cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
KAJIAN PERAN SUSU SKIM DAN BAKTERI ASAM LAKTAT PADA MINUMAN SINBIOTIK UMBI BENGKUANG (pachyrrhizus erosus)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1: Juni 2011
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v5i1.399

Abstract

Sinbiotik  (eubotic)  is  a  combination  of  prebiotics  and  probiotics.  The  advantage  of  this combination is to enhance  the growth  of  probiotic  bacteria  by prebiotic  substrates. In general, the  raw  material  of  sinbiotik  beverage  is  milk.  At  this  time,  as  product  innovations  made  brew filtrate  sinbiotik  of  yam  tubers  (Pachyrrizus  erosus).  The  advantages  of  this  product  is  the availability of two components as well as the  inulin derived from the  tubers of  yam which acts as a prebiotic and Lactobacillus Casei that act as probiotics. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of skim milk and the concentration of starter (Lactobacillus casei)  that  most  optimally  in  the  process  of  making  drinks  sinbiotik  yam  tubers.  The  results showed  that  the  best  treatment  there  is  the  additional  treatment  of  skim  milk  20%  and  the concentration of starter (Lactobacillus Casei) 2%. The results showed total lactic acid bacteria 11.2933 log CFU / ml, 0.5119% total acid, pH 3.7, total dissolved solids 36.0680 (oBrix), inulin content of 3.2503% and 0.3667% soluble protein.Keywords: sinbiotik, skim milk, probiotic bacteria, prebiotic substrates
DENDENG RESTRUKTURISASI KAYA SERAT DARI DAGING DAN KLUWIH DENGAN Na-ALGINAT SEBAGAI BAHAN PENGIKAT
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2: Desember 2008
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v2i2.1005

Abstract

DENDENG RESTRUKTURISASI KAYA SERAT DARI DAGING DAN KLUWIH DENGAN Na-ALGINAT SEBAGAI BAHAN PENGIKAT
PRODUKSI KOPI BIJI SALAK BANGKALAN DENGAN MESIN PEMECAH BIJI EFISIENSI TINGGI
Jurnal Teknologi Pangan Vol 12, No 1: Juni 2018
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v12i1.1111

Abstract

Abstrak Salah satu komoditas unggulan wilayah Agroklimat Bangkalan adalah salak. Produksi buah salak di Bangkalan sangat besar. Bentuk pengolahan biji salak yang cukup prospektif adalah dalam bentuk kopi. Selain rasanya yang khas dan segar dengan aroma buah salak, kopi biji salak dapat mengatasi masalah kesehatan dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Selama ini kita menyebut bahwa kopi umumnya berwarna hitam. Entah kopi yang disangrai  light, medium, dan dark, kebanyakan menyebutnya sebagai kopi hitam. Padahal, kopi tidak pernah benar-benar hitam. Warnanya agak coklat karena biji kopi sudah disangrai lebih dulu. Kopi biji salak merupakan kopi yang terbuat dari buah salak. Kopi biji salak biasanya dibuat secara konvensional dengan melakukan penjemuran berhari-hari supaya bijinya dapat dipotong atau dihancurkan. Dengan penggunaan mesin pemecah biji salak yang dijelaskan pada paper ini maka proses pembuatan kopi biji salak dapat dilakukan lebih singkat. Kata Kunci: kopi, biji salak, mesin pemecah, efisien DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v12i1.1111
Proses Pembuatan Nugget Ikan Mas (Cyprinus carpio) Kajian Penambahan Tepung Tapioka dan Susu Skrim Terhadap Penerimaan Konsumen
Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 1: Juni 2007
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v1i1.979

Abstract

Proses Pembuatan Nugget Ikan Mas (Cyprinus carpio) Kajian Penambahan Tepung Tapioka dan Susu Skrim Terhadap Penerimaan Konsumen
ANALISIS KADAR KATEKIN DAN EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA PRODUK BERBAHAN UTAMA BUBUK KAKAO (Content Analysis And Evaluation Activities Antioxidant Catechins Some Major Products Based Cocoa Powder)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1: Juni 2016
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v10i1.697

