cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalagrisains@gmail.com
Phone
+6283827966282
Journal Mail Official
jurnalagrisains@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako, Tondo, Palu 94111, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah AgriSains
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14123657     EISSN : 27165078     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan, Nutrisi dan Makanan Ikan, Bioteknologi Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Budidaya Perairan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus" : 7 Documents clear
Feeding Silk Worm (Tubifex sp.) with Different Dosage on Growth and Survival of Seed Climbing Perch (Anabas testudineus, Bloch 1792): Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Betok (Anabas testudineus, Bloch 1792) Fahril; Zakirah Raihani Ya'la; Nasmia
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.042 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.93-100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih ikan betok (Anabas testudineus Bloch, 1792) yang diberi pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga banyaknnya satuan percobaan sebanyak 20 unit. Perlakuan yang digunakan yaitu Perlakuan A (dosis 5% dari bobot), perlakuan B (dosis 6% dari bobot ikan), perlakuan C (dosis 7% dari bobot ikan), perlakuan D (dosis 8% dari bobot ikan), perlakuan E (dosis 9% dari bobot ikan). Data pertumbuhan bobot mutlak dan panjang mutlak dianalisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, selanjutnya dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dengan menggunakan Program Minitab 16. Kualitas air dan kelangsungan hidup disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian pakan cacing sutera (Tubifex sp.) dengan dosis yang berbeda pada benih ikan betok memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis 9% dengan nilai 2,465 g, panjang mutlak 1,683 cm dan kelangsungan hidup berkisar 90-100%.
Effect of PGf2α Hormone Injection on the Estrus Cycle of Palu Sheep: Pengaruh Penyuntikan Hormon PGF2α terhadap Siklus Estrus Domba Palu Rini Hastarina; Moh. Ismail Wumbu; Siti Nurjanah
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.878 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.87-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan hormon PGF2α terhadap siklus estrus domba palu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022 di Laboratorium Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Variabel yang diamati meliputi: lama onset estrus setelah disuntik (jam), lamanya estrus (jam) dan interval siklus estrus (hari). Ternak yang digunakan adalah domba ekor gemuk betina sebanyak 15 ekor berumur 18 bulan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dosis hormon PGF2α yang digunakan secara berturut-turut yaitu 0,5 ml (P1), 1,0 ml (P2) dan 1,5 ml (P3). Apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan nilai onset estrus, lama estrus dan interval siklus estrus pada masing-masing perlakuan P1 sebesar 39 jam-30,8 jam-15,5 hari, P2 36 jam-31,6 jam- 15,4 hari dan P3 34,6 jam-34,8 jam-14,8 hari. Hormon PGF2α berpengaruh sangat nyata terhadap nilai onset estrus dan lama estrus (p<0,01) tetapi tidak berpengaruh terhadap interval siklus estrus (p>0,05). Pemberian hormon PGF2α sudah efektif dan lebih ekonomis dalam sinkronisasi estrus untuk menghasilkan gejala-gejala estrus yang berkualitas.
Use of Fermented Hyacinth (Eichhornia crassipes) as Feed Material on the Growth of Tilapia (Oreochromis niloticus) Seed: Penggunaan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terfermentasi sebagai Bahan Baku Pakan terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Hasmirayanti; Aswad Eka Putra; Irawati Mei Widiastuti
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.898 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.101-112

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai pakan alternatif memiliki kadar mineral dan kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 9,8–12,0 %, abu 11,9–23,9 %, lemak kasar 1,1–3,3 %. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan eceng gondok yang difermentasi menggunakan EM-4 dalam pakan terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Perlakuan yang diujikan adalah tepung eceng gondok terfermentasi dengan dosis perlakuan A=30%, B=40%, C=50%. Data hasil pengamatan diolah menggunakan program software Ms Excel 2010, Minitab 16. Hasil dari penelitian menunjukkan dosis terbaik dari tepung eceng gondok terfermentasi sebanyak 40% pada bahan baku pakan merupakan perlakuan yang terbaik dan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,32 g dan rasio konversi pakan sebesar 0,41. Penggunaan eceng gondok (Eichhornia crassipes) terfermentasi sebagai bahan baku pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak benih ikan nila dan tidak berpengaruh nyata terhadap rasio konversi pakan (FCR) serta memberikan hasil kelangsungan hidup berkisar antara 50-52%. Hal ini masih tergolong baik bagi kelangsungan hidup benih ikan nila.
The Effect of Giving Virgin Coconut Oil (VCO) Waste in Ration to the Broiler Carcass Production: Pengaruh Penambahan Ampas Virgin Coconut Oil (VCO) dalam Ransum terhadap Produksi Karkas Ayam Pedaging Nur Hasanah; Nova Rugayah
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.216 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.113-122

