cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1: JUNI 2019" : 11 Documents clear
PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI LABU KUNING DAN KITOSAN DENGAN GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER Widodo, L.Urip; Wati, Sheila Neza; Vivi A.P, Ni Made
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1511

Abstract

Penggunaan material sintetis plastik berdampak pada pencemaran lingkungan sehingga dibutuhkan bahan pengemas yang dapat diuraikan yaitu edible film.Bahan baku utamanya yaitu pati labukuning karena keberadaan labu kuning sangat melimpah namun pemanfaatan labu kuning masih sedikit.Penelitian ini bertujuan untuk membuat edible film dari labu kuning dan kitosan dengan gliserol sebagaiplasticizer sebagai pengganti pembungkus makanan yang sesuai dengan standart pangan. Pengolahan Edible film diawali dengan pengambilan pati labu kuning. Pati labu kuning kemudian dicampur Kitosandengan variasi 1;1,5;2;2,5;3 (%w/v) yang dilarutkan dalam asam asetat 1% dan variasi gliserol 3; 4 ; 5 ; 6 ;7 ; (%v/v). Kemudian campuran diaduk menggunakan stirer, dicetak dan dioven pada suhu 60C. Hasilpenelitian diperoleh edible film terbaik pada komposisi kitosan 1% dan gliserol 7% dengan kuat tariksebesar 4,1176 Mpa, Elongasi 36,5714 % dan kelarutan 79,92 %. Kata kunci : edible film, gliserol, labu kuning, kitosan
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA ES KRIM DENGAN VARIASI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. Parachinensis L.) Yuli Fadmawati, Galih Ayu; Karyantina, Merkuria; Mustofa, Akhmad
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1514

Abstract

Es krim adalah produk pangan yang dibuat melalui kombinasi proses pembekuan dan agitasi pada bahan-bahan yang terdiri dari susu dan produk susu, pemanis, penstabil, pengemulsi, serta penambah citarasa. Buah  naga dan sawi hijau merupakan bahan baku yang dapat meningkatkankandungan gizi es krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dansensoris es krim dengan variasi buah naga merah dan sawi hijau dengan formulasi yang tepat, danmenjadi produk yang dapat diterima oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan metode RancanganAcak Lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu bubur buah naga merah (10,15, dan 20%) dan faktor kedua yaitu sawi hijau (10, 20, dan 30 gram). Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan buah naga 20% dan sawi hijau 30 gram. Es krimbuah naga merah dan sawi hijau tersebut memiliki karakteristik: kadar lemak 2,92%; kadar protein3,93%; kadar gula total 18,40%; kecepatan meleleh 20,57 menit; overrun 5,18%; rasa buah nagasangat nyata (2,67); rasa sawi hijau sangat nyata (2,33); tekstur lembut (2,00); warna ungu tua (4,60);dan disukai panelis (3,20). Kata kunci: es krim, buah naga merah, sawi hijau, fisikokimia   DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1514
KARAKTERISTIK MARSHMALLOW DARI KULIT PISANG RAJA (MUSA TEXTILIA) : KAJIAN KONSENTRASI GELATIN DAN PUTIH TELUR Sarofa, Ulya; .,, Rosida; Dewi Wulandari, Lina Putri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1505

Abstract

Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Padaumumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara nyata. Kulit memiliki kandungan vitamin C dan B yang tinggi,serta banyak terkandung mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, pada penelitian inidilakukan pemanfaatan kulit pisang untuk dijadikan produk yang digemari masyarakat yaitu marshmallow.Marshmallow merupakan salah satu jenis permen lunak (soft candy) yang memiliki tekstur seperti busa yang lembut, ringan dan kenyal merupakan hasil dari campuran gula atau sirup jagung, putih telur, gelatin dan bahanperasa yang dikocok. Penambahan gelatin dan putih telur pada pembuatan marshmallow bertujuan untukmemperbaiki tekstur dan menghasilkan marshmallow yang lembut. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenentukan perlakuan terbaik antara konsentrasi gelatin dan putih telur dalam pembuatan Marshmallow kulitpisang raja. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial dengan 2 faktor, yaitu faktorpertama konsentrasi penambahan gelatin (8%, 10% dan 12%) dan faktor kedua adalah tingkat penambahanputih telur (3%, 4%, dan 5%). Hasil perlakuan terbaik adalah marshmallow dengan kosentrasi gelatin 12% dankonsentrasi putih telur 3% dengan kadar air 18,323%, kadar abu 1,080%; kadar vitamin C 9,765 mg, kadar gulareduksi 5,102%, tekstur 3,150 N, Elastisitas 21,340%. Rata-rata nilai organoleptik warna 2,85 (agak tidak suka),aroma 4,7 (agak suka), tekstur 4,7 (agak suka) dan rasa 5,05 (agak suka). Kata Kunci : marshmallow, kulit pisang, gelatin,putih telur DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1505
KARAKTERISTIK MARSHMALLOW DARI PERLAKUAN PROPORSI CIPLUKAN (PHYSALIS PERUVIANA L) DAN JERUK MANIS (CITRUS SINENSIS) SERTA PENAMBAHAN GELATIN .,, Jariyah; .,, Rosida; Nisa, Dewi Choerun
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1506

