cover
Contact Name
Muhammad Syahrir
Contact Email
syahrir_gassa@yahoo.com
Phone
+6275172201
Journal Mail Official
sofyan@kemenperin.go.id
Editorial Address
http://litbang.kemenperin.go.id/jli/about/editorialTeam
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Litbang Industri
Core Subject : Science,
Jurnal Litbang Industri (JLI) is a scientific journal published regularly twice a year in June and December. JLI contains primary articles or reviews are sourced directly from results of industrial research such as processing of agricultural products, food processing, fishing industry, mining industry, industrial standardization, and pollution control. All submissions are reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2021)" : 13 Documents clear
Preparation of chitosan-based nanofiber mats containing Soluplus® as a potential polymeric carrier by electrospinning process Rizka Yulina; Irene Bonadies; Giovanni Dal Poggetto; Paola Laurienzo
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.735 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7149.124-130

Abstract

A preparation of chitosan-based nanofiber mats loaded with Soluplus as a novel carrier polymer was carried out. Soluplus, a water-soluble amphiphilic copolymer, was added to provide a nanofiber structure that will be useful in applications as drug delivery system. In this study, a mixture of chitosan, polyethylene oxide (PEO), and Soluplus micelles was electrospun into nanofibers and characterized using SEM to observe the fiber morphology. Rhodamine (Rh) was used as a model molecule trapped inside Soluplus micelles. The results showed that chitosan-based nanofiber mats were successfully realized by electrospinning of the chitosan/PEO polymer blend solution at a ratio of 3:2 with 4 wt% total polymer concentration. The optimum electrospinning parameters to obtain the nanofibers were at 30 kV electrical potential, 0.2 ml/hour feed rate, and 30 cm distance between the needle tip and the collector. The addition of Soluplus at four times greater critical micelles concentration (CMC) was still able to provide smooth and bead-less nanofibers morphology. Nanofiber mats with Rh-Soluplus have an average fiber diameter of 56 nm, a slightly thinner than the nanofibers with chitosan/PEO alone (63 nm). A preliminary study of Rh release from Soluplus micelles, as well as from Soluplus loaded in the nanofiber mats, showed slower release of Rh from Soluplus loaded in the nanofiber mats compared to the free Soluplus.
Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021 Firdausni Firdausni
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.129 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7570.iii-xii

Abstract

Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021
Pengaruh alkalisasi pada pasta kakao terhadap rendemen minyak hasil pengempaan Dewi Arziyah; Sri Mutiar
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.288 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.6901.97-102

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh alkalisasi dengan menggunakan tiga senyawa kimia terhadap lemak kakao. Alkalisasi menggunakan senyawa kimia Na2CO3, K2CO3 dan Ca(OH)2 dengan konsentrasi masing-masingnya 0,5%, 1%, 1,5%, 2% dan 2,5%. Alkalisasi dan ukuran partikel adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pengolahan untuk menghasilkan cokelat berkualitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Data selanjutnya diuji menggunakan Least Significant Difference pada tingkat signifikansi 5% untuk menemukan karakteristik terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh interaksi antara jenis bahan kimia dengan konsentrasinya terhadap rendemen minyak kakao, pH, dan analisis warna. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan rendemen tertinggi adalah penambahan alkali Na2CO3 pada konsentrasi 2,5% dengan suhu 80oC dengan rendemen  35,33 %.   
Pengaruh penambahan Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) dan asam sitrat terhadap mutu dan ketahanan simpan susu jagung Citra Setiawati; Kamsina Kamsina; Inda Three Anova; Firdausni Firdausni; Yulia Helmi Diza
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.172 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7399.131-137

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan pengganti gandum dan padi yang mengandung karbohidrat, kalori dan protein. Dalam rangka meningkatkan nilai tambah jagung dapat dilakukan pengolahan menjadi susu jagung. Pengolahan jagung menjadi susu jagung sudah dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) The Ampale Star Taratak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan, akan tetapi susu jagung yang diproduksi tidak memiliki ketahanan simpan yang lama. Guna meningkatkan ketahanan simpan dan mutu susu jagung dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui formulasi susu jagung terbaik dengan melihat pengaruh penambahan Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) dan asam sitrat. Penelitian dilakukan dengan metoda Rancangan Acak Lengkap secara faktorial dengan beberapa perlakuan penambahan CMC dan asam sitrat. Peningkatan penambahan CMC dan asam sitrat menyebabkan semakin meningkat hasil analisa dari  kadar abu, protein dan gula total namun berbanding terbalik dengan hasil analisa kadar lemak. Perlakuan optimal diperoleh pada perlakuan penambahan 0,3 % CMC dan 0,01 % asam sitrat dengan hasil analisa kadar abu 0,13%, kadar protein 0,54%, kadar lemak 0,18%, dan gula total 19,23%. Ketahanan simpan susu jagung yang disimpan pada refrigerator sampai hari ke-25 masih bagus dengan cemaran mikroba (angka lempeng total) yaitu 8,1x103 koloni/ml.
Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021 Salamariza Sy
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1608.407 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7571.xiii-xvi

