cover
Contact Name
Luqman Agung Wicaksono
Contact Email
luqmanagungw@gmail.com
Phone
+6287870205238
Journal Mail Official
jtp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar Surabaya, 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : https://doi.org/10.33005/jtp
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", East Java, Indonesia. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163 and E-ISSN 2654-5292 (Online). Jurnal Teknologi Pangan is published twice a year in June and December. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Food Microbiology,Food Processing and Food Chemistry.
Articles 351 Documents
POTENSI, KEAMANAN DAN TANTANGAN PENERAPAN BAKTERIOSIN SEBAGAI AGEN BIOPRESERVATIF PANGAN: SEBUAH TELAAH
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.3033

Abstract

Kontaminasi mikroba pada produk pangan dapat diminimalisir melalui penggunaan senyawa antimikroba, baik alami dan sintetik. Namun, penggunaan senyawa antimikroba sintetik pada bahan pangan mulai digantikan oleh senyawa antimikroba alami. Salah satu jenis antimikroba alami yang aman digunakan yaitu bakteriosin. Bakteriosin merupakan senyawa antimikroba yang diproduksi oleh bakteri Gram positif dan Gram negatif. Studi mengenai bakteriosin telah banyak dilakukan, terutama yang berkaitan dengan karakteristik dan jenis-jenis bakteriosin. Selain itu, evaluasi toksisitas dan keamanan bakteriosin serta aplikasi dan tantangan penggunaan bakteriosin pada bidang pangan juga menjadi objek penelitian. Namun, perkembangan penelitian bakteriosin yang mencakup berbagai aspek tersebut belum banyak dieksplorasi. Oleh karena itu, pada artikel ini dilakukan penelaahan mengenai bakteriosin yang tercakup dalam tiga aspek utama, yaitu (1) karakteristik dan klasifikasi bakteriosin, (2) potensi dan tantangan aplikasi bakteriosin pada produk pangan, serta (3) evaluasi toksisitas dan kriteria keamanan bakteriosin. Kata kunci : Peptida antimikroba, antibakteri, pengawet alami, bakteri asam laktat, nisinDOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3033
PENGARUH LAMA WAKTU MASERASI TERHADAP KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KELOR
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.3165

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung beberapa senyawa bioaktif salah satunya adalah flavonoid yang memiliki potensi antioksidan. Daun kelor dapat diolah menjadi bubuk daun kelor agar umur simpan lebih lama dan lebih mudah penyimpanannya. Namun, penggunaan bubuk daun kelor pada produk pangan akan menghasilkan warna produk yang hijau gelap, rasa astringent, flavor langu dan cenderung tidak disukai. Oleh karena itu ekstrak daun kelor diharapkan mampu meningkatkan kandungan senyawa bioaktif dan lebih aplikatif dalam produk pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama waktu maserasi terhadap rendemen, kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor. Ekstraksi bubuk daun kelor dibuat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70 % dengan perlakuan waktu maserasi (12, 24, 36, 48, 60 dan 72 jam) setelah itu disaring menggunakan kertas saring dan vacuum pum. Selanjutnya ekstrak encer diuapkan menggunakan rotary evaporator kemudian dikeringkan dengan freeze dryer. Ekstrak daun kelor yang dihasilkan dihitung rendemen, dianalisa kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan. Penentuan kadar flavonoid dilakukan dengan pembanding quersetin. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu maserasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, kadar flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor. Ekstrak daun kelor yang dihasilkan memiliki rendemen antara 6,17 – 6,57 %, kadar flavonoid 25,03 – 27,77 mg QE/g dan aktivitas antioksidan IC50 127,92 -  108,67  µg/mL.Kata kunci : ekstraksi, rendemen, flavonoid, IC50, kelor DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3165
PENGARUH PROPORSI ENZIM MIX (INULINASE:GLUKO-AMILASE) DAN LAMA SAKARIFIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK HIGH FRUCTOSE SYRUP DARI UMBI BENGKUANG
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 1 : JUNI 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i1.3166

