cover
Contact Name
Siska Praditya
Contact Email
20320312@students.uii.ac.id
Phone
+6385702175932
Journal Mail Official
khazanahuii@gmail.com
Editorial Address
Gedung GBPH Prabuningrat Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang No. Km.14,5 , Krawitan Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Mahasiswa
ISSN : 1979519X     EISSN : 27458733     DOI : 10.20885/khazanah
“Khazanah: Jurnal Mahasiswa” merupakan platform publikasi jurnal yang mulai diresmikan pada tahun 2009. Jurnal Khazanah diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) Universitas Islam Indonesia yang bekerjasama dengan Kelompok Studi Laboratorium Mahasiswa (LabMa) Universitas Islam Indonesia. Jurnal Khazanah telah terverifikasi pada Online Journal System (OJS) dibawah naungan jounal.uii.ac.id sejak tahun 2011. Jurnal Khazanah telah rutin menerbitkan jurnal dalam 1-2 edisi per tahun. Karya yang diterbitkan merupakan suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup sains dan sosial.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. VII, No. 2, Januari 2015" : 7 Documents clear
TEKNOLOGI CANTING PANTOGRAPH UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI BATIK TULIS Rizqi Ramadhani; Nabila Noor Qisthani; Adhe Rizky Anugerah
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. VII, No. 2, Januari 2015
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol7.iss2.art1

Abstract

Batik adalah salah satu kekayaan budaya asli Indonesia yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Namun, kepedulian masyarakat Indonesia terhadap proses pembuatan batik masih rendah, khususnya batik tulis. Berdasarkan studi lapangan secara sederhana di salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta bernama “CV.Kusuma Jaya Batik” didapatkan bahwa produsen batik tulis memiliki kendala dalam lamanya proses pembatikan batik tulis. Proses tersebut biasanya memakan waktu satu sampai tiga bulan, berdasarkan kerumitan dan luas kain. Hal tersebut mengakibatkan jumlah produksi batik tulis yang dihasilkan Usaha Kecil Menengah (UKM) tersebut belum maksimal. Mengingat permasalahan tersebut peneliti telah membuat inovasi yaitu pembuatan alat canting pantograph yang bertujuan menyediakan fasilitas bagi pengrajin batik untuk membantu mempercepat proses produksi batik tulis. Metode penelitian dimulai dari survey lapangan, tahap perancangan teknologi, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan teknologi canting pantograph dan juga uji kinerja alat dan aplikasi yang dilakukan selama lima bulan. Hasil yang didapatkan setelah menyelesaikan pembuatan batik tulis pada kain mori berukuran90 cm x 200 cm antara canting konvensional dengan canting pantograph adalah 28 jam 42 menit untuk canting konvensional dan 8 jam 45 menit untuk canting pantograph sehingga didapatkan perbandingan 1:3. Dari segi keuntungan, canting pantograph akan menghasilkan omset sebesar Rp57.610.000 sedangkan canting konvensional hanya Rp17.556.000 dengan asumsi harga penjualan satu kain adalah Rp 700.000.
PERBAIKAN KUALITAS CITRA IRIS MATA UNTUK PENGENALAN POLA (BIOMETRIC) Dadang Heksaputra; Dhina Puspasari Wijaya; Sri Nilawati
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. VII, No. 2, Januari 2015
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol7.iss2.art2

Abstract

Mata merupakan bagian dari kelima panca indra dari tubuh manusia. Mata mempuyai salah satu bagian disebut iris mata. Iris adalah salah satu organ bagian dalam dari mata terletak di belakang kornea dan di depan lensa. Fungsi utama dari iris mata adalah mengatur ukuran (besarnya) pupil. Banyaknya cahaya masuk ke dalam pupil jatuh pada retina mata dan diatur oleh otot–otot dalam iris. Iris mata setiap manusia memiliki pola berbeda sehingga dapat digunakan untuk kepentingan identifikasi seseorang. Iris mata manusia bisa menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi atau membuktikan jati diri seseorang, cara ini biasa dikenal dengan biometric. Aplikasi ini nantinya diharapkan bisa mengidentifikasi bagian dari iris mata serta bentuk pola iris mata seseorang. Sehingga bisa dilanjutkan untuk kepentingan biometrik kedepannya. Metode digunakan adalah metode Histogram Equalizationuntuk perbaikan kualitas citra (image enhacement) dan metode Circle Midpoint Algorithm, daugman’s rubber sheet, dan Co-occurence Matrices and Feature untuk mengidentifikasi bentuk pola iris mata.Metode tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi iris mata seseorang dan untuk mengetahui apakah dapat mengidentifikasi dengan baik maka sistem akan melalui pengujian data.
KOMBINASI EKSTRAK TEMU PUTIH (CURCUMA ZEDOARIA) DAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) TERHADAP AKTIVITAS SEL LIMFOMA DENGAN METODE MTT ASSAY Istiqari Silma Arifah; Kharismatul Khasanah; Diny Lidy; Herianto Pandapotan
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. VII, No. 2, Januari 2015
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol7.iss2.art3

