cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
EKSPLORASI DAN ISOLASI JAMUR LIAR YANG TUMBUH PADA AREAL HUTAN SEKUNDER DI WILAYAH KELURAHAN SUNGAI KELEDANG, SAMARINDA (Expolration And Isolation Of Mushrooms Wildly Grown On Secondary Forest In Sungai Keledang Village, Samarinda)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 10, No 1: Juni 2016
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v10i1.695

Abstract

ABSTRAKJamur adalah salah satu potensi kekayaan alam Indonesia yang mengandung berbagai manfaat untuk kehidupan manusia. Akan tetapi, potensi ini belum dieksplorasi dan didokumentasikan dengan baik sehingga sampai saat ini potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, eksplorasi dan identifikasi jamur yang tumbuh liar sangat diperlukan sebagai langkah awal dalam pemanfaatan keanekaragaman jamur yang ada di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi dan mengisolasi jamur yang tumbuh di areal hutan sekunder di wilayah Kelurahan Sungai Keledang, Samarinda. Sebanyak 16 jenis jamur telah berhasil didapatkan dan diidentifikasi. Sebagian besar jamur yang didapatkan merupakan jamur dari genus atau spesies yang telah dikenal memiliki nilai kegunaan yang penting terutama dalam kaitannya sebagai sumber nutrisi, sumber antioksidan, obat-obatan, penghasil enzim komersial, decolorization agent serta berperan dalam bioremidiasi. Jamur-jamur yang didapatkan tersebut juga telah berhasil diisolasi dan dipreservasi dalam bentuk koleksi biakan murni jamur dalam agar miring serta koleksi suspensi spora jamur dalam gliserol 15%.Kata kunci: eksplorasi, isolasi, jamur liar, bioaktifABSTRACTMushroom is one of Indonesia’s natural resources containing abundant benefits to mankind. Unfortunately, this potency has not yet been explored and well-documented so that Indonesia’s mushrooms resources are less utilized. Therefore, exploration and identification of wild mushrooms is needed as a first step toward utilization of mushrooms diversity in Indonesia. This reasearch is aimed to explore, identify and isolate mushrooms wildly grown on secondary forest in Sungai Keledang village, Samarinda, East Kalimantan. A total of 16 species of mushrooms has been collected and identified. Most of it are wildly known as species or genus providing benefits as source of nutrition, antioxidant, medicine, enzime producer, decolorization agent or bioremidiation. The collected mushrooms has been successfully isolated and preserved as pure mycelium culture in agar slant and pure spore suspension in 15% glycerol.Keywords: eksplorasi, isolasi, jamur liar, bioaktif
ES KRIM SUSU BIJI KECIPIR (Psophocarous tertragonolobus L.) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG GLUKOMANAN DAN VIRGIN COCONUT OIL
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 2: Desember 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i2.893

Abstract

ABSTRAK Biji kecipir merupakan salah satu sumber pangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu upaya pengembangan produk kecipir adalah pembuatan es krim susu biji kecipir. Kendala yang ditemukan dalam proses pembuatan es krim antara lain rendahnya viskositas, kecepatan meleleh yang cepat serta tekstur yang kasar, sehingga perlu dilakukan penambahan tepung glukomanan yang merupakan polisakarida yang berfungsi untuk menghasilkan viskositas yang tinggi, tekstur es krim yang lembut serta kecepatan meleleh yang baik. Susu kecipir mengandung lemak 1,2%, sehingga perlu dilakukan penambahan lemak dalam pengolahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan terbaik antara penambahan tepung glukomanan dan virgin coconut oil pada pembuatan es krim susu biji kecipir Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah penambahan virgin coconut oil 6%, 8%, 10%, sedangkan Faktor II adalah tepung glukomanan 0,1%, 0,3%, 0,5%. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan terbaik adalah perlakuan penambahan virgin coconut oil 8% dengan tepung glukomanan 0,3% yang menghasilkan es krim, kadar protein 5,35%, kadar lemak 9,055%, viskositas 2,89 Cps, total padatan 30,82%, overrun 46,254%, daya leleh 14,82 menit/10g dan stabilitas emulsi 98,42%, dengan nilai kesukaan aroma 112,5, tekstur 99 dan rasa 113,5. Kata Kunci : Es Krim, Biji Kecipir, Tepung Glukomanan, Virgin Coconut Oil DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v11i2.893
PEMBUATAN ROTI MANIS DENGAN SUBSTITUSI WORTEL DAN GLUTEN (The Making of Sweet Bread using Carrot and Gluten Substitution )
Jurnal Teknologi Pangan Vol 7, No 2: Desember 2013
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v7i2.499