Abstract

Permintaan terhadap gula tebu terus meningkat sehingga diperlukan alternatif pengembangan produksi gula.  Salah satu prospek baik yang dapat mensubstitusi gula pasir adalah gula dari pati, yaitu sirup glukosa dan fruktosa. Sirup fruktosa atau High Fructose Syrup (HFS) merupakan pemanis yang tersusun dari fruktosa, glukosa, dan oligosakarida. HFS diproduksi dari hidrolisis pati, akan tetapi proses tersebut tidak efisien. Akhir-akhir ini peneliti menemukan cara memproduksi HFS dengan cara lain menggunakan inulin yang lebih efisien, inulin merupakan poli-frukosa yang larut dalam air.  Keterbatasan sumber bahan baku yang mengandung inulin kadar tinggi menjadi tantangan produksi HFS di Indonesia, diperlukan bahan baku yang mengandung inulin dan pati. Salah satu bahan baku potensial adalah bengkuang. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh dan perlakuan terbaik proporsi enzim inulinase:glukoamilase  (0,1%:1,5%,0,55%:1,5%,1%:1,5%) dan lama sakarifikasi (24,36,48 jam) terhadap  kadar fruktosa dan karakteristik HFS yang dihasilkan.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisa ragam, jika terdapat perbedaan nyata maka dan dilakukan uji lanjut dengan DMRT. Hasil analisa menunjukan bahwa perlakuan terbaik pada konsentrasi enzim mix (1%:1,5%) dan lama sakarifikasi 36 jam dengan hasil rendemen 53,028%, total padatan terlarut 16%, kadar gula reduksi 17,151%, DE 22,012, viskositas 38 mPa.s, kadar fruktosa 3,21% dan glukosa 8,575%.Kata kunci : Gula, Enzim Mix, Fruktosa, Inulinase, Bengkuang DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i1.3166
Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase Dan Antioksidan Ekstrak Etanol Srikaya (Annona squamosa L.)
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i2.3435

Abstract

Srikaya (Annona squamosa L.) telah diketahui mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan dan inhibitor α-glukosidase. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan inhibisi α-glukosidase dari  bagian srikaya hijau dan srikaya merah yang tidak biasa dikonsumsi. Pada penelitian ini serbuk biji, kulit buah, dan daun srikaya hijau dan srikaya merah dimaserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh dianalisis total fenolik, total flavonoid, aktivitas antioksidan, dan aktivitas inhibisi  α-glukosidase.  Hasil penelitian menunjukkan, jenis dan bagian srikaya berpengaruh signifikan terhadap kandungan senyawa fenolik, flavonoid, aktivitas antioksidan dan aktivitas inhibisi α-glukosidase. Ekstrak daun srikaya hijau dan ekstrak daun srikaya merah memiliki kandungan  total fenolik dan flavonoid tertinggi. Ekstrak daun srikaya hijau memiliki kandungan total fenolik 317,60±7,51 mg GAE/g ekstrak  dan flavonoid 22,44±0,96 mg QE/g. Sedangkan  ekstrak daun srikaya merah memiliki  kandungan  total fenolik   307,14±4,35 mg GAE/g  dan flavonoid 21,85±0,21 mg QE/g. Ekstrak dari kulit buah srikaya hijau memiliki aktivitas antioksidan (IC50) tertinggi sebesar 59,98±0,49 µg/mL, sedangkan ekstrak kulit buah srikaya merah memiliki aktivitas inhibisi α-glukosidase (IC50) tertinggi  sebesar 30,57±1,38 µg/mL. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3435
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Susu Bubuk Edamame
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i2.3472