Abstract

Tumor merupakan proses terjadinya pertumbuhan sel yang tidak beraturan dan tak terkontrol (abnormal). Tumor ini bisa bersifat kanker (malignant) atau non-kanker (jinak). Dengan dilakukan penelitan terhadap aktivitas sel lymphoma terhadap kombinasi ekstrak temu putih dan bawang putih menggunakan metode MTT Assay bertujuan untuk menguji keefektifan dari kombinasi ekstrak tersebut terhadap aktifitas sel lymphoma. Bawang putih (Allium sativum) memiliki senyawa organosulfur yang dapat menekanan proliferasi sel dengan menghalangi perkembangan siklus sel tanpa diikuti kerusakan sel disekitarnya. Sedangkan temu putih (Curcuma zedoaria) memiliki mekanisme anti kanker dengan menginduksi apoptosis dari sel kanker itu sendiri tanpa merusak sel lain disekitarnya. Kombinasi ekstrak tersebut diharapkan dapat member efek sinergi dalam penghambatan aktivitas tumor lymphoma. Serbuk simplisia dibuat dalam bentuk ekstrak dengan menggunakan metode maserasi dan menggunakan pelarut etanol 70%. Maserat yang telah diperoleh akan disaring dan diuapkan dengan penguap vakum atau penguap tekanan rendah hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak kental kemudian diujikan pada sel lymphoma dengan seri dosis 50 : 50 ( 500 : 500 ; 250 : 250 ; 125 : 125 ; 62,5 : 62,5 ; 31,25 : 31,25 ; 15, 625 ; 15, 625 ppm) yang telah dibiakkan pada media komplit di dalam mikroplate dan diberi reagen MTT Assay 0,5%. Hal ini bertujuan untuk mengamati besarnya persen kematian sel (%) dan kristal formazan yang terbentuk. Data hasil pengamatan yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan Elisa reader pada panjang gelombang 550 nm.
PEMANFAATAN PEKTIN YANG DIISOLASI DARI KULIT DAN BUAH SALAK (SALACCA EDULIS REINW) DALAM UJI IN VIVO PENURUNAN KADAR KOLESTEROL DAN GLUKOSA DARAH PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Pradhani Dhaneswari; Crisdany Gusti Sula; Zahra Ulima; Putri Andriana
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. VII, No. 2, Januari 2015
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol7.iss2.art4

Abstract

Pektin merupakan polimer yang terdapat dalam dinding sel tumbuhan dan dapat ditemukan dalam berbagai jenis tanaman pangan. Pektin pada tanaman banyak terdapat pada kulit dan daging buahnya. Pektin memiliki manfaat yang banyak, terutama di bidang kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk mendapatkan pektin dari kulit dan daging buah salak pondoh (Salacca edulis Reinw.), yang keberadaannya berlimpah di Kabupaten Sleman, serta untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar glukosa dan kolesterol dalam uji in vivo. Dilakukan 2 cara untuk mendapatkan pektin dari kulit dan daging buah salak, yaitu dengan soxhletasi dan perebusan. Untuk metode soxhletasi digunakan kondisi pH 2,5-3, dengan suhu 90°C. Sedangkan untuk metode perebusan, digunakan kondisi pH 1,5 dengan suhu 80°C. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok untuk masing-masing uji penurunan kadar glukosa dan uji penurunan kadar kolesterol. Kelompok I kontrol normal hanya diberikan diet normal, kelompok II kontrol negatif hanya diberikan diet tinggi gula pada kelompok uji penurunan glukosa atau diet tinggi lemak pada kelompok uji penurunan kadar kolesterol, dan kelompok III perlakuan pektin 1,8g/kg BB beserta diet tinggi gula atau diet tinggi lemak. Kadar glukosa dan kolesterol dalam darah diukur pada akhir perlakuan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis.
PEMANFAATAN MINYAK BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DURCH) MENJADI SEDIAAN NANOEMULSI TOPIKAL SEBAGAI AGEN PENGEMBANGAN COSMETICAL ANTI AGING Rohani Panjaitan; Shibghatun Ni’mah; Romdhonah Romdhonah; Lily Annisa
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. VII, No. 2, Januari 2015
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol7.iss2.art5