Abstract

Banyak perusahaan yang memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) menyisakan salah satu by-product yang belum banyak dimanfaatkan yaitu ampas VCO. Ampas VCO sangat berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak, khususnya sebagai sumber energi dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penambahan VCO dalam Ransum terhadap Produksi Karkas Ayam Pedaging. Materi yang digunakan adalah 75 ekor ayam pedaging yang berumur 2 minggu dan diberi ransum basal starter selama 4 minggu yang dipelihara di kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako yang terletak di Desa Sibalaya Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus - 25 September 2019. Adapun variable yang diamati adalah prosentase karkas, prosentase dada, dan lemak abdominal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diujikan pada ternak yaitu R0 = Ransum tanpa penggunaan ampas VCO, R1 = Ransum dengan tambahan ampas VCO 1,25%, R2 = Ransum dengan tambahan ampas VCO 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan ampas VCO dalam ransum terhadap produksi karkas ayam pedaging tidak berpengaruh nyata pada prosentase karkas, prosentase dada, dan lemak abdominal.
Sex Ratio of Endemic Ricefish Oryzias celebensis in South Sulawesi: Rasio Kelamin Ikan Medaka Endemik Oryzias celebensis di Sulawesi Selatan Nur Hasanah; Sharifuddin Bin Andy Omar; Joeharnani Tresnati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.1 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.60-66

Abstract

Perairan tawar Sulawesi Selatan memiliki 6 spesies ikan medaka endemik dari genus Oryzias, spesies yang paling terkenal diantara ke-6 spesies tersebut ialah Oryzias celebensis. Ikan medaka endemik Oryzias celebensis dijadikan sebagai komoditi ikan hias. Habitat ikan tersebut di Sungai Pattunuangasue dan Leang-leang. Tujuan penelitian untuk mengetahui keseimbangan populasi ikan medaka endemik Oryzias celebensis. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2015 hingga April 2016 di Sungai Pattunuangasue dan Sungai Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Rasio kelamin ditentukan berdasarkan frekuensi ikan jantan dan betina yang didapat dari semua sampel yang tertangkap selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan rasio kelamin ikan medaka endemik Oryzias celebensis di Sungai Pattunuangasue dan Sungai Leang-leang tidak seimbang (tidak mengikuti pola 1:1).
Effect of Maggot (Hermetia illucens) Flour-Based Feeding on Growth and Survival of Giant Mottled Eel (Anguilla marmorata): Pengaruh Pemberian Pakan Berbasis Tepung Maggot (Hermetia illucens) dengan Dosis Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Sidat (Anguilla marmorata) Fadly Y. Tantu; Jalalludin Moh Ikram; Novalina Serdiati; Jusri Nilawati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.192 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.77-86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbasis tepung maggot (Hermetia illucens) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat (Anguilla marmorata). Organisme uji yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan sidat dengan bobot rata-rata 0,591±0,04 g/ekor. Organisme uji dipelihara selama 35 hari dengan padat tebar 1 ekor/2 L air. Pakan uji yang digunakan yaitu pakan yang menggunakan tepung maggot sebagai sumber protein utama. Perlakuan pada penelitian ini adalah tingkat pemberian pakan berbeda yaitu pemberian 7% dari biomassa (perlakuan A), 9% (perlakuan B), 11% (perlakuan C), dan 13% (perlakuan D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemberian pakan yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan ikan sidat. Pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan harian tertinggi terjadi pada perlakuan pemberian pakan 11% dari biomassa (perlakuan C) dengan nilai masing-masing 0,143 g dan 0,41%/hari (0,0040 g/hari). Kelangsungan hidup tertinggi (88%) terdapat pada pemberian pakan 7% dari biomassa (perlakuan A) dan terendah (72%) didapatkan pada pemberian pakan 13% dari biomassa (perlakuan D).
Effect of Basil Leaves Ekstract (Ocimum basilicum L.) on Hatching Rate of Carp (Cyprinus carpio) Eggs Infected With Fungus: Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap Daya Tetas Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang Terserang Jamur Andi Heryanti Rukka; Septina F. Mangitung; Aan Fauzan
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.967 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.67-76

Abstract

Salah satu pengendalian penyakit akibat jamur pada telur ikan mas adalah adalah dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang bersifat anti jamur seperti penggunaan daun kemangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap daya tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio) yang terserang jamur. Pemberian ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) diharapkan mampu meningkatkan daya tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio) yang terserang oleh jamur. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perbedaan dari dosis ektrak daun kemangi antara lain Perlakuan A (0 mg/L), B (55 mg/L), C (60 mg/L), D (65 mg/L), dan E (70 mg/L). Perlakuan dilakukan dengan merendam telur ikan mas (Cyprinus carpio) ke dalam media perndaman selama 20 menit, kemudian telur ikan mas dimasukan kembali ke dalam wadah penetasan, selanjutnya telur diamati menggunakan mikroskop setiap 1×120 menit. Data prevalensi dan data Hatching rate dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA dengan bantuan minitab 16. Jika terdapat perbedaan perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Data kelangsungan hidup dan data kualitas air dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pemberian daun kemangi berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan mas. Perlakuan dengan dosis 65 mg/L daun kemangi menghasilkan daya tetas telur tertinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7