cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
POTENSI BEBERAPA JENIS TEPUNG RUMPUT LAUT UNTUK MENINGKATKAN KADAR HDL (HIGH DENSITY LIPOPROTEIN) PLASMA TIKUS WISTAR HIPERKOLESTEROLEMIA
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2: Desember 2011
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v5i2.407

Abstract

Several types  of  seaweed in  Bali  has  been generally  consumed  by  local  people  as vegetable, such as Caulerpa spp. (local name Bulung Boni), Gracillaria spp (local name Bulung Sangu) and Euchema spinosum, but has not been reported  its potential effect to increase high density  Lipoprotein  (HDL)   levels.  Therefore it  is  necessary    to  determine  of  plasma HDL cholesterol  level  of  Wistar  rat  after  treated  Caulerpa  spp,  Gracillaria  spp. and  Euchema spinosum. This experimental study used completely  randomized design. Research using  a total of  32  Wistar rats  divided  into  eight  sample  groups  of  equal  size,  all  fed  with  a  diet  high  in cholesterol content. The eight sample groups were respectively designated as negative control group,  positive  control  group,  and  six    treated  sample  groups,  respectively  fed  orally  with  a dose of 1 g and 1,5 g seaweed flour  of Caulepa spp.  1g and 1,5 g of Gracilaria spp., and 1 g and  1,5  g  Euchema  spinosum  per  100g  body  weight  per  day.  Each  treatment  was  repeated four times.  Our  study showed  that  rat fed with  high  cholesterol  diet and  treated Caulerpa  spp., Gracilaria spp., and E.spinosum with a dose of 1 g and 1.5 g/100 g body weight rat / day were associated  with  statistically  significantly  increased plasma HDL level (p  <0.05) as compared with those  of rats fed with high-cholesterol diet without treated  Caulerpa spp., Gracilaria spp., and E.spinosum. The  studied  concuded  that  plasma  HDL  level  of  Wistar  hypercholesterolemia  fed Caulerpa  spp.,  Gracilaria  spp.,  and  E.spinosum  flour with  dose  of  1  g  or  1,5  g higher  than Wistar rat without treated seaweeds flour. Rats fed E.spinosum with dose of 1.5 g , the plasma HDL level highest than the other treatment.Keywords : Caulerpa spp., Gracilaria spp.,  E.spinosum, HDL,  hypercholesterolemic
PERUBAHAN KOMPOSISI KIMIA TEMPE KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) SELAMA PENGOLAHAN
Jurnal Teknologi Pangan Vol 14, No 1: Juni 2020
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v14i1.2187

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) mengandung zat gizi namun juga mengandung komponen antinutrisiyang menyebabkan penurunan nilai gizinya. Kacang merah berpotensi untuk diolah menjadi tempe.Perubahan komposisi kimia dan komponen antinutrisi dari kacang merah dapat terjadi selama pengolahantempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan komposisi kimia dan kandungan antinutrisi darikacang merah selama proses pengolahan tempe. Kacang merah diberi perlakuan perendaman, perebusan,perendaman asam dan fermentasi kapang (campuran Rizophus oryzae dan Rizophus oligosporus).Komposisi kimia, kandungan asam amino, aktivitas inhibisi antitripsin, kadar total isoflavon, dan oligosakaridadari kacang merah dievaluasi. Kacang merah mengandung protein dan karbohidrat yang tinggi (23,01% bkdan 71,51%bk). Komposisi protein kacang merah didominasi oleh asam aspartat (2.75 g/100g), asamglutamat (3,71 g/100g), leusin (1,80 g/100g) dan lisin (1,50 g/100g). Kacang merah menunjukkan aktivitasinhibisi antiripsin (0,58x106 TUI), mengandung isoflavon (152,76 mg/100g) dan oligosakarida dalam bentukstakiosa (13,97 mg/g) dan rafinosa (1,88 mg/g). Proses perendaman, perebusan, perendaman asam, danfermentasi kapang mempengaruhi secara signifikan (p<0,05) komposisi kimia, komposisi asam amino,aktivitas antitripsin, kadar isoflavon dan oligosakarida. Proses pengolahan secara keseluruhan hinggadihasilkan tempe kacang merah menyebabkan peningkatan kadar protein, penurunan kadar karbohidrat,perubahan komposisi asam amino, penurunan kadar total isoflavon, aktivitas inhibisi antitripsin dan kadaroligosakaridaKata kunci: kacang merah, asam amino, antitripsin, isoflavon, oligosakarida  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v14i1.2187
PEMANFAATAN JANTUNG PISANG DAN KLUWIH PADA PEMBUATAN ABON IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DITINJAU DARI ANALISIS PROKSIMAT, DAN UJI ASAM TIOBARBITURAT (TBA)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 12, No 1: Juni 2018
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v12i1.1102