Abstract

Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 11 No. 2 Desember Tahun 2021
Perlakuan ozon dan sonokimia untuk degradasi residu mankozeb pada cabe hijau (Capsicum annuum L.) Safni Safni; Elma Fadrita Rahman; Deswati Deswati; Salmariza Sy
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.584 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7259.103-109

Abstract

Fungisida, seperti mankozeb, banyak digunakan dalam bidang pertanian berkelanjutan dan akan meninggalkan residu pada bahan pangan. Proses oksidasi lanjutan (AOPs) ozon treatment (ozonolisis dan air ozon), sonokimia (sonolisis) serta kombinasi keduanya (sonozolisis) merupakan salah satu teknik potensial dalam mendegradasi residu mankozeb pada cabe hijau. Perbandingan metode degradasi dilakukan pada kondisi yang sama yakni 50 g cabe hijau, 100 mL air dengan waktu treatment 10 menit mampu mendegradasi residu mankozeb sebesar 69,63±1,60 air ozon; 58,83±2,57 sonozolisis; 56,51±2,29 ozonolisis; dan 23,70±1,60 sonolisis. Penambahan waktu perendaman selama 20 menit air ozon meningkatkan persentase degradasi sebesar 83,80±2,54. Beberapa parameter yang mempengaruhi proses degradasi dipelajari seperti waktu treatment, volume air, dan massa cabe hijau. Proses degradasi dengan waktu treatment 10-15 menit, volume air 100 mL dan 50 g cabe hijau mampu mereduksi residu mankozeb sebesar 25-58%. Data hasil analisis spektrofotometer-HPLC menunjukkan bahwa residu mankozeb pada cabe hijau telah berhasil didegradasi.
Produksi garam di lahan geomembran: Perhitungan kapasitas produksi, mutu dan perbandingannya dengan garam tradisional Lancy Maurina; Mahlinda Mahlinda; Abdul Thalib; Ridho Kurniawan
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.347 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.6935.138-144

Abstract

Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah penghasil garam di Indonesia, dengan daerah utama penghasil garam terdapat di Kab. Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang dan Simeuleu. Umumnya, proses pengolahan garam masih dilakukan secara tradisional dengan cara perebusan air garam menggunakan kayu bakar sebagai pemanas hingga air menguap dan menyisakan butiran garam berwarna putih buram. Teknologi perebusan ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya harga kayu bakar semakin mahal, jumlah produksi sangat terbatas dan mutu garam yang dihasilkan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses kristalisasi garam menggunakan geomembran, menghitung kapasitas produksi dan menguji produk sesuai SNI. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan proses produksi garam tradisional. Hasil penelitian menunjukkan, lahan geomembran dapat menghasilkan garam lebih banyak dengan selisih sebesar 1.100 kg/10 hari atau terjadi peningkatan produksi sebesar 122,22 %. Hasil uji kadar NaCl menunjukkan kadar NaCl garam geomembran lebih tinggi 6,12% dari garam tradisional. Sementara, hasil pengujian warna menunjukkan garam geomembran berwarna putih jernih, sementara garam tradisional memiliki warna putih buram.
Produksi karbon aktif arang tempurung kelapa menggunakan kombinasi metode aktivasi secara kimia dan steam tekanan rendah Ahmad Muhajir; Izarul Machdar; Mariana Mariana
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.905 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7104.110-116

