cover
Contact Name
Dewi Ariyani
Contact Email
insania@uinsaizu.ac.id
Phone
+6281320021680
Journal Mail Official
insania@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Jend. A. Yani No. 40A Purwokerto 53126 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan
ISSN : 14100053     EISSN : 25983091     DOI : https://doi.org/10.24090/insania
Core Subject : Education,
INSANIA adalah jurnal kependidikan yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto. INSANIA menerbitkan artikel ilmiah dengan rumpun keilmuan pendidikan antara lain Perencanaan pendidikan, Evaluasi Pendidikan, Pembelajaran, Kurikulum Pendidikan, Strategi Pendidikan, Pendidikan Islam, Pendidikan Dasar Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, dan tema kependidikan lain
Articles 473 Documents
KERANGKA BERPIKIR PEMBELAJARAN INTEGRATIF Hartono Hartono
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.254 KB) | DOI: 10.24090/insania.v19i2.714

Abstract

This paper examines how the thought frame of integrative learning in a constructivist perspective. Educational constructivism views that learning can not be understood as an inheritance of objective knowledge or cultural values, but as an effort to help students learning to construct and interpret the surrounding world integrally. This world is not made up of things that each stands alone, but all of them are related each other (relational). This relational becomes the real nature of this world. Integrative education and learning praxis integration of science and religion into a new vehicle that is actually real description of this world, as the things within it, i.e. humans. The understanding of a theme object (learning material) should be performed in multi-perspective, so that the meaning found by learners include the existing whole, including the values of the Divine. Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana kerangka berpikir pembelajaran integratif dalam perspektif konstruktivisme. Konstruktivisme pendidikan memandang bahwa pembelajaran tidak dapat dipahami sebagai pewarisan pengetahuan atau nilai-nilai kultural yang objektif, tetapi sebagai upaya membantu siswa belajar mengkonstruksi dan memaknai dunia yang mengitarinya secara integral. Dunia ini bukan terdiri dari hal-hal yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri, tetapi semuanya itu terkait (relasional). Relasional ini menjadi sifat sejati dunia ini. Pendidikan integratif dan praksis pembelajaran integrasi sains dan agama menjadi wahana baru yang sesungguhnya menggambarkan sejatinya dunia ini, beserta di dalamnya, yaitu manusia. Pemahaman terhadap satu objek tema (materi pembelajaran) harus dilakukan secara multiperspektif, sehingga makna yang ditemukan peserta didik meliputi keseluruhan yang ada, termasuk di dalamnya nilai-nilai Ilahiah.
INTEGRASI AGAMA DAN SAINS MELALUI MATA KULIAH PAI DI PERGURUAN TINGGI Hayat Hayat
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.414 KB) | DOI: 10.24090/insania.v19i2.715

Abstract

The purpose of this paper is to analyze the impact of Islamic Education (Pendidikan Agama Islam-PAI) to the behavior and character of students. The analyst is through the integration of Islam and science for students to practice aspects of Islamic religious values in daily life. Interconnection of Islam to science through the PAI should be used as a reflection of the universities in providing a comprehensive impact on the lives of the students to behave, act, do and say as the scientific community, to improve the quality of character and ethics for a better civilization. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis dampak Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap perilaku dan karakter mahasiswa. Analisnya adalah melalui integrasi Islam dan sains bagi mahasiswa terhadap aspek pengamalan nilainilai agama Islam dalam kehidupan sehari-sehari. Interkoneksi Islam terhadap sains melalui PAI harus dijadikan sebagai refleksi bagi PT dalam memberikan dampak secara komprehensif di dalam kehidupan mahasiswa dalam berperilaku, bertindak, berbuat dan berucap sebagai masyarakat ilmiah, tentunya untuk meningkatkan kualitas karakter dan etika bagi peradaban bangsa yang lebih baik.
INTEGRASI MATEMATIKA DAN ISLAM Maria Ulpah
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v19i2.716

Abstract

This paper is intended to describe the integration of mathematics as a representative of science with Islam. Integration between Islam and science have to create a new paradigm with other cosmology today. In this context, a new cosmology has religious consciousness implications, because it does not only focus on the laws of physics, but also find the fact as the Creator of the universe. Moreover, the Qur’an is not only talking about the science but also mathematics. Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan integrasi matematika sebagai wakil dari sains atau ilmu pengetahuan dengan Islam. Integrasi antara Islam dan ilmu pengetahuan harus menciptakan paradigma baru dengan kosmologi lainnya saat ini. Dalam konteks ini, kosmologi baru memiliki implikasi kesadaran religius, karena tidak hanya fokus pada hukum fisika, tetapi juga menemukan kenyataan sebagai Pencipta alam semesta. Selain itu, al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang ilmu pengetahuan tetapi juga matematika.
INTEGRASI AGAMA DAN SAINS: MERESPON KELESUAN TRADISI ILMIAH DI PTAI Muhammad Yunus
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.201 KB) | DOI: 10.24090/insania.v19i2.717

