGGUNAKAN CERITA RAKYAT LOKAL: ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER, N
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.996 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v4i2.66

Abstract

Penelitian  ini  membahas  tentang  sistem  E-Learning  madrasah  yang  digunakan  sebagai  media pembelajaran jarak jauh bagi guru di madrasah. Dampak pandemi   yang sangat panjang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran di lingkungan  madrasah mau tidak mau menuntut guru untuk beradaptasi dan mampu menguasai teknologi tepat guna dan efisien di masa pandemi ini agar proses pembelajaran jarak jauh tetap berjalan, salah satu media yang digagas kementerian agama adalah E-learning Madrasah bagi guru dan siswa. Apa itu E-Learning madrasah dan cara menggunakan E-learning madrasah di masa pandemi. E-Learning Madrasah dapat diakses melalui laptop, handphone atau gadget untuk memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. E-learning Madrasah dapat diakses menggunakan internet, oleh karena itu siswa dan guru harus menyediakan paket kuota   internet   agar pembelajaran dapat dilaksanakan seperti nyata. Penelitian ini  menggunakan  metode kualitatif dan mengambil penelitian di MAN Bontang yang pada masa pandemi menggunakan E-learning Madrasah yang dapat diakses dengan mudah baik oleh guru maupun siswa.
PENTINGNYA LITERASI DIGITAL BAGI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MADRASAH Rahmadani Rahmadani
WIDYABORNEO Vol 4 No 2: PENGAJARAN TEKS NARATIF MENGGUNAKAN CERITA RAKYAT LOKAL: ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER, N
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.973 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v4i2.69

Abstract

Globalisasi, revolusi dan teknologi digital telah mengubah banyak kehidupan manusia, salah satunya pada dunia pendidikan. Pada masa ini, pendidikan dilakukan dengan menggandalkan teknologi digital, smartphone dan berselancar di internet. Kemajuan global ini mendorong pula pentingnya literasi digital bagi guru dan tenaga kependidikan pada madrasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memeriksa dan mengumpulkan data sumber literature mengenai pentingnya literasi digital. Kemudian melakukan analisa data dan pembahasan serta pengambilan simpulan dan saran. Hasil menunjukkan bahwa guru dan tenaga kependidikan merupakan pengelola pendidikan yang memiliki kewajiban dalam mendidik siswa untuk mengasah kompetensi dan perilaku. Hal ini yang membuat guru dan tenaga kependidikan harus mengikuti perkembangan era revolusi 4.0 melalui literasi digital pada saat ini. Guru dan tenaga kependidikan madrasah memanfaatkan teknologi, menjadi kreatif dan inovatif. Oleh sebab  itu seorang guru atau tenaga kependidikan lainnya harus sadar akan pentingnya literasi digital.
KAPABILITAS WIDYAISWARA DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAGAMAAN BANJARMASIN Zarkani Zarkani
WIDYABORNEO Vol 4 No 2: PENGAJARAN TEKS NARATIF MENGGUNAKAN CERITA RAKYAT LOKAL: ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER, N
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.889 KB) | DOI: 10.56266/widyaborneo.v4i2.70

Abstract

Widyaiswara has a very important role in carrying out learning with students. The role of widyaiswara cannot be replaced by any media, so its existence as the core of learning must remain. Quality of learning is the ability possessed by educational and training institutions in implementing learning effectively and efficiently, so as to produce high-value benefits for the achievement of predetermined learning objectives. Quality improvement components that take part in its implementation are the appearance of resource persons, mastery of material/curriculum, use of teaching methods, utilization of educational tools/facilities, implementation of learning and evaluation. The problem of widyaiswara in improving the quality of learning is related to the existence of widyaiswara who have less educational qualifications, the professionalism of the resource persons in carrying out their duties is still low, the preparation of the widyaiswara to carry out teaching is not stable, the lack of use of media and learning resources and the low level of innovativeness and creativity teach widyaiswara. To achieve the quality of learning, firstly, the widyaiswara must equip himself with a number of competencies in the field of teaching, both carried out by himself and the development carried out by the coaching agency. The debriefing activities are carried out continuously in line with the development and demands of the educational world, so that in the end it will form a more professional attitude from the widyaiswara themselves.
PENGGUNAAN SISTEM COMPUTER BASED TEST (CBT) UNTUK OPTIMALISASI PELAKSANAAN PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) GANJIL TAHUN PELAJARAN 2021-2022 Rizal Maulana
WIDYABORNEO Vol 5 No 1: June 2022
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56266/widyaborneo.v5i1.89