Abstract

Abstract Sweet bread is processed products that are the roasting process result of the dough that has been fermented. The process of making sweet bread consists of mixing or stirring, fermentation, shaping and a roasting spit. The addition of carrot flour aims to improve the content of Vitamin A on the sweet bread. This research aims to know the influence of the substitution carrot flour and addition gluten starch to the quality of the sweet bread in the produce. These studies using Factorial Completely Randomized with two factors and two replications. The first factor is substitution of flour carrot (10%, 20%, 30%). The second factor is the addition of gluten (0%, 2%, 4%, 6%). Substitution carrot flour 10 % by the addition of gluten 6 % ( T1G3 ) produce a sweet bread with criteria as follows levels of a protein 20,159 %, levels starch 44,835 %, levels coarse fiber 0,858 %, levels β carotene 3,58 mg / 100g, volume development 192,5 %, size pore 2.3 mm, texture 0,824 mm / g.dt with organolepti value taste test hedonic 209, color test scoring 5.4 and texture 5,45.   Keyword : sweet bread, carrot flour, gluten     Abstrak Roti manis merupakan produk-produk olahan yang merupakan hasil proses pemanggangan adonan yang telah difermentasi. Proses pembuatan roti manis terdiri dari pencampuran atau pengadukan, fermentasi, pembentukan (make up) dan pemanggangan. Penambahan tepung wortel bertujuan untuk meningkatkan kandungan Vitamin A pada roti manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung wortel dan penambahan gluten terhadap kualitas roti manis yang di hasilkan. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 2 kali ulangan. Faktor I adalah substitusi tepung wortel (10 %, 20 %, 30 %) . Faktor II adalah penambahan gluten (0%, 2 %, 4 %, 6 %) .Substitusi tepung wortel 10 % dengan penambahan gluten 6 % (T1G3) menghasilkan roti manis dengan kriteria sebagai berikut kadar protein 20,159%, kadar pati 44,835 %, kadar serat kasar 0,858 %, kadar β karoten 3,58 mg/100g, volume pengembangan 192,5 %, ukuran pori 2,3 mm, tekstur 0,824 mm/g.dt dengan nilai organoleptik rasa uji hedonik 209, warna uji skoring 5,4 dan tekstur 5,45.   Kata kunci : roti manis, tepung wortel, gluten
IDENTIFIKASI BAHAN PENGAWET DAN PEWARNA NON PANGAN PADA SAUS SAMBAL KEMASAN YANG BEREDAR DI SURABAYA
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.3183

Abstract

Keamanan pangan  merupakan syarat   penting yang harus ada pada pangan   yang   akan   dikonsumsi   oleh manusia. Natrium benzoat banyak digunakan sebagai pengawet makanan salah satunya saus sambal serta penggunaan pewarna rhodamin B pada saus sambal masih saja ditemukan. Tujuan penelitian ini :1) mengidentifikasi karakteristik pedagang, pengaruh harga terhadap jumlah pembelian per hari saus sambal kemasan plastik; 2) mengidentifikasi secara kualitatif dan kuantitatif kandungan natrium benzoat pada saus sambal kemasan plastik yang dijual di PD Pasar Surya Surabaya wilayah Utara;3) mengidentifikasi penggunaan rhodamin B pada saus sambal kemasan plastik yang tersebar di pasar surya Surabaya wilayah Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua saus sambal kemasan plastik yang dijual di PD Pasar Surya Surabaya wilayah Utara. Pengumpulan data dengan cara wawancara jenis saus sambal yang dijual, harga, jumlah penjualan serta analisa natrium benzoat secara kualitatif dan kuantitatif dan analisa Rhodamin B secara kualitatif (benang wool).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 saus sambal (100%) teridentifikasi menggunakan Natrium Benzoat sebagai bahan pengawet, dan kadar Natrium Benzoat tersebut masih memenuhi standar batas menurut BPOM RI No.11 Tahun 2019 dengan pemakaian maksimum yaitu ≤ 1000mg/kg bahan, selain itu 18 sampel saus sambal kemasan plastik tidak teridentifikasi mengandung pewarna sintetis Rhodamin-B. Kata kunci : benzoat, rhodamin-B, saus kemasan plastik, pasar, surabaya DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3183
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG TALAS BENENG DAN MOCAF TERHADAP KARATERISTIK FISIKOKIMIA MI KERING
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.2860

