cover
Contact Name
Martini Dwi Endah Susanti
Contact Email
jinacs@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jinacs@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung A10 Teknik Informatika, Kampus Unesa Ketintang Surabaya, Jawa Timur 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS)
ISSN : -     EISSN : 26862220     DOI : https://doi.org/10.26740/jinacs.v3n02
Core Subject : Science,
JINACS (Journal of Informatics and Computer Science) diterbitkan oleh Program Studi S1 Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya dalam empat kali setahun dengan No ISSN Online : 2686-2220 JINACS merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Teknik Informatika dan Computer Science. Jurnal ini mencakup bidang ilmu Rekayasa Perangkat Lunak, Jaringan dan Arsitektur Komputer, Komputasi Bergerak, Sistem Temu Kembali Informasi, Kecerdasan Buatan, Pengolahan Citra Digital, Data Mining dll. JINACS terbit 4 (empat) nomor dalam setahun, yaitu bulan September, Desember, Maret dan Juni. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan diterbitkan dalam nomor In-Press sebelum nomor regular terbit.
Articles 544 Documents
Penerapan Metode Content-Based Filtering dalam Sistem Rekomendasi Parfum Online untuk Menyediakan Rekomendasi Produk yang Disesuaikan dengan Preferensi Setiap Pengguna Selina Dita Cahyani; Paramitha Nerisafitra
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Parfum merupakan salah satu produk yang banyak diperjual belikan secara digital. Banyaknya pilihan parfum yang tersedia pada platform digital menyebabkan pengguna mengalami kesulitan dalam menentukan parfum yang sesuai dengan preferensi pengguna. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem rekomendasi produk parfum berbasis website dengan memanfaatkan metode Content-Based Filtering, dengan memanfaatkan beberapa atribut parfum yaitu gender, main accords, top notes, middle notes, base notes, longevity, sillage, season, time, harga, dan deskripsi produk. Proses pengembangan sistem meliputi, pengumpulan data parfum, text preprocessing, pembangunan model rekomendasi, serta evaluasi performa model, Evaluasi dilakukan menggunakan Mean Average Precision (MAP) berdasarkan rating eksplisit yang diberikan dari 10 pengguna sistem. Kata Kunci— Sistem Rekomendasi, Content-Based Filtering, Parfum, Mean Average Precision (MAP), Website.
Analisis Pengaruh Sinkronisasi Gerakan Pemain Terhadap Kenyamanan Bermain Pada Permainan Multipemain Berbasis Photon PUN Muhammad Faizul Dhuha; Ronggo Alit
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Permainan multipemain membutuhkan sinkronisasi gerakan yang baik agar pemain memperoleh pengalaman bermain yang nyaman. Salah satu parameter pada Photon Unity Networking (Photon PUN) yang memengaruhi sinkronisasi adalah Send Rate, yaitu frekuensi pengiriman data permainan melalui jaringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi nilai Send Rate terhadap sinkronisasi gerakan pemain, mengukur kenyamanan bermain, serta menentukan konfigurasi Send Rate yang memberikan pengalaman bermain terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan pada prototipe permainan First Person Shooter (FPS) berbasis Unity menggunakan Photon PUN dengan tiga variasi Send Rate, yaitu 10, 20, dan 30. Penelitian melibatkan 15 responden. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi Send Rate berada pada kategori Baik. Send Rate 10 memperoleh tingkat kenyamanan bermain tertinggi sebesar 77,17%, diikuti Send Rate 20 sebesar 76,83%, dan Send Rate 30 sebesar 73,67%. Selain itu, sebagian besar responden memilih Send Rate 10 sebagai konfigurasi terbaik dan menyatakan tidak mengalami gangguan sinkronisasi selama pengujian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variasi Send Rate memengaruhi kualitas sinkronisasi gerakan dan kenyamanan bermain. Pada prototipe permainan yang dikembangkan, Send Rate 10 memberikan pengalaman bermain terbaik. Penelitian selanjutnya disarankan menguji lebih banyak variasi Send Rate, jumlah pemain yang lebih banyak, dan kondisi jaringan yang berbeda. Kata kunci— Photon PUN, Send Rate, sinkronisasi gerakan, permainan multipemain, kenyamanan bermain.
Analisis Kinerja Jaringan Topologi Star Berdasarkan Jumlah Node Menggunakan Cisco Packet Tracer Antariksa Kusuma Putra; Aditya Prapanca
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Peningkatan jumlah perangkat yang terhubung pada jaringan komputer menuntut evaluasi terhadap kinerja topologi jaringan yang banyak digunakan, salah satunya topologi star. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi jumlah node terhadap kinerja jaringan topologi star menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai media simulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan merancang beberapa skenario jaringan Local Area Network (LAN) menggunakan variasi jumlah node. Kinerja jaringan dievaluasi berdasarkan parameter delay, throughput, response time, dan packet delivery. Data hasil simulasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan nilai setiap parameter pada masing-masing skenario pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah node cenderung meningkatkan nilai delay serta menurunkan throughput jaringan. Bertambahnya jumlah perangkat menyebabkan beban lalu lintas data pada perangkat pusat (switch) meningkat sehingga memengaruhi stabilitas dan efisiensi komunikasi data. Temuan ini menunjukkan bahwa jumlah node merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan jaringan topologi star. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi dalam menentukan konfigurasi jaringan yang lebih efektif sebelum diterapkan pada lingkungan nyata. Kata kunci— topologi star; kinerja jaringan; jumlah node; Cisco Packet Tracer; simulasi jaringan.
Simulasi Infrastructure as Code pada Proxmox VE Menggunakan Terraform dan Ansible Maulana Fiemas Aji Kurnia Safa; Agus Prihanto
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Article In Press(1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Laboratorium Jaringan Komputer Universitas Negeri Surabaya masih melakukan penyiapan Virtual Machine (VM) secara manual sehingga rentan terhadap human error, membutuhkan waktu yang lebih lama, dan berpotensi menghasilkan konfigurasi yang tidak konsisten seiring meningkatnya kebutuhan peminjaman VM. Penelitian ini mensimulasikan penerapan Infrastructure as Code (IaC) pada Proxmox Virtual Environment (VE) menggunakan Terraform untuk provisioning VM dan Ansible untuk manajemen konfigurasi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui perbandingan kombinasi Terraform–Ansible, skrip Bash, dan metode manual pada skenario single VM dan multi VM. Parameter yang dianalisis meliputi waktu eksekusi penyiapan VM dan konsistensi konfigurasi hasil akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrip Bash memiliki waktu eksekusi lebih cepat pada skenario single VM dan tugas konfigurasi sederhana, sedangkan kombinasi Terraform–Ansible memberikan kinerja terbaik pada skenario multi VM dan konfigurasi yang lebih kompleks. Selain itu, penerapan IaC menghasilkan konfigurasi yang konsisten pada seluruh VM sesuai kebutuhan pengujian. Dengan demikian, kombinasi Terraform dan Ansible efektif digunakan untuk mengotomatisasi proses provisioning dan manajemen konfigurasi VM pada lingkungan Proxmox VE, terutama ketika jumlah VM dan kompleksitas konfigurasi meningkat. Kata Kunci - Infrastructure as Code, Terraform, Ansible, Proxmox VE, Virtual Machine