cover
Contact Name
Sukino
Contact Email
arfannurpascasarjana@gmail.com
Phone
+6285526302396
Journal Mail Official
arfannurpascasarjana@gmail.com
Editorial Address
Gedung Saifuddin Zuhri IAIN Pontianak Jl. Letjend. Suprapto No. 19 Pontianak 78122
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Arfannur: Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27752429     DOI : https://doi.org/10.24260/arfannur.vXiX.XXXX
Core Subject : Education, Social,
ARFANNUR: Journal of Islamic Education Thought focuses on scientific articles resulting from a multidisciplinary approach in discussing issues of Islamic education in the archipelago and abroad. Scope: Islamic Education Thought of figures, Learning Curriculum, Education Management, Learning Strategy, Education Policy, Educational Technology, Manuscript of Islamic religious education, Tradition and Islamic education values
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Pendidikan Keluarga dalam Al-Qur’an (Surah Luqman ayat 12-19) Oki Witasari
Arfannur Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.685 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v2i2.164

Abstract

Education is an effort to change people’s attitudes and ways of thinking for the better, education can be carried out with adult guidance who leads to become a good person in attitude and thinking based religion. The most important education is family education, because in the family the child first begins to learn everything from how to speak, read, write, and get to know various things in their environtment. This article describes family education in Qs. Luqman verses 12-19. In this verse contains various ways to educate the good character so that they become human beings with noble character. This research is research that uses a qualitative literature method,with a descriptive analyzed and presented in the form of a description. This study resulted in the findings that the Qs.Luqman verses 12-19 have the value of family education so that it can be used as a basis for parents and teachers in educating children. In the interpretation of Qs.Luqman verses12-19 it is very suuitable to be exspressed in the current mesa family education, this is because in Luqman family education teaches his children to always be grateful, monotheism, do good to parents, establish prayers, do not be arrogant, and soften their voices. ABSTRAK Pendidikan merupakan suatu upaya untuk mengubah sikap dan cara berfikir manusia menjadi lebih baik, pendidikan dapat dilaksanakan dengan bimbingan orang dewasa yang mengarahkan untuk menjadi pribadi yang baik dalam bersikap maupun berfikir dan berlandaskan pada agama. Pendidikan yang paling penting adalah pendidikan keluarga, karena dalam keluarga anak pertama kali mulai belajar segala hal dari cara berbicara, membaca, menulis, dan mengenal berbagai hal di lingkungannya. Artikel ini mendeskripsikan tentang pendidikan keluarga dalam QS. Luqman ayat 12-19. Dalam ayat ini berisi berbagai macam cara mendidik anak agar menjadi manusia yang berahlak mulia. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode kualitatif pustaka, dengan pendekatan deskriptif analisis, yaitu sebuah pendekatan yang digunakan untuk menemukan apa-apa yang terjadi dalam kehidupan yang sebenarnya, dideskripsikan dengan data-data yang diperoleh, kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskripsi. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pada QS. Luqman Ayat 12-19 terdapat nilai pendidikan keluarga sehingga dapat dijadikan landasan bagi orangtua maupun guru dalam mendidik anak. Pada penafsiran Qs.Luqman ayat 12-19 sangat cocok diterapkan dalam pendidikan keluarga masa kini, Hal itu karena dalam pendidikan keluarga Luqman mengajarkan anak-anaknya untuk selalu bersyukur, menjauhi perbuatan syirik, berbuat baik kepada orangtua, mendirikan shalat, jangan sombong, dan melunakkan suara. Kata Kunci: Pendidikan Keluarga dan QS. Luqman ayat 12-19
Dampak Pendemi Covi-D 19 terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Baca Tulis Al-Quran di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Kecamatan Sanggau Ledo Uyung Yuliza; Sri Lestari; Yapandi Yapandi; Rianawati Rianawati
Arfannur Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.414 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v2i2.347

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused the implementation of learning in formal and non-formal educational institutions not to run properly. One of the non-formal educational institutions affected by the Covid-19 pandemic is the TPQ. The government’s policy to temporarily suspend the implementation of face-to-face learning in all educational institutions has an impact on the implementation of learning at TPQ. The focus of the problem in this study is 1. How is the impact of the covid 19 pandemic on the implementation of TPQ learning in Sanggau Ledo District. 2. What impact did TPQ have in Sanggau Ledo District during the Covid 19 Pandemic. 3. Did TPQ in Sanggau Ledo District play a role in socializing the Covid 19 Pandemic. The study was conducted in Sanggau Ledo District, Bengkayang Regency. The research approach used is a qualitative approach with case study methods, data processing using triangulation and data analysis using Miles and Huberman model analysis techniques. Sources of information in this study were 6 Head of TPQ in Sanggau Ledo District. The information obtained from the results of this study is that the implementation of learning at TPQ is less effective for TPQs who give their students a day off and is still running effectively for TPQs who continue to carry out face-to-face learning. TPQ institutions, students, teachers and parents of TPQ students feel the impact of this condition. TPQ also plays a role in socializing the Covid-19 pandemic, especially to TPQ students.
Kepemimpinan Progresif atasi Kemunduran Pendidikan Islam Tradisional Ja'far Nahsir; Asep Awaluddin
Arfannur Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.851 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v2i2.453

