cover
Contact Name
Lilif Muallifatul Khorida Filasofa
Contact Email
liliffilasofa@walisongo.ac.id
Phone
+6282135290705
Journal Mail Official
joecce@walisongo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Hamka Km2. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Early Childhood and Character Education
ISSN : 27755444     EISSN : 27752046     DOI : 10.21580/joecce.vxxx.xxxxx
Focus. The focus is to provide readers with a better understanding of Early Childhood and Character Education through the publication of articles. Scope. This journal publishes a research article and discourses around the subject of early childhood and character education. The subject cover law, matter, development, curriculum, assessment, values in early childhood, and character education from various perspective. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini sesuai dengan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak di RA Ar-Rahman Yogyakarta Nasution, Nur Kholidah
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v2i2.10683

Abstract

AbstractThis article attempt to analysis accepted of language development for children in STPPA. Type of this research is qualitative research. Data optioned from observation and interviewed with teachers and student parents. The purpose of this study to describe the development of the achieving language in early childhood based on STPPA (Standard of achievement level of childhood development). And results of this research that early childhood education is varied important to note because at the Golden where child more sensitively for imitating what they behold and hears. Therefore, language development for children must be good developments according to the stage of their ages and not separated from parent’s cooperation with teachers. Then the subject of this research studied by researcher and has reached that levels of the language developmental. Because was standard by BPNS.Children who are supported by development, both from school and from the family will greatly help the development of child language. Because of mutual support for each other. And parents also often provide stimulus through storytelling, communicating to their children and children to follow many activities, such as tutoring, studying and being well-nourished. So parents who care about the education of their children will produce a smart child both in terms of cognitive and in terms of language development.Keynote: Language development AUD (STPPA Accepted)Abstrak Penelitian (artikel) ini membahas perkembangan bahasa anak (STPPA tercapai), penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dan data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan guru serta orang tua murid. Dan tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengembangan bahasa anak usia dini dalam mencapai STPPA (standar tingkat pencapaian perkembangan anak) serta yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak dalam mencapai STPPA (standar tingkat pencapaian perkembangan anak).Dan hasil penelitian Pendidikan anak usia dini sangat penting untuk diperhatikan, karena pada masa golden ege (masa emas) anak lebih peka untuk meniru apa yang dilihat dan didengarkan. Oleh karena itu perkambangan bahasa anak harus dikembangkan dengan baik, sesuai dengan tahap usianya. Tak lepas dari kerjasama orang tua dengan guru sekolah. Kemudian subjek yang diteliti oleh penulis sudah mencapai tingkat perkembangan bahasa, karena sudah memenuhi kriteria yang dibuat oleh BPNS.Anak yang didukung perkembangannya, baik dari sekolah maupun dari keluarga akan sangat membantu perkembangan bahasa anak. Karena saling mendukung satu sama lain. Dan orang tua juga sering memberikan stimulus melalui bercerita, berkomunikasi terhadap anaknya serta anak mengikuti banyak kegiatan, seperti les, mengaji  dan dibutuhi dengan nutrisi yang baik. Maka orang tua yang peduli dengan pendidikan anaknya akan menghasilkan anak yang pintar baik dari segi kognitifnya maupun dari segi perkembangan bahasanya.
Analisis Kemampuan Keterlambatan Berbicara Pada Anak Usia (3-4) Tahun di Kelurahan Bukit Lama Palembang Fidiatillah Nugraha; Rukiyah Rukiyah
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v2i2.11752

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah perkembangan kemampuan bicara anak yang belum berkembang sesuai dengan tahap usianya yang dapat diketahui dari ketidaktepatan artikulasi atau kata-kata yang digunakan anak yang menyebabkan pendengarnya kesulitan dalam memahami perkataannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatar belakangi keterlambatan bicara pada anak. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang yaitu MH dan MD anak yang berusia (3-4) tahun yang MH dan MD yang mengalami keterlambatan berbicara di Kelurahan Bukit Lama Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber dalam penelitian ini yaitu orang tua dari subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data collection, reduction, display, verificcasion. Hasil dari penelitian ini menunjukan beberapa faktor yang melatar belakangi keterlambatan berbicara pada anak yaitu kurangnya kosakata, sering menonton televisi, pengaruh gadget, mempunyai latar belakang lidah pendek, kurangnya stimulasi interaksi dan komunikasi, kebiasaan bermain sendiri, riwayat keluarga, Terdapat faktor lain yang merupakan temuan dalam penelitian ini yaitu sering menggunakan bahasa tubuh sehingga kurangnya motivasi anak untuk berbicara.
Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini sebagai Upaya Menghindari Pelecehan Seksual pada Anak di Lingkungan Pedesaan Hidayatu Munawaroh; Alfi Ukrima
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v2i2.11776