Abstract

Tepung talas beneng dan mocaf merupakan pangan local yang dapat dimanfaatkan untuk mensubtitusi terigu dalam pembuatan mi kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung terigu menggunakan tepung talas beneng dan mocaf terhadap sifat fisikokimia produk mi kering. Penelitian dilaksanakan dengan menentukan formulasi tepung komposit, yakni formula FM1, FM2, FM3, FM4, FM5, dan F6, selanjutnya pengujian sifat fisikokimia dari mi kering yang dihasilkan. Kadar air mi kering memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 4,65-7,15%, kadar serat kasar meningkat dengan penambahan tepung mocaf maupun tepung talas beneng mencapai 3,16%, namun kadar protein lebih rendah dari pada mi kering yang hanya menggunakan terigu. Standar mutu organoleptic sudah memenuhi SNI mi kering. Kata kunci : Tepung talas beneng, mocaf, mi kering, serat DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2860
KAJIAN LITERATUR: HUBUNGAN ANTARA ATEROSKLEROSIS DAN KARBOHIDRAT MURNI (PANGAN TINGGI GULA) MELALUI TRIGLISERIDA
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.2881

Abstract

Aterosklerosis adalah kondisi dimana arteri mengalami pengerasan dikarenakan timbunan plak kolesterol. Aterosklerosis dapat memicu berbagai penyakit denegeratif seperti penyakit jantung koroner (PJK). Aterosklerosis dapat terjadi karena tingginya kadar kolesterol dalam darah dan faktor risiko trigliserida yang dikaitkan dengan konsumsi karbohidrat berlebih. Kasus penyakit kardiovaskuler banyak terjadi pada populasi dengan konsumsi karbohidrat tinggi. Hal ini dikaitkan dengan sifat aterogenik dari karbohidrat. Kelebihan glukosa dari metabolisme karbohidrat akan disintesis oleh hati menjadi trigliserida dan disimpan dalam jaringan adiposa dan dapat memicu obesitas. Diet tinggi karbohidrat diasosiasikan dengan rendahnya kadar total kolesterol, LDL-C, HDL-C dan ApoA. Utamanya, karbohidrat murni seperti gula murni (refined sudgar) yang terkandung pada produk makanan dan minuman ultra proses berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Mempertimbangkan efek negatif dari diet tinggi karbohidrat, terutama karbohidrat murni, maka perlu adanya penekanan pentingnya pemilihan sumber karbohidrat, mengurangi asupan gula tambahan seperti sukrosa dan sirup jagung tinggi fruktosa, serta meningkatkan asupan pangan utuh, alami, dan nabati, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.Kata kunci : aterogenik, aterosklerosis, diet tinggi karbohidrat, nabati, pangan utuh DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2881 
PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI SUMBER PREBIOTIK TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA YOGHURT SINBIOTIK
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.2884

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyebab kematian utama di dunia. Penurunkan kadar kolesterol LDL dapat dilakukan dengan cara pengaturan pola diet misalnya konsumsi yoghurt sinbiotik. Yoghurt sangat berpotensi untuk dikembangkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara kombinasi antara probiotik dan prebiotik pada pembuatan yoghurt sehingga menjadi yoghurt sinbiotik. Yoghurt merupakan produk yang diperoleh dari fermentasi susu dengan menggunakan bakteri asam laktat (sebagai prebiotik) yang sesuai. Penambahan prebiotik bertujuan untuk meningkatkan kualitas, perkembangan bakteri asam laktat serta menstimulasi bakteri baik dalam usus. Kombinasi prebiotik dan probiotik disebut dengan sinbiotik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis sumber prebiotik (mocaf, inulin komersial, tepung suweg) dan konsentrasi prebiotik (2%, 3%, 4%) terhadap sifat kimia yoghurt sinbiotik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama jenis sumber prebiotik dan faktor kedua konsentrasi penambahan prebiotik. Analisis penelitian yang dilakukan yaitu analisis kimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan total asam tertitrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yoghurt sinbiotik terbaik yaitu yoghurt sinbiotik dengan penambahan tepung suweg 4% meliputi kadar air 78,63%, kadar abu 1,02%, kadar protein 3,17%, kadar lemak 2,083%, kadar karbohidrat 15,023%, total asam tertitrasi 0,702%.Kata kunci : prebiotik, probiotik, sinbiotik, yoghurt. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2884
THE DIFFERENCE OF COCONUT VARIETIES AND TEMPERATURE IN CARRAGEENAN EXTRACTION FROM SEAWEED (EUCHEUMA COTTONII)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.2895