Abstract

Problems in traditional Islamic education start from an unattractive outward appearance to low competitiveness when juxtaposed with modern educational institutions. So it is necessary to find out the reasons for the decline of traditional Islamic educational institutions. This research is descriptive qualitative research with library-based data collection. The results of this study indicate that there is a need for leadership reformulation in traditional Islamic educational institutions so that they can exist and have high competitiveness, namely by utilizing the progressive leadership model as exemplified by the Prophet Muhammad SAW, namely 1) selecting staff who have the most role in running the organization in a professional and applicable way. fair, 2) able to take advantage of the development of information technology and also social media to convey messages and at the same time promote in the era of information technology ABSTRAK Permasalahan dalam Pendidikan Islam tradisional dimulai dari penampilan luar yang kurang menarik hingga daya saing yang rendah jika disandingkan dengan lembaga pendidikan modern. Sehingga perlu dicari tahu sebab mengenai kemunduran lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berbasis kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlu reformulasi kepemimpinan pada lembaga pendidikan Islam tradisional sehingga mereka mampu eksis dan berdaya saing tinggi, yaitu dengan memanfaatkan model kepemimpinan progresif sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yaitu 1) memilih staf yang paling berperan menjalankan roda organisasi dengan cara profesional dan berlaku adil, 2) mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan juga media sosial guna menyampaikan pesan dan sekaligus berpromosi di era teknologi informasi. Kata Kunci: pemimpin, kemunduran, progresif.
Peran Tokoh Agama dalam edukasi Al-Qur’an di Dusun Karanggede Gilangharjo Pandak Bantul Yogyakarta Ahmad Salim; Umi Hidayatun
Arfannur Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.74 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v2i2.454

Abstract

This study discusses the role of Islamic religious leaders in building the Al-Qur’an Literacy Village in Karanggede Hamlet. This research is qualitative research. By using the classification theory of Javanese society from Cliffort Greetz. The results of this study indicate that: Islamic religious leaders have some roles in Qur’an literate villages because they are included in the abangan, santri and priyayi variants, they are well received by the community. The role of Islamic religious leaders in building al Qur’an literate village is become a teacher of the Al-Qur’an, provide an understanding of the importance of reading Al-Qur’an through da’wah or lectures, and holding religious activities to support the learning of Al Qur’an that is carried out. ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai Peran Tokoh Agama Islam dalam membangun Desa Melek Al-Qur’an di Dusun Karanggede. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Dengan menggunakan teori klasifikasi masyarakat Jawa dari Cliffort Greetz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tokoh agama Islam mempunyai peran terhadap literasi Al-Qur’an karena masuk pada varian abangan, santri dan priyayi dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Peran tokoh agama Islam dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an dengan cara menjadi guru ngaji, memberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca Al-Qur’an lewat dakwah atau ceramah serta mengadakan kegiatan keagamaan untuk menunjang pembelajaran Al-Qur’an yang dilaksanakan. Kata Kunci: Peran Tokoh Agama Islam, Literasi Al-Qur’an
Pemikiran Pendidikan Islam Kontemporer Menurut Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) Muhammad Arkhanul Khamsi; Nur Asiah
Arfannur Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.221 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v2i2.462

Abstract

Islamic education does not only inclined to materialism, which solely stresses educational institutions, understanding knowledge (cognitive), and acquiring skills, therefore its function in the global period is still frequently questioned. Islamic education, on the other hand, refers to science to increase faith, understanding, religiosity, and human morality in students so that they become human beings who believe and have a noble character, which can help students fortify themselves from the negative aspects of modern technological progress in the current era of globalization. According to Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), the formation of a human being’s personality must begin in childhood to produce a good personality, such as becoming accustomed to being honest, daring to speak the truth, being patient with obstacles and objections, being resistant to criticism, and being firm in your stance. The purpose of this paper is to find out the method of Islamic education according to Hamka and its relevance to contemporary Islamic education. The wisdom method, advise method, discussion method, and observation method are the four approaches described by Haji Abdul Malik Karim Amrullah(HAMKA) in Islamic education. Education and teaching, according to Haji Abdul Malik Karim Amrullah(HAMKA), have different meanings but must be balanced and go hand in hand; education, he contends, is more about forming attitudes while teaching, forming attitudes is more about mastering knowledge. ABSTRAK Pendidikan islam tidak hanya cenderung kepada materialisme yang hanya mengutamakan lembaga pendidikan, pemahaman ilmu pengetahuan (kognitif) dan menguasai keahlian sehingga peran pendidikan islam di era global masih sering dipertanyakan. Padahal Pendidikan Islam merujuk kepada persoalan ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, religiusitas dan moralitas manusia agar para peserta didik menjadi seorang insan yang beriman dan berakhlak mulia yang pada nantinya bisa membantu para peserta didik membentengi diri dari berbagai hal negatif kemajuan teknologi modern pada era globalisasi saat ini. Hamka berpendapat budi pekerti seorang insan harus dibentuk dan ditanamkan sejak dini sehingga menghasilkan karakter yang baik seperti berani berpendapat sesuai pendiriannya, berani berkata jujur, dapat menghadapi bantahan, sabar ketika dikritik, dan teguh pendirian. Tujuan dari penulisan ini agar mengetahui metode Pendidikan Islam menurut Hamka dan relevansinya pada Pendidikan Islam kontemporer. Penulisan ini menggunakan metode studi Pustaka (kepustakaan) studi Pustaka adalah pengumpulan data melalui dokumen, artikel, dan buku sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Adapun 4 metode yang dijelaskan oleh Hamka dalam pendidikan islam terdiri dari: metode hikmah, metode nasihat, metode diskusi dan metode observasi. Hamka mengemukakan didalam pendidikan dan pengajaran terdapat perbedaan makna tapi harus seimbang dan beriringan, beliau mengatakan pendidikan bersifat pada pembentukan sikap sedangkan pengajaran bersifat pada ilmu pengetahuannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5