cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN TEPUNG BUAH MANGROVE JENIS PADADA (SONNERATIA CASEOLARIS) PADA KELOMPOK TANI MANGROVE DI WONOREJO TIMUR SURABAYA (Technology application of processing mangrove fruit flour species of pedada (Sonneratia caseolaris) on farmers
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 2: Desember 2016
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v10i2.679

Abstract

ABSTRAKMengingat semakin pentingnya arti kesehatan bagi masyarakat terutama dipedesaan, maka perlu ada langkah-langkah inovatif dalam mengembangkan sumberdaya lokal seperti buah mangrove jenis pedada. Kelompok tani mangrove “ KAMPUNGMINA MANGROVE” telah memanfaatkan buah pedada untuk sirup dan sisa hasilpengolahan berupa ampas diproses menjadi tepung dan diaplikasikan untuk produkmakanan. Namun produk tepung dari ampas tersebut tidak memiliki nilai fungsionalkarena salah proses pembuatannya. Sehingga melalui program PTbM ini akandilakukan proses pengolahan tepung pedada yang memiliki nilai fungsional. Metodeuntuk memfasilitasi peningkatan ketrampilan kelompok tani mangrove tersebut yaitumemberikan sosialisasi, pelatihan pengolahan tepung dan metode pendampingan.Pelatihan ini lebih mengedepankan partisipasi aktif kelompok tani mangrove sertamemberikan pendampingan untuk keberlanjutan kegiatan produksi tepung pedada.Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kelompok tani mangrove terampil dalammenggunakan alat pengering kabinet yang awalnya dilakukan secara manual.Bertambahnya wawasan para kelompok tani mangrove tentang manfaat tepung buahpedada terhadap kesehatan, dan aplikasinya pada produk pangan. Metodependampingan dapat memberikan dampak dalam memproduksi tepung buah pedada.Kata kunci : teknologi pengolahan, tepung pedada, petani mangrove, Wonorejo TimurABSTRACTGiven the growing importance of health for society, especially in rural areas, itis necessary innovative steps in developing local resources such as mangrove fruitspecies of pedada. Farmers group of mangrove call "KAMPUNG MINA MANGROVE"has utilized pedada fruit to produce syrup, the waste product from it was processedinto the flour and applied to food products. However, flour products from the wastedidn’t have functional value because there were many mistake in the process, so thePTbM program that is the solution of it. Methods of program used to facilitate theincreasing skills of the mangrove farmer groups i.e., provide socialization, trainingprocessing of the flour mangove and mentoring activities. The training emphasizes theactive participation of farmers' group mangrove as well as provide assistance to thesustainability of production activities pedada flour. The results showed that the farmersgroup of mangrove being skilled in operating cabinet dryer that previously wasmanually, the increase of knowledge about function of pedada flour toward health, andits application pedada flour in food products. Mentoring methods can provide producingpedada flour.Keywords: processing technology, pedada flour , mangrove farmers, Wonorejo Timur village
PEMBUATAN ASAM CUKA PISANG KEPOK (Musaparadisiaca L.) DENGAN KAJIAN LAMA FERMENTASI DAN KONSENTRASI INOKULUM (Acetobacteracetii)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2: Desember 2014
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v8i2.459