Abstract

Susu bubuk edamame akan memiliki peluang yang sangat baik di pasaran karena memiliki kandungan nutrisi yang baik. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan suhu dan lama penyimpanan terhadap karakteristik mutu susu bubuk edamame menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor yakni faktor suhu penyimpanan (35°C, 45°C, dan 55°C) dan lama penyimpanan (hari ke-0, 7, 14, 21, 28, dan 35). Data dianalisis dengan ANOVA dengan selang kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Fisher, uji Tukey, dan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu bubuk edamame memiliki kadar air awal 4,67%, kelarutan 88,14%, aw 0,51, tingkat penggumpalan 12,29%, nilai TBA 0,353 mg/kg, dan rerata uji warna L: 76,3, a: -2,8, dan b: +26,7. Setelah dilakukan penyimpanan selama 35 hari terlihat bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kadar air, aw, penggumpalan, nilai TBA dan warna (L*, a*, b*) dari susu edamame. Sementara itu, parameter kelarutanhanya dipengaruhi oleh lama penyimpanan. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3472
FORTIFIKASI RESTRUCTURED CHICKEN PRODUCT DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i2.3014

Abstract

Fortifikasi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dengan menambahkan zat gizi pada suatu produk pangan agar produk pangan tersebut tercukupi nilai gizinya. Penambahan zat gizi yang dilakukan pada produk nugget ini yaitu dengan penambahan antioksidan yang berasal dari daun kelor. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor 1 adalah daun kelor  yang ditambahkan yang terdiri dari 3 level  (daun kelor segar, daun kelor kering,daun kelor blanching ) dan  faktor 2 yaitu konsentrasi daun kelor yang terdiri dari 3 level (10%, 15%,20%). Parameter pengujian yang dilakukan yaitu, kadar air, akdar abu, tekstur, lemak, protein, klorofil dan antioksidan.  Perlakuan terbaik pada perlakuan daun segar 20% yang memiliki kadar air 63,24% , kadar abu 7,33% , klorofil 0,36 %, antioksidan 55,66% , lemak 6,07 %, protein 12,05 %. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3014
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN YOGHURT MANGGA (Mangifera indica L.) TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i2.3337

Abstract

Yoghurt merupakan produk susu fermentasi yang dihasilkan dari susu melalui proses fermentasi Bakteri Asam Laktat (BAL). Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan bakteri yang paling umum digunakan sebagai kultur starter pada proses fermentasi susu menjadi yoghurt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total BAL pada yoghurt mangga pada suhu refrigerator dengan lama penyimpanan yang berbeda. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari P1 (kontrol), P2 (3 hari), P3 (6 hari), P 4 (9 hari), P5 (12 hari), dan P6  (15 hari). Perhitungan total BAL menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Teknilk analisis data yang digunakan adalah Uji Kruskal-Wallis dengan  0,05 dan Uji Lanjutan Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh lama penyimpanan yoghurt mangga pada suhu refrigerator terhadap total bakteri asam laktat. Hasil menunjukan bahwa semakin lama penyimpanan pada suhu refrigerator cenderung membuat total BAL semakin sedikit. Penyimpanan yoghurt mangga pada suhu refrigerator selama 0-6 hari masih memenuhi batas SNI karena memenuhi minimal 107 sehingga masih dapat dikonsumsi, sementara penyimpanan yoghurt mangga pada suhu refrigerator selama 9-15 hari tidak memenuhi batas SNI sehingga tidak dapat dikonsumsi. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3337
Formulasi Minuman Fungsional Antidiabetes Okra dan Alginat dengan Metode Mixture Design
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i2.3515

