Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMANFAATAN TEPUNG DAUN KAYU MANIS (Cinnamomun burmanii) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN SIDAT (Anguilla marmorata) Sandriyani, Sandriyani; Nasmia, Nasmia; Mangitung, Septina Fifi
AgriSains Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.614 KB)

Abstract

The research was conducted in June 2016 and housed at Fish Seed (BBI) Tulo, Central Sulawesi province. Test organisms used were seeds of African catfish (Clarias gariepinus), totaling 180 fishs. Research procedure includes the preparation of tools and materials, making the seeds, water quality measurements, anesthesia with ice cubes, transportation activities for 4-5 hours and data collection. The study design research is completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 5 replications. The results showed that the different temperature levels in closed transport no significant effect (P> 0.05) on survival rate seed catfish. The average value of the highest survival rate 76% was obtained in treatment A (temperature 12OC.Water quality in the maintenance of media contained within the range that can be tolerated.
KAJIAN PRODUKSI DAN KESESUAIAN FISIK KIMIA PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA Gracilaria sp DI KABUPATEN MOROWALI Raihani Ya’la, Zakirah; Nasmia, Nasmia
AgriSains Vol 13, No 3 (2012)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.921 KB)

Abstract

This study aimed to estimate the production of seaweed and assessed the physical and chemical suitability of waters for Gracilaria sp. Farmin in Morowali. Location of data sampling  consisted of two observation stations covering District Petasia (Station 1) with 6 substation samplings. Each substation consisted of 3 sampling points. Witaponda district (Station 2) consistied of 6 substations. Sampling was done in each substation with 3 point sampling. The study was conducted for 2 years from April 2011 to December 2012, with collecting primary and secondary data. Target achievement of this research used a survey method with direct field sampling with simple random sampling, purposive sampling and GIS method for compatability. Production of Gracilaria sp in 2011 was as much as 1.39 tonnes/ha/year, in 2012 was 1.8 tonnes/ha/year. On the cultivation of Gracilaria sp at Station 1,  suitable (S1) area of 71.46 ha, less suitable (S2) covering an area of 176.6 ha, not suitable (S3) class covering an area of 1.8 ha, while in the corresponding at station 2, (S1) covering 586 , 8 ha, less appropriate class (S2) covering an area of 1740.4 ha.
PENGARUH PEMBERIAN ENZIM PAPAIN PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG KAKI PUTIH (Penaeus vannamei) Candra, Boy; Nasmia, Nasmia; Tobigo, Desiana Trisnawati
AgriSains Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.404 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – februari 2017 di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako. Organisne uji yang digunakan adalah juvenil udang kaki putih (P. vannamei) sebanyak 5 ekor/wadah. Prosedur penelitian meliiputi persiapan wadah, tahapan ekstraksi getah buah pepaya, Penambahan ekstrak getah buah pepaya pada pakan buatan dan pemeliharan. Penelitian didesain dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan 4 kali ulangan yaitu pakan buatan dengan enzim papain 0% (kontrol), 1%, 3% 5% dan 7%. Hasil penlitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain pada pakan buatan tidak memberikan pengaruh (P>0,05) terhadap pertumbuhan dan feed convertion ratio (FCR). Nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak tertinggi terdapat perlakuan B penambahan enzim papain dosis 3% yaitu sebesar 32,723 g dan memberikan nilai FCR antara 0,054-0,058. Nilai kelangsungan hidup udang kaki putih (P. vannamei) berkisar antara 95-100%.
Addition of Probiotic EM4 in Feed Against The Growth and Survival Rate (Oreochromis niloticus) in Controlled Condition Nasmia, Nasmia; Wardoyo, Rahmat Wahyu Bumi
AgriSains Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.935 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of adding probiotics in feed on growt and survival rate of tilapia. This study was designed using a Completely Randomized Design (CRD), with a P factor (Probiotic EM4) consisting of 4 treatments with 5 replications each so that there were 20 experimental units. The addition of EM4 probiotics in tilapia feed gave significant effect (P>0,05) on absolute weight growth, specific growth rate. The survival rate of tilapia with the treatment of adding EM4 probiotics in feed ranges between 82-86%.
Addition of Carrot Flour to Commercial Feed to Improve Colour Brightnees of Cupang Fish(Betta sp.) Ansar, Ansar; Nasmia, Nasmia
AgriSains Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.935 KB)

Abstract

Bright colors are one of the main attractions of ornamental fish. The brighter the color of the ornamental fish, the higher the value. However, during the maintenance of ornamental fish, the color often becomes dull, the quality of the color decreases so that the ornamental fish is no longer attractive. Therefore, the color must be increased by one of the efforts by providing feed containing certain pigments. One of the efforts made to get evenly bright colors in the fish is feeding carotene sources and supplements. The purpose of this study was to determine the effect of adding carrot flour to commercial feed on the brightness level of Betta fish (Betta sp.). The study was conducted at the Laboratory of Water Quality and Aquatic Biology, Faculty of Animal Husbandry and Fisheries, Tadulako University from August-September 2020. The experimental design used Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. Treatment A = without carrot flour, B = 48g, C = 50g D = 52g, E = 54g. The results obtained were that the addition of 54g carrot flour gave color enhancement to betta fish with an average score of 7,1.
The Effect of Basil Leaf Extract (Ocimum basilicium L.) on Reducing Fungal Infections and Improving Hatching Rates of Catfish (Clarias gariepinus) Eggs: Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap Daya Tetas Telur Ikan Lele Mutiara (Clarias gariepinus) yang Terserang Jamur Madinawati; Akbar Marzuki Tahya; Nasmia; Desiana Trisnawati Tobigo; Sitti Ramlah Yusuf; Anisa Rizky Putri
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.558 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i1.2022.11-19