Abstract

Abstract Making of fruit  vinegar  involved the fermentation of  alcohol and  acetic acid.  The first process involves  the activity of Saccharomyces cereviciae which converts the simple sugars into alcohol in the anaerob conditions and pH 3.5 - 6.0, an efficient  growing temperature 28-350C, while the  second  process involves the activity of Acetobacter acetii  that it converted alcohol with certain levels  become of acetic acid  in aerobic conditions, the optimum temperature is 15-340C, pH 3.0-4.0. The criteria of the quality of vinegar is acetic acid. This research aims to  determine  the influence  of  the concentration of Acetobacter acetii and fermentation time against  the physico-chemical properties of fruit vinegar of banana kepok produced (acetic acid levels,  total  sugars,  alcohol  levels, pH, total dissolved solids). The research method was used  complete  random  design  factorial pattern with two factors, the first factor was the concentration of the  Acetobacter  acetii (5%, 10%, 15%) and  second factor was the fermentation time (10 day, 5 day and 15 days) with 2 times replications. The results showed that banana juice contains total sugars, total of acetic acid, pH, and TPT each is 18,06%, amounting to 1.07%, 5, and  17 ,00 OBrix. The best treatment was obtained from the treatment of concentration within this acetii 5% and fermentation time of the 15 th day with the highest  levels of 5,260% acetic acid, pH 3.2, alcohol levels of  0.34%, total sugar end of 0.25%, total dissolved solids 4,450 Brix. Keywords: banana kapok, vinegar,  Saccharomyces cereviciae,  Acetobacter acetii, fermentation time Abstrak Pembuatan cuka buah melibatkan fermentasi alkohol dan asam asetat. Proses pertama melibatkan aktivitas Saccharomyces cereviciae yang mengubah gula-gula sederhana menjadi alkohol dalam kondisi anaerob pada pH 3,5-6,0, suhu tumbuh yang efisien 28-350C, sedangkan proses kedua melibatkan aktivitas bakteri Acetobacter acetii yang mengubah alkohol dengan kadar tertentu menjadi sejumlah asam asetat dalam kondisi aerob, pada suhu optimum 15-340C, pH 3,0-4,0. Kriteria mutu cuka yang utama adalah kandungan asam asetatnya.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh konsentrasi Acetobacter acetiidan lama fermentasi terhadap sifat fisikokimia cuka buah pisang kepok dan daun melinjo yang dihasilkan (kadar asam asetat, total gula, pH, kadar alkohol, total padatan terlarut). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial atas 2 faktor yaitu faktor I adalah konsentrasi Acetobacter acetii (5%, 10%, 15%) dan faktor II adalah lama fermentasi (5 hari,10 hari,dan 15 hari) dengan 2 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sari buah pisang memiliki kadar total gula, total asam asetat, pH, dan TPT masing-masing adalah sebesar 18.06 %, 1.07%, 5, dan 17.00OBrix. Perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan konsentrasi Acetobacter acetii 5% dan lama fermentasi hari ke-15 dengan nilai kadar asam asetat 5,260 %, pH 3,2, kadar alkohol 0,34%, total gula akhir 0,25%, total padatan terlarut 4,450 Brix.     Kata kunci : Cuka, Konsentrasi Acetobacter acetii, Lama Fermentasi
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SURIMI BERBASIS IKAN GABUS- TEPUNG SAGU PADA PENYIMPANAN DINGIN (Authors did not write the article title in English version)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 12, No 1: Juni 2018
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v12i1.1100

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung sagu terhadap kualitas fisikokimia dan sensori surimi ikan gabus (Channa striata), yang disimpan pada berbagai suhu dingin.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian  ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang disusun secara faktorial. Perlakuan terdiri atas dua faktor, yaitu:.faktor I (perbandingan komposisi daging ikan gabus dan tepung sagu yang terdiri atas tiga taraf,  yaitu: S1 (100% daging ikan); S2(95% daging ikan : 5% tepung sagu);  dan S3(90% daging ikan : 10% tepung sagu). Faktor II adalah suhu penyimpanan dingin yang juga terdiri dari tiga taraf yaitu T1 (15oC), T2 (10oC), dan T3 (5oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi formula surimi ikan gabus dan tepung sagu pada perlakuan S2T3 (daging ikan gabus 95%; tepung sagu 5%, yang disimpan pada suhu 5°C) memberikan nilai kesukaan terbaik dari panelis pada karakteristik warna, aroma, tekstur dan rasa.  Analisis fisikokimia dari produk surimi berbasis ikan gabus dan tepung sagu ini juga sangat dipengaruhi oleh komposisi dan suhu penyimpanan. Secara umum, kadar air dan daya ikat air (WHC – water holding capacity) meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kandungan tepung sagunya. Sebaliknya, kadar protein dan kadar lemak cenderung berkurang dengan bertambahnya jumlah tepung sagu dalam formulasinya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa tepung sagu sebagai sumber pangan lokal sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pada berbagai produk hasil perikanan olahan. Kata Kunci: Surimi, Ikan Gabus, Tepung Sagu, Penyimpanan Dingin DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v12i1.1100
Ekstraksi Pektin Buah Pedada (Sonneratia caseolaris) (Extraction pectin of pedada fruit (Sonneratia caseolaris))
Jurnal Teknologi Pangan Vol 9, No 1: Juni 2015
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v9i1.466