Abstract

AbstractKelemahan abon ikan adalah teksturnya yang lembut seperti tepung dan bukan seperti abon daging sapi yang berserat . Jantung pisang dan kluwih adalah bahan nabati sebagai alternatif bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan abon ikan, untuk meningkatkan kandungan serat pada abon ikan dan mengurangi biaya pembuatan abon ikan yang disebabkan mahalnya harga ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan penambahan jantung pisang dan kluwih dalam pembuatan abon ikan tongkol (Euthynnus affinis) terhadap mutu abon, dan  untuk mengetahui mutu abon yang terbaik dalam pembuatan abon daging ikan tongkol dengan bahan tambahan jantung pisang dan kluwih dengan pengukuran : Analisa proksimat, dan  uji TBA abon dari ikan tongkol (Euthynnus affinis). Penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Sedangkan untuk uji proksimat dan TBA dilakukan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Malang. Metode yang digunakan metode experimental. Rancangan percobaan ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan2 perlakuan dan 10 ulangandengan perbandingan jantung pisang dan pindang ikan tongkol 40% : 60% dengan perlakuan : A (bahan tambahan  jantung pisang kepok), B (bahan tambahan kluwih). Analisa data dengan Uji T. Hasil penelitian dari kedua perlakuan menunjukkan untuk uji proksimat karbohidrat, protein dan serat kasar tidak menunjukkan perbedaan yang nyata ( t hitung < 0.05), kadar abu dan Lemak menunjukkan perbedaan nyata ( 0.05 < t hitung < 0,01) dan kadar air menunjukkan perbedaan sangat nyata (t hitung > 0.01), sedangkan untuk uji TBA tidak menunjukkan perbedaan nyata ( t hitung < 0.05). Kata kunci : Abon ikan, jantung pisang, kluwih, analisis prolsimat, uji TBA DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v12i1.1102
IDENTIFIKASI PELUANG PRODUKSI BERSIH PADA INDUSTRI KERIPIK SINGKONG
Jurnal Teknologi Pangan Vol 12, No 1: Juni 2018
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v12i1.1104

Abstract

ABSTRAK Produksi bersih merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja lingkungan di industri pengolahan keripik singkong. Tahap awal dalam penilaian produksi bersih adalah identifikasi peluang produksi bersih dengan metode analisis deskriptif dan analisis keseimbangan material dan energi. Berdasarkan analisis neraca keseimbangan material dan energi, jumlah bahan baku 3,6 ton singkong menghasilkan non product output air sisa pencucian, 1,5 liter minyak jelantah dan 900 kg kulit singkong. Berdasarkan analisis neraca kesetimbangan massa dan energi tersebut, terdapat 5 peluang produksi bersih yaitu penghematan air, produksi sabun dari minyak jelantah, pengolahan kulit singkong menjadi tepung kulit singkong, kerupuk kulit singkong dan gula cair.  Perlu dilakukan penelitian lanjut berupa sintesis untuk menentukan alternatif terbaik dari beberapa peluang produksi bersih yang telah teridentifikasi. Kata Kunci: Produksi bersih, keripik singkong DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v12i1.1104
KARAKTERISTIK ASINAN KUBIS YANG DIBUAT DENGAN PENAMBAHAN ISOLAT Lactobacillus plantarum 1 .,, Yusmarini; Pato, Usman; Johan, Vonny Setiaries; Fitriani, Shanti; .,, Rahmayuni; Zelviani, Puja Febri
Jurnal Teknologi Pangan Vol 13, No 1: JUNI 2019
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v13i1.1542