Abstract

Ciplukan merupakan buah yang memiliki nilai gizi yang baik (vitamin A, C dan E, potasium, fosfor dan kalsium),serta diketahui memiliki manfaat kesehatan, namun sampai saat ini ciplukan belum banyak dimanfaatkan. Oleh karena ituakan dilakukan pemanfaatan buah ciplukan menjadi salah satu produk yang lebih bermanfaat d yakni marshmallow.Marshmallow merupakan salah satu jenis permen lunak (soft candy) yang digemari masyarakat karena memiliki teksturseperti busa yang lembut, ringan, kenyal dalam berbagai bentuk aroma, rasa dan warna yang beragam. Pada penelitian inidilakukan pembuatan marshmallow dengan proporsi ciplukan dan jeruk manis. Jeruk memiliki kandungan vitamin C danantioksidan yang tinggi, serta banyak terkandung mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Untuk membentuk teksturmarshmallow yang kenyal dan lembut diperlukan penambahan gelatin untuk menghasilkan marshmallow dengan tekstur yangbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perlakuan terbaik antara proporsi ciplukan dan jeruk manis dengankonsentrasi penambahan gelatin dalam pembuatan Marshmallow. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu faktor pertama proporsi ciplukan dan jeruk manis (90:10, 80:20, 70:30) dan faktorkedua adalah konsentrasi penambahan gelatin (6%, 7%, dan 8%). Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan ANOVAdan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf 5%. Hasil perlakuan terbaik didapatkan pada marshmallow dengan proporsiciplukan 80 dan jeruk manis 20 dengan konsentrasi gelatin 8% dengan Marshmallow dengan proporsi ciplukan 80 dan jerukmanis 20 dengan penambahan gelatin 8% merupakan perlakuan terbaik dengan kadar air 19,924%, kadar abu 1,866%; gulareduksi 11,730%, vitamin C 51,185mg, serat kasar 3,710%, aktivitas antioksidan 162,208 mg/ml, tekstur 7,900 N, elastisitas87,110% dengan nilai organoleptik rasa 3,15 (biasa-suka), aroma 2,90 (tidak suka-biasa) dan tekstur (kekenyalan) 3,15(biasa-suka). Kata Kunci : marshmallow, ciplukan, jeruk manis, gelatin DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1506
KAJIAN FORMULASI TEPUNG GADUNG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST), PATI TAPIOKA DAN TEPUNG TERI PADA STIK GADUNG Basuki S, Enny Enny; Winarti, Sri; Puspitasari, Ken Dina
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1504

Abstract

Stik merupakan salah satu produk dalam katagori makanan ringan ekstrudat yang dibuat melalui proses ekstruksi dari tepung gadung, pati tapioka dan tepung teri dengan atau tanpa proses penggorengan. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi tepung gadung dan pati tapioka dan penambahan tepung teri yang disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan rancangan acak lengkap sederhana, satu faktor, 9 formulasi dan dua kali ulangan. Hasil terbaik diperole pada formulasi tepung gadung 74,80 gram, pati tapioka 18,70 gram dan tepung teri 16,50 gram, dengan kadar air 3,543%, kadar abu 3,935%, kadar kalsium 927,210 mg, kadar protein 10,880%, kadar pati 33,890%, kadar amilosa 11,390%, daya patah 1,726 N, nilai rasa 2,90, nilai tekstur 3,30 dan nilai aroma 1,80. Kata kunci: tepung gadung, pati tapioka, tepung teri, stik DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1504
Ekstraksi Saponin Dari Biji Mahoni (Sweitenia mahogani Jacq) Berbantu Ohmic heating Waziiroh, Elok; .,, Harijono; Ardiyanti, Meidinar Rizky; Monica, Agnes
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1512