Abstract

The use of coconut water as a natural solvent is needed in the extraction of carrageenan, as an alternative to the use of KOH as a synthetic solvent. This study aims to examine the effect of using coconut water from two different varieties of coconuts as solvents and different extraction temperature in extracting carrageenan. The study was conducted in 2 steps. Step 1 was carrageenan carrageenan from Eucheuma cottonii with coconut water solvent, then analyzing the physicochemical characteristics of the carrageenan produced such as yield, gel strength, viscosity, moisture and ash content. Step 2 was the application to chicken meatball. The results showed that the the best carrageenan in this study was carrageenan that was extracted with solvent from hybrid coconut water and temperature of 80°C with a yield of 75.48%, gel strength of 579.874 g/cm2, viscosity of 5.1 cps, moisture content of 10.85% and ash content 11.32%. Application of the best carrageenan from the best treatment produced chicken meatballs with chewiness of 49.26 N, brightness of 73.35, a value of 0.95 and b value of 11.6. The use of coconut water can be used as an alternative natural solvent in extracting carrageenanKeywords : carrageenan, chicken meatball, coconut water, natural solvent, temperature DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2895
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI KENTANG YANG DIGORENG DENGAN BEBERAPA JENIS MINYAK NABATI
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.2821

Abstract

Proses penggorengan merupakan proses pengolahan yang banyak dilakukan pada rumah tangga ataupun pada industri pengolahan pangan. Bahan pangan yang digoreng akan mempunyai karakteristik berbeda dengan bahan segar, seperti menjadi lebih renyah dan lebih gurih. Perubahan hasil penggorengan dipengaruhi oleh bahan, jenis minyak, lama penggorengan, suhu penggorengan, dan frekuensi penggorengan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karateristik fisikokimia dan sensori hasil pengg­orengan kentang menggunakan beberapa jenis minyak nabati. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu jenis minyak dengan 3 taraf yaitu minyak sawit, minyak jagung dan minyak kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penggorengan kentang mempengaruhi daya serap minyak, susut masak, kadar air, dan kadar karbohidrat kentang goreng. Pengujian sensori menunjukkan bahwa jenis minyak nabati yang digunakan berpengaruh terhadap tekstur, tapi tidak berpengaruh terhadap rasa, aroma, dan warna kentang goreng. Minyak kelapa menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensoris terbaik pada penggorengan kentang dibandingkan penggunaan minyak sawit dan minyak jagung. Kata kunci : Penggorengan, minyak sawit, minyak jagung, minyak kelapa, kentang  DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.2821
ANALISIS MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SOSIS ANALOG KACANG MERAH DAN REBUNG
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.3016

Abstract

Sosis analog atau sosis nabati merupakan sosis yang terbuat dari protein nabati. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi sosis analog kacang merah dan rebung terbaik yang memenuhi standar mutu sosis daging menurut SNI 3820:2015. Penelitian ini merupakan penelitian eskperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan, diikuti dengan uji DNMRT pada taraf 5%. Perlakuan pada penelitian ini adalah rasio kacang merah dan rebung dengan empat tingkat: 100:0, 85:15, 70:30, dan 55:45. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar, dan uji sensori. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa rasio kacang merah dan rebung berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan terpilih pada penelitian ini adalah rasio kacang merah dan rebung 55:45 dengan kadar air 60,48%, kadar abu 1,74%, kadar lemak 4,79%, kadar protein 13,76%, dan kadar serat kasar 10,77%.Kata kunci : sosis analog, kacang merah, rebung DOI :  https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3016