Abstract

Asinan kubis atau yang lebih dikenal dengan sebutan sauerkraut merupakan salah satu produk fermentasi yang dibuat dari kubis. Penelitian bertujuan untuk memanfaatkan Lactobacillus plantarum 1 indegenus yang diisolasi dari industri pengolahan pati sagu dalam pembuatan asinan kubis serta mempelajari karakteristik kimiawi, mikrobiologis dan sensori asinan kubis yang dihasilkan. Tiga strain Lactobacillus plantarum 1 dengan sifat amilolitik dan karakteristik probiotik yang berbeda, dikombinasikan dengan Leuconostoc mesenteroides. Hasil penelitian menujukkan bahwa asinan kubis yang dibuat dengan menambahkan starter Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus plantarum 1 mempunyai nilai pH, kadar asam asetat dan gula total yang lebih rendah, namun mempunyai total asam tertitrasi dan total BAL yang lebih tinggi dibandingkan asinan kubis yang dibuat hanya dengan menambahkan Leuconostoc mesenteroides. Sifat sensori asinan kubis yang disuplementasi dengan Lactobacillus plantarum 1 secara keseluruhan agak disukai  hingga disukai oleh panelis dan jumlah bakteri asam laktat yang terdapat pada asinan kubis yang ditambah L.plantarum 1 mencapai 109 - 1010 CFU/ml. Kata kunci : Lactobacillus plantarum 1, amilolitik, probiotik, asinan kubis
KAJIAN PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA DAN KUNING TELUR PADA PEMBUATAN BAKSO DAGING SAPI
Jurnal Teknologi Pangan Vol 6, No 1: Juni 2012
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v6i1.420

Abstract

ABSTRACT Meat ball is one of the emulsion food. Meat ball dough is oil in water emulsion made from fat and water mixed in colloid phase, with protein as emulsifier. Research aim on the effect of cassava flour (binder) and yolk addition  on the quality of meat ball has been conducted.  This research used Factorial  Randomized  Design  consisting  of  two  factors and  two  replications.  The  first  factor  is  yolk addition (20, 35, 50 and 65 grams) and the second factor is cassava flour addition (10, 12, 5, 15 and 17,5 gram). The  best treatment is combination of yolk 35 grams and cassava flour 12,5 gram. This meat  ball  product  has  emulsion  stability  (oil  separated)  :  1,24%  water  content  :  65,60%,  protein  : 10,29%, fat : 4,57%, texture value : 0,4465 mm/gr.dt. WHC value : 86,80%, taste score : 4,20, flavour score : 2,65 and texture score : 3,65, colour score : 2,68.Key words : meat ball, cassava flour, emulsion, yolk.
PEMBUATAN BREM PADAT DENGAN SUBSTITUSI FILTRAT TAPE UMBI TALAS
Jurnal Teknologi Pangan Vol 3, No 1: Juni 2009
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v3i1.427

Abstract

Brem  padat merupakan  salah  satu  makanan  tradisional  hasil  pemekatan  dan pengeringan  cairan  tape,  berbentuk  padatan,  berwarna  keputihan  hingga  coklat  muda,  berasa manis dan sedikit asam,  mengandung banyak  gula, pati  yang terlarut dalam air, asam laktat dan merupakan  makanan  yang  kaya  akan  kalori  serta  mudah  dicerna  oleh  tubuh.  Bahan  dasar  yang digunakan  untuk  membuat  brem  padat  yaitu  beras  ketan  putih;  dengan  semakin  meningkatnya harga  beras  ketan  dan  banyaknya  sumber  karbohidrat  yang  belum  dimanfaatkan,  maka  dapat digunakan umbi talas untuk menggantikan sebagian beras ketan serta diversifikasi produk olahan dari umbi talas tersebut. Masalah yang dihadapi dalam pembuatan brem padat dengan bahan umbi talas adalah hasil  brem  yang  diperoleh  rasanya  kurang  manis  dan  kurang padat.  Hal  ini  disebabkan  karena kandungan pati umbi talas lebih rendah dibandingkan beras ketan; oleh karena itu perlu diketahui sejauh mana substitusi umbi talas terhadap beras ketan dapat dilakukan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  substitusi  filtrat  tape  umbi  talas terhadap filtrat tape ketan sehingga dihasilkan kualitas brem padat yang disukai konsumen. Penelitian  ini  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  dengan  pola  faktor tunggal  dengan  3  kali  ulangan  yaitu  dengan  perlakuan  substitusi  filtrat  tape  umbi  talas  terhadap filtrat tape ketan sebesar 15% , 20% , 25% , 30% , 35% . Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan substitusi filtrat tape umbi talas terhadap filtrat tape ketan yaitu sebesar 15% yang menghasilkan brem padat dengan kadar air 14,7896%, rendemen 43,43%, kadar abu 1,7596%, total asam 1,8194%, kadar pati 8,6299%, kadar gula reduksi 68,2451%, tekstur 0,0395 mm/g.detik, dan mutu organoleptik yang mempunyai nilai lebih baik dari standart yaitu rasa 2,88; warna 2,76; aroma 2,65, dan tekstur 2,12.Kata kunci : Brem, tape umbi talas
ISOLASI PROTEIN BIJI LAMTORO GUNG (Leucaena leucocephala) MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN DOMBA
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 1: Juni 2014
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v8i1.480