Abstract

Pemanfaatan biji mahoni (Swietenia mahogani Jacq) sesuai kearifan lokal di kalangan masyarakat telah banyak dilakukan. Biji mahoni memiliki potensi yang menjanjikan sebagai tanaman obatdengan spektrum cukup luas. Kemampuan fungsional biji mahoni dikarenakan mengandung komponenbioaktif, antara lain saponin. Isolasi senyawa bioaktif dari biji mahoni selama ini dilakukan menggunakan ekstraksi metode konvensional. Metode konvensional dinilai memiliki kekurangan dari segi efisiensi danefektivitas. Salah satu metode ekstraksi non-konvensional adalah ekstraksi berbantu ohmic heating.Faktor lama waktu ekstraksi dan rasio pelarut:bahan merupakan dua faktor yang berpengaruh padaefesiensi ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu ekstraksi dan rasiopelarut:bahan terhadap kualitas dan kuantitas ekstrak saponin biji mahoni. Metode yang digunakan yaiturancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor, proporsi pelarut (10:1, 12:1,dan 14:1 (v/b) dan lama ekstraksi (5, 10, dan 15 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuanrasio pelarut:bahan 14:1 dan lama ekstraksi 15 menit merupakan kondisi ekstraksi berbantu ohmic heatingyang optimal dibandingkan metode maserasi. Perlakuan terbaik ekstraksi berbantu ohmic heatingmenghasilkan rendemen 38,439%, kadar saponin sebesar 8,87% dan aktivitas antioksidan total sebesar31,46%. Kata kunci : Saponin, Biji Mahoni, Efektivitas Ekstraksi, Ohmic heating DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1512
PEWANGIAN BERAS DENGAN OLEORESIN PANDAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP INDEKS GLIKEMIK Asy’ari Habullah, Umar Hafidz; Surayya, Latifatus; Maharani, Zulfah; Qulub, Ahmad Syifa’ul
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1510

Abstract

Beras non aromatik kurang diminati konsumen. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilainyadengan mewangikannya. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan oleoresinpandan pada pewangian beras non aromatik terhadap aroma beras secara organoleptik, total fenol, respon gula darah dan indeks glikemik. Metode yang digunakan adalah perendaman beras non aromatik(IR64) menggunakan oleoresin pandan wangi dengan variasi konsentrasi 0,25% dan 0,5%. Hasilpenelitian membuktikan bahwa rekayasa pewangian berhasil dilakukan. Hasil uji aroma secaraorganoleptik menunjukkan bahwa aroma beras wangi memiliki tingkat aroma wangi 1,8 hingga 2,8 kalilebih wangi dibandingkan kontrol beras IR64 dan 0,8 hingga 1,8 kali lebih wangi dibandingkan beraspandan wangi. Kandungan senyawa fenol dalam beras wangi lebih besar dibandingkan kontrol. Semakinmeningkat konsentrasi oleoresin yang diberikan maka kehilangan fenol selama pemasakan menjadi nasisemakin rendah. Beras wangi terbukti memiliki respon gula darah yang lebih rendah daripada kontrol.Selain itu, beras wangi juga terbukti memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah daripada kontrol. Kata kunci: aroma beras, pewangian, oleoresin pandan, respon gula darah DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1510
Pemanfaatan Tepung Pisang Kepok dan Buah Nangka Kering dalam Pembuatan Snack Bar .,, Desiliani; Harun, Noviar; Fitriani, Shanti
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari kombinasi tepung pisang kepok danbuah nangka kering dalam snack bar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) denganlima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah TN1 (tepung pisang kepok 80% danbuah nangka kering 20%), TN2 (tepung pisang kepok 70% dan buah nangka kering 30%), TN3 (tepung pisang kepok 60% dan buah nangka kering 40%), TN4 (tepung pisang kepok 50% dan buah nangkakering 50%), dan TN5 (tepung pisang kepok 40% dan buah nangka kering 60%). Hasil penelitianmenunjukkan perlakuan terbaik adalah snack bar tepung pisang kepok 40% dan buah nangka kering 60%yang memiliki kadar air 24,69%, abu 2,36%, lemak 12,54%, protein 5,07%, serat kasar 1,48%, karbohidrat55,34%, warna coklat kekuningan (3,37), beraroma buah nangka (2,17), berasa buah nangka (2,13),tekstur agak padat (2,53), dan kesukaan keseluruhan disukai panelis (3,85). Kata kunci: tepung pisang kepok, buah nangka kering, snack bar. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1503
KARAKTERISTIK ASINAN KUBIS YANG DIBUAT DENGAN PENAMBAHAN ISOLAT Lactobacillus plantarum 1 .,, Yusmarini; Pato, Usman; Johan, Vonny Setiaries; Fitriani, Shanti; .,, Rahmayuni; Zelviani, Puja Febri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1542