Abstract

Diabetes adalah penyakit  dimana  penderita memiliki kadar gula darah diatas batas normal. Salah satu upaya menurunkan kadar gula darah adalah mengkonsumsi obat-obatan, makanan atau minuman yang dapat menjaga gula darah tetap normal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi minuman fungsional antidiabetes dengan bahan dasar okra dan alginat. Penelitian ini menggunakan Mixture Design dimana akan ada beberapa formulasi yang dibuat dan satu formulasi terbaik menurut program Design Expert 13®. Data dianalisis dengan ANOVA. Mutu minuman fungsional ditentukan berdasarkan mutu fisik seperti total padatan terlarut, viskositas, stabilitas, mutu kimia seperti keasaman dan mutu organoleptik berdasarkan warna, aroma, rasa dan tekstur dengan metode hedonik dan mutu hedonik serta penerimaan umum. Formulasi terbaik pada minuman fungsional akan dilakukan uji penunjang berupa proksimat (kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) serta uji antioksidan. Hasil formulasi terbaik berdasarkan optimasi program Design Expert 13® menghasilkan total padatan terlarut 1,8 °Brix, viskositas 845 cP, stabilitas 80%, keasaman 0,10479, hedonik warna agak suka, hedonik aroma agak suka, hedonik rasa netral, hedonik tekstur netral dan penerimaan umum agak suka secara keseluruhan. Minuman fungsional formulasi optimum memiliki kadar air 97,9%, kadar abu 0,21%, kadar protein 0,44%, kadar lemak 0,34%, kadar karbohidrat 1,11%. Serta diuji aktivitas antioksidannya menghasilkan 71,58% dengan IC50 0,687 ppm. DOi : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3515
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT DARI TAPE SINGKONG YANG BEREDAR DI KECAMATAN JOMBANG
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i2.3547

Abstract

Tape singkong merupakan makanan ringan yang dihasilkan dari fermentasi singkong dengan menggunakan ragi. Pangan fermentasi merupakan sumber isolat bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah isolat dan karakteristik bakteri asam laktat pada tape singkong. Isolasi bakteri asam laktat dari tape singkong dilakukan pada tiga sampel tape singkong dengan merk berbeda yang beredar di Desa Kepatihan Kecamatan Jombang. Isolasi bakteri asam laktat dilakukan menggunakan media de Man Rogosa Sharpe Agar (MRSA). Bakteri asam laktat yang diperoleh dari hasil isolasi selanjutnya dikarakterisasi. Karakterisasi dilakukan dengan mengamati karakter makroskopis, mikroskopis, dan biokimia. Hasil dari isolasi tersebut didapatkan dua isolat dari tape singkong yang beredar di Desa Kepatihan Kecamatan Jombang yang diberi kode TL13 dan TL23. Sel bakteri asam laktat dari kedua isolat tersebut berbentuk kokus. Kedua isolat tersebut termasuk Gram positif, katalase negatif, oksidase negatif, tidak berspora, serta bersifat non motil. Isolat yang diperoleh dapat dieksplorasi lebih lanjut potensinya sebagai probiotik  maupun penghasil bakteriosin. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3547
CHARACTERISTICS OF CATFISH (Pangasius pangasius) VISCERA OIL PURIFIED WITH BENTONITE
Jurnal Teknologi Pangan Vol 16, No 2 : DESEMBER 2022
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v16i2.3226

Abstract

The fishing industry is a very broadline business with various processes that have by-products. Catfish viscera which includes digestive tract, liver, bile, and stored fat (belly fat) is a potential source of fat to be processed into fish oil with high content of unsaturated fatty acids, especially omega 3. This study aims to determine the effect of adding bentonite to the purification process of catfish oil from viscera on the characteristics of pure fish oil. This study used a completely randomized design (CRD) consisting 4 treatments of bentonite percentage, 0%, 4%, 7% and 10%. Parameters measured were free fatty acid, acid number, peroxide number, paraanisidin number (p-anisidin), total oxidation, and yield. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and continued with Duncan's Multiple Distance Test. The results of this study indicate that the addition of bentonite to pure fish oil has a significant effect on the characteristics of fish oil from each treatment. The best purification was found in the addition of 10% bentonite that having the characteristics of 0.62% free fatty acids, 0.12 mgKOH/g acid number, 0 meq/kg peroxide number (not detected), paraanisidin number 1.60 meq/kg, total oxidation 1.60 meq/kg, and yield of 75.23 ± 0.194%. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v16i2.3226