Abstract

Adanya serangan infeksi jamur seringkali menyebabkan daya tetas telur menjadi rendah. Salah satu bahan alami yang berpotensi sebagai anti jamur adalah kemangi (Ocimum basilicium L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) dalam menurunkan tingkat serangan jamur (prevalensi), sehingga meningkatkan daya tetas telur ikan lele mutiara (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 5 kali ulangan. Perlakuan dilakukan dengan cara merendam telur ikan lele mutiara dalam media perendaman ekstrak daun kemangi dosis berbeda yaitu: A=0 mg/l (kontrol), B=55 mg/l, C=60 mg/l, D=65 mg/l. Data prevalensi dan daya tetas telur dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA), kelangsungan hidup larva dan kualitas air dianilisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dosis paling efektif dari ekstrak daun kemangi yaitu perlakuan B (55 mg/l), dimana memiliki tingkat prevalensi terendah (23%) dan menghasilkan daya tetas telur tertinggi (76,8%).
Addition of Probiotic EM4 in Feed on Growth and Survival of Tilapia (Oreochromis niloticus) in Controlled Condition: Penambahan Probiotik EM4 dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam Wadah Terkontrol Rahmat Wahyu Bumi Wardoyo; Nasmia
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.015 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i1.2021.17-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan faktor P (Probiotik EM4) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Penambahan probiotik EM4 dalam pakan ikan nila memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan dalam masig-masing perlakuan. Tingkat kelangsungan hidup ikan nila dengan perlakuan penambahan probiotik EM4 dalam pakan berkisar antara 82-86%.
Addition of Carrot Flour in Commercial Feed to Enhance Colour Brightness of Siamese Fighting Fish (Betta sp.): Penambahan Tepung Wortel pada Pakan Komersil untuk Meningkatkan Kecerahan Warna Ikan Cupang (Betta sp.) Ansar; Nasmia
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.407 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v22i2.2021.81-88

Abstract

Warna yang cerah merupakan salah satu daya tarik utama ikan hias. Semakin cerah warna ikan hias maka semakin tinggi nilainya. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mendapatkan warna cerah yang merata pada ikan adalah pemberian pakan sumber karoten dan suplemen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung wortel pada pakan komersil terhadap tingkat kecerahan warna ikan cupang (Betta sp.) Penelitian dilakukan di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako mulai bulan Agustus-September 2020. Desain percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan tepung wortel pada pakan komersil untuk meningkatkan kecerahan warna ikan cupang (Betta sp.) A= Tanpa tepung wortel, B=24%, C=25% D=26%, E=27%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan warna yang tertinggi terdapat pada perlakuan E penambahan tepung wortel 27% memberikan peningkatan warna pada ikan cupang dengan skor rata-rata 7,1, kemudian diikuti perlakuan C=25% dengan skor 7,0, kemudian diikuti perlakuan D=26% dengan skor 6,7 kemudian diikuti perlakuan B=24%, dengan skor 6,5, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan A tanpa penambahan tepung wortel dengan skor rata-rata 6,4.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN NUTRIEN DAN MANIPULASI CAHAYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KUALITAS AGAR Gracilaria sp. Eka Rosyida; Nasmia Nasmia
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.232 KB)

Abstract

             Nutrient enrichment and environmental manipulation in this study were aimed to enhance the growth and quality of Gracilaria sp.  Enrichment treatments were  N: P ratio of 10:0 (A), N: P ratio of 10:1 (B), N: P ratio of 5:1 (C) and no nutrient added (D) with stocking density of 800 g per culture media and water depth of 50 cm  in week I-IV. Light manipulation as water depth variation was conducted in week V-VI. Completely randomize design was employed with 6  and 2 replication in week I-IV and week V-VI, respectively.  The results showed no significant effect of treatments on the growth of seaweed (ANOVA, P> 0.05), however DGR maximum indicated by treatment B. The highest water content of the dried Gracilaria <24%, while the average ash content for all treatments <33%. In general, higher agar yields were obtained from non-enriched treatment (D) and treatment with a depth of 80 cm.                         Key words : Disease, enrichment, Gracilaria sp. manipulation, seaweed active extract.
Feeding Silk Worm (Tubifex sp.) with Different Dosage on Growth and Survival of Seed Climbing Perch (Anabas testudineus, Bloch 1792): Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Betok (Anabas testudineus, Bloch 1792) Fahril; Zakirah Raihani Ya'la; Nasmia
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.042 KB) | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i2.2022.93-100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan benih ikan betok (Anabas testudineus Bloch, 1792) yang diberi pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga banyaknnya satuan percobaan sebanyak 20 unit. Perlakuan yang digunakan yaitu Perlakuan A (dosis 5% dari bobot), perlakuan B (dosis 6% dari bobot ikan), perlakuan C (dosis 7% dari bobot ikan), perlakuan D (dosis 8% dari bobot ikan), perlakuan E (dosis 9% dari bobot ikan). Data pertumbuhan bobot mutlak dan panjang mutlak dianalisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, selanjutnya dilakukan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dengan menggunakan Program Minitab 16. Kualitas air dan kelangsungan hidup disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian pakan cacing sutera (Tubifex sp.) dengan dosis yang berbeda pada benih ikan betok memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis 9% dengan nilai 2,465 g, panjang mutlak 1,683 cm dan kelangsungan hidup berkisar 90-100%.