Abstract

ABSTRACT At harvest time pedada fruit  are  abundant  and its not many utilized optimally, even its wasted useless. Actually the pedada fruit contains a number of useful components included pectin. Pectin was used widely  as a functional component in the food industry because it can be gel form so its influential in digestion as a decrease of blood sugar and cholesterol. Pectin is a series of poligalakturonat acid with α- (1-4) -glikosida, which partially carboxyl group is esterified by methanol and most of the secondary alcohol groups acetylated (Hoegard, 2004). This research was aimed to evaluate the effect of temperature and time extraction to the characteristics pectin from pedada fruit. Pectin extraction was done by using distilled water and was heated at  70, 80 and 900C for 30, 60 and 90 minutes. Pectin were analyzed: yield of pectin, moisture content, ash content, methoxyl content, anhidrogalakturonat acid content. The results showed that 11.98% yield of pectin, 10.07% of moisture content, 5.33% of  methoxyl content, 26.34% of anhidrogalakturonat acid, and 11.35% of ash content. Keywords: extraction, pectin, pedada fruit ABSTRAK Buah pedada melimpah saat panen raya dan banyak yang tidak termanfaatkan secara optimal, bahkan terbuang percuma. Padahal buah tersebut mengandung sejumlah komponen yang bermanfaat diantaranya pektin. Pektin ini banyak digunakan sebagai komponen fungsional pada industri makanan karena dapat membentuk gel sehingga berpengaruh dalam pencernaan seperti penurunan gula darah dan kolesterol. Pektin merupakan rangkaian asam poligalakturonat dengan ikatan α-(1-4 )-glikosida, yang sebagian gugus karboksilnya teresterifikasi oleh metanol dan sebagian gugus alkohol sekunder terasetilasi (Hoegard, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu dan waktu ekstrasi terhadap karakteristik pektin buah pedada. Ekstraksi pektin dilakukan dengan menggunakan aquadest yang dipanaskan pada suhu 70, 80 dan 900C serta waktu ekstraksi selama 30, 60 dan 90 menit. Pektin yang diperoleh dianalisa tentang rendemen, kadar air, kadar metoksil, kadar asam anhidrogalakturonat dan kadar abu. Hasil penelitian diperoleh rendemen pektin sebesar 11,98%, kadar air 10,07%, kadar metoksil 5,33%, kadar asam anhidrogalakturonat 26,34%, kadar abu 11,35%.   Kata kunci : ekstraksi, pektin, buah pedada
STUDI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KECAMBAH BERAS COKLAT (PERLAKUAN VARIASI KONSENTRASI ELISITOR KITOSAN DAN LAMA ELISITASI)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i1.750

Abstract

Aktivitas antioksidan adalah kemampuan antioksidan dalam menghambat reaktivitas radikal bebas.Faktor yang dapat meningkatkan aktivitas antioksidan salah satunya adalah konsentrasi elisitor kitosan dan lamaelisitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dengan variasi konsentrasielisitor kitosan dan lama elisitasi pada kecambah beras coklat. Penelitian ini menggunakan studi eksperimentaldengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu konsentrasi elisitor dan lama elisitasi, terdiridari enam kelompok perlakuan yaitu 100 ppm 12 jam elisitasi, 100 ppm 18 jam elisitasi, 100 ppm 24 jam elisitasi,200 ppm 12 jam elisitasi, 200 ppm 18 jam elisitasi, dan 200 ppm 24 jam elisitasi dengan tiga kali pengulangan.Sampel dalam penelitian ini adalah beras coklat dengan varietas mentik. Uji aktivitas antioksidan menggunakanmetode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Analisa data menggunakan One way ANOVA dan uji lanjutan Posthoc Tukey untuk mengetahui kelompok perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatperbedaan aktivitas antioksidan kecambah beras coklat pada semua kelompok dengan nilai ρ 0,000 (ρ<0,05).Kelompok perlakuan yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi yaitu 200 ppm 12 jam elisitasi sebesar 31,64%,sedangkan kelompok perlakuan yang memiliki aktivitas antioksidan terendah yaitu 100 ppm 18 jam elisitasisebesar 11,68%. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah kelompok perlakuan yang memiliki aktivitasantioksidan paling tinggi yaitu 200 ppm 12 jam elisitasi sebesar 31,64%. Kesimpulan dari penelitian ini adalahterdapat perbedaan aktivitas antioksidan kecambah beras coklat pada kelompok perlakuan. Berdasarkan hasilpenelitian ini, disarankan agar mengkonsumsi sebanyak 100 g/hari kecambah beras coklat sebagai antioksidanyang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.Kata kunci: kecambah beras coklat, konsentrasi elisitor, lama elisitasi, aktivitas antioksidan
COVER JTP VOL 14 NO.1 JUNI 2020
Jurnal Teknologi Pangan Vol 14, No 1: Juni 2020
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v14i1.2265