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh paling luar yang berfungsi sebagai pelindung dan merupakan salah satu jalur ekskresi tubuh. Oleh karena itu, kulit sangat kerusakan pada sel-sel kulit. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan kulit menjadi kusam dan dapat mempercepat penuaan serta berisiko terkena kanker kulit.Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar perekonomiannya mengandalkan sektor pertanian. Ragam tanaman yang diproduksinya pun banyak mulai dari tanaman palawija, sayur-sayuran hingga buah-buahan, dan di antara beragam tanaman tersebut selain berfungsi untuk memenuhi bahan pangan juga dapat bermanfaat dalam pengembangan di bidang kesehatan.Aging merupakan suatu proses penuaan yang ditandai dengan penurunan energi seluler yang menurunkankemampuan sel untuk memperbaiki diri. Agen kimia seperti polutan, asap rokok, sinar matahari berlebih yang mengandung radikal bebas dari peroksida yang mengikat oksigen adalah faktor lingkungan yang dapat mempercepat penuaan atau yang dikenal dengan penuaan dini.Labu kuning atau Cucurbita moschata merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Pemanfaatan bijinya di Indonesia masih terbatas pada produksi kuaci biji labu sedangakan biji labu kuning ternyata memiliki beberapa senyawa yang sangat berpotensi sebagai antiaging. Diantaranya adalah asam lemak utama, vitamin E, karotenoid, asam amino, dan inhibitor tripsin. Senyawa-senyawa tersebut bermanfaat untuk menghambat peroksida menjadi radikal bebas, sebab radikal bebas tersebut dapat merusak membran sel yang dapat berakibat pada penyakit degeneratif dan kanker kulit.Penelitian ini dimaksudkan memanfaatkan minyak biji labu untuk dibuat dalam sediaan nanoemulsi dan mengetahui stabilitas sediaan nanoemulsi minyak biji labu tersebut. Penelitian ini akan dilakukan di laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia selama 3-4 bulan dengan evaluasi stabilitas fisik dari sediaan.
PEMISAHAN HIDROSOL HASIL PENYULINGAN MINYAK ATSIRI DENGAN METODE ELEKTROLISIS UNTUK MENINGKATKAN RENDEMEN MINYAK Ahmad Said; Retno Harti; Arief Dharmawan; Tasyrifatur Rahmah
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. VII, No. 2, Januari 2015
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol7.iss2.art6

Abstract

Hidrosol adalah produk samping distilasi minyak atsiri. Dalam dunia industri, keberadaan hidrosol tidaklah diperhatikan untuk rendemen minyaknya. Hidrosol merupakan cairan emulsi dari minyak yang terikat oleh molekul air. Dalam penelitian ini, hidrosol dipisahkan dengan tujuan untuk mendapatkan minyak yang dapat meningkatkan rendemen minyak atsiri.Pemisahan hidrosol dilakukan dengan metode elektrolisis. Dengan adanya elektron yang mengalir dari anoda, diharapkan agar tegangan antarmuka dari minyak dan air dalam hidrosol dapat terpisahkan. Metode elektrolisis dilakukan dengan 4 (empat) tahapan: identifikasi senyawa minyak hasil distilasi, elektrolisis hidrosol, optimasi elektrolisis hidrosol, dan identifikasi senyawa kimia minyak hasil elektrolisis. Minyak hasil distilasi diuji dengan GC-MS untuk dijadikan sebagai pembanding/standar. Elektrolisis hidrosol dilakukan dengan 3 (tiga) variabel, yakni jenis elektroda, waktu elektrolisis, dan besar tegangan. Optimasi dilakukan dari perlakuan eletrolisis hidrosol yang optimal. Minyak hasil elektrolisis diuji kembali dengan GC-MS dan dibandingkan dengan standar untuk melihat kualitasnya.Hasil elektrolisis menyatakan bahwa jenis elektroda yang paling baik adalah seng. Waktu elektrolisis optimal dengan menggunakan seng terjadi pada waktu 60 menit dengan besar tegangan 20V. Minyak hasil elektrolisis dengan elektroda seng hasil optimasi memberikan kualitas minyak yang lebih baik dari minyak hasil distilasinya. Hal ini dinyatakan secara kuat dari kadar patchouli alcohol dalam minyak hasil elektrolisis yaitu 36,40%, sedangkan dalam minyak hasil distilasi yakni 33,46%. Kadar patchouli alcohol mengalami kenaikan hingga 0,08%.
PASTA ZINC OXIDE SEBAGAI MILD ASTRIGENT MENGGUNAKAN BASIS AMILUM SINGKONG (MANIHOT UTILISIMA POHL) Suci Ningsih; Laela Hidayati; Rizki Akbar
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. VII, No. 2, Januari 2015
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol7.iss2.art7

Abstract

Zinc oxide merupakan suatu zat aktif yang memiliki aktivitas sebagai mild astringent dan UV protecting. Pasta Zinc Oxide ini dimaksudkan untuk menormalkan ketidakseimbangan fungsi kulit. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh konsentrasi amilum terhadap stabilitas fisik pasta zinc oxide. Pasta zinc oxide dibuat dengan mencampurkan zinc oxide, amilum, amilum 15% dan 20%. Evaluasi pasta yang dilakukan meliputi pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, organoleptis, dan homogenitas. Hasil yang diperoleh, pada formula I (amilum 15%) hasilnya lebih bagus dibanding formula II (amilum 20%). Suhu dan lama penyimpanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap stabilitas fisik pasta zinc oxide.

Page 1 of 1 | Total Record : 7