Abstract

This paper aims to examine the three main issues, those are the main challenges faced by higher education institutions of Islamic Religion (PTAI),the implementation of the integration of religion and science in PTAI, and PTAI response to secularization and Islamization of science. Those make this paper focuson the discussion how PTAI response to the challenges, so PTAI can offer objects and perspective studies of Islamic knowledge and science that are universal, not dichotomous impression, challenging and interesting in future studies. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tiga masalah pokok, yaitu tantangan utama yang dihadapi oleh lembaga Pendidikan Tinggi Islam Agama (PTAI), implementasi integrasi agama dan sains di PTAI, dan respon PTAI terhadap sekularisasi dan Islamisasi sains. Hal itu menjadikan tulisan ini lebih menitikberatkan pada diskusi bagaimana respon PTAI terhadap berbagai tantangan, sehingga PTAI dapat menawarkan objek dan perspektif kajian pengetahuan Islam dan sains yang universal, tidak terkesan dikotomis, menantang dan menarik minat studi di masa depan.
TRANSFORMASI DIALEKTIKA SEGITIGA: POSISI DAN PERAN DALAM KAJIAN INTEGRASI AGAMA, SAINS, DAN TEKNOLOGI Sarno Hanipudin
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v19i2.718

Abstract

This paper is intended to describe how the integration of religion and science is done through the practice of PAI learning. This was done because there is a strong presumption in the wider community who say that religion and science are the two entities that can not be met. Both have their respective territories, separated from each other, in terms of formal-material objects, research methods, criteria of truth, the role played by scientists. There is also a view that science and religion stand at their respective position, because science rely on empirically supported data to ascertain what is real and what is not, contrary religion ready to accept the supernatural and certainly not only be based on tangible variables of faith and the belief that religion and science must coexist independently of each other, because even though there are similarities in their mission, the fundamental difference between the two present a conflict that will resonate on each core. Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan bagaimana integrasi agama dan sains dilakukan melalui praktik pembelajaran PAI. Hal itu dilakukan karena ada anggapan yang kuat dalam masyarakat luas yang mengatakan bahwa agama dan ilmu adalah dua entitas yang tidak dapat dipertemukan. Keduanya mempunyai wilayah masing-masing, terpisah antara satu dan lainnya, baik dari segi objek formalmaterial, metode penelitian, kriteria kebenaran, peran yang dimainkan oleh ilmuwan. Ada juga yang memandang bahwa sains dan agama berdiri pada posisinya masingmasing, karena bidang ilmu mengandalkan data yang didukung secara empiris untuk memastikan apa yang nyata dan apa yang tidak, agama sebaliknya siap menerima yang gaib dan tidak pasti hanya didasarkan pada variabel berwujud dari iman dan kepercayaan bahwa agama dan sains harus hidup berdampingan independen satu sama lain, sebab meskipun ada kesamaan dalam misi mereka, perbedaan mendasar antarakeduanya menyajikan sebuah konflik yang akan beresonansi pada inti masingmasing.
MODEL PEMBELAJARAN INTEGRATIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN SAINS Sunhaji Sunhaji
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.593 KB) | DOI: 10.24090/insania.v19i2.719

Abstract

This paper describes a model of PAI integrative learning with science. PAI integration with science learning is for several reasons. First, religion orders the adherents to of think a lot, by thinking, a man can know the power of Godthrough His verses, both kauniyah and kauliyah verse, without thinking a man will not be able to know of what nature behind Its creation. Second, the sciencesubjects (Physics, Chemistry and Biology) are subjects that describe many about the nature and sustainability events, both biotic and abiotic. Third, the success and benchmarks of PAI is faith and devotion learners. The process of the emergence of faith in religion, one of which begins with a medallion and tadabur about nature, that nature is His creation then comes the behavior of his conviction of faith. Tulisan ini mendeskripsikan mengenai model pembelajaran integratif PAI dengan sains. Pengintegrasian PAI dengan sains dalam pembelajaran karena beberapa alasan. Pertama, agama memerintahkan kepada penganutnya untuk banyak berpikir, dengan berpikir manusia dapat mengetahui kekuasaan Tuhan melalui ayat-ayat-Nya, baik ayat kauniyah maupun ayat kauliyah, tanpa berpikir manusia tidak dapat mengetahui ada apa di balik alam ciptaan-Nya. Kedua, materi pelajaran sains (Fisika, Kimia dan Biologi) adalah mata pelajaran yang banyak menguraikan tentang kejadian alam dan kelestariannya, baik biotik maupun abiotik. Ketiga, keberhasilan serta tolok ukur PAI adalah keimanan dan ketakwaan peserta didik. Proses munculnya keimanan dalam agama, salah satunya diawali dengan bertafakur dan tadhabur tentang alam, bahwa alam adalah ciptaan-Nya kemudian dari keyakinannya munculah perilaku keimanan.
INTEGRASI PENDIDIKAN AGAMA-SAINS BERBASIS EKSPERIMENTAL UNTUK MEMBENTUK CHARACTER BUILDING MAHASISWA Umi Pratiwi
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.483 KB) | DOI: 10.24090/insania.v19i2.720