Abstract

.
PEMBUATAN COOKIES BERSERAT TINGGI DENGAN MEMANFAATKAN TEPUNG AMPAS MANGROVE (Sonneratiacaseolaris)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 2: Desember 2011
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v5i2.403

Abstract

Demand of health food products such  as sugar-free foods, low-calorie diet and fiber-rich  increased. This trend is based on the role of prevention of hypertension, diabetes, colon cancer and  other  degenerative  diseases.  Various  sources  of  high-fiber  materials  such  as cellulose, hemicellulose, lignin, and  gum were a major  concern in  the  development  of food products. Therefore, the utilization of mangrove waste of syrup processing to yield a high fiber cookies  was  important  made.  This  study  aims  to  determine  the  proportion  of  wheat  and mangrove  waste  flour,   the addition  of margarine on  the  quality  of cookies.  This  study using Complete Randomized Design (CRD) factorial pattern with 2 factors and 3 replications. Factor I,  proportioni wheat flour: mangrove waste 15:85 (w/w), 30:70 (w/w), 45:55 (w/w). Factor II,the addition of margarine 40% (v/w), 45% (v/w), and 50% (v/w). The results showed that the best treatment was the proportion of wheat : mangrove waste flour 30:70 (w/w) and the addition of margarine 45% (v/b) which it produces cookies with the criteria  of 3.9343% moisture  content, protein 6.2745%, fat 22.4180%, and crude fiber value of 3.4456%.Key words: cookies, mangrove waste, health food products
POTENSI PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS EDAMAME SEBAGAI PANGAN ANTIKOLESTEROL Potency of Functional Food from Edamame as Hipocholesterolemic Food
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i1.749

Abstract

Kedelai sayur atau edamame (Glycine max) merupakan salah satu bahan pangan yang sangatpotensial. Melalui penelitian ini, akan dikembangkan menjadi pangan fungsional antikolesterol yaitu susuedamame (SE), soyghurt (SyE), dan soyghurt terhidrolisa enzimatis (ESyE). Produk pangan fungsional berbasisedamame dianalisa kandungan senyawa bioaktif yaitu total fenol (metode Folin-Ciocalteu). SE sebesar 0,023mgGAE/g sampel, SyE 0,324 mgGAE/g sampel, dan ESyE 0,057 mgGAE/g sampel. Pengujian in vivo sifathipokolesteromik dilakukan pada 54 tikus putih jantan galur Wistar yang diberi makanan diet tinggi lemak (MDTL)usia 2 bulan dengan berat badan rata-rata 200 gram. Tikus dikelompokkan dalam 9 krlompok, masing-masingkelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Masing-masing kelompok diberikan pakan standar, air, dan produk panganfungsional yang diuji selama 35 hari. Sebelum perlakuan, tikus diadaptasikan terlebih dahulu selama satuminggu. Profil lipid dianalisis sebelum dan sesudah perlakuan. SE konsentrasi 3,6 ml/200 g BB mampumenurunkan total kolesterol hewan coba. ESyE konsentrasi 1,8 ml/200 g BB mampu menurunkan kadar LDLpada hewan coba, dan ESyE konsentrasi 3,6 ml/200 g BB mampu meningkatkan kadar HDL pada hewan coba.Produk ESyE merupakan produk pangan fungsional berbasis edamame yang efektif sebagai pangan fungsionalantikolesterol. Pengembangan pangan fungsional berbasis edamae dapat dikonsumsi dalam menu makanansehari-hari dalam upaya menurunkan resiko hiperkolesterolemik sehingga mencegah dan menurunkan resikoberbagai macam penyakit tidak menular terutama penyakit jantung koroner, penyebab kematian nomor satu didunia .Kata kunci : edamame, pangan fungsional, soyghurt, hidrolisa enzimatis, kolesterol
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PERMEN JELLY BUAH PEDADA (Soneratia caseolaris)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 1: Juni 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i1.754