Abstract

ABSTRAKAntioksidan katekin pada biji kakao diperkirakan bisa mencapai 10%. Senyawa tersebut memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun dalam proses pengolahan menjadi bubuk senyawa tersebut banyak mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar katekin dan mengevaluasi aktivitas antioksidan pada beberapa produk berbahan utama bubuk kakao di kota Kendari. Kegiatan penelitian diawali dengan survey dan pengambilan sampel produk pada beberapa pasar/toko di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Analisis katekin menggunakan komponen katekin standar (+)-katekin dan evaluasi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 produk komersil (yang diberi kode A – K), kadar katekin terendah diperoleh pada produk H sebesar 1,40% dan tertinggi pada produk I (2,72%). Hasil evaluasi aktivitas antioksidan produk dengan kadar katekin tertinggi (produk I) juga menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 21,37%. 11 produk komersil tersebut seluruhnya memiliki kadar katekin yang lebih rendah dibandingkan produk bubuk kakao dengan kode L yang diolah dari biji kakao lokal.Kata kunci : katekin, antioksidan, bubuk, kakao, DPPHABSTRACTAntioxidant catechins in cocoa beans is expected to reach 10%. The compounds provide many health benefits. But in the process of processing into powder compounds are plenty decreased. This study aims to determine the levels of catechins and evaluate the antioxidant activity in some of the major products made from cocoa powder in Kendari. Research activities beginning with a survey and sampling of products in some markets / shops in the city of Kendari, Southeast Sulawesi. Analysis of catechins catechin using standard components (+) - catechin and evaluation of antioxidant activity using DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). The results showed that of the 11 commercial products (code A - C), low levels of catechins obtained on H amounted to 1.40% and the highest in the product I (2.72%). The results of the evaluation of the antioxidant activity of the product with the highest catechin content (product I) also showed the highest antioxidant activity of 21.37%. 11 The commercial products all have lower levels of catechins than cocoa powder products with the code L prepared from local cocoa beans.Keywords: catechins, antioxidants, powder, cocoa, DPPH
KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERAS ANALOG DARI TEPUNG KOMPOSIT (GADUNG, JAGUNG, MOCAF) DENGAN PENAMBAHAN PEWARNA ANGKAK (CHARACTERISTICS AND ACTIVITIES ANTIOXIDE RICE ANALOG OF COMPOSITE FLOUR (MADE, CORN, MOCAF) WITH ADDITIONAL DYES ANGKAK)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 12, No 1: Juni 2018
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v12i1.1098

Abstract

Abstrak Beras analog merupakan beras tiruan yang berbentuk dan mempunyai tekstur menyerupai beras namun dibuat dari bahan pangan lokal non beras seperti umbi-umbian maupun serealia lainnya. Salah satu umbi yang dapat digunakan dalam pembuatan beras analog adalah umbi gadung. Karakteristik beras yang dihasilkan dapat ditingkatkan dengan substitusi tepung lain, salah satunya adalah mocaf. Selain itu, untuk meningkatkan nilai fungsional beras, dapat ditambahkan bahan pangan lain yang mengandung antioksidan, salah satunya yaitu angkak. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi dan penambahan angkak terhadap karakteristik dan aktivitas antioksidan beras yang dihasilkan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perlakuan proporsi tepung gadung : tepung mocaf (90% : 10% ; 80% : 20% ; 70% : 30% ; 60% : 40%) dan faktor kedua adalah penambahan Angkak (0,6 %; 1,2%; 2%) dengan kombinasi perlakuan 12 perlakuan dan dua kali ulangan. Data dianalisis menggunakan metode two-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%, Jika ada perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan Uji Tukey α = 5%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik adalah beras analog dengan substitusi tepung mocaf 20% dan penambahan angkak 2% dengan kadar air 10,17%, kadar abu 2,27%, kadar pati 55,41%, kadar amilosa 25,61%, intensitas warna L,a,b berturut-turut adalah 55,66,19,93, 13,28, aktivitas antioksidan 62,10%, daya rehidrasi 121,33%, volume pengembangan 133,52. Kata kunci : Beras analog, umbi gadung, angkak, antioksidan,mocaf DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v12i1.1098
KARAKTERISTIK EFFERVESCENT PREBIOTIK GALAKTOMANAN DARI AMPAS KELAPA
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 2: Desember 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i2.1707