Abstract

Arang dapat diubah menjadi karbon aktif melalui tahapan aktivasi, yang mana proses ini dapat dilakukan secara kimia maupun fisika, dengan tujuan memperbesar ukuran porinya.Pada paper ini telah dikaji mengenai karakteristik karbon aktif dari arang tempurung kelapa yang diaktivasi menggunakan metode kombinasi aktivasi kimia dan steam tekanan rendah. Arang tempurung kelapa yang digunakan berasal dari pengrajin di Desa Teubang Phui. Arang diaktivasi secara kimia dengan cara direndam dalam larutan Asam Fosfat (H3PO4) 60%, 70%, dan 80%, dengan lama waktu aktivasi 1, 2, dan 3 hari.  Karakterisasi karbon aktif meliputi uji kadar air, kadar zat menguap, kadar abu total, kadar karbon menunjukan nilai rata-rata yaitu berturut-turut 0,04%; 3,02%; 3,02%; dan 93,96%. Aktivasi karbon dilanjutkan dengan disteam pada suhu 100oC selama 4 jam. Hasil uji daya serap iodin menunjukan peningkatan berkisar antara 3-12% dari sebelum disteam. Semua parameter memenuhi syarat baku mutu karbon aktif menurut SNI 063730-95, kecuali bilangan iod yang nilainya < 200 mg/g. Spektrum FTIR tidak menunjukan perbedaan gugus fungsi antara sebelum dan sesudah aktivasi arang tempurung kelapa. Luas permukaan karbon aktif yang teraktivasi dengan H3PO4 60%, perendaman 1 hari, serta disteam, yaitu  23,235 m2/g.
Pengaruh ukuran saringan dan konsentrasi gula terhadap sifat fisika kimia konsentrat sari buah kundur (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn) Inda Three Anova; Kamsina Kamsina; Firdausni Firdausni; Yulia Helmi Diza; Yurnita Yurnita
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.092 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.7400.145-150

Abstract

Buah kundur (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn) telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu bahan pangan fungsional. Pemanfaatan buah kundur biasanya dengan cara dibuat sari buah yang diminum langsung atau dikombinasikan dengan campuran sari buah lainnya. Kandungan buah kundur terdiri dari air, protein, karbohidrat, serat vitamin dan mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dari perlakuan variasi ukuran saringan yaitu 40 mesh,  60 mesh,  80 mesh, dan konsentrasi gula yaitu 30% dan 40% yang digunakan pada pembuatan konsentrat sari buah kundur. Terhadap konsentrat yang diperoleh dilakukan pengamatan pH, kekentalan, analisa kadar serat, kadar gula, mineral, vitamin C dan aktivitas antioksidan. Perlakuan ukuran saringan 40 mesh dengan  konsentrasi gula 40% memberikan hasil yang optimal dengan pH 4,87, kekentalan 12,09 cP, kadar serat 0,15%,  kadar gula 29,91%, kandungan mineral kalsium (Ca) 0,0002%, magnesium (Mg) 0,0057%, kalium (K) 0,0474 % dengan kadar vitamin C 0,0057%  dan aktivitas antioksidan 55,65%.
Peningkatan daya buih susu skim sebagian rekombinasi dengan penggunaan penstabil Ahmad Johari; Sugiyono Sugiyono; Dede Robiatul Adawiyah
Jurnal Litbang Industri Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.43 KB) | DOI: 10.24960/jli.v11i2.6745.79-89

Abstract

Susu banyak digunakan untuk memberikan rasa milky dan kestabilan buih pada minuman kopi seperti cappuccino dan latte. Karakteristik buih susu pada lapisan atas minuman kopi akan menentukan kualitas keseluruhan suatu produk. Penstabil berperan penting pada stabilitas buih dan tekstur produk akhir yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula susu skim sebagian rekombinasi yang disukai oleh konsumen dan meningkatkan daya buih formula terpilih dengan penambahan penstabil microcrystalline cellulose (MCC) atau xanthan gum (XG). Konsentrasi xanthan gum yang digunakan adalah 0,10%, 0,15%, 0,20% dan konsenstrasi microcrystalline cellulose yang digunakan adalah 0,08%, 0,10%, 0,12%. Formula yang disukai oleh konsumen adalah formula dengan kadar laktosa 1,60%. Formula dengan penambahan microcrystalline cellulose tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol pada volume buih dan foam volume stability index (FVSI). Penambahan xanthan gum memberikan pengaruh nyata pada volume buih dan FVSI. Konsentrasi terbaik xanthan gum adalah 0,10% dengan suhu frothing 60 °C dan biaya formula Rp. 6.176,00 per Kg. Penambahan xanthan gum secara nyata meningkatkan nilai viskositas dan berdampak nyata pada sifat sensori. Sampel terpilih yang disimpan selama 0-7 hari pada suhu 4 oC memiliki nilai pH, viskositas, warna, volume buih dan FVSI yang tidak berbeda nyata serta sifat sensori (atribut gurih, milky dan asin) yang sama.

Page 1 of 2 | Total Record : 13