Abstract

Asinan kubis atau yang lebih dikenal dengan sebutan sauerkraut merupakan salah satu produk fermentasi yang dibuat dari kubis. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan Lactobacillus plantarum 1 indegenus yang diisolasi dari industri pengolahan pati sagu dalam pembuatan asinan kubis serta mempelajari karakteristik kimiawi, mikrobiologis dan sensori asinan kubis yang dihasilkan. Tiga strain Lactobacillus plantarum 1 dengan sifat amilolitik dan karakteristik probiotik yang berbeda, dikombinasikan dengan Leuconostoc mesenteroides. Hasil penelitian menujukkan bahwa asinan kubis yang dibuat dengan menambahkan starter Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus plantarum 1 mempunyai nilai pH, kadar asam asetat dan gula total yang lebih rendah, namun mempunyai total asam tertitrasi dan total BAL yang lebih tinggi dibandingkan asinan kubis yang dibuat hanya dengan menambahkan Leuconostoc mesenteroides. Sifat sensori asinan kubis yang disuplementasi dengan Lactobacillus plantarum 1 secara keseluruhan agak disukai  hingga disukai oleh panelis dan jumlah bakteri asam laktat yang terdapat pada asinan kubis yang ditambah L.plantarum 1 mencapai 109 - 1010 CFU/ml. Kata kunci : Lactobacillus plantarum 1, amilolitik, probiotik, asinan kubis
NILAI INDEKS GLIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK PRODUK OLAHAN SUWEG (Amorphophalus campanulatus BI) Nurdyansyah, Fafa; Retnowati, Endang Is; Muflihati, Iffah; Muliani, Rizky
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1513

Abstract

Indeks glikemik produk pangan dipengaruhi oleh salah satu faktor yaitu cara pengolahan seperti pemanasan, pemanggangan, penggorengan, dan pendinginan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilaiindeks glikemik dan beban glikemik umbi suweg (Amorphophalus campanulatus BI) akibat berbagai variasipengolahan bertingkat yaitu pemanggangan, pemanggangan disertai penggorengan, dan pemanggangan disertaipendinginan serta mengetahui perubahan komposisi nilai gizi suweg akibat proses pengolahan tersebut. Desainpenelitian yang digunakan yaitu studi eksperimental yang dilakukan terhadap subjek relawan. Sebanyak 6 orangsubjek relawan diberikan produk olahan suweg berupa 3 jenis perlakuan olahan suweg yaitu : suweg panggang,suweg panggang yang kemudian digoreng, dan suweg panggang yang kemudian didinginkan dan dilakukanpengukuran kadar glukosa darah setelah mengkonsumsi produk olahan suweg untuk ditentukan kurva responglukosa dan indeks glikemiknya. Nilai indeks glikemik semua produk olahan suweg termasuk dalam kategori rendahyaitu kurang dari 55, secara rinci yaitu suweg panggang memiliki nilai indeks glikemik sebesar 41,2, sedangkansuweg panggang + goreng memiliki nilai indeks glikemik sebesar 27,0 serta suweg panggang + pendinginan sebesar33,0. Beban glikemik produk olahan suweg dengan besaran porsi 100 gram suweg olahan yaitu 16,3; 14,0; dan15,3 masing-masing secara berurutan pada suweg panggang, suweg panggang-goreng, serta suweg panggang-pendinginan termasuk kedalam kategori tingkat sedang. Proses pengolahan bertingkat menyebabkan indeksglikemik produk olahan suweg yang lebih rendah dibandingkan dengan pengolahan tunggal. Kata Kunci : suweg, pengolahan, indeks glikemik, beban glikemik DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i1.1513

Page 1 of 2 | Total Record : 11