Abstract

This paper is written to determine the methods and benefits of the integration of religious-science education in experimental based to shape the character of students. Integration of religious education with science and technology means the mastery of science and technology combined with the Islamic sciences and Islamic personalities. Through the experimental method, it is expected the emerging good characters (character building) of learners with the characteristics of faith and taqwa, able to motivate themselves, improving selfconfidence, realizing personal gratitude, and bring good morals. Tulisan ini disusun untuk mengetahui metode dan manfaat integrasi pendidikan agama-sains Berbasis eksperimental untuk membentuk karakter mahasiswa.Integrasi pendidikan agama dengan sains dan teknologi berarti adanya penguasaan sains dan teknologi dipadukan dengan ilmu-ilmu Islam dan kepribadian Islam. Melalui metode eksperimental diharapkan muncul karakter-karakter (character building) baik dari peserta didik dengan ciri beriman dan bertakwa, mampu memotivasi diri, menumbuhkan percaya diri, mewujudkan peribadi bersyukur, dan memunculkan akhlak yang baik.
PENGEMBANGAN KEILMUAN INTEGRATIF DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI Zainal Arifin
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.086 KB) | DOI: 10.24090/insania.v19i2.721

Abstract

This paper attempts to analyze the development of integrative science at two Islamic universities, namely UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta and UIN Malang. The changes are not just ordinary administrative changes, but based on the epistemological basis of integrated scientific development between science and Islam. The changing of IAIN Sunan Kalijaga and STAIN Malang also showed a new relationship between science (general sciences) and Islam, which requiresmutual relations, mutual dialogue, mutual reinforcement to solve the problems of postmodern human life. The purpose of this relation is to create the graduates who are capable of competing in the postmodern world that increasingly sophisticated and advanced science and technology, in addition, the value of religionbased morality is not abandoned, so they become the holistic human being. Tulisan ini mencoba menganalisis pengembangan keilmuan integratif pada dua universitas Islam negeri, yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Malang. Perubahan keduanya bukanlah hanya perubahan administrasi biasa, tapi didasari oleh basis epistemologi pengembangan keilmuan terintegrasi antara sains dan Islam. Perubahan IAIN Sunan Kalijaga dan STAIN Malang juga menunjukkan adanya relasi baru antara sains (ilmu-ilmu umum) dan Islam, yaitu relasi saling membutuhkan, saling berdialog, saling menguatkan untuk menyelesaikan problema kehidupan manusia postmodern ini. Tujuan relasi ini untuk mewujudkan lulusan yang mampu bersaing di dunia postmodern yang semakin canggih dan maju ilmu pengetahuan dan teknologinya, selain itu nilai moralitas yang berbasis agama tidak ditinggalkan, sehingga menjadi manusia yang utuh.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT IBNU KHALDUN Sunhaji Sunhaji
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 20 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.473 KB) | DOI: 10.24090/insania.v20i2.803

Abstract

Education to work for income, or the popular term now education for the sake of improving the quality of human resoource development, in the present context turned out to cause many problems such as the emergence of disparities in the various sectors of life. The gap between the number of jobs available to the realities of an abundant amount of labor. Ibn Khaldun’s conception of education who was born around six hundred years ago seems to still actual today. The recent conception of human resources in the community is a formulation of Ibn Khaldun’s conception that tries to combine between philosophy and education,  sociology and education so that the concept of education is still used today, as well as the expectations of the community can be used as a tool to help him well in modern society. According to the result of education is human being can actualize science (reason) that has been held in all aspects of life, which he called the haqiqoh al-insaniyah or complete Indonesian man, according to the national education, and ahlaku al-karimah in the perspective of Islamic education.
Format Pendidikan Islam Di Era Globalisasi Mujibur Rahman
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 22 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1650.52 KB) | DOI: 10.24090/insania.v22i1.1171

Abstract

The concept of education that needs to be updated is to change the view of the dichotomy of science in Islam by harmonizing the verses of illahiyah with kauniyah verse, God - human relationship in the form of education - antropo theo - centric, harmonize faith with science, as well as harmonize the fulfillment of spiritual and physical needs.