Abstract

  Effervescent didefinisikan sebagai bentuk sediaan yang menghasilkan gelembung (CO2) sebagai hasil dari reaksi kimia dalam larutan. Persiapan Effervescent memiliki tujuan tertentu, tergantung pada jenis bahan aktif yang digunakan. Penambahan galactomannan ke effervescent adalah salah satu inovasi baru dalam produk effervescent yang menggunakan bahan aktif seperti prebiotik. Limbah ampas kelapa merupakan salah satu limbah dari pengolahan kelapa yang berpotensi diekstraksi secara galactomannan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan galactomannan terhadap karakteristik efervesen. Desain yang digunakan adalah desain acak lengkap sederhana dengan penambahan konsentrasi galaktomanan yang berbeda (1,2,3,4%). Hasil terbaik yang dipilih adalah produk dengan penambahan 4% galaktomanan. Ini memiliki karakteristik Fisik dan Kimia; kadar air 3,884%, berat 495.740 mg, kekerasan 5,8 kg / cm2, kerapuhan 0,217%, dan waktu kelarutan 1,54 menit. Kata Kunci: Efervescen, prebiotik, galaktomanan, ampas kelapa DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v13i2.1707
PEMBUATAN PERMEN JELLY KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) KAJIAN KONSENTRASI SUKROSA DAN GELATIN
Jurnal Teknologi Pangan Vol 12, No 1: Juni 2018
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v12i1.1103

Abstract

ABSTRAK Permen jelly merupakan salah satu makanan ringan yang sangat disukai oleh semua kalangan, meningkatkan nilai ekonomis dari limbah buah naga merah adalah dengan mengolahnya menjadi permen jelly. Kulit buah naga merah memiliki antioksidan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gelatin dan sukrosa terhadap kualitas permen jelly dan menentukan kombinasi perlakuan terbaik dari konsentrasi gelatin dan sukrosa pada pembuatan permen jelly kulit buah naga merah sehingga dihasilkan permen jelly yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah penambahan sukrosa 60%; 70%; dan 80%, dan faktor II adalah penambahan gelatin 18%; 22%; dan 26%. Untuk mengetahui adanya perbedaan diantara perlakuan digunakan Uji Berjarak Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan penambahan sukrosa 70% dan penambahan gelatin 26% yang menghasilkan permen jelly, kadar air 21,29%, kadar abu 1,63%, gula reduksi 9,63% dan kekuatan gel 38,28%, dengan total fenol 0,52%, antioksidan 55,17%, antosianin 24,34 mg/100g pada hasil perlakuan terbaik, serta nilai kesukaan rasa 108, warna 122,5 dan tekstur 108,5. Hasil analisa finansial menyatakan bahwa, diperoleh nilai Break Event Point (BEP) Rp. 234.658.367.70; persen titik impas 25,09 %; kapasitas titik impas 45.785 unit/tahun; nilai payback period selama 3,5 tahun ; NPV 104.593.103; gross B/C 1,11 ; serta nilai IRR 21,692 % (dengan tingkat suku bunga 20%) sehingga usaha permen jelly kulit buah naga merah dapat dikembangkan.Kata kunci : Antioksidan, Gelatin, Kulit Buah Naga Merah, Permen Jelly, Sukrosa DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v12i1.1103
Penentuan jumlah bibit pada proses pembuatan gula siwalan (borassus flabellifer Linn) Kristal . Kajian aspek mutu produk dan finansil
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 2: Desember 2008
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v2i2.1011

Abstract

Penentuan jumlah bibit pada proses pembuatan gula siwalan (borassus flabellifer Linn) Kristal . Kajian aspek mutu produk dan finansil
PEMBUATAN ASAM GLUKONAT DARI GLUKOSA DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus niger
Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 2: Desember 2010
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v4i2.442

Abstract

Gluconic  acid  is  a  product  of  the  dehydrogenation  of  glucose,  and  used  widely  industry. Gluconic acid which is crystallized in the form-δ-lactone glukono can be used to substitute for yeast in bread making and other food industries. The more 50,000 tons of gluconic acid were produced by fermentation using Aspergilus niger of material containing glucose. The  purpose  of  this  study  to  determine  the  best  treatment  volume  and  the  fermentation  time starter in the production of gluconic acid from glucose by fermentation with Aspergillus niger. This research used Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern consisting of 2 factors with 2 repetitions. The first factor  is the length of fermentation (12 and 18, and 24 hours)  and  the  second  factor    is  the  volume  of  starter  (12,  16;  and  20  mL)  .  The results showed that the best treatment there is the treatment of fermentation time 24 hours and the volume of 16 ml starter, which produces gluconic acid with a concentration = 7.405%, density = 1.1559 g / ml, pH = 3.4, biomass = 8.5580 gr .