Abstract

Di era modern pendidikan berkembang pesat dan pemanfaatan teknologi semakin canggih, Sehingga dalam pembelajaran terkadang menggunakan smartphone, laptop maupun komputer dalam menyelesaikan tugas-tugas diberikan. masalah yang ditemukan di madrasah selama ujian atau istilah sekarang adalah Penilaian Akhir Semester (PAS) adalah biaya yang sangat besar dan tingginya kecurangan siswa dalam menjawab soal ketika penilaian berlangsung. Adanya masalah ini peneliti melaksanakan penelitian tindakan kelas untuk menyelesaikan masalah yang dialami di MAN 3 Banjarmasin. Solusi didapatkan dari aspirasi salah satu pendidik yang memahami tentang CBT serta perangkat-perangkat keras lainnya yang mendukung lancarnya pelaksanaan PAS. Pada uji coba pertama dilakukan pemasangan perangkat lunak serta perangkat keras sampai ke ruang-ruang yang digunakan ketika penilaian berlangsung. setelah pemasangan dilakukan maka dilaksanakannya uji coba dengan melibatkan siswa-siswi untuk mengukur kemampuan perangkat yang digunakan, hasil uji coba tersebut adanya kendala dalam kontrol ruang yang mengakibatkan siswa mendapatkan kendalam dalam mengerjakan soal. Uji coba kedua dilakukan untuk menyelesaikan masalah di uji coba pertama dengan cara menunjuk guru-guru sebagai proktor ruang untuk membantu siswa-siswi ketika mendapatkan kendala dalam pelaksanaan PAS. Adanya proktor ruang mampu membantu menyelesaikan kendala yang dialami siswa sehingga uji coba kedua berjalan lancar. Maka adanya penelitian ini berdampak pada biaya yang murah selama pelaksanaan PAS dan menurunkan tingkat kecurangan selama menjawab soal.
MENINGKATKAN PEMBUATAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) MELALUI PELATIHAN IN HOUSE TRAINING (IHT) Nana Mairi
WIDYABORNEO Vol 5 No 1: June 2022
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56266/widyaborneo.v5i1.90

Abstract

Observasi awal yang ditemukan pendidik membuat soal hanya sebatas menanyakan nama tokoh, tempat kejadian, pengertian dari kata atau kalimat yang masuk pada klasifikasi berpikir level Low Order Thinking Skills (LOTS). Selain itu, melalui wawancara Rizki Rosida Hayati, S.Pd. adalah pendidik mengetahui informasi terkait soal HOTS tetapi bingung dalam menyusun soal dengan standar HOTS. Adanya masalah tersebut peneliti menindaklanjuti dengan cara diselenggarakannya In House Training (IHT) untuk meningkatkan kompetensi pendidik MAN 3 Banjarmasin dalam menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai misi MAN 3 Banjarmasin yaitu mengembangkan nilai-nilai demokratis dan meningkatkan kemandirian serta tanggap terhadap lingkungan, karena melalui metode penelitian tindakan sekolah dengan tahapan perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan interprestasi serta analisis dan releksi pada kegiatan IHT dalam peningkatan kompetensi pendidik dalam menyusun soal HOTS akan berpengaruh pada kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya. Hasil penelitian diperoleh adalah adanya peningkatan kompetensi pendidik dalam menyusun soal HOTS melalui kegiatan IHT yang diselenggarakan selama 3 hari dan ditambah dengan kegiatan lanjutan selama 2 hari untuk pendidik yang kurang memahami dalam menyusun soal HOTS.
ANALISIS TERHADAP PERILAKU SUPERVISI PENDIDIKAN BERDASARKAN PROTOTIPE DAN MASALAH YANG DIHADAPI GURU DI MADRASAH ALIYAH Hamdani Hamdani
WIDYABORNEO Vol 5 No 1: June 2022
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56266/widyaborneo.v5i1.91