Abstract

Buah pedada melimpah saat panen raya dan banyak yang belum dirmanfaatkan secara optimal, bahkanterbuang percuma. Padahal buah tersebut mengandung sejumlah komponen yang bermanfaat diantaranya vitaminC dan pektin. Salah satu upaya untuk memanfaatkan buah pedada ialah dengan mengolah menjadi produk panganyang dapat di konsumsI. Salah satu produk dari bahan buah pedada adalah permen jelly. Permen Jelly merupakanpermen yang dibuat dari sari buah dan bahan pembentuk gel, yang berpenampilan jernih transparan sertamempunyai tekstur dengan kekenyalan tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh proporsisukrosa:glukosa dan penambahan gelatin terhadap kualitas permen jelly buah pedada. Penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah proporsi sukrosa:glukosa 60:40, 50:50dan 40:60, sedangkan Faktor II adalah penambahan Gelatin 10%, 15% dan 20%. Analisis data menggunakanAnova (Analysis of Varian) dan kalau terjadi beda nyata dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Uji BerjarakDuncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan proporsi sukrosa:glukosa 60:40dan penambahan gelatin 10% yang menghasilkan permen jelly dengan kadar air 19,47, kadar abu 0,67, gulareduksi 9,61 %, kekuatan gel 35,72 g/cm3, vitamin C 7,03 ppm, kadar sukrosa 19,12 %. dan nilai kesukaan rasa105 , warna 107 , tekstur 108,5Katakunci : Permen jelly, buah pedada,sukrosa,glukosa, gelatin
STIK SORGUM (Sorghum sp) SEBAGAI PRODUK DIFERSIFIKASI PANGAN ALTERNATIF (Stick Sorghum (Sorghum sp) As Food Diversification Alternative Products)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 2: Desember 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i2.895

Abstract

ABSTRACT Tujuan penelitian adalah memdapatkan kombinasi perlakuan terbaik stik sorgum. Penelitian menggunakan Rancangan acak Kelompok (RAK) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor I: Jenis Tepung (T) T1= Tepung sorgum merah (Sorghum bicolor) dan T2= Tepung sorgum putih (KD4). Faktor II: Konsentrasi (K), K1: 25%; K2: 50%; K3: 75% dan K4: 100%. Pengamatan meliputi uji organoleptik dengan parameter rasa, warna, aroma, dan kerenyahan, uji kadar air dan karbohidrat. Analisa data untuk uji organoleptic menggunakan uji Friedman , sedangkan kadar air dan karbohidrat menggunakan anaisis varian dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan 5%. Hasil penelitian: 1) Stik sorgum sebagai produk diversifikasi pangan alternatif, 2)kombinasi perlakuan stik sorgum terbaik adalah: T1K3 (perlakukan jenis tepung sorgum (T): T1 = tepung sorgum merah /Sorghum bicolor dan konsentrasi (K): K3= 75%), dengan hasil uji organoleptic parameter rasa 4,56 (sangat menyukai), warna 4,54 (sangat menyukai), aroma 4,60 (sangat menyukai), kerenyahan 4,58 (sangat menyukai), kadar air 2,24% dan karbohidrat 66,13%; and 3) kombinasi perlakuan stik sorgum terbaik kedua adalah: T2K3 (perlakukan jenis tepung sorgum (T): T2 = tepung sorgum putih/KD 4 dan konsentrasi (K): K3= 75%), dengan hasil uji organoleptik parameter rasa 4,57 (sangat menyukai), warna 4,61 (sangat menyukai), aroma 4,54 (sangat menyukai), kerenyahan 4,55 (sangat menyukai), kadar air 2,21% dan karbohidrat 65,81 %. Kata kunci: Tepung sorgum, stik, uji organoleptik, diversifikasi, dan pangan alternatif DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v11i2.895