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini Untuk mengetahui pembelajaran pendidikan seks sejak dini di kel-B RA Miftakhurrohmah Gondang Watumalang , Untuk mengetahui peran pendidik pada pembelajaran pendidikan seks sejak dini dalam upaya menghindari pelecehan seksual pada anak di kel-B RA Miftakhurrohmah Gondang Watumalang. Untuk mengetahui apa saja faktor pendukun dan faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran seks sejak dini dalam upaya menghindari pelecehan seksual pada anak di kel-B RA Miftakhurrohmah Gondang Watumalang.Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, adapun subjek penelitian adalah guru kelompok B RA Miftakhurrohmah Gondang Watumalang Kabupaten Wonosobo. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi, analisis dengan model analisis interaktif. Dalam model tersebut ada tiga komponen analisis yakni reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi yang dilakukan secara interaktif dengan teknik analisis kualitatif deskriptif.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) pendidikan seks yang dapat dilakukan pendidik kepada anak dengan memberikan informasi tentang persoalan seksualitas seperti mengenalkan bagai mana perbedaan fisik anak laki-laki dan perempuan, organ vital mana saja yang harus dijaga agar tidak telihat oleh orang lain, seperti dalam syair lagu “ Sentuhan Boleh Sentuhan Tidak Boleh”. (2) peran pendidik dalam pembelajaran pendidikan seks adalah menyampaikan hal-hal seperti diatas dengan penyampaian yang tepat dan dapat dipahami anak sebagai upaya mencegah pelecehan seksual yang mungkin saja terjadi pada anak (3) Faktor pendukung pendidik yang berkualitas dan mengerti akan pentingnya pendidikan seks sejak dini dalam upaya menghindri pelecehan seksual pada anak sehingga peserta didik, dan faktor penghambat menganggap seks adalah hal yang vulgar dan tabu, menganggap seks adalah hal yang alamiah sehingga tidak perlu dibicarakan, menganggap bahwa mengajarkan pendidikan seks pad anak berarti memberikan informasi yang tidak senonoh.
Peran Orang Tua dalam Melatih Toilet Training Anak Usia Dini di Kelurahan 15 Ulu Palembang Atthoyibah Munawaroh
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v2i2.11753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam pelatihan toilet training anak usia (1-3) tahun di Kelurahan 15 Ulu Palembang. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian 50 Orang tua dari anak usia (1-3) tahun di Kelurahan 15 Ulu Palembang. Teknik pengumpulan data ini wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan perhitungan persentase dan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pelatihan toilet training anak usia (1-3) tahun di Kelurahan 15 Ulu Palembang rata-rata telah terlaksana 75%. Jadi disimpulkan bahwa peran orang tua dalam pelatihan toilet training telah dilaksanakan dengan baik seperti dengan memberikan contoh dan membimbing kepada anak untuk  bisa BAB dan BAK ke toilet.
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Taman Kanak-kanak di Kabupaten Bengkalis Nurhaida Selian; Siti Khodijah
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v2i2.11301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latarbelakang pendidikan terhadap kompetensi pedagogik guru di TK  gugus 3 kenanga kecamatan bantan kabupaten bengkalis.  Hasil penilaian menunjukkan bahwa ada pengaruh latar belakang pendidikan terhadap  kompetensi pedagogik guru TK. Besarnya kontribusi latar belakang pendidikan terhadap kompetensi pedagogik guru TK sebesar 19,8% sisanya 80,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.  Dengan demikian analisis pengaruhnya adalah positif dan dibuktikan dengan nilai fhitung 7,657 f tabel4,16. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.
Asesmen Perkembangan Kognitif dengan Metode Eksperimen Melalui Kegiatan Pencampuran Warna Masruroh, Uci; Imam, Syafi’i
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v2i2.10408

Abstract

Berdasarkan seluruh aspek perkembangan anak, aspek perkembangan kognitif adalah aspek utama yang dapat mempengaruhi perkembangan aspek yang lainnya.Keterampilan kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktifitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berpikir. Pengembangan kognitif bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak melalui pembelajaran kognitif, bahasa dan matematika. Kemampuan kognitif anak dapat terstimulus dengan baik maka dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Strategi yang di gunakan dalam kegiatan ini yaitu metode dan pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berfikir anak. Salah satunya menggunakan metode pembelajaran eksperimen. Metode ini memberikan kesempatan bagi anak untuk lebih bereksplorasi dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan mencampur warna adalah kegiatan yang sederhana jika diterapkan di taman kanak-kanak dan anak dapat memperoleh pengetahuan baru melalui warna-warna yang akan dicampur nantinya. anak mendapatkan pengetahuan dalam mengenal warna. Warna primer adalah warna merah, kuning, biru yang menjadi warna pokok atau warna dasar. Warna primer merupakan dasar dari terciptanya semua warna dan kita bisa membentuk banyak jenis warna dari perpaduan warna-warna primer. Kegiatan yang dilakukan adalah pencampuran warna dengan cara Air merambat dikertas tisu melalui proses yang disebut aksi kapilarisasi. Kerta tisu terbuat dari serat sehingga air dapat berpindah di sela-sela serat kertas. Celah di tisu bertindak seperti tabung kapiler dan menarik air ke atas. Itu sebabnya air dapat naik dari akar tanaman menuju ke daun-daun di atas pohon. Air dapat naik ke atas melawan gaya tarik bumi karena ada dorongan antara air dengan serat dari kertas tisu tersebut. Asesmen yang di gunakan dalam kegiatan ini menggunakan metode observasi .Observasi dilakukan pada saat pembelajaran pengembangan kognitif berlangsung dengan berpedoman kepada pedoman observasi. Dengan menggunakan tabel rubrik dan anekdot. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6