Abstract

Abstract Proteins are needed in the community, either as a direct intake in the body and is used in food products to improve their quality. Proteins in food can be isolated using several methods, one can use the method of enzymatic hydrolysis. The purpose of this study was to determine the effect of enzyme concentration and rumen fluid incubation time of the protein content and functional properties. This research was conducted using a variable 2 factors: The first factor enzyme concentrations: 0%, 40%, 80% and 100%. Factor II incubation time: 24 hours and 48 hours. The higest yield protein results was obtained Leucaena gung seed protein concentrates on the concentration of enzyme treatment of rumen fluid (10ml / 100g) and a 24-hour incubation time has a dry weight protein content 56.30%, on oil absorption capacity of 1.58 ml / g, the power of froth 11 , 56%, while for the water absorption of 3.42 ml / g, a density of 0.56 g Kamba / ml, the power emulsion 52.75%, water content 6.39% best results obtained from the treatment of the sheep rumen fluid concentrations of enzyme (10ml / 100g) and incubation time of 48 hours Keywords: Proteins, enzymes rumen, Lamtoro gung, incubation   Abstract Protein banyak dibutuhkan dalam masyarakat, baik sebagai asupan langsung dalam tubuh maupun digunakan dalam produk pangan untuk meningkatkan kualitasnya. Protein dalam bahan pangan dapat diisolasi menggunakan beberapa metode, salah satunya dapat menggunakan metode hidrolisis enzimatis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi enzim cairan rumen domba dan lama inkubasi terhadap kadar protein dan sifat fungsional dari pekatan protein biji lamtoro gung. Penelitian ini dilakukan menggunakan variable 2 faktor, yaitu : Faktor I konsentrasi enzim : 0%, 40%, 80% dan 100%. Faktor II lama inkubasi: 24 jam dan 48 jam. Hasil penelitian terbaik didapatkan pekatan protein biji lamtoro gung tertinggi pada perlakuan konsentrasi enzim cairan rumen domba (10ml/100gr) dan lama inkubasi 24 jam memiliki kadar protein berat kering 56,30%, daya serap minyak 1,58 ml/gr, daya buih 11,56%, sedangkan untuk daya serap air 3,42 ml/gr, densitas kamba 0,56 gr/ml, daya emulsi 52,75%, kadar air 6,39% hasil terbaik didapatkan dari perlakuan konsentrasi enzim cairan rumen domba (10ml/100gr) dan lama inkubasi 48 jam. Kata Kunci: Protein, enzim rumen, Lamtoro gung, inkubasi
Strategi peningkatan volume penjualan mie telor pada PT. Wijaya Panca Sentosa food sepanjang sidoarjo)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 2, No 1: Juni 2008
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v2i1.1002

Abstract

Strategi peningkatan volume penjualan mie telor pada PT. Wijaya Panca Sentosa food sepanjang sidoarjo)
PERAN PEKTIN DAN SUKROSA PADA SELAI UBI JALAR UNGU (The Role of Pectin And Sucrose On Purple Sweet Potato Jam)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2: Desember 2011
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v5i2.410

Abstract

Purple  sweet  potato  (Ipomoea  Batatas  L.  Poir)  is  vines  that  contain  lots  of anthocyanins  (11,  051  mg/100  gr)  and   fiber  (3%) is highly  beneficial  to human health (Suprapta,  2006). Jam  is  a  made  form  count,  rest  of  sieve  or  mill  fruit  cooked  with  sugar  to mixed  thick  (Susanto,1993).The  process  of  jams  faced  purple  sweet  potato  is  not  formation gels. This study aims to determine the effect of the addition of pectin and sucrose on the quality of purple sweet  potato jam. This  research    using  a  Complete  Randomized  Design    factorial patterns with two factors and three replications. The first factor : addition of pectin   (0,5%, 1% , 1,5%) and the second factor : sucrose (55%, 60%,65%).The best results was pectin (1%) and sucrose (65%) resulting purple sweet potato jam with content of anthocyanins (9.935%), water 54.85%, water activity 0.86, crude fiber 51.62%, total of dissolved solids  60.94%, pH 3.4  and a  smear of  jam 12.2 %.  The  color  of  favorite  values  (111.5),  taste  (142),  flavor  (129)  and texture (122.5).Key words : purple sweet potato, jam, pectin, sucrose