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis perilaku supervisor berdasarkan prototipe dan masalah yang dihadapi guru Madrasah Aliyah. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, instrumen penelitian adalah interview dan dokumentasi. Hasil penelitian (1) pada pendekatan nondirective supervisor menggunakan perilaku Listening, Encouraging, Clarifying, Presenting, Problem Solving; (2) pada pendekatan directive supervisor menggunakan perilaku Clarifying, Presenting, Directing, Demonstrating, Reinforcing; (3) pada pendekatan collaborative supervisor menggunakan perilaku Presenting, Clarifying, Listening, Problem solving, Negotiating. Pendekatan directive adalah pendekatan terhadap masalah dengan cara langsung, pendekatan collaborative adalah gabungan dari pendekatan nondirective, dan pendekatan directive sehingga menghasilkan pendekatan baru. Simpulan dari penelitian adalah (1) Pendekatan yang diterapkan kepada kategori guru kuadran I (teacher dropouts) adalah pendekatan directive dengan perilaku clarifying, presenting, directing, demonstrating, reinforcing; (2) Pendekatan yang diterapkan kepada kategori guru kuadran II (unfocused workers) dan kuadran III (analytical observers ) adalah pendekatan collaborative dengan perilaku presenting, clarifying, listening, problem solving, negotiating; (3) Pendekatan yang diterapkan kepada kategori guru kuadran IV (professionals) adalah pendekatan nondirective dengan perilaku listening, encouraging, clarifying, presenting, problem solving.
Kinerja Pembelajaran Guru Madrasah di Masa Pandemi Covid-19 Salafudin Fitri
WIDYABORNEO Vol 5 No 1: June 2022
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56266/widyaborneo.v5i1.116

Abstract

Di masa pandemi covid-19, pembelajaran tidak bisa dilakukan melalui tatap muka langsung, pembelajaran secara daring atau dalam jaringan adalah sebuah pilihan. Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Noor Aini Kota Banjarmasin telah melaksanakan pembelajaran dengan cara daring. Kondisi seperti ini menuntut kinerja yang tinggi dari guru. Tulisan ini disajikan untuk menggambarkan kinerja guru MIS Noor Aini dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan studi dokumenter penulis, banyak cara yang dilakukan mereka agar pembelajaran tidak membosankan anak. Mereka memiliki kinerja yang sangat baik. Meski di tengah keterbatasan pasilitas yang dimiliki, guru-guru mereka sangat kreatif. Banyak variasi yang digunakan. Mereka bukan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan hanya ada 1 orang guru yang mendapat tunjangan profesi. Dalam kondisi seperti ini mereka mampu menginspirasi madrasah lain untuk terus berkarya di masa pandemi. Pengawas madrasah pembina mereka terus menpublikasikan karya-karya mereka. Publikasi yang dilakukan pengawas menjadi bentuk pembinaan untuk madrasah lain. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menginspirasi madrasah lain untuk ikut  berkarya di tengah keterbatasan masa pandemi.
Peran Orang Tua dalam Pembelajaran Online dari Rumah di MIN 1 OKU Miskiah Miskiah; Wasitoh Wasitoh
WIDYABORNEO Vol 5 No 1: June 2022
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56266/widyaborneo.v5i1.119

Abstract

Peran orang tua saat ini sangat dibutuhkan dalam pembelajaran online. Orang tua disarankan untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pembelajaran online di rumah dan hambatan-hambatan yang mereka hadapi di MIN 1 OKU. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek 5 orang guru serta 2 orang wali siswa. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif model interaktif Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Temuan hasil penelitian yang pertama pada orang tua berperan sebagai guru, orang tua melakukan bimbingan dengan menemani, membantu dan menjelaskan materi yang belum dipahami, memberikan tempat belajar yang bersih, rapi dan nyaman. Kedua, orang tua sebagai fasilitator memfasilitasi anak-anaknya dengan laptop, gawai, kuota internet, buku, LKS dan tempat belajar yang bersih, rapi dan nyaman. Ketiga pemberian motivasi yang diberikan orang tua berupa pemberian reward dan kepercayaan. Keempat, kurangnya kesiapan dalam menghadapi pembelajaran online, sedikitnya pengetahuan tentang pelajaran anak, dan adanya ketidakmampuan dibidang teknologi menjadi hambatan utama dalam pembelajaran online.
Penerapan E-learning Berbasis Website untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Samnah Hayati
WIDYABORNEO Vol 5 No 2: Decsember 2022
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56266/widyaborneo.v5i2.120

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMAN 2 Kandangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian merupakan seluruh siswa di kelas XI IPA 3 Pengumpulan data dilakukan dalam 2 siklus. Untuk menghimpun data dalam penelitian ini digunakan teknik observasi, wawancara dan tes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 3 dengan E-learning berbasis website. Hasil dari penelitian ini, terjadi peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI IPA 3 SMAN 2 Kandangan dengan rata-rata motivasi belajar sebesar 58,62% dengan katagori cukup pada siklus I dan meningkat menjadi 89,65% pada disiklus II dengan katagori sangat tinggi. Meningkatnya motivasi belajar juga diikuti dengan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa yaitu dengan rata-rata 74 pada siklus I dan terjadi peningkatan menjadi 83, sedangkan ketuntasan belajar juga meningkat dari 62,20% siklus I menjadi 89,65% pada siklus II.